<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750</id><updated>2012-02-16T19:00:45.597+07:00</updated><category term='ayo makan'/><category term='Cambodia'/><category term='Hanoi'/><category term='activity'/><category term='me'/><category term='Singapura'/><category term='Phuket'/><category term='Penang Island'/><category term='Wikimu'/><category term='My Fave Movies'/><category term='Malaysia'/><category term='My letters for Jesus'/><category term='Singapore (Oct 2011)'/><category term='Way Kambas'/><category term='obelix'/><category term='Backpacker Wannabe'/><category term='Langkawi'/><category term='Kuala Lumpur - Melacca'/><category term='family'/><category term='KL - Spore'/><category term='Kuala Lumpur'/><category term='fave songs'/><category term='Ho Chi Minh City'/><category term='Singapore 2012'/><category term='Thailand'/><title type='text'>me, myself, and cherry</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>176</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-3944459070214224713</id><published>2012-02-12T18:26:00.014+07:00</published><updated>2012-02-13T16:31:25.589+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Way Kambas'/><title type='text'>Sepenggal Cerita dari Way Kambas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1040485-1-1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1040485-1-1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pak Deddy, sang pawang gajah Aries, mengenalkan gue pada Queen, anak gajah yang baru berusia hampir setahun, yang tingginya belum lebih dari pinggang gue. Queen punya kebiasaan lucu, dia suka menyeruduk orang yang menjadi teman bermainnya, trus mengatur posisi hingga pantatnya membelakangi orang tersebut, dan dalam sekejap dia akan memberikan tendangan mautnya, dengan kaki kiri lalu kaki kanan. Inilah yang dia lakukan ke gue berkali - kali, tanpa ngerasa cape ato bosan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Gue cuma bisa ketawa ngakak sejadi - jadinya ngeliat kelakukan Queen yang super lucu ini. Sesekali gue akan membalasnya dengan balik mengejar dan menggelitiki kaki Queen yang tampaknya sangat bangga dengan tendangan mautnya, yang entah dari siapa dipelajarinya. Ria, sang induk, tidak keliatan over protektif sama sekali. Dia asyik merumput. Kata Pak Deddy, Ria akan tenang dan senang mengamati anaknya bermain - main. Tapi kalo dia melihat atau mendengar Queen berteriak seperti layaknya anak kecil mengeluh atau menangis, Ria akan segera beraksi dan siap melindungi anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1040478.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1040478.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ngga beberapa lama kemudian, Mega dan si kecil Ratu datang mendekat. Mega tampak selalu membuntuti Ratu, sehingga awalnya gue berpikir dia adalah sang induk. Sampai Pak Deddy menjelaskan, "Ini Mega, Mbak Yu'nya...". Gue heran dan balik bertanya, "Mbak Yu maksudnya apa, Pak ? Dia kakaknya ?" Pak Deddy jawab, "Bukan, dia yang tugasnya menjaga Ratu. Dan dia sangat menyayangi Ratu, sampai - sampai dia lebih rela tidak makan asalkan Ratu makan..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, gue dikenalkan lagi sama satu sisi istimewa dari seekor gajah. Betapa gajah sangat menjunjung tinggi nilai kasih sayang dan solidaritas. Dalam hal perasaan, gajah ngga jauh berbeda dengan manusia, hanya saja manusia terkadang menjadikan perasaan - perasaan indah itu menjadi lebih kompleks dan rumit. Hal ini membuat gue semakin sayang sama mamalia yang satu ini. Perasaan kagum dan bahagia yang bisa gue rasakan ditengah kawanan gajah ini, membuat gue melupakan lelahnya perjalanan yang harus gue tempuh dari Jakarta menuju Taman Nasional Way Kambas, Lampung ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1040462.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1040462.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Walaupun belum puas bermain - main bersama Queen dan Ratu, keasyikan lain segera menyita perhatian gue. Kali ini, tepat di tengah padang rumput hijau dan luas di taman nasional ini, gue pengen 'belajar' cara menunggang gajah seperti layaknya seorang pawang. Tepatnya, bagaimana mengendalikan jalan gajah dengan teknik yang benar. Saat menunggang kuda, gue mengandalkan kaki dan tali kekang untuk mengendalikan langkah dan arah kuda. Ternyata tekniknya ngga jauh berbeda dengan gajah. Kaki gue dan ganco adalah alat untuk mengendalikan jalan gajah. Di balik itu, sebenarnya kecerdasan dan kerja sama sang gajahlah yang paling berperan. Dengan tubuhnya yang raksasa, sebenarnya Aries, ato gajah manapun, bisa dengan mudahnya melemparkan tubuh gue dari punggung mereka. Tapi, gajah adalah makhluk yang sangat bersahabat. Jadi, bukan rasa takut yang membuat mereka mau bergerak sesuai dengan keinginan kita, tapi rasa sayang dan insting mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1040488.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1040488.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;"Kelas" menunggang ini memberikan perasaan senang seluas samudra di hati gue. Ini pengalaman yang luar biasa istimewa...walaupun setiap detiknya diisi dengan teriakan - teriakan histeris gue, karena rasa takut dan bersemangat di saat bersamaan. Tapi Pak Deddy selalu sabar mengingatkan, kalo Aries sangatlah kooperatif dan tidak akan melakukan tindakan - tindakan agresif yang akan membahayakan gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman Nasional Way Kambas adalah tempat favorit gue. Karena disini, gue bisa bertemu dan berinteraksi dengan sahabat - sahabat istimewa gue, para gajah. Para gajah yang selalu membuat gue takjub dengan segala hal yang ada pada diri mereka, dan apa yang mereka lakukan. Ini adalah kedua kalinya gue mengunjungi Taman Nasional Way Kambas...kedua kalinya gue bertemu Aries dan kawan - kawannya yang tersebar di taman nasional yang sangat luas ini. Ini adalah tempat istimewa gue, karena sejauh ini, baru disinilah gue melihat sahabat kesayangan gue, gajah, hidup dengan bebas dan cukup bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1040482.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1040482.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gue berjanji, selama Yesus mengijinkan dan memampukan gue, baik dari segi keuangan, waktu, tenaga, dan apapun yang dibutuhkan untuk gue bisa berkunjung ke sini lagi, gue akan melakukannya ! Beberapa tahun silam, gue sempat pesimis dan putus asa untuk mencari jalan menuju taman nasional ini. Yesus udah menunjukkan jalannya untuk gue, dan gak akan gue sia - siakan. Sampai berjumpa lagi, Aries, Ria, Queen, Mega, Ratu dan gajah - gajah lainnya. Sampai kita bertemu lagi suatu saat nanti, semoga Yesus senantiasa melindungi dan memenuhi kebutuhan kalian. Amin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-3944459070214224713?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/3944459070214224713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=3944459070214224713&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/3944459070214224713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/3944459070214224713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2012/02/pak-deddy-mengenalkan-gue-pada-queen.html' title='Sepenggal Cerita dari Way Kambas'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-6526886593129404055</id><published>2012-02-07T18:34:00.009+07:00</published><updated>2012-02-09T17:26:39.973+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='me'/><title type='text'>And The Winners are...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-sUIqRYbpduo/TzJpBwfiYKI/AAAAAAAAAp4/qZ8H3Zp5caU/s1600/Good_To_Great_Final_Edition.tif"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 185px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-sUIqRYbpduo/TzJpBwfiYKI/AAAAAAAAAp4/qZ8H3Zp5caU/s400/Good_To_Great_Final_Edition.tif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5706739156749803682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kamis yang lalu, 02 Feb 2012, sore - sore gue nerima email yang bikin hati senang luar biasa. Email yang isinya Newsletter Santa Fe dan salah satu beritanya mengumumkan bahwa gue keluar sebagai pemenang sebuah kompetisi yang diadakan oleh Santa Fe, secara regional alias diikuti oleh seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kompetisinya dibuka sejak akhir tahun lalu, dan sebenarnya simpel, panitia minta ide untuk nama Newsletter khusus karyawan. Walaupun simpel, dari awal gue udah bertekad untuk ikutan. Gue emang hobi banget ikutan kuis. Di sela - sela kerjaan, gue sering browsing - browsing di internet, demi mendapat inspirasi nama Newsletter. Gue sempat bosan dan putus asa karna ngga menemukan nama yang gue sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue emang paling serius dalam hal mencari nama yang tepat. Harus ada keterkaitan antara nama dan objek yang gue beri nama. Misalnya, gue pribadi menamakan seekor anjing Rottweiler milik Polisi Satwa dengan "Sugar". Nama ini gue berikan ke anjing yang sebenarnya bernama Gucci itu, karena dia adalah rottweiller dengan sikap termanis yang pernah gue temui. Dia ngga galak, seperti rottweiler pada umumnya. Di awal kunjungan gue ke kennel anjing - anjing dalmas (pengendalian massa), di saat para rottweiler yang lain ganas menggonggong ke arah gue, Sugar cuma diam. Dan tiba - tiba &lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/102_7849.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 210px; height: 157px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/102_7849.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;dia balas menggonggong ke arah anjing - anjing lainnya, seakan - akan ingin membela dan menumpahkan kekesalannya pada yang lain yang tidak menerima kedatangan gue dengan ramah. Kalo gue masuk ke dalam kennel pribadinya, Sugar akan menyambut dengan ekspresi riang ala anjing. Setiap kali gue meninggalkan kennel, Sugar akan dengan setia menunggu sampai gue lenyap dari jangkauan pandangannya, gak peduli saat hujan turun atau cuaca panas bukan main. Sugar, karena dia bersikap sangat manis dan setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke newsletter ini, gue sibuk mencari inspirasi. Nama apa yang mempunyai arti kuat dan sangat mewakilkan Santa Fe. Banyak hal berkeliaran di benak gue. Tapi fokus gue dari awal adalah Kuda. Santa Fe memang mempunyai logo seekor kuda berwarna merah. Gue cenderung ingin menggunakan kosa kata berupa kata benda dibandingkan kata sifat. Dan akhirnya gue memutuskan memberi nama "Red Horse Bulletin".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin untuk orang lain makna "Kuda" ngga berarti banyak. Tapi buat gue yang setiap akhir minggu menghabiskan waktu dengan berinteraksi bersama kuda, mulai dari berlatih menunggang, memandikan, memberikan makan dan bermain - main dengan kuda, kata ini terdengar sangat istimewa. Untuk gue pribadi 'kuda', berarti : berani, cerdas, kuat, gagah, cepat dan bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010854b.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 235px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010854b.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di saat gue mempertimbangkan untuk mengajukan nama ini, pikiran gue melayang ke Samudra, kuda latihan gue, dan kuda - kuda lainnya di tempat yang sama. Betapa hidup gue beberapa waktu terakhir lebih berwarna dengan kehadiran mereka. Teman - teman berkaki empat yang sangat istimewa, dan membawa kebahagiaan tersendiri buat gue. Rasa bahagia yang bikin gue pantang mundur walaupun awalnya ditentang Mama untuk berlatih menunggang. Terima kasih Samudra, yang udah memberikan gue inspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan ini memberikan banyak hal untuk gue. Rasa senang, bangga, lega, dan pastinya, hadiah berupa sebuah iPad. Yesus selalu paling mengerti gue dan apa yang gue butuhkan. Bukan iPad yang gue perlukan saat ini, tapi perasaan senang dan semangat yang timbul karena menang. Ini sesuatu yang gue butuhkan, supaya gue tetap semangat dan mood kerja. Yes....the winner takes it all ! Makasih Yesus....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-6526886593129404055?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/6526886593129404055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=6526886593129404055&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/6526886593129404055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/6526886593129404055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2012/02/and-winners-are.html' title='And The Winners are...'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-sUIqRYbpduo/TzJpBwfiYKI/AAAAAAAAAp4/qZ8H3Zp5caU/s72-c/Good_To_Great_Final_Edition.tif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-2401992988419292962</id><published>2012-01-24T17:45:00.006+07:00</published><updated>2012-01-27T19:14:54.962+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Singapore 2012'/><title type='text'>Singapura...Singapura...Singapura...Singapura</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1040257.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1040257.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jumat, 13 Januari 2012&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini gue berangkat ke Singapura. Udah jadi ritual 3 tahun terakhir untuk menikmati hari ulang tahun dengan berkepekeran ria. Kali ini tujuannya Singapura lagi...untuk yang keempat kalinya. Tapi gue ngga pernah merasa bosan dan cukup menjelajah negara kecil yang super nyaman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue memutuskan untuk tinggal di Footprints hostel yang letaknya di Jalan Perak No. 25, di kawasan Little India. Gue tinggal di female dorm room berisi 10 ranjang yang dilengkapi dengan AC, seharga SGD 26 per malam. Walaupun Singapura dekat, tapi untuk menuju ke sini gue harus singgah ke Kuala Lumpur dulu, jadi begitu tiba di hostel, rasa lelah udah menyerbu gue. Tapi gue berjanji, seperti di trip - trip sebelumnya, gue akan pergunakan setiap waktu gue untuk santai dan bersenang - senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1040032.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 319px; height: 213px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1040032.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sabtu, 14 Januari 2012&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sarapan gue langsung berangkat ke Botanical Garden di daerah Orchard, dengan menggunakan bus. Tiba di sana gue memuaskan hasrat berjalan kaki sambil menikmati segar dan hijaunya pemandangan Botanical Garden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puas di Botanical Garden, gue mencari Orchard - MRT Station untuk menuju Labrador Nature Reserve. Di sini gue pengen berkunjung ke Labrador Secret Tunnel. Tiba di sana, gue justru ketakutan masuk ke kawasan hutannya, untuk menuju ke Tunnel. Pepohonan tinggi dan rindang, dan sepinya kawasan hutan, bikin gue bergidik ngeri. Tapi seperti biasa, rasa takut gue selalu dilindas sama rasa penasaran yang menyala - nyala. Mulai hari itu, Labrador Nature Reserve jadi lokasi idola gue. Suasana di sini tenang, dan banyak hal bisa dieksplorasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1040143.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 319px; height: 213px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1040143.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1040141.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 319px; height: 213px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1040141.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Labrador, gue naik MRT ke Kranji. Awalnya, rencana gue mengunjungi Kranji War Memorial. Tapi begitu tiba di station, gue kebingungan mencari arah. Gue masih berusaha mencoba mencari jalan dengan berjalan kaki, tapi akhirnya gue harus berhenti karena waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore lewat. Kranji War Memorial tutup jam segitu. Sedih. Gue kembali ke MRT dan menuju Singapore Turf Club, siapa tahu gue masih sempat menonton pacuan kuda. Sayangnya sudah hampir berakhir, dan gue pun meninggalkan Kranji dengan sedikit kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan selanjutnya, menuju City Hall - MRT Station. Di sini target gue adalah Philatelic Museum. Gue sempat kesulitan mencari lokasinya, dan tiba di sana lagi - lagi museum sudah tutup dan gue cuma bisa gigit jari. Kecewa. Setahu gue, museum ini juga bagian dari Elephant Parade yang akan segera berakhir. Alih - alih kembali ke MRT station, gue malah mampir dulu di Armenian Church. Di sini gue duduk beberapa saat di taman belakang, dimana diletakkan beberapa batu nisan tua berbentuk artistik. Gue senang dengan ketenangan yang gue rasakan disini. Selain itu, gue harus berhenti sejenak karena merasakan sakit bukan main di kedua telapak kaki gue. Saat langit semakin gelap, gue meninggalkan gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di kamar hostel, gue merebahkan badan sejenak. Sebenarnya bukan badan gue yang memaksa untuk istirahat, tapi kedua telapak kaki gue yang sudah mulai menunjukkan gelembung berdiameter 3 cm, berwarna kombinasi merah, putih pucat dan kekuningan. Entah apa isinya...nanah ? Yang jelas rasanya sakit bukan main. Hari ini perjalanan gue memang panjang banget. Gue udah mengeksploitasi kedua kaki gue secara habis - habisan. Andaikan ada Komisi Nasional - Hak Asasi Kaki, gue pasti udah dilaporkan, dituntut dan dihukum dengan tuduhan penyiksaan kaki level serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1040243.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1040243.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi rasa sakit di kaki ngga bikin gue kapok berjalan. Malam itu gue kembali ke kawasan Mustafa Market, karena didorong keinginan menggebu - gebu untuk....makan McDonald. Jadilah malah itu perut gue terisi burgernya McDonald dengan saus yang rasanya aneh di lidah gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue kembali ke hostel dengan langkah terseok - seok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Minggu, 15 Januari 2012&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini gue bangun amat siang, jam 9. Itu pun karena gue ngga pengen ketinggalan jam sarapan gratisnya Footprints. Di hari ini, gerak - gerik gue udah semakin melambat akibat kedua telapak kaki yang meronta - ronta kesakitan. Jadi, gue akan bersikap sedikit lunak pada keduanya. Abis mandi dan sarapan, gue melewatkan pagi itu dengan tiduran di kamar. Tapi ngga bisa berlama - lama, karena gue mau gereja. Pesan Mama selalu terngiang - ngiang, supaya gue selalu ingat ke gereja setiap kali bekpekeran. Mama sering gundah gulana. Katanya, dengan jadwal bekpekeran gue yang padat setiap tahunnya dan selalu menggunakan hari Minggu, berapa kali gue bolos gereja...Jadi hari ini, walaupun kedua kaki gue menangis berguling - gulingan karena ngga sanggup berjalan, gue bertekad untuk mencari lokasi gereja HKBP Singapura, yang masih menggunakan gedung Tamil Methodist Church. Yesus maha baik dan pengertian sama kondisi kaki gue yang nyaris mengenaskan. Gue berjalan kaki dari Footprints menuju Tamil Methodist Church dan ngga kesasar sama sekali. Bravo !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1040230.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1040230.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya gue agak minder untuk ikut kebaktian. Karena penampilan gue terlalu santai, cuma pake kaos oblong, rok pendek dan sendal jepit. Di awal kebaktian, gue dan 2 orang pendatang baru lainnya diminta berdiri dan memperkenalkan diri secara bergantian. Si gembel pun memperkenalkan diri, "Saya Cherry Sitanggang dari Jakarta. Saya ke sini untuk traveling...di Jakarta saya gereja di HKBP Srengseng Sawah..." Pulang gereja, gue diundang untuk ikutan acara Bona Taonnya HKBP Singapura, ke rumah salah satu Opung jemaat gereja di daerah Khatib. Gue pasrah dan tinggal di sana sampai jam 7 malam. Nampaknya, Yesus punya cara jitu untuk nyuruh gue diam, duduk tenang, mengistirahatkan kedua kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue pulang dari Khatib naik MRT menuju Little India. Siapapun yang melihat gue berjalan pasti  akan merasa iba. Yang bisa gue lakukan untuk bergerak adalah dengan menyeret - nyeret kedua kaki. Gue sedih, karena kehilangan kecepatan dan kelincahan. Mama selalu takjub ngeliat cara jalan gue yang gagah dan cepat. Dan sekarang, gue cuma sedikit lebih cepat dari pada siput atau keong. Setiap langkah bahkan bikin gue meringis kesakitan.  Di saat gue berjalan di tengah keramaian, gue jadi orang terakhir yang tertinggal di belakang. Menyeberang jalan raya menjadi sesuatu yang sangat menantang buat gue. Jarak beberapa meter seakan - akan menjadi berpuluh - puluh kilometer. Tapi entah kenapa gue belum mau berhenti, malam itu, seperti malam - malam sebelumnya, gue kembali ke sekitar Jalan Dunlop yang lagi diramaikan dengan Pongal Celebration, dan menuju Mustafa Market.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Senin, 16 Januari 2012&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalam gue berjanji akan bangun lebih siang dan tidak akan melakukan perjalanan apapun selain menuju ke Terminal 1 Changi Airport. Dan gue menepati janji gue...selesai mandi dan sarapan, gue bersantai di ranjang. Gue sudah membereskan ransel sejak semalam. Sekitar jam 10 pagi gue meninggalkan Footprints hostel, menuju Changi Airport. Setiba di Changi gue masih bisa bersantai dan menikmati mashed potato di AW. Mashed Potato jadi makanan favorit di trip kali ini. Setiap hari ini gue bisa mampir di Seven Eleven untuk membeli instant mashed potato 2 kali !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba waktunya gue meninggalkan Singapura, menuju Kuala Lumpur. Makasih Yesus,  atas usia yang bertambah... atas hadiah ulang tahun yang istimewa ini...atas penyertaan Yesus dalam setiap langkah gue...dan atas berkat melimpah yang senantiasa Yesus curahkan dalam hidup gue. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1040273.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1040273.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-2401992988419292962?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/2401992988419292962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=2401992988419292962&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/2401992988419292962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/2401992988419292962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2012/01/singapurasingapurasingapurasingapura.html' title='Singapura...Singapura...Singapura...Singapura'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-7635232675456130967</id><published>2012-01-03T18:14:00.005+07:00</published><updated>2012-01-03T19:13:09.107+07:00</updated><title type='text'>Pelajaran 5 : Perhatikan Barang Bawaan Anda Dan Hati - Hati Melangkah..."</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030466.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 213px; height: 319px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030466.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;14 November 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue bangun menjelang jam 5 pagi. Dari semalem gue udah berniat pengen jogging pagi ini. Di pantai !! Pasti seru...mungkin jadi kayak cewe - cewe Baywatch...tentu aja minus baju renang minimalis warna orange dan pelampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 5.30 pagi gue udah siap meninggalkan kamar, mumpung langit masih gelap. Gue bertemu Hasyim dan Siti yang berniat check out pagi itu. Mereka emang akan menumpang pesawat pagi menuju Singapura, dan bermaksud menikmati breakfast di hotel dulu. Gue pun berpamitan dengan keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udara dingin ngga mematahkan semangat gue untuk jogging. Melihat kondisi jalan yang masih gelap dan sepi justru membuat gue makin bersemangat dan mulai berlari menuju pantai. Ternyata begini rasanya jogging menyusuri pantai. Diselimuti udara yang sejuk dan dingin, diiring suara debur ombak, dan sesekali dihantam percikan - percikan ombak. Setelah cukup jauh, gue berhenti. Kali ini pengen menikmati pemandangan pantai yang luas dan nampak tanpa batas. Gue merebahkan badan di atas hamparan pasir pantai. Mata gue memandang langit luas. Nikmat banget. Gue ngerasain sensasi lain, perasaan tenang dan damai, hanya dengan memandang langit seperti ini. Gue terbuai dengan rasa nyaman yang timbul, dan tertidur selama beberapa saat. Saat itu pantai masih sepi, hanya beberapa orang sedang melakukan hal yang sama : jogging atau sekedar asyik menatap pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian gue terbangun...terbangun oleh sinar matahari yang mulai menyengat dan menyilaukan...dan karena teringat kalo gue ngga boleh ketinggalan jam sarapan hotel. Gue pun kembali berlari, kali ini menuju hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hotel, gue sempat kembali ke kamar, kemudian langsung ke restoran hotel untuk menikmati sarapan. Entah akibat lelah setelah berolah raga, atau karena dorongan hati untuk tidak menyianyiakan fasilitas sarapan gratis dari hotel, gue makan banyak sekali pagi ini. 3 lembar roti cane, corn soup, 4 lembar roti bakar, mie goreng dan berbagai macam minuman yang tak terhitung jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puas sarapan, gue naik ke kamar. Tiba di kamar gue mandi, trus merebahkan badan di ranjang empuk. Jogging di pagi hari dan kondisi perut yang super penuh, bikin gue seakan tersihir dengan pesona ranjang empuk yang terbentang di hadapan gue. Gue pun tertidur....lagi !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat terbangun, gue melirik jam tangan. Hampir jam 12 siang !!! Astaga...gue kebablasan ! Gue harus check out jam 12 tepat !! Gue makin panik, karena belum berkemas - kemas. Gue pun menyiapkan seluruh barang bawaan dengan paniknya. Kemarin saat check in, sekilas gue sempat lihat keterangan mengenai penalty kelebihan waktu check out. Gue ngga mau harus membayar sepeser pun cuma gara - gara ketiduran pagi ini. Gue bergerak secepat kilat. Memasukkan apapun ke dalam ransel. Selesai ! Gue langsung berlari turun menuju meja resepsionis dan menyerahkan kunci kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam taksi, gue teringat sesuatu. Gue meninggalkan kaos hitam tergantung di lemari pakaian. Sebal !! Kenapa belakangan ini meninggalkan barang pribadi udah jadi semacam ritual tiap kali gue bekpekeran ? Dengan rasa kesal yang menyala - nyala, pikiran gue malah melayang ke novel "Eleven Minutes" nya Paulo Coelho yang diambil dari ayat - ayat Alkitab (Pengkotbah) yang pernah gue baca :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah ada hubungannya atau ngga, yang jelas bacaan ini rasanya menggambarkan kondisi gue banget. Kenapa gue harus kehilangan barang paling favorit ? Kenapa ngga si sendal jepit butut aja yang ketinggalan ? Atau jas hujan, yang bisa gue beli dengan mudahnya di Alfamart mana pun ? Atau botol sabun cair ? Atau apapun asal jangan kaos itu. Itu kaos favorit saat ini. Kalau sebuah lagu, kaos gue ini ibarat lagu terbaik dan selalu ada di urutan pertama Billboard music chart. Selama beberapa bulan terakhir !! Ahhhh !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue berusaha menenangkan diri. Tentu aja, ini bukan pertama kalinya terjadi. Gue harus bisa menghibur diri sendiri. Untuk apa gue larut dalam kesedihan akibat kehilangan sebuah kaos hitam, kalo Yesus udah kasih gue liburan gratis yang sangat berkesan di Langkawi ini. Pantaskah gue menghitung - hitung kerugian gue dibanding berkat Yesus yang udah tercurah untuk gue melalui liburan tak terduga ini ? Lagian, kesalahan siapa sampai kaos gue ketinggalan ? Kedua puluh jari - jari serempak menunjuk ke arah gue semua. Baiklah, sekarang gue ikhlas. Tapi kali ini gue berjanji harus lebih hati - hati, supaya kecerobohan yang sama ngga terulang lagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-7635232675456130967?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/7635232675456130967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=7635232675456130967&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/7635232675456130967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/7635232675456130967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2012/01/pelajaran-5-perhatikan-barang-bawaan.html' title='Pelajaran 5 : Perhatikan Barang Bawaan Anda Dan Hati - Hati Melangkah...&quot;'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-1048140972922876851</id><published>2011-12-13T18:32:00.013+07:00</published><updated>2012-01-03T19:08:51.096+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Langkawi'/><title type='text'>Pelajaran 4 : Luangkan Waktu Untuk Santai Sejenak dan Istirahat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030392.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 213px; height: 319px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030392.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;13 November 2011&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Hari ini ngga perlu bangun pagi. Gue pengen menikmati kasurnya Zackry Guest House di detik - detik terakhir, karena sebelum jam 12 siang gue harus pindahan ke Aseania Resort. Ini adalah akomodasi yang disediakan oleh pihak Air Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mandi, gue ke ruang bersama untuk menonton...kebetulan ada acara Dog Whisperer di National Geographic Channel. Jam 11 siang gue mulai menyiapkan ransel dan membereskan kamar, kemudian pamit ke Pak Zackry, sekalian ngembaliin kunci kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Zackry mempersilahkan gue masuk ke rumahnya untuk berpamitan langsung sama Bandit, Kacang dan Cumi. Tentu aja ketiganya lagi tidur nyenyak. Untuk urusan tidur pun, ada pembagian tempat untuk ketiganya. Bandit di sofa ruang nonton, sementara Kacang dan Cumi di lantai atas. Tapi keduanya akhirnya turun juga ke ruang nonton, mungkin untuk sekedar mengucapkan selamat jalan untuk gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030408.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 319px; height: 213px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030408.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Walaupun ngga ada puasnya bermain - main sama ketiganya, dengan langkah berat gue harus meninggalkan guest house. Kate dari Air Asia rencananya akan menjemput gue di Aseania jam 1 siang nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue pun meninggalkan Zackry Guest House yang menurut gue sangat nyaman dan mengesankan, kemudian berjalan kaki dengan ransel berat dan penampilan gembel, di bawah teriknya matahari. Jarak yang harus gue tempuh ngga singkat dan gue tiba di Aseania dengan keringat bercucuran dan warna kulit gelap yang setara dengan daging steak yang dimasak well done.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030389.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 319px; height: 213px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030389.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tiba di meja resepsionis, ada sedikit kekacauan terjadi. Resepsionis ngga menemukan nama gue dalam daftar tamu yang akan check in hari itu. Alamak....padahal sejak dalam perjalanan dari Zackry tadi gue udah membayangkan shower dan AC ! Gue udah kegerahan stadium tinggi. Setelah beberapa saat, urusan check in pun kelar, dan gue langsung menuju kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu tiba di kamar, gue langsung meletakkan semua barang bawaan, mulai dari ransel, sampai plastik kresek yang entah apa isinya. Gue menyalakan AC dan merebahkan badan di ranjang. Sebelum hari ini, kamar gue di Golden Temple Villa, Siem Reap (Cambodia), ada di urutan pertama sebagai kamar paling mewah dan nyaman yang gue tempati selama bekpekeran, dan gue beri predikat Presidential Suite. Tapi hari ini, Golden Temple harus turun ke urutan kedua, karena Aseania ini kayaknya lebih "mewah". Paling ngga, kali ini gue tinggal di hotel yang sebenar - benarnya. Bukan 'hostel', atau 'guest house', atau 'villa'. Walaupun masalah mewah atau ngga, sebenarnya ngga mempengaruhi kenikmatan bekpekeran. Berbagi satu kamar tidur dan satu kamar mandi dengan 15 orang lainnya yang ngga gue kenal juga menyenangkan kok...bahkan seru !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030413.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 213px; height: 319px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030413.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gue mandi, dan bersiap - siap. Pastinya sebentar lagi Kate akan tiba dan menjemput gue. Di saat sedang asyik berdandan, Kate menelpon dari meja resepsionis. Gue pun turun, dan menemui Kate, serta pemenang kuiz dari Singapura, Muhammad Hasyim dan Siti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berempat menuju One Helang Hotel yang letaknya bersebelahan dengan Mahsuri International Exibition Hall, tempat penyelenggaraan Paintball World Cup Asia 2011. Di hotel ini kami dipersilahkan untuk menikmati hidangan makan siang. Begitu diberikan daftar menu, gue langsung memilih lasagna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai makan siang, Kate kembali datang menjemput dan kali ini mengantarkan gue, Hasyim dan Siti menuju Mahsuri International Exibition Hall untuk menyaksikan pertandingan paintball.&lt;br /&gt;Gue takjub dengan apa yang gue lihat di dalam hall yang maha luas itu. Ada 3 arena paintball dimana secara terus menerus berlangsung pertandingan antara 2 team yang saling adu kekuatan dan strategi. Gue ngga pernah menyaksikan pertandingan paintball, jadi ngga mengerti aturan permainannya. Namun yang jelas, setiap penonton harus super hati - hati, karena banyak peluru - peluru cat berserakan di lantai. Belum lagi, peluru nyasar dari arena Paintball.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030428.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Sore itu sedang berlangsung babak semifinal. Babak finalnya mungkin akan berlangsung di malam hari...Entahlah...tapi gue, Hasyim dan Siti memutuskan untuk kembali ke Aseania. Cuaca hari ini panas bukan main. Dan hasrat kaki panjang gue untuk berpetualang siang itu, dihentikan oleh kantuk dan keinginan gue untuk menikmati sejuknya kamar Aseania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di Aseania, gue mandi. Selama di Langkawi, dalam sehari gue bisa mandi 4 - 5 kali. Panas...panas...panas...dan gue risih kalau berkeringat. Abis mandi, bukannya malah tiduran sejenak, seperti yang gue idam - idamkan sejak dari Mahsuri Hall tadi, gue memutuskan untuk keluar hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030428.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 319px; height: 213px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030428.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Padahal ngga ada hal khusus yang pengen dilakukan, tapi gue menikmati acara jalan - jalan di sepanjang Jalan Pantai Besar. Gue berkeliaran di sini sampai malam. Sempat mampir di beberapa tempat, ke warnet, keluar - masuk mini market untuk beli cemilan, ke The Zon dan tetangga - tetangganya yang juga mengobral produk coklat duty free. Kali ini gue mantap membeli beberapa produk coklat dengan potongan harga yang lumayan.  Urusan coklat selesai, dan tujuan terakhir gue adalah....Wan Burger lagi untuk makan malam !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kenyang, gue kembali ke Aseania. Di kamar gue baca novel sambil nonton TV. Berhubung ngga ada fasilitas TV Kabel, gue pasrah cuma bisa nonton acara - acara lokal. Ternyata urusan TV, kamar gue di Aseania ini kalah mewah dari Golden Temple Villa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisa malam ini gue habiskan dengan membaca, corat - corat diary...pokoknya santai ! Malam ini gue pengen istirahat sepuas - puasnya di kamar...menikmati spring bed gue yang empuk...baca...bengong...baca....bengong...tidur !&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-1048140972922876851?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/1048140972922876851/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=1048140972922876851&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/1048140972922876851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/1048140972922876851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2011/12/pelajaran-4-luangkan-waktu-untuk-santai.html' title='Pelajaran 4 : Luangkan Waktu Untuk Santai Sejenak dan Istirahat'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-35007973755781289</id><published>2011-11-21T17:41:00.016+07:00</published><updated>2011-12-01T19:06:34.323+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Langkawi'/><title type='text'>Pelajaran 3 : Bermimpi + Berdoa + Berusaha</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030274-1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 319px; height: 213px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030274-1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;12 November 2011&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Gue bangun hampir jam 9 pagi...telat ! Padahal gue ada janji ama Pak Helmi untuk berangkat menuju Langkawi Geopark jam 9 pagi. Gue langsung ngebut mandi dan siap - siap, ngga lupa minum vitamin C. Perjalanan hari ini bakal lumayan panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue tiba di Langkawi Geopark, tepatnya di Oriental Village, sekitar jam 9.30 pagi. Masih ngga terlalu ramai. Gue langsung menuju loket penjualan tiket Cable Car yang akan mengantar pengunjung mencapai Sky Bridge di Gunung Mat Cincang, dan membeli tiket seharga RM 30. Antrian Cable Car - nya panjang amat ! Sepertinya ada gathering karyawan gitu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030271.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 319px; height: 213px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030271.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sepanjang antri hati gue berdetak kencang, menyimpan rasa takut mendalam. Cable Car ?? Gue jadi teringat sama pengalaman gue naik Cable Car menuju Sentosa Island, di Singapura. Saat itu gue bertiga, ama Teru dan Cherry Sakura. Gue diserang rasa takut luar biasa ampe histeris begitu pintu cable car menutup dan mulai berjalan. Teru ketawa dan sengaja menghentak - hentakkan badannya yang tambun, biar cable car serasa bergoyang dan otomatis gue tambah takut, dan berhasil !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sekarang ? Gue akan sendirian, menuju puncak gunung...Alamak, bakal kayak mana rasanya nih ? Gue berkeringat dingin dilanda rasa takut yang menggebu - gebu. Apalagi saat ujung antrian makin mendekat. Pengen mundur, ngga mungkin ! Rasa penasaran gue udah tak terbendung. Pengunjung diminta berbaris, yang setiap barisnya berisi 6 orang. Gue ada di antara sepasang turis asal Timur Tengah, dan sisanya adalah rombongan gathering karyawan. Begitu cable car tiba, gue pikir hanya untuk si pasangan Timur Tengah. Ternyata semuanya disuruh masuk. Horeeee...Yesus super baik !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030282.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030282.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sepanjang perjalanan menuju puncak Gunung Mat Cincang, jantung gue berdegup kencang bukan main. Untungnya, gue duduk di antara 4 peserta gathering karyawan, dan mereka dengan ramah memulai pembicaraan. Betapa terkejutnya mereka begitu tahu kalo gue asal Jakarta. Obrolan ringan dengan mereka lumayan mencairkan ketegangan gue. Cable car pun tiba di Gunung Mat Cincang. Gue melihat - lihat sekeliling, dan setelah puas menuju ke Sky Bridge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubung masih pagi Sky Brigde masih lumayan sepi dan dingin banget. Walaupun gue berdiri di atas jembatan yang tingginya 700 meter di atas permukaan laut, yang bisa gue rasain cuma senang bukan main. Waktu Air Asia Indonesia bikin kuiz Paintball World Cup 2011, peserta diminta berkhayal, apa yang pengen dilakukan di Langkawi. Sky Bridge ini jadi bagian utama dari khayalan gue itu. Gue senang memandangi langit, itu alasannya. Dan sekarang gue berdiri di atas sky bridge yang gue khayalkan. Belum habis heran dan takjub gue....selama ini cuma bisa berkhayal, dan tiba - tiba Yesus, melalui Air Asia, mewujudkan khayalan gue itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030291.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030291.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di sky bridge ini, gue ngga kesulitan dalam berfoto. Awalnya gue minta tolong sama seorang pengunjung untuk memotret gue. Kemudian, mungkin karena si pengunjung baik hati ini ngerti kalo gue traveling sendirian, berikutnya justru dia beberapa kali menawarkan bantuan untuk memotret gue. Makasih Yesus...ada orang baik hati yang Yesus kirim untuk bantu gue. Di saat gue antri cable car untuk kembali ke Oriental Village, gue bermaksud menunggu sebentar sampai rasa cape hilang dan detak jantung kembali normal, setelah perjalanan melelahkan dari Sky Bridge menuju 'halte' Cable Car. Dan, gue bertemu sama pengunjung baik hati itu lagi ! Dia ngajak gue berdiri  di barisan yang sama. Gue pun lega, karena menemukan teman naik Cable Car.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di Oriental Village gue menyempatkan diri mampir ke Animal Farm untuk bermain dan memberi makan rusa - rusa, lalu ke kandang gajah raksasa yang ada di dekat animal farm. Senangnya....tanpa gue duga, di Langkawi ini pun gue bisa ketemu sama sahabat besar kesayangan, gajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030305.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030305.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dari Oriental Village gue berjalan kaki menuju kawasan air terjun. Jaraknya lumayan jauh....dengan pemandangan kiri - kanan berupa pepohonan rindang. Kendaraan yang lalu - lalang pun hanya sesekali. Benar - benar sepi. Tiba di kawasan air terjun, gue disambut jalan menanjak menuju air terjun. Tiba di air terjun paha gue terasa pegal sepegal - pegalnya &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-basic/sweat.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;. Gue pun beristirahat di air terjun dengan merendam kedua kaki lelah di dalam air yang jernih dan dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, dari air terjun gue pengen lanjut ke Telaga Tujuh. Telaga Tujuh juga jadi bagian dari khayalan gue. Tapi sayangnya gue udah janjian ama Pak Helmi jam 1 siang di Oriental Village.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan kembali ke Oriental Villa, iseng - iseng gue mencoba ber - hitchiking ria. Gue berusaha mencari tumpangan sampai ke Oriental Village dengan memberhentikan mobil yang lewat. Berhasil !! Sebuah mobil dengan pengemudi yang baik dan ramah bersedia memberikan gue tumpangan. Kalau Mama tahu mengenai ini pasti bakal marah besar, karena Mama selalu berpesan "Hati - hati, Cherrr...apalagi ama orang yang baru dikenal !!!" Tapi khan gue penasaran pengen ngerasain hitchhiking walaupun sekedarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Helmi dan taksinya mengantar gue kembali ke guest house. Pak Helmi yang baik hati memberikan rate diskon untuk jasa antar jemputnya, yaitu total cuma RM 40. Padahal normalnya mencapai RM 46. Tiba di guest house gue langsung mandi dan bersiap - siap. Gue akan ikutan Island Hopping Tour dan akan dijemput jam 2 siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030327.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030327.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Island Hopping Tour ini mengajak para pesertanya mengunjungi 3 pulau dengan menggunakan perahu mesin : Dayang Bunting, Beras Basah dan Singa Besar. Walaupun tanpa didamping pemandu wisata, dan sendirian tentunya, tapi gue sangat menikmati tournya, karena pulau - pulau yang dikunjungi indah dan masih sangat sepi. Rasanya pikiran gue benar - benar disegarkan dengan menikmati pemandangan pantai di pulau - pulau ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tour berakhir di sore hari, dan begitu tiba di guest house, yang langsung gue lakukan adalah....mandi lagi. Selesai mandi, gue meninggalkan guest house menuju Jalan Pantai Tengah. Walaupun untuk menuju ke sini gue harus berjalan sangat jauh, tapi entah kenapa gue menyukai rutinitas ini. Gue akan mampir ke toko buah, trus nanti sambil ngemil buah gue akan berjalan dan berjalan terus. Ngga lupa mampir di The Zon dan toko - toko sekitarnya, cuma demi ngeliatin coklat - coklat terhampar menggoda &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-eatdrink026.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;, seakan - akan gue bisa kenyang cuma dengan ngeliatin display coklat - coklatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030352.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 319px; height: 213px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030352.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah cape dan kelaparan, gue mengambil arah pulang ke guest house, dengan terlebih dahulu mampir di Wan Burger. Wan Burger menyajikan burger yang menurut gue fresh, lezat dan harga terjangkau. Malam ini gue membeli double beef burger dan segelas es teh manis. Harganya RM 5.2. Murah khan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selesai makan, gue langsung melanjutkan perjalanan kembali ke guest house. Tiba di guest house, gue bermain - main sama Kacang, Bandit dan Cumi. Pak Zackry yang juga penyayang anjing menemani gue bermain - main sama ketiga anjingnya yang gendut dan pemalas. Pak Zackry dengan bersemangat bercerita banyak hal mengenai kecintaannya sama anjing. Saking bersemangatnya, waktu gue sedang mengikuti Bandit, Pak Zackry menyusul dan bertanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;"Do you drink ?"&lt;br /&gt;"I don't". Nyengir.&lt;br /&gt;"Ohh...why ? You don't drink beer ?"&lt;br /&gt;"No.." jawab gue masih dengan senyum nyengir.&lt;br /&gt;"How about whisky ?" tanya Pak Zackry lagi.&lt;br /&gt;Kali ini gue menggeleng kepala sambil dalam hati menyimpan rasa heran. Memangnya ada orang yang gak suka bir tapi doyan whisky ?? Butuh pencerahan...&lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-fc/doh.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pak Zackry pun ngga menyerah dan dengan wajah yang masih heran dia akhirnya bilang,&lt;br /&gt;"Okay, I'll bring you a coke yah ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya gue dan Pak Zackry ngobrol panjang lebar, ditemani segelas whisky di hadapan Pak Zackry dan sekaleng Coca Cola di tangan gue. Pak Zackry kelihatannya senang dan semangat bukan main karena bertemu dengan sesama penyayang anjing. Gue pun menikmati pembicaraan ini. Pembicaraan mengenai anjing yang ngga ada abis - abisnya, yang biasanya cuma bisa gue lakukan dengan para Polisi di Direktorat Polisi Satwa atau dengan Ony.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam pun semakin larut dan gue pengen tidur. Gue pamit ama Pak Zackry, Kacang, Bandit dan Cumi dan menuju kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ranjang yang empuk, gue merebahkan badan dan memejamkan mata. &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-sleep016.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Hari ini jadwal gue lumayan padat dari pagi. Tapi gue senang, karena berhasil mencapai Gunung Mat Cincang yang selama ini cuma ada dalam khayalan doang. Seminggu yang lalu gue cuma iseng - iseng menuliskan khayalan gue di email dan dialamatkan ke AirAsiaIndonesia. Dan dalam hitungan hari, tadi siang gue khayalan gue terwujud. Makasih Yesus.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-35007973755781289?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/35007973755781289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=35007973755781289&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/35007973755781289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/35007973755781289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2011/11/pelajaran-3-bermimpi-berdoa-berusaha.html' title='Pelajaran 3 : Bermimpi + Berdoa + Berusaha'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-1059378045025056635</id><published>2011-11-16T17:56:00.009+07:00</published><updated>2011-11-18T19:26:38.185+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Langkawi'/><title type='text'>Pelajaran 2 : Penginapan + Anjing = Seru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030378.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 235px; height: 320px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030378.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 11 November 2011&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Gue terbangun pas jam 10 pagi....sebenarnya mata dan badan gue belum siap untuk meninggalkan kasur nyaman ini, tapi gue harus menelpon Zackry Guest House, Langkawi untuk merubah jadwal kedatangan. Waktu booking kamar di situ, gue sekalian minta taxi untuk menjemput dari airport. Tapi jam penerbangannya khan berubah, jadi harus gue informasikan secepatnya ke Pak Zackry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urusan taxi untuk Langkawi kelar, gue pun ke ruang makan untuk sarapan. My Travel Hub ini emang nyaman banget, dan bikin penghuninya serasa di rumah sendiri. Pagi ini gue sarapan dengan segelas teh hangat, roti gosong dan biskuit Regal. Selesai sarapan, walaupun badan masih terlalu letih, gue mandi dan bersiap - siap meninggalkan My Travel Hub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue naik LRT dari Pasar Seni Station menuju KL Sentral, disambung dengan Skybus menuju LCCT. Tiba di LCCT ngga ada proses pemeriksaan yang harus gue lalui karena gue udah web check in sejak dari Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030219.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 261px; height: 174px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030219.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Perjalanan Kuala Lumpur - Langkawi ditempuh hanya dalam 50 menit. Tiba di Langkawi International Airport, gue dijemput Pak Helmi dengan taxinya, dan diantar menuju Zackry Guest House, dengan tarif RM 20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zackry Guest House terletak di Jalan Teluk Baru, Pantai Tengah. Tempatnya sangat sederhana dan bersih. Susunan kamarnya hanya berupa rumah - rumah petak dengan pintu masing - masing. Ada 1 ruangan 'bersama', yang merupakan gabungan dari meja resepsionis, dapur, ruang makan, dan ruang nonton. Waktu di Jakarta, gue sempat mampir di homepagenya dan baca 'peringatan' ini :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;It may not be suitable for everyone - especially who is not used to backpacking experiences. It is certainly not a hotel/budget hotel/resort with round-o-clock service.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cool !! Begitu di meja resepsionis gue langsung ambil business card Zackry Guest House, dan tertawa waktu baca bagian : !!! WE HAVE 3 DOGS ROAMING FREELY AROUND HERE !!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030382.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 319px; height: 213px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030382.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kacang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030376.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 319px; height: 213px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030376.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bandit&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030369-1.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 319px; height: 213px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030369-1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cumi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Asyiikkk !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini favorit gue, dan alasan utama pengen menginap di Zackry Guest House. Pak Zackry memelihara 3 ekor anjing gendut dan pemalas tapi lucu - lucu : Kacang, Bandit dan Cumi. Ketiganya akan menghabiskan waktu di siang hari dengan tidur di dalam rumah Pak Zackry. Kata Pak Zackry di siang hari kemalasan mereka akan bertambah karena udara panas. Ketiganya akan keluar rumah di malam hari, dengan pembagian pos masing - masing. Kacang di ruang bersama, sementara Bandit dan Cumi di luar, untuk menjaga guest house. Sebenarnya 'menjaga' terdengar terlalu heroik, karena di luar pun keduanya cuma tidur bermalas - malasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiganya keturunan ras kampung, cuma Bandit agak lebih istimewa karena dalam dirinya mengalir ras Rottweiler. Jejak - jejak Rottinya ada di warnanya yang hitam mengkilat dan 2 tanda coklat di kedua matanya. Jadi ingat sama Kongo, Rotti kesayangan gue. Biasanya tiap Sabtu dan Minggu gue akan datang berkunjung untuk bawain keju dan bermain dengan Rotti yang pemalu ini. Tapi minggu ini Kongo ngga bisa menikmati keju karena gue ngga bisa datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu di Khaosan Road, Bangkok gue juga tinggal di hostel yang pemiliknya memelihara anjing, tapi kali ini lebih menyenangkan, karena Pak Zackry membiarkan anjing - anjingnya berkeliaran bebas. Jadi gue bisa leluasa bermain sama ketiganya. Guest house jadi berasa rumah sendiri. Gue khan sayang banget sama anjing, jadi Kacang, Bandit dan Cumi, adalah teman - teman spesial selama di guest house.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030218.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 270px; height: 180px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030218.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah menerima kunci, gue langsung menuju Private Twin Room dengan rate USD 14 per malamnya. Ngga pake AC, hanya kipas angin. Tapi berhubung kamarnya luas, dan ada jendela menghadap ke luar, rasanya lebih dari cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue pun mandi, beres - beres ransel trus meninggalkan guest house. Tempat pertama yang gue datangi adalah pengurup wang berlesen alias money changer yang ada deket guest house. Abis itu, gue kembali berjalan kaki menuju pantai Chenang yang berjarak sekitar 1 km. Sepanjang perjalanan gue berkali - kali berhenti di toko untuk memuaskan mata dan perut gue. Entah untuk membeli kacang almond...buah plum...air mineral....coklat.... Mengunyah dan mengunyah bikin gue makin produktif dan bersemangat jalan kaki di bawah teriknya sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030309.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 251px; height: 189px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030309.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tiba di Pantai Chenang, gue duduk di tepi pantai untuk menikmati detik - detik matahari terbenam. Gue tinggal di sana sampai gelap dan sepi. Pantai Chenang emang ngga terlalu ramai. Gue suka dengan suasana lengang dan tenang pantai ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam 8 malam gue lanjutkan perjalanan menyusuri Jalan Pantai Tengah. Sepanjang jalan dipenuhi dengan restoran, toko dan hostel. Awalnya gue berpikir Langkawi akan seperti Phuket atau Bali. Dan suasana pantai Chenang akan seperti Patong di Phuket dan Kuta di Bali. Ternyata ngga, karena di sini jauh lebih sepi dan TENANG !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030220.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 269px; height: 179px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030220.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Yang istimewa lagi, Langkawi bagaikan surganya produk - produk duty free. Jadi di sini banyak toko yang menjual produk - produk coklat, rokok, dan minuman beralkohol dengan harga miring. Malam ini gue keluar masuk toko The Zone dan The Choco Valley....dimana gue bisa melihat hamparan coklat - coklat yang menggiurkan. Ngiler. Tapi gue ngga tergoda untuk membeli apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaki panjang gue pun melanjutkan perjalanan. Gue sempat mampir ke sebuah warung makanan untuk makan malam. Di sini gue membeli nasi lemak, sate dan es teh manis. Baru kali ini gue ngerasain sensasi makan hidangan lokal dengan nikmatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis itu gue mampir di salah satu kios tour agent untuk booking Hopping Island Tour untuk besok. Harganya lumayan murah, RM 25, sudah termasuk pick up dari guest house.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030248.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 319px; height: 213px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030248.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Begitu kedua kaki mulai terasa pegal, gue pun kembali ke guest house.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang keren dari Langkawi adalah daerahnya yang masih hijau, dipenuhi pepohonan rindang, dan semak - semak. Tapi semakin mendekat ke guest house, penerangan jalan semakin minimalis dan bikin gue sedikit ngeri. Gue harus menyeberang beberapa kali untuk menghindari sisi jalan yang masih terisi semak - semak belukar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu tiba di guest house, gue langsung mencari Kacang, Bandit dan Cumi. Tapi ngga menemukan satu pun dari mereka. Hampir jam 10, gue kembali ke kamar. Cukup dulu petualangan hari. Malam ini gue akan beristirahat dengan lebih baik dari semalem. Di kasur, bukan di lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makasih Yesus, hari ini seru....gue bisa tiba di Langkawi dengan selamat....tiba di Zackry Guest House dengan selamat juga. Lebih istimewa lagi, ketemu teman - teman berkaki empat yang lucu dan menggemaskan.&lt;span class="messageBody" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;span class="messageBody" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dogs  are our key to achieving a sense of peace. They can keep us connected  to the world of nature, and in turn, it is important to give our dogs  what they need to live in a balanced way and achieve a healthy state of   mind&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-1059378045025056635?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/1059378045025056635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=1059378045025056635&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/1059378045025056635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/1059378045025056635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2011/11/pelajaran-2-penginapan-anjing-seru.html' title='Pelajaran 2 : Penginapan + Anjing = Seru'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-4127169786173868918</id><published>2011-11-15T18:07:00.006+07:00</published><updated>2011-11-16T17:55:51.968+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Langkawi'/><title type='text'>Pelajaran 1: Teliti dengan Jadwal Tiket !!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kamis, 10 November 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini gue akan berangkat menuju Kuala Lumpur. Penerbangan gue dijadwalkan jam 8.25 malam nanti. Berhubung persiapan keberangkatan gue serba mendadak, gue ngga mau cuti hari ini. Gue tetap ngantor, dan jam 4 sore segera melesat ke Blok M untuk naik Damri ke Airport.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue tiba di LCCT, KL jam 11.25 malam waktu setempat, dan langsung ke kios penjualan Digi untuk mengganti sim card handphone. Setelah itu gue menuju restoran McDonald untuk bersiap - siap tidur. Tapi ternyata sekarang ruang tunggu di sebelah McDonald sudah terisi sama kios makanan. Gue bingung mau tidur di mana malam ini. Gue emang harus tidur di LCCT karena besok pagi sekali akan langsung berangkat ke Langkawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue pun masuk ke depature hall, dan mencari tempat yang agak kosong untuk tidur. Sebenarnya berat rasanya tidur di sini, mengingat suhu ruangannya yang super dingin. Dan gue agak kurang beruntung, karena tiba larut malam, semua kursi sudah terisi sama penumpang - penumpang lainnya yang numpang tidur di LCCT. Gak ada pilihan lain, gue harus tidur di lantai. Gue pun merebahkan badan lelah di lantai dingin cuma dengan beralaskan jas hujan yang terbuat dari plastik tipis. Benar - benar di luar rencana nih ! Gue langsung menggosokkan minyak angin sebanyak - banyak ke sekujur badan...walaupun gak yakin ini bisa menyelamatkan gue dari masuk angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam 3 pagi gue terbangun. Rasa dinginnya serasa menggigit - gigit kulit. Gue ke toilet untuk cuci muka. Ngga mungkin mandi di saat seperti ini...Kasihan badan gue, udah cukup dihajar sama dinginnya ruangan LCCT. Gue emang belum punya prestasi memuaskan dalam hal menghadapi dingin. Bahkan keseharian di Jakarta aja, walaupun tanpa dilengkapi AC, setiap tidur gue harus memakai peralatan perang mulai dari celana panjang, kaos kaki, sampai selimut tebal. Kadang gue sampai harus membungkus leher dengan handuk kecil...entah apa manfaatnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai cuci muka dan bersih - bersih, iseng - iseng gue mengeluarkan copy boarding pass untuk keberangkatan ke Langkawi. Dan gue terperanjat dengan dahsyatnya begitu melihat waktu keberangkatan yang tercantum di boarding pass.... jam 2.05 siang &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-shocked032.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; !! Bukannya seharusnya gue berangkat jam 7.30 pagi ?? Kok berubah ?? Rasanya pengen loncat setinggi - tingginya menembus atap toilet sambil teriak "Mammmmaaaaaaaaa !!!!!!!". Sampai beberapa detik gue cuma terpaku ngeliat boarding pass di tangan. Astaga....semalem waktu gue berbicara dengan Felix dari pihak Air Asia Indonesia, dia memang sempat konfirmasi bahwa ada tiket  yang harus berubah jadwalnya karena ketidaktersediaan bangku. Tapi herannya, gue ngga terlalu memperhatikan penjelasan Felix mengenai tiket mana aja yang berubah. Bahkan waktu gue konfirmasi tiket ke Call Center nya Air Asia pun jadwal ini pasti sudah disebutkan berulang - ulang !! Apa yang ada di pikiran gue saat itu, sampai informasi sepenting ini luput dari perhatian gue ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan langkah gontai, gue pun keluar dari toilet dan menuju tempat pemberhentian bus tujuan KL Sentral. Untungnya, sepagi itu sudah ada beberapa bus beroperasi. Hati gue dipenuhi sama rasa kesal yang meluap - luap...untuk apa perjuangan gue semalam tidur di lantai dingin LCCT, padahal hari ini gue akan berangkat jam 2.05 siang ?? Kenapa semalam gue ngga langsung menuju KL Sentral dan mencari tempat penginapan ?? Tahu ngga gimana rasanya tidur di lantai &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-angry013.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; ??!! Badan pegal, dan pagi ini gue udah mulai diserang flu ! Ini akibat kecerobohan gue...dan kali ini tak termaafkan! Rasanya pengen nelpon Mama, tapi hati kecil gue berteriak, "Mama lagi tidur...jangan bikin Mama ngga tenang cuma karena kecerobohan loe ! Bekpeker gembel dilarang cengeng. Titik &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-taunt004.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; !!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan menuju KL Sentral, pikiran gue berkecamuk. Begitu tiba di sana, gue mau kemana dan ngapain ? Gue akan tiba di KL Sentral sekitar jam 5 kurang...pagi ?? Belum pantas disebut pagi...subuh !! Apakah LRT sudah beroperasi ? Lagian, apa gue yakin ada hostel atau guest house yang mau nerima tamu jam 5 subuh ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan gue menjadi kenyataan. KL Sentral masih sangat sepi. LRT belum beroperasi. Gue udah ngga bisa memikirkan solusi lain. Begitu melewati pusat informasi, gue liat ada beberapa brosur iklan, salah satunya guest house bernama Central Lodge yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari KL Sentral ! Gue pun menelepon Central Lodge. Jawaban dari seberang : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Our check in time is after 12 !!&lt;/span&gt; Mungkin si pemilik guest house kesal karena telepon dari gue membangunkan dia dari tidurnya...cuma demi menjawab pertanyaan ngga penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terpikir oleh gue saat ini adalah My Travel Hub di Petaling Street. Kayaknya, cuma kebaikan hati Kuku dan keluarganya yang akan menyelamatkan gue pagi ini. Gue cuma butuh merebahkan badan dan tidur, itu aja....gue udah mulai ngerasain badan meriang. Sambil menunggu LRT beroperasi, gue duduk di lantai dekat McDonald dan coba memejamkan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat jam 6 pagi, LRT mulai beroperasi. Gue senang luar biasa...walaupun masih menyimpan keraguan apakah My Travel Hub akan menerima tamu sepagi ini. Sambil berjalan kaki dari Pasar Seni station hati gue sibuk memanjatkan doa ke Yesus..."Yesus, gue cuma pengen tidur....help me!" Begitu tiba di pintu My Travel Hub, gue langsung lihat Kuku ! Trus gue jelasin, dengan tampang memelas asli tanpa dibuat - buat, kalo gue butuh ranjang di dorm room buat tidur sampai jam 10 pagi. Kuku yang baik hati pun mempersilahkan gue masuk. Kebaikan Kuku belum berhenti sampai di situ. Dia kasih gue rate RM 18, mungkin karena dia tahu gue cuma ampe jam 10 aja di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urusan check in kelar, gue langsung masuk dorm room. Kamar yang gue tempati April 2010 yang lalu. Gue letakkan ransel berat dan tas, lalu merebahkan badan malang gue di ranjang. Ya Yesus....nikmat luar biasa rasanya. Dan gue pun tertidur dengan pulasnya &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-sleep007.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini akan gue ingat selamanya....Gue yakin, bahkan dari kesalahan yang gue buat pun, tetap ada pelajaran yang bisa dipetik. Gue harus lebih hati - hati dan teliti, apalagi mengenai informasi sepenting jadwal penerbangan. Terlebih kalau gue memutuskan untuk berpeker ria sendirian seperti sekarang. Siapa yang gue harapkan untuk mengingatkan hal sedetil - detilnya yang jadi bagian dari perjalanan gue ? Makasih Yesus untuk pengalaman ini...semoga kebaikan Kuku dan keluarganya mendapat balasan berlipat - lipat. Amin &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-angelic001.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-4127169786173868918?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/4127169786173868918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=4127169786173868918&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/4127169786173868918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/4127169786173868918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2011/11/pelajaran-1-teliti-dengan-jadwal-tiket.html' title='Pelajaran 1: Teliti dengan Jadwal Tiket !!'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-6368090281013163200</id><published>2011-11-10T13:31:00.002+07:00</published><updated>2011-11-10T13:33:29.020+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Malaysia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Langkawi'/><title type='text'>See The PaintBall World Cup Asia 2011</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini minggu yang seru buat gue. Hari senin (07 Nov), pagi liat pengumuman  di facebooknya AirAsiaIndonesia. Dengan terkaget - kaget gue liat nama  gue tercantum sebagai pemenang kuis See The PaintBall World Cup Asia  2011 di Langkawi. Seminggu sebelumnya gue emang ikutan kuisnya. Peserta  disuruh mengkhayal segila - gilanya mengenai hal yang mau dilakukan di  Langkawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, tahun 2009, gue emang sempat pengen bekpekeran  ke Langkawi. Tapi belum kesampaian karena harga tiketnya yang ngga  "backpacker friendly". Jadi walaupun belum sempat menginjakkan kaki di  sana, gue udah sempat review artikel - artikel mengenai tempat - tempat  menarik di sana. Ini jadi modal gue untuk berkhayal dan kirim khayalan  tingkat tinggi gue ke AirAsiaIndonesia. Dan...menang. Makasih, Yesus !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama  ini gue  pernah menang beberapa kuiz atau undian...hadiahnya berupa voucher  makan...voucher belanja...sampai pernah dapat 5 kg beras segala ! Tapi  kali ini, gue bakal dapat tiket pesawat ke Langkawi, akomodasi untuk 1  hari, serta tiket masuk nonton The PaintBall World Cup Asia 2011 !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal  gue udah janji, pada diri sendiri dan Mama, ngga akan traveling ke luar  negeri lagi sampai akhir tahun 2011 ini . Pertimbangannya, karena di  bulan November banyak anggota keluarga yang berulang tahun, termasuk  Mama. Dan bulan Desember, biasanya semangat gue fokus untuk urusan  Natal. Begitu lihat pengumuman, gue langsung telepon Mama, untuk  mengungkapkan rasa senang gue yang menyala - nyala. Mama cuma ketawa -  ketiwi. Walaupun berat buat dia ngelepas anak perempuannya yang panjang  kaki ini, tapi gue tahu kalo Mama juga ikut senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan  untuk keberangkatan gue baru bisa dimulai hari Selasa (8 Nov), karena  Senin itu di Kuala Lumpur sedang libur  nasional. Di hari itu, gue mendapat instruksi dari pihak  AirAsiaIndonesia kalo gue harus milih sendiri jadwal penerbangan dari  Jakarta ke Kuala Lumpur dan dilanjut ke Langkawi, pulang - pergi. Syarat  berikutnya, gue harus berangkat Kamis (10 Nov) atau Jumat (11 Nov).  Astaga !! Berarti gue cuma punya waktu 2 hari untuk mempersiapkan  perjalanan gue, termasuk untuk akomodasi dan hal - hal yang pengen gue  lakukan di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini benar - benar tantangan. Apalagi gue harus  melakukan semuanya bersamaan dengan mengerjakan tanggung jawab di  pekerjaan kantor. Gue harus bagi - bagi waktu dan perhatian untuk  menyelesaikan 2 hal ini. Tetap tenang, itu yang harus gue lakukan...tapi  susah! Gue memang sering menyiapkan perjalanan secara mendadak, tapi  ngga kayak sekarang. Kebiasaan gue adalah membeli tiket pesawat jauh -  jauh hari dari tanggal keberangkatan...tapi kali ini, gue baru dapat  konfirmasi penerbangan nyaris 24 jam sebelum keberangkatan ! Begitu juga  konfirmasi mengenai hotel di Langkawi. Padahal, berhubung hotel hanya  akan ditanggung untuk 1 malam, gue udah booking guest house lain  melaluihostelbookers.com, untuk sisa harinya. Tapi jadwalnya ternyata  ngga cocok. Ini akibat gue sibuk berasumsi sendiri, tanpa bertanya  terlebih dahulu ke pihak AirAsia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi gue harus modifikasi  reservasi penginapan. Gue sebut 'penginapan' karena ini kayaknya bukan  masuk kategori hotel. Gue akan tinggal selama 2 malam di Zackry Guest  House. Ini adalah tempat yang direkomendasikan oleh beberapa milis  backpacker. Tapi yang paling bikin guest house ini menarik buat gue,  karena harganya murah dan pemiliknya memelihara banyak anjing.  Yippiieee....sangat menghibur, mengingat minggu ini gue tidak akan bisa  ketemu sama temen - teman rottweiler yang gagah dan lucu : Kongo, Luna,  Roxi, Sugar, Kaleng Regal, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya semua persiapan  gue matang semalem. Gue udah dapat konfirmasi tiket pesawat,  hotel, acara nonton Paintballnya, airport transfer, dll. Lega dan bisa  bernafas lega. Mengatur perjalanan ke luar negeri, sendirian, 5 hari,  hanya dalam 2 hari. Lagi...dan lagi...dan lagi....makasih Yesus !&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-6368090281013163200?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/6368090281013163200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=6368090281013163200&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/6368090281013163200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/6368090281013163200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2011/11/see-paintball-world-cup-asia-2011.html' title='See The PaintBall World Cup Asia 2011'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-2713344284331769822</id><published>2011-10-20T17:46:00.013+07:00</published><updated>2011-10-31T18:40:52.558+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Singapore (Oct 2011)'/><title type='text'>09 Oktober 2011 : Mari Pulang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiiiitttttt.....!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alarm gue berbunyi tepat jam 6 pagi waktu Singapura. Gue langsung loncat dari ranjang nyaman dan mandi. Abis mandi, gue kembali rapihin dan siapin ransel. Setelah itu, langsung meninggalkan hostel, menuju bangunan utama The Hive di Jalan Serangoon, untuk sarapan gratis terakhir kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarapan terakhir gue ngga berbeda dengan kemarin : 4 lembar roti bakar super gosong. Setelah menyelesaikan sarapan, gue sempat baca beberapa majalah dulu di ruang makan...majalah backpacker Asia yang menarik banget buat gue. Keasyikan ngebaca, gue malah lupa waktu ! Gue langsung bergegas kembali ke hostel gue untuk ambil ransel dan segera ke Changi Airport.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari hostel gue udah mulai khawatir kehabisan waktu. Flight Singapore - Jakartanya jam 10.20 pagi. Gue jadi super panik, kayaknya ngga punya cukup waktu untuk tiba di Changi. Gue berlari ke Boon Keng Station. Dari Boon Keng gue naik MRT menuju Outram Park Intersection. Disambung naik MRT ke tujuan Tanah Merah Station.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di Tanah Merah gue semakin panik. Waktu gue semakin menipis, sementara gue harus turun dan menunggu MRT berikutnya arah Changi. Gue kesal dengan momen - momen kayak gini. Dimana gue harus menunggu dengan panik, jantung berdetak kencang, banjir keringat...padahal kejadian kayak gini bisa gue antisipasi. Gue masih punya cukup waktu sebenarnya...tapi tadi pas sarapan gue keasyikan baca - baca majalah backpacker. Entah kenapa gue seperti tersihir untuk terus membaca dan membaca...membuka setiap halaman dengan santainya. Lihat hasilnya sekarang...rasanya pengen nangis sekencang - kencangnya. Hati gue ngga berhenti memohon - mohon ke Yesus, semoga gue ngga ketinggalan pesawat, dan harus mencari tiket pengganti untuk pulang ke Jakarta. Sesaat lalu alternatif ini sempat terpikir ama gue...mungkin waktu gue menunggu MRT di Tanah Merah tadi....tapi gue pikir, mencari tiket baru tujuan Jakarta, bisa jadi persoalan baru lagi. Aduhh...kejamnya bekpekeran !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MRT tujuan Changi pun tiba. Dengan terburu - buru gue naik. MRT tiba di Changi dan gue harus berlari sekuat tenaga untuk ke skytrain station yang akan mengantar gue ke terminal 1, Changi Airport. Luasnya Changi Airport, sempat jadi ketakutan gue. Karena gue ngga punya waktu untuk mencari - cari...apalagi kesasar ! Pembagian waktu gue saat ini dalam hitungan menit ! Sayangnya, gue sempat nyasar waktu mencari Skytrain stationnya...pake naek eskalator segala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya begitu tiba di station, udah ada skytrain yang siap berangkat. Gue berlari sekencang - kencangnya....seakan - akan skytrain ini adalah penyelamat hidup gue ! Ngga beberapa lama, gue tiba di terminal 1 Changi Airport. Gue langsung menuju tempat check in Air Asia. Sebenarnya gue udah check in via web, tapi gue pengen ngelapor dulu. Petugas check in bilang gue udah terlalu lama telatnya. Dia mengijinkan gue boarding dengan catatan, kalo gue ketinggalan pesawat itu di luar tanggung jawabnya dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis itu gue melesat secepat angin menuju pintu pemeriksaan imigrasi. Makasih Yesus...karena gue ngga perlu antri. Lagi - lagi petugas imigrasi geleng - geleng kepala, dan sambil membolak - balikkan halaman passport gue, dia menggumamkan sesuatu mengenai betapa telatnya gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai urusan imigrasi, gue kembali harus berlari...kali ini menuju Gate 24 ! Rasa cape  yang gue rasain ini udah di titik maksimal, kombinasi antara kepanikan luar biasa dan aktivitas lari - lari yang tiada henti. Gate 24.....jauhnya, Yesus ! Gue cuma bisa berlari dan berlari....hati gue bergejolak...Yesus, tolong....semoga belum ditinggal pesawat....Mama, Cei super cape ! Haus....Yesus, AirAsia delay, please....Mama, ranselnya berat banget, kebanyakan bawa coklat...hiks !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya gue tiba di Gate 24 ! Senangnya....rasanya pengen guling - guling di karpet untuk melepaskan kelegaan gue yang luar biasa. Gue langsung memasuki pesawat. Di pesawat gue baru sadar...baju gue udah nyaris setengah basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapok. Lain waktu gue harus bisa lebih cermat dan bijak mengatur waktu gue. Gue senang bekpekeran sendirian, tapi konsekuensinya ngga ada orang lain yang akan mengingatkan gue soal waktu dan hal lainnya. Perjalanan gue mulai dari Boon Keng Station sampai Terminal 1 Changi Airport bisa jadi sesuatu yang seru yang akan gue kenang suatu saat nanti, tapi itu adalah kejadian yang ngga boleh terulang lagi. Salah satu hal yang masih harus gue pelajari benar - benar adalah manejemen waktu. Gue boleh melakukan apapun semau gue...tapi jangan sampai hal itu jadi bumerang, yang malah bikin gue kerepotan luar biasa kayak yang terjadi hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makasih Yesus...udah menyelamatkan gue dari tragedi ketinggalan pesawat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-2713344284331769822?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/2713344284331769822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=2713344284331769822&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/2713344284331769822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/2713344284331769822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2011/10/09-oktober-2011-mari-pulang.html' title='09 Oktober 2011 : Mari Pulang'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-8534179957064239645</id><published>2011-10-13T18:20:00.020+07:00</published><updated>2011-10-19T19:44:35.985+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Singapore (Oct 2011)'/><title type='text'>08 Oktober 2011 : Dari Yogurt  Ke Chili Crab</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030079.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 213px; height: 319px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030079.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selamat pagi, The Hive ! Selamat pagi kamar sempit !&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Gue bangun dengan semangat. Choi masih asyik tidur. Di king size bed gue liat ada 1 tamu lagi. Ternyata semalem udah ada 3 perempuan yang menempati kamar ini. Bagus deh...the more the merrier !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue langsung mandi, dan setelah itu menyiapkan secangkir teh hangat. The Hive menyediakan sarapan gratis, tapi bukan di sini, melainkan di bangunan utama di Serangoon Road. Walaupun begitu, di hostel ini juga selalu tersedia berbagai minuman hangat kayak kopi teh atau sekedar air putih. Lumayan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu gue berangkat sarapan ke bangunan utama The Hive ditemani Choi. Walaupun agak susah berkomunikasi dengan Choi, tapi gue senang karena dia orangnya menyenangkan. Pagi ini gue sarapan dengan 4 lembar roti bakar gosong, favorit gue. Kelar sarapan, gue dan Choi kembali ke hostel. Choi cerita kalo tamu yang tidur di king bed namanya Cho, asal Korea Selatan juga. Nanti malam mereka berdua pengen ke restoran Jumbo di Clark Quay untuk nyobain hidangan Chili Crab, yang menurut Choi sangat fenomenal. Masa sih ? Sepanjang sejarah bekpekeran, hidangan fenomenal buat gue paling McDonald. Choi dan Cho ngajakin gue untuk ikutan ke Jumbo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue sambut undangan mereka dengan girang. Pagi ini kami bertiga punya rencana masing - masing, gue ke Bugis, Pasir Ris dan Orchard, Choi ke Little India dan Cho ke Botanical Garden. Tapi kami janjian di hostel sekitar jam 6 sore untuk berangkat bareng ke Clark Quay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue meninggalkan hostel duluan. Hari ini sebenarnya jadwal gue akan agak padat. Dimulai dengan ke Bugis Street. Di Boon Keng station gue sempat top up Ez - Link Card dulu. Dari Boon Keng gue naik MRT menuju Dhobi Ghaut intersection, dilanjut naik MRT jalur North South (NS) Line tujuan City Hall intersection. Dari City Hall gue naik lagi MRT jalur East West (EW) Line dan berhenti di Bugis Station. Di dekat station gue sempat masuk ke minimarket untuk beli strawberi segar dan susu kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bugis Street gue membeli beberapa kaos khas Singapura. Gue sempat mampir di kios aksesoris rambut, dan beli jepitan topi kecil berwarna merah. Untuk siapa ? Untuk Samudra, kuda latihan gue. Gue emang suka iseng kalo lagi latihan. Kadang gue suka kuncir - kuncir  atau kepang poninya yang gondrong...Berhubung gue selalu pake topi merah pas latihan, maka gue beliin topi merah juga buat Samudra...topi solidaritas, ceritanya. Setelah itu gue sempat berkeliling lihat - lihat Bugis Junction. Walaupun ngga niat belanja di sini, tapi gue pengen menghabiskan waktu sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke Pasir Ris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bosan di Bugis Junction, gue kembali ke Bugis Station. Gue melanjutkan perjalanan ke Pasir Ris. Ngapain kemari ? Gue pengen berkunjung ke rumah Zaiem. Zaiem adalah mantan siswa Singapore International School. Dia juga yang udah bikinin akun Facebook buat gue. Sekitar setahun yang lalu dia kembali ke negara asalnya, Singapura, dan melanjutkan sekolah di sini. Beberapa minggu sebelum berangkat ke Singapura gue udah janjian sama Zaiem untuk berkunjung ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaiem udah membekali gue dengan alamat rumahnya, lengkap dengan peta lokasi. Tapi begitu gue tiba di Pasir Ris station, gue bingung harus berjalan ke arah mana. Gue tahu kalo gue harus mencari Pasir Ris Drive 3...tapi gue ngga ada lihat tanda - tanda jalan besar dengan nama itu. Gue berjalan terus menyusuri Pasir Ris Drive 1. Sampai tiba di Sunge Tampines, gue melihat peta yang ada di situ. Gue menyusuri jalan sepanjang pinggir Sunge Tampines, dan bertemu dengan 2 orang petugas berseragam. Gue nanya arah menuju Pasir Ris Drive 3. Menurut mereka gue salah ambil arah tadi sejak dari station. Seharusnya gue mengambil arah sebaliknya. Mereka menyarankan gue beberapa altenatif menuju alamat yang gue cari. Gue bertekad untuk tetap jalan kaki...walaupun kaki gue udah terlalu cape dan mulai lecet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030050.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 319px; height: 213px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030050.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bagi gue, cara terbaik untuk mempelajari jalan - jalan yang baru gue lalui adalah dengan jalan kaki, selama gue emang masih sanggup dan kuat. Salah satu manfaat gue rajin jalan kaki ke kantor khan supaya gue punya daya tahan untuk berjalan kaki jarak jauh...manfaat lainnya ? Bikin betis bengkak...dan kulit hitam legam serta dekil. Tapi kali ini emang rasanya lebih berat dibandingkan program Walk to Work gue sehari - hari, karena cuaca amat sangat panas. Pasir Ris sebenarnya tempat yang nyaman buat berjalan kaki. Sepi, tenang dan hijau. Hebatnya lagi, kayaknya kebanyakan warga di sini lebih memilih menggunakan sepeda sebagai alat transportasi...jadi di mana - mana banyak lahan parkir sepeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya gue tiba di rumah Zaiem. Sayangnya, asisten rumah tangga keluarga Zaiem bilang kalo dia dirawat di rumah sakit mulai malam sebelumnya. Sedih. Bukan karena merasa sia - sia perjalanan panjang gue, tapi sedih karena tahu kalo Zaiem lagi sakit, bahkan sampai dirawat di rumah sakit. Gue sempat bermaksud membesuk Zaiem di rumah sakit tempat dia dirawat, sayangnya gue ngga tahu bagaimana caranya kesana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di halte bus gue sempat bertanya seorang calon penumpang, dan dia bilang rumah sakitnya masih jauh dari situ. Andaikan gue bisa menemukan fasilitas intenet saat ini, pasti gue akan langsung cari informasinya sendiri. Tapi ngga ada...dan daerah ini sepi amat, jadi ngga banyak orang yang gue tanyain. Selain itu gue juga ragu, apakah kunjungan gue nanti akan diijinkan oleh pihak rumah sakit. Gue khan ngga tahu kebijakan rumah sakit di sini, terlebih rumah sakit khusus anak - anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya gue membatalkan niat untuk ke rumah sakit. Butuh beberapa saat buat gue bisa menerima keputusan sendiri. Ada kalanya bukan hasil akhirnya yang penting, tapi bagaimana proses gue berusaha mencapai sesuatu. Yang terpenting, gue sudah mewujudkan niat dan janji  untuk berkunjung ke rumah Zaiem....walaupun ngga gampang... jauh...melelahkan...kesasar kemana  - mana dulu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue naik bus untuk kembali ke Pasir Ris station. Sebelum ke MRT stationnya gue mampir ke White Sand Shopping Center. Sekonyong - konyong gue bangkit dari rasa lelah bercampur sedih (karena gagal ketemu Zaiem), begitu ngeliat counter yogurt yang ramai pengunjung. Ternyata lagi ada acara bagai - bagi yogurt gratis. Gue, yang semangat luar biasa tiap kali tahu ada sesuatu yang gratisan, langsung mendekat dan ikutan antri. Akhirnya yogurt gratisan pun berhasil gue dapatkan. Lumayan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030056.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 213px; height: 319px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030056.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dari Pasir Ris station gue naik MRT sampai ke City Hall intersection. Dari City Hall dilanjut naik MRT arah North South (NS) Line dan turun di Orchard Station. Di Orchard, selain berniat untuk cari toko coklat kesukaan, gue juga berkeliling, keluar masuk mall yang berserakan di sini. Sekitar jam 4 sore gue mengambil langkah kembali ke The Hive.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue ada janji jam 6 sore sama Choi dan Cho untuk ke Clark Quay. Tapi berhubung rasa cape yang gue rasa udah seluas samudra, gue berharap sempat istirahat sejenak di kamar hostel nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di The Hive gue langsung mandi, bikin teh, internetan ria, dan merebahkan badan di ranjang. Sayangnya gue ngerasa kurang nyaman, karena jam segini AC kamar masih dimatikan...jadi agak gerah. Sekitar jam 5 sore Choi datang, dan membawakan gue sekaleng Coca Cola dingin. Mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 6.30 sore gue dan Choi berangkat menuju Boon Keng Station. Rencananya kami berdua akan ketemu Cho di Clark Quay station.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 7 malam, akhirnya gue, Choi dan Cho ketemu bertiga dan langsung menuju Jumbo restaurant, siap menyantap Chili Crab yang fenomenal. Sayangnya, kami ngga bisa langsung mendapatkan meja. Resepsionis bilang, kami mendapatkan giliran makan di Jumbo jam 10 malam !! Ternyata reservasi bisa dilakukan dengan menelepon terlebih dahulu...hal ini baru kami tahu belakangan, begitu ngebaca - baca lagi buku panduan wisata Singapuranya Choi !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue, Choi dan Cho pun bermaksud menghabiskan waktu menunggu di Marina Bay. Dari Clark Quay kami naik taksi sampai Marina Bay, dengan membayar ongkos sekitar SGD 6. Di Marina Bay, tepatnya di dekat patung Merlion, gue bertiga asyik ngobrol. Lucu juga. Walaupun bahasa selalu menjadi kendala, tapi ngga mengurangi keseruan obrolan 3 solo traveler ini. Terkadang mendadak mereka berdua ngobrol dalam bahasa Korea, "meninggalkan" gue yang cuma manggut - manggut karena ngga ngerti sama sekali. Gue serasa lagi nonton serial Korea di TV...walaupun gue bukan salah satu penggemarnya. Dengan susah payah, kami bertiga saling share soal urusan pribadi, mulai dari urusan pekerjaan, keluarga, dan segala macam impian masing - masing. Pokoknya gue sangat menikmati menghabiskan malam dengan kedua teman baru gue ini....kami bertiga sama - sama cewe yang senang berpetualang...seorang diri...mungkin ada kesamaan di antara kami yang bikin pertemanan cepat terjalin dalam waktu singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030119.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 319px; height: 213px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030119.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jam 9.30 malam, gue Choi dan Cho naek taksi untuk kembali ke Jumbo, Clark Quai. Di Jumbo, karena sudah lapar maksimal, kami langsung memesan Chili Crab. Berhubung harganya mahal, SGD 40 per kilogram, jadi kami hanya memesan 1 kilogram. Ternyata kekhawatiran soal mahalnya harga makanan di Jumbo, bukan cuma gue yang rasain, mereka juga. Jadi kami memesan menu berikutnya dengan ekstra hati - hati. Begitu Chili Crab dihidangkan di meja, gue bertiga langsung sigap menyerbu. Enak. Berikutnya datang pesanan sayur kangkung...trus udang goreng. Semua hidangan yang tersaji, dilahap habis ! Choi dan Cho fokus sama Chili Crab, sementara tugas gue menghabiskan kangkung dan udang. Begitu makanan habis tak tersisa, waktunya menyelesaikan urusan pembayaran. Total SGD 86. Astaga....gue bertiga kaget bukan main dan membuka dompet masing - masing dengan perasaan berat dan ngga percaya. Masing - masing kena SGD 30, sekaligus ongkos taksi pulang ke The Hive.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perut penuh dan dompet kosong, gue, Choi dan Cho pulang ke The Hive. Di hostel, setelah mandi gue ke ruang nonton, Choi menyusul. Cho langsung terlelap di King size bed yang super nyaman. Jam 12 lewat, gue masuk ke kamar. Ini malam terakhir gue tidur di The Hive. Seperti biasa, sebelum tidur gue akan membaca novel, kali ini gue bawa Pride and Prejudice. Bosan membaca, waktunya membiarkan pikiran gue menerawang. Semua hal yang gue lakukan hari ini seru dan menarik banget. Apalagi perjalanan ke Pasir Ris yang berbuah semangkuk yogurt gratisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba - tiba mata gue tertuju ke kaos hitam yang gue gantung di pinggir ranjang, tepat di hadapan gue sekarang. Ini kaos kebanggaan. Udah 2 hari gue pake kaos itu, mulai dari Jakarta ! Kemarin ke Singapore Turf Club pun pake itu...trus tadi city tour pun pake itu juga. Kaos ini sudah mengalami banyak fase dalam 2 hari ini...fase dijemur sinar matahari yang menyengat...trus basah karena keringat gue yang membanjir...trus kering lagi ditiup angin....Kalo Mama tahu pasti dia ngamuk - ngamuk karena menurut Mama tingkat kejorokan gue udah di level memprihatinkan. Dan kalo dia tahu riwayat kaos kebanggaan gue ini selama di Singapura, kaos gue pasti bakal langsung turun kasta, jadi kain pel di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ini adalah hal kecil yang pengen gue lakukan...sesuatu yang ngga pernah bisa gue lakukan di Jakarta...di kehidupan normal dan teratur gue. Sementara saat ini anggap aja gue lagi menjalani hidup abnormal...hidup suka - suka, semau gue. Gue pengen melakukan sesuatu yang gak penting, tapi bikin hati puas. Selamat malam, Singapura....selamat malam kaos dekil...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030056.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 213px; height: 319px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030056.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030056.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-8534179957064239645?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/8534179957064239645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=8534179957064239645&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/8534179957064239645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/8534179957064239645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2011/10/08-october-2011.html' title='08 Oktober 2011 : Dari Yogurt  Ke Chili Crab'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-8271848015188337425</id><published>2011-10-11T18:12:00.029+07:00</published><updated>2011-10-13T18:20:12.248+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Singapore (Oct 2011)'/><title type='text'>07 October 2011 : Selamat Pagi, Singapura !</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030002.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 319px; height: 213px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030002.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Belum genap 3 bulan yang lalu gue ninggalin zona nyaman, Singapura, dan sekarang gue kembali lagi. Kembali buat liburan singkat, dengan harapan bisa menyegarkan pikiran dan fisik gue yang penat dan cape sama rutinitas hidup di Jakarta.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini gue terlambat bangun. Entah kenapa...semalam kayaknya gue udah masang alarm di handphone, dan pagi ini alarmnya ngga bunyi. Gue terbangun jam 4.30 pagi. Mungkin karena kecapean. Malam sebelumnya, banyak kerjaan kantor yang harus gue selesaikan, itu pun dengan terburu - buru karena gue udah ditunggu keluarga yang jemput ke kantor, untuk makan malam ulang taunnya Ibet. Pulang dari acara makan - makan di daerah BSD, gue baru sempat packing. Karena udah terlalu mengantuk, gue packing seadanya, dan berharap ngga ada barang penting yang ketinggalan.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubung telat, gue ketinggalan bus Damri pagi. Jadilah gue naik taksi dari Pancoran sampai Soeta Airport. Di airport, berhubung belum siapin uang tunai, gue harus ke ATM dulu, lapor ke petugas check in AirAsia, trus ke Imigrasi. Jalur Imigrasinya panjang dan padat. Gue nunggu dengan agak khawatir. Setelah itu gue melesat ke ruang boarding, dan ngga lama kemudian, jam 7.20 pagi pesawat berangkat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010987.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 319px; height: 213px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010987.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Tiba di Changi airport, Singapura, gue langsung nyari fasilitas internet. Gue harus ngirim email, pesan atau kalo bisa chatting dengan team gue di kantor. Saking terburu - burunya semalem, gue lupa ninggalin pesan - pesan buat mereka semalem. Selesai urusan kordinasi kerjaan, gue melangkah dengan ringan.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Mula - mula, gue naik skytrain (gratis) menuju Terminal 2 Changi Airport. Tiba di Terminal 2 gue lanjut naek MRT dari Changi Station ke Tanah Merah Station. Gue turun di sini karena gue bermaksud mengunjungi Changi Chapel and Museum. Dari station gue naik bus SBS Transit No. 2 tujuan &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" class="style2"&gt;&lt;span class="style4"&gt;&lt;span class="style1"&gt;&lt;span class="style3"&gt;&lt;span class="style5"&gt;&lt;span class="style6"&gt;&lt;span class="style7"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Upper   Changi Road North. Sesuai petunjuk yang gue dapatkan, seharusnya gue berhenti tepat di Changi Museum Bus Stop. Tapi karena gue dan kapten busnya sama - sama ragu, kapten menurunkan gue di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Women's Prison. Dari situ, gue harus jalan kaki dengan jarak lumayan menuju museum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" class="style1 style6  style7"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tiba di museum, bangunan pertama yang gue lihat adalah Changi Chapel. Suasanya tenang dan sepi. Gue sempat duduk - duduk di sini...untuk istirahat sekaligus menikmati bangunan chapel yang sederhana, dipenuhi pohon rindang, dan bersih. Abis itu gue masuk ke dalam museum, yang isinya banyak menggambarkan suasana masa pendudukan Jepang di Singapura.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" class="style1 style6  style7"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Abis dari Changi Chapel and Museum, gue pun menuju hostel. Dari Changi, perjalanan yang harus gue tempuh lumayan panjang dan memakan waktu. Mula - mula gue naik bus SBS Transit No. 2 menuju Tanah Merah MRT Station. Tiba di Tanah Merah gue liat peta MRT untuk cari alternatif menuju Boon Keng MRT Station. Ada beberapa pilihan sebenarnya, tapi akhirnya gue milih untuk naek MRT sampai intersection Outram Park. Abis itu disambung naek MRT arah North East Line (NE) menuju Boon Keng Station. Gue ambil rute ini, karena gue cuma perlu berhenti di satu intesection. Gue terlalu cape dan pegal untuk turun - naek MRT dan transit di beberapa intersection.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030125.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 319px; height: 213px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030125.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" class="style1 style6  style7"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tiba di pintu keluar Boon Keng, dari kejauhan gue langsung bisa melihat bangunan The Hive Backpacker Hostel yang warnanya khas, hitam dan kuning. Kaki gue yang super lelah pun berjalan cepat menuju target. Jalan cepat yang selalu dikritik Mama tiap pagi saat ngantarin gue ke gerbang rumah, siap berangkat ke kantor. Mama bilang, sebentar lagi dia udah ngga akan punya tenaga untuk menyusul langkah gue yang kelewat panjang dan cepat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" class="style1 style6  style7"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di The Hive gue disambut Ricky dan temannya. Proses check in cepat, gue membayar SGD 22  untuk female dorm room dan menerima kunci. Asyik, ngga perlu ada deposit untuk kunci dan lain - lainnya segala. Ricky, dengan membawa kunci gue, malah mengajak ke luar hostel. Gue bingung. Di luar dia menjelaskan kalo gue tidak akan tinggal di bangunan utama itu, karena sedang full. Gue akan dapat ranjang di bangunan lain yang letaknya di Lavender Street. Gue bingung, tapi cuma bisa nurut dan ngikutin Ricky yang akan mengantar gue ke sana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" class="style1 style6  style7"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 51, 51);" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030017.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 319px; height: 213px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030017.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" class="style1 style6  style7"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di hostel itu suasana sepi dan gelap. Gelap karena jam segini waktunya hemat listrik dengan mematikan lampu dan AC. Ricky mengantar ke kamar gue, yang berbentuk memanjang. Kamarnya berisi 2 bunk bed, dan 1 king size bed. Gue satu - satunya orang di kamar ini...tepatnya di hostel ini. Belum ada tamu lainnya. Ricky menghibur gue dengan bilang kalo biasanya nanti malam akan ada tamu - tamu baru yang akan tinggal di hostel ini juga. Sebenarnya gue ngga kecewa atau sedih....cuma takjub. Baru kali ini gue tinggal di bangunan hostel, dimana ngga ada orang lain di situ, termasuk reception desk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030007.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 213px; height: 319px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030007.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" class="style1 style6  style7"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Begitu Ricky meninggalkan hostel, gue memilih untuk beristirahat dan mandi. Asyik benar rasanya sendirian begini....serasa di rumah sendiri. Ngga ada suara bising atau hingar - bingar...ngga ada antri...tenang...sepi...Benar - benar nikmat liburan gue kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam 4, gue bersiap - siap untuk berangkat menuju Kranji. Ada apa di sana ? Gue mau nonton pacuan kuda di Singapore Turf Club. Tapi hujan menahan langkah gue, padahal jadwal pacuan pertama jam 6.20 sore. Untungnya gue ngga perlu menunggu terlalu lama. Saat ujan tinggal rintik - rintik, gue langsung kabur menuju Boon Keng Station, untuk naik MRT menuju Dhobi Ghaut Intersection. Dari situ gue sambung naek MRT North South (NS) Line dan turun di Kranji. Perjalanan cukup lama, karena gue harus melewati sekitar 15 station, dari Dhobi Ghaut ke Kranji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di Kranji, gue disambut hujan luar biasa lebat. Beruntunglah gue, karena bangunan Singapore Turf Club hampir menyatu dengan station, jadi gue ngga perlu melewati hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030021.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 319px; height: 213px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030021.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" class="style1 style6  style7"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tiba di loket tiket, gue langsung bertanya ke petugasnya, apakah gue boleh beli tiket untuk Gold&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" class="style1 style6  style7"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Card Room. Dari informasi yang gue baca di webnya Singapore Turf Club, untuk kelas ini, pengunjung diharuskan berpakaian formal dan tanpa jeans belel. Sebenarnya, karena emang udah niat dari Jakarta untuk nonton pacuan kuda, gue bawa 1 baju gaun simple. Tapi tadi di hostel gue mendadak males pake baju feminin, dan milih pake celana panjang jeans. Menurut petugas loket, baju gue cukup layak untuk masuk ke Gold Card Room, dan gue pun membeli tiketnya seharga SGD 15.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030031.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 319px; height: 213px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030031.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" class="style1 style6  style7"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dengan tiket di tangan, gue melangkah menuju pintu masuk dengan hati girang. Nonton pacuan kuda di sini emang udah jadi salah satu target gue sejak di Jakarta. Maklum, sejak berlatih kuda, gue menyimpan rasa penasaran untuk bisa nonton pacuan kuda secara langsung. Kalo ditarik mundur, awal gue penasaran berlatih kuda bermula sejak gue nonton film The Secretariat. Film berdasar kisah nyata tentang kuda pacu bernama Secretariat. Gue pengen merasakan langsung euforia pacuan kuda di sini. Walaupun ngga ada kuda atau jockey yang gue kenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu masuk ke dalam, ruang yang gue masukin adalah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Public Grandstand Level 1. Ramai banget ternyata, sama pengunjung yang 99.99% laki - laki semua. Mereka datang untuk bertaruh. Riuh dan ramai suasana di sini. Gue pun naek eskalator menuju level 2. Gue harus melewati Public Grandstand lainnya, tapi dilengkapi AC, sebelum tiba di Gold Card Room.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030025.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 319px; height: 213px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030025.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Gold Card Room ngga terlalu penuh...tapi isinya masih sama, pengunjung yang hampir semuanya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; laki - laki yang sibuk mengatur taruhan masing - masing. Pacuan pertama ditunda selama 30 menit karena hujan. Gue mengisi waktu dengan makan malam. Di sini ada mini restoran yang menyediakan makanan variatif seharga SGD 4. Dengan harga segini, pengunjung boleh menikmati nasi dengan 3 menu berbeda, sesuai pilihan masing - masing. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Pacuan pun satu per satu dimulai. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sepanjang acara, gue takjub dengan mata terbelalak. Gue selalu kagum dengan nyali dan stamina jockey dalam mengendalikan kuda masing - masing, dengan kecepatan lari yang luar biasa cepat....dan posisi badan menungging pula ! &lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030024.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 319px; height: 213px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1030024.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Gue sempat turun lagi ke Public Grandstand Level 1. Kayaknya lebih nikmat nonton dari sini, karena tanpa batas kaca segala. Lagian gue mau liat kudanya secara langsung saat didisplay, sebelum pacuan dimulai. Tapi gue terlalu lama di sini. Selain karena padat dan gerah, karena ngga dilengkapi dengan AC, jumlah perempuan di sini kayaknya bisa dihitung pake jari. Itu pun bukan penonton, kayak gue, melainkan penjual makanan di area taruhan. Gue kembali ke Gold Card Room.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sayangnya gue ngga bisa tinggal di Singapore Turf Club sampai pacuan terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;am 9 malam gue meninggalkan Gold Card Room. Gue harus pulang sekarang karena khawatir kehabisan MRT untuk pulang ke hostel.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Gue pun naek MRT untuk kembali ke Boon Keng Station.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue tiba di hostel sekitar jam 10 malam lewat. Hostel masih tak berpenghuni, tapi lampu dan AC di ruang tamu udah dinyalain, walaupun tetap remang - remang. &lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kelar mandi gue langsung berinternetan ria sambil menikmati secangkir teh hangat. Abis itu gue ke ruang nonton, dan saat itulah Ricky datang bersama seorang tamu perempuan. Horeee! Akhirnya malam ini gue ngga akan tidur sendirian di hostel itu. Choi nama tamu yang baru yang asal Korea Selatan itu. Dia tidur di kamar yang sama dengan gue, ranjang kami bersebelahan. Di kamar gue sempat ngobrol sama Choi, walaupun dengan kesulitan tingkat tinggi. Choi ngga gitu ngerti bahasa Inggris. Tapi ngga apa - apa, gue tetap senang karena akhirnya ada teman sekamar malam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Selesai ngobrol sama Choi gue pun merebahkan badan gue di ranjang. Pikiran gue asyik menerawang mengingat pacuan kuda yang gue tonton hari ini. Andaikan gue bisa jadi jockey...tapi hampir mustahil kayaknya, dimulai dari masalah fisik. Gue terlalu gendut dan tinggi untuk jadi jockey kayaknya. Kata pelatih kuda gue, berat badan seorang jockey ngga boleh lebih dari 50 kg. Kapan berat badan gue pernah 50 kg ? Mungkin waktu gue SD ? atau SMP ? Belum lagi masalah nyali dan kemampuan berkuda yang dituntut dari seorang jockey. Gue ingat, setiap gue menunggang Samudra yang sedang berlari, dalam hati gue akan menjerit..."Mamaaaaaaaa!!!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-8271848015188337425?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/8271848015188337425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=8271848015188337425&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/8271848015188337425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/8271848015188337425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2011/10/never-ending-singapore.html' title='07 October 2011 : Selamat Pagi, Singapura !'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-48336425997450477</id><published>2011-09-16T18:40:00.024+07:00</published><updated>2011-09-21T18:57:03.575+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KL - Spore'/><title type='text'>Selamat Tinggal, Kuala Lumpur !</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Senin, 8 Agustus 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bus Transnational yang gue tumpangi akhirnya tiba di Terminal Bersepadu Selatan, Kuala Lumpur sekitar jam 1.30 pagi. Mata gue yang sebenarnya masih mengantuk, terbelalak ngelihat terminalnya yang menurut gue, super megah. Ini memang baru pertama kalinya gue menginjakkan kaki di terminal yang beroperasi sejak 2010 ini. Ketakutan dan keraguan gue mendadak lenyap. Awalnya sejak dari Singapura gue menyimpan rasa ngeri ngebayangin musti bermalam sendirian di terminal bus. Terminal bus, gitu lhooo! Tapi di luar dugaan, terminalnya keren banget...! Megah, bersih, fasilitas lengkap, dan semoga aman &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-angelic001.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue langsung mencari tempat untuk merebahkan badan lelah dan ngantuk gue. Sederet bangku isi lima langsung gue 'booking'. Ransel berganti menjadi bantal darurat...kain Bali ungu kesayangan berubah menjadi selimut...dan kaos kaki langsung menjalankan fungsinya menghangatkan kaki gue....Entah karena kondisi terminal yang sepi, atau karena terminalnya masih baru, jadi semua fasilitasnya masih berfungsi maksimal, AC di dalam terminal dingin luar biasa !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terminalnya ngga terlalu sepi, ada beberapa orang lainnya menumpang tidur di sini. Gue sempat membaca beberapa lembar novel The Pilgrimage, dan akhirnya tertidur....Gue sempat terbangun karena kedinginan. Gue langsung ambil kaos bekas dari ransel, berharap menambah sedikit kehangatan di badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 5 tepat alarm gue berbunyi. Waktunya bersiap - siap menuju LCCT. Gue langsung merapikan ransel dan peralatan mandi, trus mencari toilet di dalam terminal. Di dalam toilet, gue sempat mengganti kaos dan cuci muka. Sebenarnya gue pengen mandi, tapi ngga ada kamar mandi di sini. Setelah berganti kaos dan bersih - bersih, gue langsung berlari keluar dari area utama terminal. Gue pun berlari ke Bandara Tasik Selatan - LRT Station.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue takjub banget sama Terminal Bersepadu Selatan. Terminal paket komplit. Jadi, di dalam satu lokasi terdapat berbagai stasiun yang saling teritegrasi. Di sini ada terminal bus, LRT station, KTM Station, dan Express Rail Link (ERL) KLIA Transit Station. Kereeennn !! Salut sama Pemerintah Malaysia yang giat dan semangat banget ngebangun infrastuktur transportasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu tiba di Bandara Tasik Selatan - LRT Station, udah ada beberapa calon penumpang lainnya mulai menunggu kedatangan LRT. Rencana awal gue adalah naek LRT sampai ke KL Sentral, trus dari situ gue akan naek Sky Bus menuju LCCT. Tapi setelah gue pertimbangkan, kayaknya rute itu ngga praktis, karena boros waktu. Gue pun batal naek LRT, dan meninggalkan Bandara Tasik Selatan - LRT Station.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berlari dengan segera gue memutuskan untuk mencoba naek KLIA Transit, karena seingat gue ada rute langsung dari Terminal Bersepadu Selatan ke KLIA (Kuala Lumpur International Airport), berarti lebih menghemat waktu dan uang gue. Walaupun masih pagi dan langit gelap, tapi gue udah cukup berkeringat karena harus berlari kesana - kemari....naik - turun tangga...dengan ransel lumayan berat di punggung &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-ashamed004.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;. Tiba di ERL Station, gue langsung ke loket dan membeli tiket tujuan KLIA. Tiketnya seharga RM 10.80.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menunggu beberapa waktu, KLIA Transit pun tiba. Begitu masuk, gue kembali dibikin takjub. Eksklusif dan nyaman banget ! Station yang harus gue lewati adalah Putrajaya Station dan berhenti di Salak Tinggi Station. Tiba di Salak Tinggi Station, udah ada shuttle bus yang stand by, siap mengantar penumpang KLIA transit menuju LCCT. Busnya ngga kalah eksklusif, dan tiketnya sudah termasuk dalam ongkos KLIA Transit yang gue beli seharga RM 10.80 tadi. Yesus, makasih karena bekpeker gembel seperti gue bisa menikmati fasilitas VIP kayak begini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue tiba di LCCT sekitar jam 8 pagi, dan Airasia yang akan mengantar gue kembali ke Jakarta akan berangkat jam 9.50 pagi. Berhubung udah check in sejak dari Jakarta, ngga banyak proses yang harus gue lakukan. Begitu gue tiba di ruang tunggu LCCT, tiba - tiba gue teringat sama kaos dan kain Bali ungu kesayangan gue. Dimana mereka ????? Gue langsung membongkar ransel dan ngga menemukan barang - barang favorit gue itu. Panik...berpikir...berpikir....astaga, ketinggalan di toilet Terminal Bersepadu Selatan !! Ahh...sebal ! Kenapa gue ceroboh banget meninggalkan barang - barang...serasa gue ganti baju di toilet pribadi ! Gue kesal sama diri sendiri...karena kecerobohan yang sangat ngga penting ini, gue meninggalkan 'teman - teman' terbaik yang selalu menjadi partner bekpekeran gue. Apalagi kain Bali ungu kesayangan yang selalu ikut kemana pun gue pergi selama ini, dan sangat multi fungsi. Pernah jadi rok di saat gue kehabisan celana, jadi selimut di tidur gue yang kedinginan, jadi alas bantal yang menampung iler gue di kala tidur, jadi tutup kepala kalo gue kepanasan disengat sinar matahari, jadi syal kalo gue pengen sedikit gaya....pokoknya kain gue itu bisa jadi segala - galanya...&lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-basic/cry.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan - akan jadi ada ikatan emosi antara gue dan kain Bali kesayangan gue itu....yang sekarang mungkin masih tergantung tak berdaya di pintu toilet, siap untuk dibuang oleh petugas kebersihan yang pertama kali ngelihat. Sekali lagi...sebal &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-basic/rant.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;! Seharusnya pengalaman sebagai solo traveler mengajarkan gue untuk selalu waspada dan menjaga barang - barang gue dengan hati - hati. Tapi kali ini, kain yang biasa gue lingkarkan di leher aja bisa seenaknya gue tinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panggilan untuk penerbangan QZ 7691 pun terdengar. Gue bangkit dan berjalan mendekati pesawat. Gue lupakan sejenak 'tragedi' kain Bali kesayangan. Gue belajar untuk ikhlas secepat kilat. Ngga boleh berlama - lama menyesal dan menyalahkan diri sendiri. Di samping kehilangan itu, ada jutaan hal lainnya yang harus gue syukuri, yaitu liburan yang menyenangkan ini. Seru dan spontan &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-dance001.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;. Banyak hal - hal yang 'ngga biasa' yang gue lakukan di liburan singkat kali ini. Salah satunya, mengijinkan diri gue untuk berbelanja. Tapi bukan itu kesenangan utama yang gue cari....hal yang cuma bisa gue dapat pas bekpekeran adalah keasyikan menjadi sendirian, menjauh dari tempat dan hal - hal nyaman yang gue rasakan selama ini, dan membebaskan kaki gue melangkah kemana pun hati gue mau. Makasih Yesus ! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-48336425997450477?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/48336425997450477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=48336425997450477&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/48336425997450477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/48336425997450477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2011/09/bus-transnational-yang-gue-tumpangi.html' title='Selamat Tinggal, Kuala Lumpur !'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-2685859671110988249</id><published>2011-09-09T18:42:00.015+07:00</published><updated>2011-09-14T19:46:09.140+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KL - Spore'/><title type='text'>Pencarian Jalan Lavender</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Minggu, 07 Agustus 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ketiga di Singapura. Hujan mulai mengguyur sejak gue bangun dan menemani waktu sarapan &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-basic/badday.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;. Seperti biasa, 6 lembar roti bakar gosong ditambah secangkir teh hangat jadi modal tenaga hari ini. Hari ini gue sarapan dengan santai, karena emang belum punya target lokasi yang pengen dikunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak gue di masih di Kuala Lumpur, sebenarnya gue udah menyusun rencana kembali dari Singapura dengan dari Queen Street menuju Johor Baru dilanjut ke Kuala Lumpur, sama dengan cara yang gue tempuh dari Kuala Lumpur menuju Singapura. Tapi rencana ini mendadak berubah &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-think004.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;...tekad untuk melakukan segala sesuatu secara spontan mendorong gue untuk mengubah rencana. Gue ngga jadi naek bus dari Queen Street, tapi dari Lavender Street. Bus incaran gue adalah bus malam Transnational. Sejak 2009 gue tahu bahwa untuk tujuan Johor Baru bisa naek bus dari Lavender Street, dan kali ini target gue adalah menemukan lokasi Lavender Street itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelar sarapan, gue sempat berkenalan dengan dua orang tamu Indonesia di ABC, namanya Lia dan Rere. Mereka rencananya juga akan kembali ke Jakarta siang nanti, dengan pesawat langsung dari Changi Airport. Sambil mengisi waktu sampai keberangkatan ke Changi Airport, mereka ngajakin jalan - jalan ke Bugis Street. Baiklah...gue ikut aja...Di Bugis Junction, saat mereka sedang asyik lihat - lihat counter kosmetik, mata gue tertuju ke counter Swatch. Hati gue bergejolak, pengen lihat - lihat isinya &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-basic/chin.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;. Tapi gue membatalkan niat, takut malah tergoda. Gue udah lama banget pengen punya jam Swatch...tiap kali dapat bonus dari kantor, gue selalu menimbang - nimbang untuk membelikan diri sendiri sebuah jam Swatch. Tapi bagian diri gue yang galak penuh perhitungan selalu melarang &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-rolleyes004.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;....alasannya karena gue masih punya jam dalam kondisi prima...yang gue beli sejak 2004 !! Udah jadi peraturan tak tertulis buat diri sendiri, kalo gue ngga boleh beli barang baru sebelum barang yang gue miliki rusak parah dan ngga bisa dipakai lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puas berkeliling di Bugis Junction, gue bertiga menyeberang ke Bugis Street. Lia dan Rere asyik melihat - lihat toko yang menjual produk kaos. Sementara gue tertarik untuk lihat - lihat toko sepatu di dekatnya. Cuma ada satu sepatu yang bikin mata gue susah untuk berpaling, sepatu bot selutut. Gue langsung berhayal, bisa menunggang Samudra dengan sepatu bot yang lumayan keren itu &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-basic/rolleyes.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;. Cuma khayalan doang tapinya....karena harganya mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keasyikan mengkhayalkan sepatu boot, gue ditinggal sama Lia dan Rere yang udah meninggalkan toko kaos. Ngga apa - apa.... gue udah terlalu sering melihat - lihat Bugis Street dan bosan. Akhirnya gue kembali ke Bugis Junction....dan ke counter Swatch! Dalam waktu 5 menit, gue langsung suka sama salah satu produk jamnya yang menurut gue imut. Gue mau beli !! Tapi berhubung uang yang ada di dompet tidak mencukupi, gue langsung berlari mencari mesin ATM, dan kembali ke counter Swatch. Sejak masuk counter, melihat - lihat, suka, mencari mesin ATM, menarik sejumlah uang dan berlari girang kembali ke counter Swatch, gue berusaha keras untuk tidak mempedulikan kata hati yang bergema - gema, melarang untuk belanja &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-basic/bleh.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;. Dan traksaksi pun terjadi...beberapa lembar Dollar Singapura tertukar dengan sebuah jam Swatch imut warna kombinasi bening dan merah. Lucu dan imut. Horeeee &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-cool11.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puas dengan jam baru di dalam tas, langkah gue menuju Lavender MRT Station jadi ringan. Tiba di Lavendar, gue malah kebingungan mencari bus station...bahkan ngga berhasil menemukan Lavender Street. Setelah beberapa kali kesasar, bolak - balik, bertanya ke sana - kemari, tibalah gue di perhentian bus di Lavender Street &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-ashamed004.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;. Tempatnya cuma berupa lapangan luas di mana ada beberapa bus besar parkir. Sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue langsung membeli tiket Transnational tujuan Terminal Bersepadu Selatan, Kuala Lumpur, untuk keberangkatan jam 8 malam. Harga tiketnya SGD 32.35. Inilah salah satu kedahsyatan rasa penasaran gue. Walaupun gue sangat tahu, bahwa kalo naek bus dari Queen Street menuju Johor Baru, dilanjut naek bus Transnational dari Johor Baru tujuan Kuala Lumpur, harga tiketnya adalah RM 32, tapi gue berkeras untuk berangkat dari Lavender Street, yang harga tiketnya jauh lebih mahal, SGD 32.35. Padahal bus Transnational yang akan gue tumpangi, nantinya juga akan transit di Terminal Johor Baru untuk mengangkut penumpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua karena gue bertekad untuk ngerasain naek bus dari Lavender Street....cuma sekedar mengobati rasa penasaran aja. Dengan tiket di tangan dan wajah berseri - seri girang &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-signs148.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;...cuma karena gue berhasil menemukan perhentian bus Lavender Street...ngga penting sebenarnya...gue pun kembali ke Bugis. Tiba di Bugis, gue mampir di Burger King untuk makan siang. Makan siang jam 4 sore....tragisnya, karena gue kehabisan uang, gue cuma sanggup membeli burger tanpa minum ! Sebenarnya gue masih menyisakan sejumlah receh SGD, tapi gue simpan di ransel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai makan, gue kembali ke ABC. Berhubung tadi pagi udah check out, gue ngga bisa mengisi waktu dengan tiduran di kamar. Ransel udah gue taruh di tempat penyimpanan sejak kelar sarapan tadi. Gue menyempatkan diri untuk mandi, dan menghabiskan sisa waktu dengan berinternetan ria &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-gen058.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat jam 6.30 sore, gue meninggalkan ABC. ABC cuma sekedar tempat tidur buat gue...tidak ada kehangatan atau persahabatan bisa terjalin di sini &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-gen073.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;. Tidak ada ruang yang memungkinkan para tamu untuk saling berinteraksi. Jadi melangkah keluar meninggalkan ABC bukan sesuatu yang berat untuk dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue tiba di Lavendar Station terlalu cepat...sekitar jam 7. Untuk mengisi waktu gue bolak - balik di foodcourt yang ada di komplek V Hotel, tepat di atas Lavender MRT Station. Dengan beberapa SGD yang gue punya, gue membeli sedikit roti untuk bekal di dalam bus. Perjalanan kali ini pasti bakalan seru &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-excited002.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;, karena gue akan menghabiskan malam di bus, dan akan tiba di Kuala Lumpur jam 2 pagi. Rencananya gue akan tidur di Terminal Bersepadu Selatan. Kalau Mama tahu soal ini, pasti dia akan histeris di Jakarta dan ngga akan bisa tidur sepanjang malam..ngebayangin anak perempuannya yang agak preman...naik bus malam....dengan uang recehan tersisa...kue seadanya buat makan malam...dan akan tidur di terminal bus...di negara orang ! Padahal setiap kali gue tidur di Bandara Soeta aja udah bikin Mama uring - uringan. Gue sempatkan untuk mengirim sms ke Mama, "Ma, cei bentar lagi berangkat ke Kuala Lumpur naek bus." Dan Mama ngebalas :"Hati - hati, ntar kalo udah nyampe kasih tau Mama". Pastinya gue ngga akan kasih tau...Mama bakalan stres mikirin gue sampai di terminal antah - berantah jam 2 pagi ! &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-confused013.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue pun mulai berjalan santai menuju lokasi perhentian bus. Ternyata dari sini cuma ada 2 penumpang yang berangkat, gue dan seorang lelaki bule. Saat bus berhenti di Terminal Johor Baru, akhirnya bangku - bangku kosong pun mulai terisi. Perjalanan dilanjutkan menuju Kuala Lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bus berhenti sekali di sebuah tempat peristirahatan. Lumayan untuk bisa bisa berdiri meluruskan badan, dan menghirup udara segar. Perjalanan panjang dimulai lagi, dan gue pun tertidur dengan dengan nyenyaknya &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-sleep007.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-transport029.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-2685859671110988249?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/2685859671110988249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=2685859671110988249&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/2685859671110988249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/2685859671110988249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2011/09/pencarian-jalan-lavender.html' title='Pencarian Jalan Lavender'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-5372374215983388384</id><published>2011-09-06T18:00:00.026+07:00</published><updated>2011-09-08T18:45:03.580+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Singapura'/><title type='text'>Sunny Day In Singapore</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010481.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010481.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sabtu, 06 Agustus 2011&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Hari ini gue bangun agak kesiangan. Pasti karena tidur semalem terganggu sama masalah sakit perut berkepanjangan yang gue rasain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue langsung melesat ke kamar mandi. ABC tuh menyediakan banyak kamar mandi, jadi gue ngga perlu repot - repot antri. Gue mandi sedikit terburu - buru karena sebentar lagi jam 10.30 pagi waktu Singapura. Itu berarti waktunya sarapan gratis di ABC hampir berakhir. Gue ngga boleh ketinggalan sarapan gratis. Rugi !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarapan yang disediakan alakadar...setumpuk roti tawar, margarin, selai strawberry dan nanas. Untuk minumannya, disediakan teh celup, kopi dan creamer. Sederhana. Pagi ini perut gue terisi dengan 6 lembar roti bakar plus segelas teh hangat. Banyak amaatt ?? Harus...karena semalem gue udah mengeluarkan isi perut habis - habisan &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-eatdrink020.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai sarapan, gue kembali ke kamar dan bersiap - siap untuk meninggalkan hostel. Mulai hari ini, aktivitas gue agak terganggu karena gue kehilangan kartu kunci semalem. Jadi setiap kali mau masuk kamar, gue harus minjem kartu kunci dari resepsionis, trus buka pintu kamar dan menahannya dengan tong sampah supaya tetap terbuka, dan lari lagi ke resepsionis untuk ngembaliin kartu kunci. Repot. Entah kenapa gue ngga dikasih kartu kunci pengganti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue menikmati pagi menjelang siang dengan jalan - jalan di sekitar komplek perbelanjaan Bugis street. Tempat pertama yang gue datangi adalah...penjual durian !! Oh My God...hampir tiada hari tanpa durian ! Harga 1 paketnya SGD 2, tapi rasanya mengecewakan, ngga manis...ngga selezat durian yang gue beli di Petaling Street, Kuala Lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puas di kawasan Bugis, gue melanjutkan perjalanan ke Marina Bay. Ngapain ? Apalagi kalo bukan absen di Merlion Park. Gue naek MRT dari Bugis station ke City Hall Station. Abis itu dilanjut dengan berjalan kaki melewati Esplanade Mall yang letaknya di bawah tanah. Muncul - muncul gue langsung ngelihat bangunan nan megah Marina Bay Sands Hotel. Merlion Park juga udah jelas terlihat, walopun gue masih harus berjalan kaki lumayan jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010488.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010488.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gue pun mendekat ke Merlion Park yang siang itu lagi dipenuhi sama wisatawan. Entah apa yang sebenarnya istimewa dengan Merlion Park ini, tapi mungkin karena patung Merlion sudah sangat dikenal sebagai icon Singapura, setiap wisatawan merasa harus berkunjung kemari buat sekedar foto - foto. Padahal cuaca siang itu panas luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan menuju Merlion Park ini mengingatkan gue sama perjalanan yang sama tahun 2009 yang lalu. Waktu itu keluar dari City Hall station, gue mendadak kehilangan arah. Sampai gue menanyakan arah sama pejalan kaki, seorang India bernama Anand. Anand yang mengaku sebagai face reader. Begitu gue tanya, apa yang dia bisa baca dari wajah gue, dia bilang "Luck". Amin, ya Yesus &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-angelic001.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis berfoto - foto sebentar di Merlion Park, gue melanjutkan berjalan kaki ke Asian Civilizations Museum dan sekitarnya. Ngga ada banyak hal yang bisa gue lakukan di sini selain melihat - lihat bangunan gedung - gedung megah pencakar langit di dalam komplek City Hall ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010497.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010497.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Puas berkeliling di area City Hall, gue kembali ke City Hall MRT Station, untuk melanjutkan acara jalan - jalan siang  ke China Town.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di China Town, gue berkeliling dan berkeliling....liat - liat deretan toko - toko  yang menjajakan berbagai macam barang - barang, terutama souvenir khas Singapura, lebih tepatnya souvenir khas China Town, trus melihat - lihat temple India dan China di dekat situ, makan di foodcourt terdekat, dan begitu sore menjelang, gue balik ke ABC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digicam gue udah kehabisan baterai, jadi gue bermaksud untuk recharge digicam gue dulu. Digicam gue kehabisan baterai bukan karena keseringan dipake, tapi karena emang dari Jakarta pun gue belum charge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trip gue kali ini berbeda banget. Gue ngga terlalu kepengen untuk mengabadikan momen liburan atau hal - hal yang gue temui sepanjang trip. Gue pernah baca di forumnya Lonely Planet, mengenai bagaimana rasanya kalo kita benar - benar menikmati liburan tanpa 'terbebani' sama hal - hal seperti urusan berfoto ria. Itu yang gue coba lakukan sekarang, walaupun ngga sepenuhnya. Nikmat ternyata &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-happy088.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;. Singapura adalah zona nyaman gue. Sekedar untuk menikmati berkeliling menyusuri jalan - jalan di sini, sudah merupakan keasyikan tersendiri buat gue. Udah jadi kayak meditasi yang bikin pikiran relaks, walaupun fisik cape. Itu yang terpenting, foto jadi urusan yang kesekian. Lagian, gue masih punya setumpuk tiket ke Singapura sampai tahun depan kok...jadi semoga ini bukan trip terakhir gue ke negara nyaman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di ABC, resepsionis langsung ngasih gue pesan dari Senthil. Senthil adalah temen yang gue kenal waktu gue traveling ke Phuket, dia tinggal di Singapura. Dia datang berkunjung sejak tadi siang, dan akan kembali ke ABC begitu menerima kabar dari gue. Gue pun ke ruang internet dan menghubungi dia melalui facebook. Ngga beberapa lama kemudian Senthil tiba - tiba nongol di dapur ABC ! Setelah ngobrol sebentar, gue dan Senthil berpisah. karena gue mau melanjutkan acara jalan - jalan gue ke Orchard, dan Senthil kembali ke apartemennya yang entah dimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010504.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010504.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di Orchard, gue keluar masuk mall yang bejibun di sini. Gue mampir di sebuah toko coklat dan membeli beberapa produk coklat buat oleh - oleh. Benar - benar perjalanan gue kali ini "Out of the box". Kemarin di Mustaffa market pun gue sempat belanja beberapa bungkus kacang Almond sebagai oleh - oleh buat di rumah dan buat Ony. Kali ini gue belanja lagi beberapa paket coklat. Gue langgar aturan ketat bekpekeran soal belanja. Tapi ngga apa - apa...kali ini gue emang pengen lakukan sesuatu yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam 8 malam, gue meninggalkan Orchard Road. Kaki gue udah terlalu lelah untuk melanjutkan perjalanan &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-ashamed004.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;. Bisa dibilang gue menghabiskan sebagian besar waktu gue di hari ini untuk berjalan, dengan waktu istirahat yang sangat minimum. Tiba di ABC gue langsung mandi, berinternetan ria, trus ke kamar untuk istirahat &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-sleep010.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sela - sela waktu menjelang tertidur, pikiran gue langsung melayang ke Jakarta. Apa yang biasa gue lakukan di hari Sabtu ? Biasanya dari pagi gue udah akan ke Depok untuk latihan berkuda &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-gen130.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; dan bermain - main dengan anjing - anjing K9. Hari Sabtu ngga pernah terasa garing karena gue akan asyik berinteraksi dengan Ony, Samudra dan Pak Sukrin, pelatih berkuda gue.  Gue menyebutnya Gank 4S : Sitanggang, Setiadi, Samudra dan Sukrin...nama yang dipaksakan banget sih sebenarnya...&lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-excited002.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Sabtu kali ini berbeda total. Naluri bekpeker malah menerbangkan gue kembali ke Singapura untuk merasakan nikmatnya berpetualang sendirian di negeri orang. Harus gue akui, sejak gue pindah kerja ke Santa Fe, baru kali ini gue ngerasa tanpa beban saat harus cuti, meninggalkan pekerjaan gue sejenak, keluar dari Indonesia, dan berpetualang. Kali ini gue bebas dari beban karena segala hal yang berhubungan dengan pekerjaan gue udah lebih terorganisir dan rapi, jadi gue bisa sangat tenang &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-cool11.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makasih Yesus untuk hari yang istimewa ini. Good night !&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-5372374215983388384?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/5372374215983388384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=5372374215983388384&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/5372374215983388384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/5372374215983388384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2011/09/sabtu-06-agustus-2011-hari-ini-gue.html' title='Sunny Day In Singapore'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-79283348347502525</id><published>2011-08-10T17:43:00.009+07:00</published><updated>2011-08-25T18:34:56.963+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KL - Spore'/><title type='text'>Nice To See You Again, Singapore....</title><content type='html'>Jumat, 05 Agustus 2011&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Gue bangun jam 5 pagi, karena gue pengen mandi di saat semua penghuni kamar masih tidur. Bukan cuma karena takut antri, tapi gue juga harus ekstra hati - hati berhubung gue berbagi kamar mandi dengan penghuni lain yang semuanya laki - laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, di saat langit masih gelap, lampu kamar masih dimatikan, gue mengendap - endap menuju loker untuk ambil peralatan mandi. Mr. Anthony terbangun dan minjemin gue senter kecilnya. Dia emang selalu pengen ngebantu orang lain, walaupun di sela - sela tidur dan dengkurannya yang maha dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis mandi gue naik ke kasur lagi, dan melanjutkan tidur. Di pagi yang dingin itu, dengkuran Mr. Anthony pun masih berlanjut. Ngga beberapa lama, gue bangun lagi, kali ini langsung menyiapkan ransel untuk berangkat ke terminal bus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remy juga udah siap untuk berangkat kerja, jadi gue berdua jalan bareng menuju Jalan Petaling. Sebenarnya Remy menyarankan gue untuk naik bus tujuan Singapura dari Terminal Bersepadu Selatan. Tapi begitu gue di dekat Puduraya dan lihat ada bus tujuan Singapura, gue langsung berubah rencana dan memutuskan naik bus itu. Ongkosnya RM 35.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata itu keputusan yang salah. Jadwal keberangkatan busnya ngga jelas banget. Sampe sejam berikutnya bus ngga bergerak. Rasanya pengen ganti bus, tapi sayangnya gue udah telanjur bayar tiket untuk bus menyebalkan ini. Salah satu penumpang malah sampe beradu mulut ama sopir bus, karena udah ngga sabar nunggu bus berangkat. Gue cuma pasrah menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya bus berangkat. Di sepanjang perjalanan, bus berhenti sekali di tempat peristirahatan. Cuaca hari ini panas banget...bikin gue ngga betah di dalam bus. Akhirnya sekitar jam 3 sore bus tiba di terminal Larkin, Johor Baru. Abis itu gue melanjutkan perjalanan menuju ke Singapura naik bus SBS 170 tujuan Queen Street. Ongkosnya RM 2.2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya setelah perjalanan panjang lebih dari 5 jam, gue tiba di Queen Street.  Terharu. Setelah 2 tahun, Yesus kasih gue kesempatan lagi untuk ke Singapura. Ini negara tujuan pertama gue waktu mencoba nekat pengen bekpekeran. Negara yang bikin gue percaya diri dan nyaman untuk traveling...biarpun sendirian...biarpun ngegembel...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Queen Street gue berjalan kaki menuju kawasan Bugis. Di sini gue nyasar beberapa kali waktu nyari ABC Hostel yang letaknya di Jalan Kubor, Victoria Street. Akhirnya gue tiba dan check in di ABC Hostel, dan membayar SGD 26 untuk female dorm room.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010453.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010453.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kamarnya kecil, isi 4 kasur. Walaupun ngga ada jendelanya, tapi udara di dalam kamar ngga pengap, mungkin karena fasilitasnya lumayan lengkap mulai dari AC, exhaust fan, sampai pengharum ruangan otomatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis mandi, gue langsung menuju Bugis Street. Setelah puas berkeliling di Bugis Street yang ramai itu, gue naek MRT dari Bugis Station menuju Little India Station, pengen menikmati Mustaffa Market di malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari Little India gue mampir di Seven Eleven di Bugis Street buat beli susu. Gue emang harus rajin minum susu setiap hari kalo lagi bekpekeran, alasan utamanya supaya pencernaan gue ngga bermasalah. Tapi ternyata hal ini berakhir jadi masalah buat gue. Sebenarnya susu coklat yang gue minum cuma 1 botol ukuran 600 ml. Tapi entah karena kurang cocok atau porsinya terlalu banyak, perut gue justru bermasalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010458.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010458.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tiba di ABC hostel gue langsung mandi dan ke ruang internet. Dimulailah aktivitas gue bolak - balik ke toilet untuk BAB. Kalo ditotal mungkin ada 5 kali lebih gue bolak - balik ke toilet. Sekitar jam 12 malam gue masuk kamar untuk tidur. Masalah baru, perut gue bergejolak sampai berbunyi dengan gaduhnya. Berhubung ini dorm room dimana ngga ada privasi sama sekali, gue pun keluar kamar lagi untuk nongkrong di toilet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue sengaja menunggu di ruang internet, supaya dekat dengan toilet. Setelah beberapa kali bolak - balik ke toilet, gue baru sadar, kunci kamar gue yang berupa kartu elektronik hilang entah kemana. Sial. Kalo beneran hilang, berarti deposit gue SGD 10 ngga akan dikembalikan oleh resepsionisnya ABC Hostel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010452.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010452.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dengan perut nyaris kosong karena udah terkuras sempurna, tapi masih terus berbunyi - bunyi, gue kembali ke kamar, naik ke kasur dan tidur. Lelah. Lelah perjalanan jauh Kuala Lumpur - Singapura, lelah jalan - jalan di Bugis Street dan Little India, dan lelah bolak - balik ke toilet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah rasa kantuk, plus kesal karena kehilangan kartu kunci yang berarti kehilangan SGD 10, lagu - lagu dari Mp4 mengiringi tidur gue...suara Lenka dengan The Show - nya sayup - sayup mengejek nasib sial gue malam itu... I want my money back...I want my money back...I want my money back....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-79283348347502525?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/79283348347502525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=79283348347502525&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/79283348347502525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/79283348347502525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2011/08/jumat-05-agustus-2011-gue-bangun-jam-5.html' title='Nice To See You Again, Singapore....'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-3191599363034905690</id><published>2011-08-08T21:28:00.019+07:00</published><updated>2011-08-10T17:43:29.808+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KL - Spore'/><title type='text'>Kuala Lumpur....Lagi..dan Lagi...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010438.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010438.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kamis, 04 Agustus 2011&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ngga kerasa udah 3 bulan sejak trip terakhir gue ke Siem Reap. "Tabungan tiket" gue kali ini sebenarnya tujuan Jakarta - Kuala Lumpur - Brunei Darussalam. Tapi dari awal gue udah memutuskan ngga akan lanjut sampai Brunei, melainkan ke Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat Airasia yang tumpangi berangkat dari Soeta Airport jam 2 siang, dan tiba di Kuala Lumpur jam 5 sore waktu setempat. Perjalanan gue kali ini benar - benar berbeda, nyaris ngga ada persiapan apapun, bahkan urusan hostel. Gue belum booking online hostel manapun, baik untuk di Kuala Lumpur maupun Singapura. Entah kenapa, dari awal gue niat pengen ngejalanin liburan gue kali ini sespontan mungkin &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-happy112.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pesawat mendarat, gue naik Skybus ke KL Sentral, dilanjut dengan naek LRT tujuan Pasar Seni, dan gue pun kembali ke kawasan Petaling Street tercinta. Kalo Kuala Lumpur, kawasan ini yang paling nyaman dan dekat di hati gue. Hostel pertama yang gue datangi adalah My Travel Hub. Awalnya gue senang begitu resepsionisnya bilang masih ada kasur kosong di dorm room. Tapi begitu gue masuk ke kamarnya, ternyata ACnya mati, jadi sementara pake kipas angin. Gue batal check in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue meninggalkan My Travel Hub dan melanjutkan pencarian hostel ke daerah China Town. Di sini gue keluar - masuk banyak hostel untuk cari kasur kosong di dorm room, tapi saat itu lagi pada penuh, atau beberapa hostel/penginapan ngga menyediakan dorm room. Akhirnya pencarian berakhir di Monkey Inn Hostel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monkey Inn menyediakan sebuah dorm room isi 13 ranjang. Nyaman dan bersih, sebenarnya...harganya pun terjangkau, RM 25 per malamnya. Tapi ada beberapa hal yang bikin gue kurang nyaman juga. Pertama, untuk masuk ke Monkey Inn sendiri harus menggunakan lift. Lift digunakan termasuk untuk naik ke lantai 4 hostel, yaitu ruang nonton, internet dan setrika. Gue emang kurang nyaman kalo harus menggunakan lift apalagi di bangunan sesempit Monkey Inn. Kedua, penerangan di dorm roomnya remang - remang gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010436.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010436.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kebetulan gue adalah perempuan satu - satunya yang menghuni kamar itu. Dalam beberapa saat gue berkenalan sama penghuni lainnya yang menurut gue unik - unik. Yang pertama menyambut gue adalah seorang cowo asal Sri Lanka yang bergaya ala rapper.  Dia bukan turis, melainkan penghuni tetap di Monkey Inn. Dia pernah bekerja di Malaysia, tapi 4 bulan terakhir sudah tidak bekerja, gitu katanya. Penampilannya emang rada seram, tapi menurut gue dia baik, karena dia bersahabat dan ramah. Penghuni lainnya, namanya Remy, yang juga penghuni tetap di Monkey Inn. Dia warga Malaysia dan kuliah di Singapura. Cita - citanya jadi penyanyi terkenal. Dan dia sangat memuja artis - artis Indonesia...Ungu, Sheila on Seven, Krsidayanti, Agnes Monika, dll. Sepanjang malam gue ngobrol sama dia topiknya soal artis - artis pujaannya itu. Saking bersemangatnya, dia ngga henti - hentinya minta gue dengerin lagu - lagu Indonesia dari Mp4nya. Ya ampun...padahal, sorry to say...gue bukan fans mereka banget! Pertanyaan Remy yang paling ngga penting malam itu : "Cherry pernah ketemu Irwansyah tidak, selama di Jakarta ?". Dan gue malah balik bertanya : "Irwansyah itu siapa ?" &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-confused002.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Dan dia menjawab pertanyaan gue dengan menjelaskan panjang lebar mengenai Irwansyah yang dia kenal di film Heart. Sambil menjelaskan dia juga menunjukkan koleksi CD original yang isinya kumpulan soundtrack film Heart, dan meminta gue mendengarkan salah satu lagunya, yang dinyanyiin Irwansyah whatever itu, melalui Mp4nya. Obrolan seperti ini mungkin kayak kalo Ony lagi ngobrol soal pertandingan bola...atau di saat Ibu-Ibu di kantor gue berkumpul dan ngebahas mengenai proses persalinan dari A-Z...dimana gue ngga nyambung sama sekali. Jadi gue cuma bisa ngedengerin doang sambil manggut - manggut &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-think005.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghuni kamar tetap lainnya adalah Mr. Anthony, asal Singapura yang sementara ini bekerja di Malaysia. Sama seperti kedua penghuni tetap lainnya, Mr. Anthony ramah dan selalu pengen ngebantu. Apalagi begitu dia tahu gue mau melanjutkan perjalanan ke Singapura, dia berusaha ngasih petunjuk sedetil mungkin mengenai Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010439.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010439.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mr. Anthony mengundang gue nonton DVD Secretariat di lantai 4. Ini salah satu film favorit gue. Film yang membuat gue berpikir "Gue pengen mengenal mahluk istimewa bernama kuda lebih dekat" dan menginspirasi gue untuk berlatih kuda. Tapi gue terpaksa menolak, karena gue pengen jalan - jalan dan menikmati udara segar Petaling Street. Di daerah China Town, gue sempat beli durian segala. Kayaknya durian adalah titik lemah gue banget...kayak kriptonitenya Superman mungkin. Susah banget buat gue nahan godaan untuk tidak membeli dan melahap durian &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-excited002.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke hostel gue sempat ke ruang internet, dan begitu gue turun ke kamar yang ada di lantai 1, gue ngobrol ngalor ngidul sama Remy si Ungu Lover. Capek ngobrol, gue ama Remy pun jalan - jalan di Petaling Street lagi buat cari makan. Kita berdua pun mampir di kedai tahu bakar yang letaknya dekat terminal Puduraya. Sebenarnya malam itu Remy ngajakin ke Bukit Bintang untuk nonton live music di kafe outdoor di sana. Live music lagu - lagu Indonesia, tentunya...dan gue menolak, karena pengen istirahat. Walaupun belum tahu pasti rencana gue besok, tapi yang jelas gue harus menyiapkan fisik dulu malam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke kamar, gue disambut dengan suara dengkuran Mr. Anthony yang luar biasa kencangnya. Gue yang awalnya udah siap pengen tidur langsung ragu sesaat, apakah gue bisa tidur malam ini dengan suara dengkuran sedahsyat itu tepat di sebelah tempat tidur gue ! Gue sempat mau pindah kasur, tapi batal, karena selain takut menyinggung Mr. Anthony, gue rasa itu juga ngga ada gunanya. Suara dengkuran sekencang itu gue rasa bisa terdengar sampe ke seluruh penjuru China Town.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010442.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010442.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gue pasrah dan merebahkan badan lelah gue di kasur. Ngga lama kemudian Sri Lanka boy masuk kamar dan mendekat ke kasur gue, dan langsung menyodorkan sebuah permen karet. "Thanks!", gue bilang, dan langsung menyimpan permen karetnya di bawah bantal. Gue akan buang ke tempat sampah di saat ngga ada orang yang lihat, janji gue dalam hati. Bukannya bermaksud ngga ramah, tapi selain karena gue bukan penyuka permen karet, itu salah satu nasihat Nyonya Sitanggang, supaya gue selalu berhati - hati terhadap orang yang baru gue kenal &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-rolleyes005.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngga beberapa lama, dengan badan letih diiringi dengan alunan suara dengkuran Mr. Anthony di sebelah, gue pun tertidur dengan pulasnya &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-sleep012.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-3191599363034905690?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/3191599363034905690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=3191599363034905690&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/3191599363034905690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/3191599363034905690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2011/08/kamis-04-agustus-2011-ngga-kerasa-udah.html' title='Kuala Lumpur....Lagi..dan Lagi...'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-3598796720603657060</id><published>2011-07-19T16:46:00.004+07:00</published><updated>2011-07-19T17:08:42.570+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='me'/><title type='text'>Latihan Kuda ? Why Not....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010309.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010309.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari Sabtu - Minggu (16 - 17 Juli 2011), salah satu weekend paling spesial buat gue. Mendadak gue menemukan tempat yang sangat gue nikmatin, dimana gue bisa "bertemu" kuda - kuda dan anjing - anjing terlatih. Bahkan sejak hari Minggu itu, secara diam - diam gue ikut latihan berkuda dengan instruktur berpengalaman. Senangnya bukan main. Gue pikir selama ini cuma gajah dan anjing yang bikin gue terpesona, ternyata kuda pun, dengan sosoknya yang tangguh, lincah dan kuat, bikin gue 'jatuh hati'.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk kelanjutannya, gue masih menunggu konfirmasi mengenai perijinan Latihan Berkuda gue untuk waktu mendatang, tapi pengalaman gue hari Minggu yang lalu pun, di mana gue berkesempatan menunggangi kuda gagah bernama Samudra yang sangat jinak, terlatih dan yang paling berkesan buat gue...kooperatif..benar - benar pengalaman istimewa buat gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010279.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010279.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kenalan sama Samudra dulu...ngobrol...gosip...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010292.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010292.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Samudra disikat dulu...biar makin ganteng pas latihan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010300.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010300.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Untuk naek ke punggung Samudra butuh perjuangan keras...lega begitu bisa duduk di pelana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010304.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010304.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Walaupun deg - degan...pantat dan paha pegal bukan main..tapi happy bisa nunggang kuda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010314.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 319px; height: 230px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010314.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Latihan selesai, waktunya Samudra kembali ke kandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010315.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1010315.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Harus dimandiin dulu, supaya bersih dan ngga bisulan / luka&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-3598796720603657060?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/3598796720603657060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=3598796720603657060&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/3598796720603657060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/3598796720603657060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2011/07/latihan-kuda-why-not.html' title='Latihan Kuda ? Why Not....'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-5709873017306699147</id><published>2011-05-31T10:49:00.022+07:00</published><updated>2011-06-01T11:40:40.092+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='me'/><title type='text'>Walk to Work</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000431.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000431.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sejak beberapa minggu yang lalu gue mulai ngejalanin hobi dan rutinitas baru: berjalan kaki dari rumah ke kantor, yang jaraknya 4.8 km terhitung dari pintu gerbang rumah di Tanjung Barat sampai jalan masuk utama Cilandak Commercial Estate, kantor gue.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, dari awal Mama ngga pernah setuju sama rutinitas gue ini. Kata Mama, ngga masuk akal harus ke kantor dengan cara begitu (berjalan kaki), padahal nanti di kantor harus kerja berat, stress dan lembur melulu. Mama takut gue kecapean. Tapi rasa penasaran gue mengalahkan segalanya. Gue ngga akan tahu gimana rasanya kalo ngga mencoba dulu kan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari pertama, gue full jalan kaki 4.8 km, tanpa dikombinasi dengan naek kendaraan umum segala. Rasanya ? menyenangkan dan gue ngerasa lebih bugar. Ngga terlalu melelahkan kok...mungkin karena hobi gue lainnya, berbekpeker ria, gue jadi orang yang sangat menikmati berjalan kaki. Begitu sampai di kantor, gue langsung mandi. Kebetulan di kantor disediakan fasilitas kamar mandi, lengkap dengan shower air panas dan air dingin. Hari pertama gue berjalan kaki ke kantor, gue bisa tiba dalam waktu sekitar 55 menit. Gue tiba sekitar jam 8 pagi, trus mandi 15 menit, abis itu ke meja kerja ngerapihin beberapa hal dan check dan balas email &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-gen058.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;, trus jam 9 pagi gue berangkat ke Senayan Sentral untuk meeting sama klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya bikin gue makin segar dan bugar, entah karena jalan kakinya atau karena mandi di kantornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 2 kali Walk to Work, kaki sebelah kanan gue sakit dan nyeri. Ada apa ini ? Rasanya bukan masalah pada tulangnya, tapi tepat di telapak kakinya...Nyeri rasanya setiap kali gue menginjakkan kaki. Alhasil, jalan gue jadi terseok - seok &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-fc/inv.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;. Teman sekantor semakin protes. Selama ini mereka protes karena cara berjalan gue berisik, dan kali ini lebih parah lagi, karena gue cuma bisa menyeret - nyeret sepatu atau sendal gue untuk meminimalkan rasa nyeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue harus ke Pak Julius, tukang pijit langganan, sesering mungkin. Menurut Pak Julius, kaki gue mungkin kaget dan kelelahan. Dia menyarankan supaya gue pemanasan terlebih dahulu sebelum Walk to Work, atau jangan langsung menempuh 4.8 km sekaligus. Harus perlahan - lahan...mulai dari 0.5 km, lalu 1 km keesokan harinya, lalu 2 km di hari berikutnya...dan seterusnya. Nasihat yang baek, tapi susah gue jalanin. Jadi, begitu kaki gue sudah mulai pulih, gue pun kembali ke jalan, ber - Walk to Work lagi. Sekali udah di jalan, gue males untuk naik angkutan umum. Gue menikmati banget acara Walk to Work gue...ini rutinitas baru yang bikin gue bersemangat menyambut hari setiap pagi &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-happy093.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa gue milih untuk Walk to Work, alasannya :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Ini cara alternatif gue berolah raga. Abis gue ngga pernah bisa pegang komitmen untuk olah raga di hari Sabtu atau Minggu, atau hari libur kantor lainnya. Entah kenapa setiap kali mau olah raga, rasa malas datang dan gue langsung mencari - cari alasan buat menghindar &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-fc/no.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Walk to Work memicu gue untuk bangun lebih pagi setiap hari. Biasanya gue baru bangun jam 07.30 pagi, itu pun karena dengar suara Mama teriak - teriak nyuruh gue bangun&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gue senang jalan kaki. Dengan cara ajaibnya yang susah dijelaskan, jalan kaki bikin gue happy dan bersemangat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ngobatin penyakit insomnia. Ini masalah yang sering gue hadapi, apalagi kalo lagi stress sama urusan pekerjaan. Tapi sejak gue rajin jalan kaki, gue jadi gampang tidur &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-fc/sleep.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;, dan tidur gue juga sangat amat berkualitas&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ngobatin kerinduan gue berbekpeker. Hal paling banyak yang gue lakukan pas bekpekeran adalah menikmati lokasi liburan gue dengan berjalan kaki. Tapi liburan cuma bisa gue lakukan setiap 3 bulan sekali. Jadi, di sela - sela itu, gue pake ransel gue yang isinya penuh, mulai dari handuk, baju kerja, peralatan mandi, pakaian dalam, dan lain sebagainya, trus pake konstum santai ala jogging lengkap dengan sepatu olah raga, trus berjalan...dan berjalan...dan berjalan...menikmati pemandangan alakadar sepanjang Tanjung Barat - Cilandak&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mungkin ini bisa dibilang wujud program Go Green gue...Dari pada cuma bisa ngomong doang..."Lakukan Penghijauan"...atau "Mari bersama kurangi emisi karbon"....bla bla bla...mungkin hal kecil yang gue lakukan ini, selain juga baik untuk diri sendiri, juga hal positif untuk lingkungan gue &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-happy091.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hemat biaya. Sebenarnya setiap hari gue bisa numpang sama Ony naek motor. Tapi misalnya kalo dihitung - hitung biaya yang mungkin keluar kalo gue naek angkutan umum, begini ilustrasinya : Ongkos berangkat : Rp. 2,000 (S15) ditambah Rp. 2,500 (Kopaja 63). Ongkos pulang : Rp. 2,000 (Kopaja 63). Jadi total sehari : Rp. 6,500. Kalo gue lakukan Walk to Work selama 25 hari, gue udah bisa menghemat Rp. 162,500. Dengan uang segitu gue udah bisa beli tiket Jakarta - Kuala Lumpur return kalo pas Airasia bikin program promosi Rp. 10,000. Kayaknya apapun akan gue hubungkan dengan urusan bekpekeran gue...gue bakal rela berjalan kaki berapa hari pun asal gue bisa dapat tiket bekpekeran &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-cool05.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Tapi ada juga tantangan yang harus gue hadapi selama ber Walk to Work :&lt;br /&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Mama protes melulu....takut gue kecapean dan prihatin karena anak perempuannya ini makin hitam dan dekil penampilannya. Setiap pagi mau jalan, Mama melepas kepergian gue dengan resah dari sedikit ngomel...Mama bilang, gue emang punya banyak hobi aneh, tapi yang ini udah keterlaluan dan "ngga masuk akal buat Mama"&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gue belum bisa membiasakan diri untuk jalan pelan atau santai. Kalo begini, masalah yang akan gue hadapi kaki gue nyeri melulu setiap selesai jalan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Polusi udara. Sebenarnya jalan Tanjung Barat - Cilandak enak dilalui, karena banyak pohon rindang, dan tukang jualan tanaman berjejer di sebelah kiri jalan, tapi tetap aja...jalan rayanya sempit dan padat oleh kendaraan bermotor. Jarak antara trotoar dan jalan raya pun dekat amat..otomatis sepanjang berjalan kaki, tanpa bisa dihindari, gue menghirup udara yang terpolusi bersumber dari knalpot - knalpot kendaraan&lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-fc/yuk.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;. Jadi tantangan gue, suka ngga suka, gue harus mulai membiasakan diri menggunakan penutup hidung dan mulut, untuk melindungi diri gue dari udara beracun&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belakangan gue lagi suka browsing - browsing internet nyari informasi mengenai komunitas Walk to Work. Tujuan gue bukan nyari teman jalan kaki menuju kantor, tapi bertemu dengan orang - orang yang punya minat dan concern yang sama...dan sekaligus sedikit melegakan hati Mama, bahwa hobi aneh anak perempuannya juga ternyata dilakukan orang lain &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-fc/barmy.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Kakiku panjang, kakiku sayang...ayo semangat ber-Walk to Work &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-fc/wootrock.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; !!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-5709873017306699147?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/5709873017306699147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=5709873017306699147&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/5709873017306699147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/5709873017306699147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2011/05/walk-to-work.html' title='Walk to Work'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-2957077495092781668</id><published>2011-05-30T16:41:00.027+07:00</published><updated>2011-09-27T16:49:04.062+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cambodia'/><title type='text'>25 April 2011 - Lea Heuy, Cambodia !</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000838.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000838.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini gue bangun ekstra pagi...Berakhir sudah liburan gue di Siem Reap yang luar biasa ini, sekarang waktunya kembali ke Kuala Lumpur.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Karena jadwal penerbangan Siem Reap - Kuala Lumpur gue jam 08.35 pagi, kemarin gue janjian sama Mr. Sambo untuk jemput gue dari Golden Temple jam 06.00 pagi. Berat banget untuk ucapin 'selamat tinggal' ke Golden Temple Villa. Semua yang ada di hotel ini benar - benar menyenangkan, mulai dari seluruh stafnya yang ramah, bersahabat dan siap membantu, fasilitasnya yang lengkap, kebersihannya yang terjaga...semua deh &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-happy088.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dari Golden Temple ke airport cuma ditempuh kurang dari 30 menit, karena jalan raya masih sepi. Ternyata untuk berpamitan sama Mr. Sambo lebih berat lagi...Mr. Sambo partner sejati, sahabat gue paling dekat selama di Siem Reap. Gue ngga akan lupa sama keramahannya yang tulus...yang selalu nawarin gue air mineral dingin dan tissue basah tiap kali ngeliat gue kecapean...yang selalu teriak "Halloooo...!!" sambil melambaikan tangan dengan wajah berseri - seri...yang selalu bersedia nganterin gue kemana pun...yang selalu nanyain apakah gue mau dibantuin motret atau ngga. Perjalanan gue yang indah dan berkesan ngga lepas dari kehadiran orang - orang baik dan menyenangkan kayak Mr. Sambo, staf - staf Golden Temple Villa dan yang lainnya...Selama beberapa hari di Siem Reap, gue merasa penduduk lokalnya tuh bersahabat dan ramah banget...makanya gue betah, walaupun sendirian...walaupun ngga kenal bahasa lokal sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000833-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000833-1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Abis check in di counter AirAsia, gue dibikin kaget karena diharuskan membayar aiport tax USD 25. Ampunn....&lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-basic/sadno.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; !! Padahal di kantong gue cuma tersisa USD 26. Begitu gue tanya apakah gue bisa membayar dalam Rupiah, petugasnya menolak. Dan, berhubung peraturan airport tax ini baru diberlakukan sejak tanggal 01 April 2011, bukan hanya gue yang terkejut (dan ngga ikhlas) pas disuruh bayar biaya yang ngga sedikit itu. Tapi apa daya, dengan bersungut - sungut, semua calon penumpang yang akan meninggalkan Siem Reap pagi itu harus membayar USD 25.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan lebat mengantar keberangkatan gue menuju Kuala Lumpur. Lea Heuy, Cambodia &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-basic/bye.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; ! Gue tiba di Kuala Lumpur jam 11.35 siang. Masih banyak waktu sampai penerbangan gue berikutnya menuju Jakarta, yang akan berangkat jam 22.25 waktu Kuala Lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalem waktu di Golden Temple Villa gue sempat mencari - cari informasi, hal apa yang bisa gue lakukan untuk menghabiskan waktu sambil nunggu penerbangan ke Jakarta. Sempat terbersit ide nekad untuk ke Pahang. Di sana ada Kuala Gandah Elephant Sanctuary. Sepanjang perjalanan Siem Reap - Kuala Lumpur, gue gelisah...menimbang - nimbang...berangkat ke Pahang atau ngga. Sebenarnya kalo dihitung - hitung waktunya, ngga mungkin sempat. Tapi gue penasaran...segala hal yang berhubungan ama gajah pasti akan bikin gue bersemangat, &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-basic/drool.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; penasaran, dan gelisah kalo ngga bisa mewujudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000841.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000841.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tapi akhirnya gue harus menerima keputusan sendiri yang bikin kecewa : Pahang harus ditunda, waktunya ngga memungkinkan. Kadang gue harus susah payah mengingatkan diri gue sendiri bahwa nekad doang ngga cukup, gue harus realistis, biar usaha gue untuk memuaskan rasa penasaran ngga malah menimbulkan masalah ke depannya. Pake ada perang batin segala antara Cherry yang nekad dan Cherry yang (sok) bijak &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-think004.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;. Cherry nekad ngga sabar pengen ketemu dan maen - maen sama gajah - gajah yatim piatu di Sanctuary...tapi Cherry (sok) bijak mengingatkan bahwa gue ngga punya cukup uang dan waktu. Lebih baik gue cari tiket lagi ke Kuala Lumpur supaya bisa lebih leluasa menikmati waktu gue di Sanctuary. Cherry nekad tetap ngotot untuk ke Pahang, karena ini pasti jawaban doa dari Yesus yang tahu kalo gue pengen banget ke Way Kambas...Cherry (sok) bijak bilang, walaupun gue udah punya modal informasi transportasi umum ke Pahang, tapi kan gue harus siapkan waktu dan mental untuk nyasar waktu nyari lokasinya...Dan Cherry (sok) bijak benar...Pahang adalah tempat asing dan jauh buat gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, apapun keputusannya, gue tetap akan meninggalkan LCCT. Maka gue naik Sky Bus menuju KL Sentral untuk titip ransel di Coin Locker. Abis itu gue ke WC untuk ganti celana pendek jadi rok. Ngga ada yang bisa prediksi kapan mood pengen tampil feminin gue muncul dan lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari KL Sentral gue naek LRT menuju Pasar Seni. Tujuan gue ke Central Market..buat liat - liat. Setelah lelah berkeliling, gue mampir di Dr. Fish, tempat gue bisa menikmati pijitan kaki oleh combfish. Harganya RM 5 untuk 15 menit. Rasanya aneh dan geli. Tapi lumayan menyegarkan buat kaki - kaki lelah gue. Yang bikin tambah relaks lagi begitu ngeliat ekspresi para pengunjung lainnya. Apalagi pas ada seorang lelaki bule bertatto yang begitu memasukkan kedua kakinya ke dalam kolam langsung teriak - teriak histeris...kaget dan ketakutan &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-basic/bop.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;. Dia jadi bahan tertawaan gue dan pengunjung lainnya. Mungkin buat dia itu jadi 15 menit paling menyiksa dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelar fish massage, gue melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Taman Tasik Perdana alias Lake Garden. Sejak hati gue memutuskan ngga ke Pahang, gue langsung memikirkan Lake Garden untuk tempat peristirahatan gue selama waktu transit. Berjalan kaki dari Central Market menuju Lake Garden bikin kaki gue yang sempat relaks jadi cape lagi &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-basic/sweat.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;. Tapi semua terbayar, gue tiba di Lake Garden, duduk di tanah berumput di pinggir danau. Gue langsung keluarkan novel, snack dan air mineral dari ransel. Nikmatnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000852.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000852.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ketenangan gue terpecah begitu mendengar gemuruh petir. Hhmmm...kayaknya setiap kali gue sampe di Lake Garden keasyikan gue selalu terganggu sama hujan nih! Gak lama kemudian, awan gelap pun datang, mengganggu istirahat gue di Lake Garden. Mau ngga mau, gue mulai mengambil langkah pulang. Sebal. Gue belum puas istirahat di sini, kaki gue masih menyisakan rasa cape karena jalan kaki dari Central Market tadi. Tapi bayangan bakal terjebak di Lake Garden ditemani hujan lebat dan suara petir bersahut - sahutan juga bikin gue ngga tenang &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-shocked025.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;. Gue pun meninggalkan lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan langkah ngebut, gue berusaha mencari jalan keluar dari kawasan Lake Garden. Hujan mulai turun, gue pun berhenti sejenak untuk pake jas hujan. Hal yang ngga gue harapkan, terlebih di saat cuaca kurang bersahabat kayak gini, pun terjadi. Gue kesasar. Ternyata gue udah berputar - putar dari tadi, dalam tujuan gue menuju Masjid Negara. Gue pun berhenti sejenak di halte bus Hop On Hop Off (HOHO), untuk mempelajari jalan pulang. Di situ lagi ada sepasang turis asal Timur Tengah. Dengan ramah mereka menyapa gue dan menanyakan apakah gue juga lagi nungguin bus HOHO. Gue jelasin kalo gue sebenarnya lagi kesasar menuju jalan utama. Mereka iba banget ngeliat gue, dan minta gue nunggu bus HOHO aja. Dengan halus gue menolak. Dalam hati gue meratap kesal...&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ini kali kedua gue ke Lake Garden dan untuk kedua kalinya pula gue kesasar. Gue harus bisa mencari jalan keluar sendiri ! Bukan dengan bus HOHO, tapi tetap dengan jalan kaki. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya setelah beberapa kali berputar - putar di daerah yang sama, gue menemukan Masjid Negara. Lega...walaupun hujan belum berhenti. Sebenarnya gerah untuk pake jas hujan dalam waktu agak lama...Dan gue sempat bernegosiasi dalam hati, apakah gue boleh naik Rapid KL menuju Pasar Seni. Tapi lagi - lagi hati gue menolak. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gue tiba di situ dengan berjalan kaki, gue harus bisa kembali ke Pasar Seni dengan cara yang sama. Tapi kan hujan...dan gue paling takut sama petir !! Hujan ngga boleh jadi alasan, karena gue punya jas hujan. Dilarang manja ! Ahh..kejamnya Cherry...&lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-basic/shy.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di Pasar Seni Station, gue pun naik LRT kembali ke KL Sentral. Di KL Sentral gue sempat membersihkan diri sebentar, ambil ransel dari Coin Locker, trus naik Sky Bus kembali ke LCCT. Tiba di LCCT gue pun langsung check in, menuju pemeriksaan imigrasi, dan boarding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000853.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000853.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di dekat ruang boarding ada toko snack favorit gue, Country's Tid-Bids and Candies Cottage. "Favorit" bukan karena gue sering belanja oleh - oleh di sini, tapi karena disinilah gue bisa menikmati snack - snack gratis. Gratis ? Iya...gue akan berkeliling ke seluruh toko, dan menikmati hamparan sampel yang boleh dinikmati secara gratis. Biasanya yang disediakan sampel adalah snack manisan, asinan atau permen. Ada dried mango, dried pinapple, gummy candy, dan lainnya...Yummy &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-eatdrink026.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;!!! Setelah puas menikmati produk sampel, gue naik eskalator menuju ruang boarding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini gue ambil posisi tiduran dengan ransel gue sebagai bantal. Tiba - tiba gue dengar pengumuman bahwa penerbangan gue ditunda keberangkatannya selama 1 jam, karena pesawatnya belum tiba dari Jakarta. Aduh...! Padahal gue udah mengantuk berat...Gue pun menunggu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejam kemudian, pesawat pun datang dan penumpang dipersilahkan masuk. Begitu duduk, gue langsung tertidur pulas, dan terbangun beberapa menit menjelang pesawat lepas landas di airport Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan yang luar biasa menyenangkan. Perjalanan yang kembali mengingatkan gue bahwa bermimpi itu indah, indah kalo gue berusaha dan selalu berdoa pada Yesus untuk mewujudkannya. Dan itu akan jadi perjalanan yang indah juga karena Yesus selalu menyertai gue...dalam keadaan apapun. Terima kasih Yesus !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-happy096.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-2957077495092781668?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/2957077495092781668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=2957077495092781668&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/2957077495092781668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/2957077495092781668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2011/05/25-april-2011-lea-heuy-cambodia.html' title='25 April 2011 - Lea Heuy, Cambodia !'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-584981686666016477</id><published>2011-05-18T17:55:00.033+07:00</published><updated>2011-09-27T16:49:37.862+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cambodia'/><title type='text'>24 April 2011 - Busy City Tour</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000763.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 319px; height: 307px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000763.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini waktunya City Tour.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Walaupun belum puas sama Angkor, tapi hari ini, sesuai rencana, waktunya gue wisata museum, sekalian putar - putar kota Siem Reap. Museum yang akan gue kunjungi letaknya variatif, mulai dari Mineland Museum yang ada di kawasan Angkor, tepatnya dekat Bantey Srey, sampai ke War Museum. Untuk tour hari ini gue bayar USD 12, dan kali ini Mr. Sambo yang jadi partner gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat pertama yang gue singgahi adalah Landmine Museum. Tiket masuknya USD 3. Sejujurnya gue terheran - heran sama harga tiketnya...USD 3 setara IDR 25 ribu lebih. Masa untuk masuk museum aja pengunjung harus bayar semahal itu &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-fc/confused.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu masuk ke dalam bangunan museum, gue langsung disambut sama berbagai macam wujud dan foto - foto ranjau darat. Museum ini dibangun tahun 1997 oleh Aki Ra, yang sudah harus jadi tentara Khmer Merah sejak kecil. Dia udah mulai mengumpulkan ranjau - ranjau darat di seluruh kawasan Cambodia sejak tahun 1995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk lebih dalam lagi, gue disambut sama foto Aki Ra dalam ukuran besar dengan kutipannya, "I want to make my country safe for my people.." Salut &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-gen053.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;....dia punya keinginan sekuat baja untuk melakukan 'sesuatu' untuk bangsanya. Hal yang ngga pernah terpikir sedikit pun sama gue. Kalo ada yang bertanya ke gue apa yang udah gue lakukan buat bangsa gue, mungkin dengan tampang bego gue cuma bisa menjawab "Bayar airport tax IDR 150,000 &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-fc/cupid.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di museum ini pengunjung bisa membaca segala hal yang berhubungan dengan kegiatan pembersihan ranjau darat di Cambodia, termasuk mengenai korban - korban yang jatuh, yaitu dari petugas pembersih ranjaunya. Foto - fotonya lumayan bikin ngeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya museumnya menarik dan informatif, tapi kecil banget. Cuma ada 3 ruangan kecil dan 1 ruang kaca di tengah yang isinya berbagai jenis ranjau darat. Setelah puas baca - baca artikel yang dipamerkan, gue melanjutkan perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan kembali ke kota, gue minta Mr. Sambo untuk berhenti di Butterfly Center. Museum Kupu - kupu. Cuma, berhubung harga tiket masuknya mahal amat, USD 4, gue batal beli. Tambah bingung nih gue dengan harga tiket masuk museum di Siem Reap ini. Padahal dari luar aja gue bisa nilai kalo ngga ada yang istimewa banget di Butterfly Center ini. Gue rasa ngga jauh berbeda dengan Museum kupu - kupu di TMII. Dengan hati kecewa, gue langsung meninggalkan lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000777.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000777.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Perjalanan pulang - pergi dari pusat kota ke Landmine Museum tuh hampir 2 jam. Sepanjang perjalanan gue cape nahan ngantuk. Mungkin fisik gue udah kecapean, sementara waktu tidur gue juga agak kurang. Trus ditambah angin kencang sepanjang perjalanan, beberapa kali gue hampir tertidur. Karena ngga tahan, gue bilang sama Mr. Sambo untuk antar gue balik ke Golden Temple. Gue mau tidur siang sebentar. Mama pasti bakal ketawa terpingkal - pingkal kalo tahu. Anak perempuannya yang preman dan panjang kaki ini tumbang juga dan sekarang butuh tidur siang, kayak bayi...kayak Abby, tepatnya. Selain itu, gue juga perlu mampir ke Golden Temple buat recharge kamera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue minta Mr. Sambo jemput gue setengah jam lagi. Begitu tiba di presidential suite, gue langsung ambil masker muka dari kulkas, ngolesin di muka gue, trus merebahkan badan di ranjang empuk. Entah kenapa, untuk trip kali ini gue emang rada centil. Gue bawa masker muka siap pakai segala. Dan ternyata sangat bermanfaat di tengah hawa Siem Reap yang super panas dan berhasil ngebakar kulit muka gue habis - habisan. Lumayan bikin segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata setengah jam kurang, walaupun gue udah pasang alarm di handphone, ternyata gue baru terbangun sejam kemudian &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-fc/drool2.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;, itu pun dengan kepala berat karena masih ngantuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue pun membersihkan muka, dan segera melesat mencari Mr. Sambo. Tujuan berikutnya, National Museum, yang lokasi searah dengan pintu masuk utama Angkor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000768.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000768.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tiket masuknya USD 12. Alamak !!! Mahal amat ! Udah gitu, pengunjung ngga boleh menggunakan kamera. National Museum terdiri dari galeri - galeri yang isinya beda - beda. Ada Galeri Angkor Wat, Galeri Angkor Thom, Galeri Jaman Peradaban Khmer, Galeri Agama dan Kepercayaan, Galeri 1000 Patung Buddha, dan lainnya. Galeri 1000 Patung Buddha adalah Galeri pertama yang gue masukin. Di sini, walaupun gue tahu bahwa pengunjung dilarang memotret, dengan berpura - pura ngga tau aturan, gue nanya ke petugas, "Can I take photo here ?", yang dijawab dengan ramah, "No." Gue pun berkeliling lagi, dan ternyata si petugas berjalan mendekat ke gue dan bilang, "Okay, you can take 1 photo...only 1 photo." Gue senang..trus langsung ngeluarin kamera dan menyodorkan ke dia, minta tolong supaya dia motret gue. Ternyata sekali ngga cukup, 2 kali si petugas yang baik hati memotret gue. Makasih, Pak !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis itu gue keluar masuk dari galeri ke galeri, dan setelah puas berkeliling gue meninggalkan gedung museum, mencari Mr. Sambo, partner gue yang baik hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000801.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000801.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tujuan berikutnya War Museum. Awalnya, gue membayangkan War Museumnya Siem Reap akan hampir sama dengan War Museumnya Ho Chi Minh. Begitu tiba di lokasi, gue bingung dan cuma bisa bengong. Tempat penjualan tiketnya alakadar banget, tapi harga tiketnya USD 3. Astaga...terkuras sempurna isi dompet gue sejauh ini. Begitu di pintu masuk museum, gue makin heran lagi. Ternyata War Museum lokasinya di dalam...kebun ? Bukan gedung atau bangunan seperti yang gue bayangkan. Ini kebun...dengan banyak pohon - pohon, rerumputan, ilalang..dan lain sebagainya. Ini kayak kebun belakang Mama, yang isinya ada pohon pisang, pohon singkong, dan lain - lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedanya, di sini disusun berbagai macam tank dan transportasi perang lainnya. Tapi kondisinya itu lhoo...udah tua, karatan dan ngga terawat banget. Jadi kayak tumpukan besi tua aja. Di sebelah kiri dan kanan dibuat balai - balai kecil yang isinya beberapa jenis senjata, bom, peluru, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pintu masuk, gue langsung disambut sama seorang lelaki yang menawarkan diri jadi guide gue. Gue langsung nanya, apakah gue perlu membayar untuk pake jasanya dia, dan dia bilang ngga perlu, tapi diharapkan memberikan sumbangan sukarela. Gue menolak, dan memilih lihat - lihat sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000802.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000802.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Satu hal lagi yang gue lihat unik di Siem Reap ini. Di mana - mana, mulai dari hotel, museum dan tempat - tempat wisata lainnya, selalu ada kotak "Tip" dan "Donation".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kayaknya museum paling alakadar yang gue lihat deh...ngga habis rasa heran gue kenapa bisa bikin museum di kebun begini...dengan tiket masuk seharga USD 3 pula !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bosen berkeliling sendirian, gue keluar untuk nyari Mr. Sambo. Gue ajak Mr. Sambo ke dalam dan bantuin gue foto. Foto - foto di antara tank - tank karatan ala War Museumnya Siem Reap. Hampir jam 3, gue dan Mr. Sambo meninggalkan lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000818.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000818.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tujuan berikutnya, Cambodian Cultural Village (CCV). Lokasinya ngga terlalu jauh dari War Museum. Tapi kondisi Cambodian Cultural Village jauh lebih bagus dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo di Indonesia, CCV ini mungkin punya konsep yang sama dengan TMII. Tiket masuk USD 11...Mama, Cei bangkrut hari ini &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-fc/cry2.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; !! Tapi CCV menarik banget isinya dan luas. Di dalamnya, pengunjung bisa menikmati Wax Museum, Millionaire House, Cham Village, Kola Village, Chinese Village, Kroeng Village, Mini Theater, Taman yang isinya miniatur bangunan - bangunan bersejarah, dan lain sebagainya. Dan, pengunjung juga bisa menikmati pertunjukan atau show upacara tradisional masing - masing village yang jadwalnya beragam. Asyik banget...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000817.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000817.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tempat pertama yang gue kunjungi justru taman bermain anak - anak. Gue pengen istirahat dan main ayunan. Sebenarnya gue udah cape luar biasa &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-sick021.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;. Ditambah lagi kayaknya sinar matahari yang menyengat udah menyedot energi gue habis - habisan. CCV luas dan menarik banget, gue ngga mau melewatkan satu lokasi pun. Jadi gue beristirahat sejenak untuk mengumpulkan tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kurang lebih 2 jam berputar - putar di CCV, gue keluar meninggalkan lokasi. Di halaman CCV gue mencari Mr. Sambo di tempat parkir tuktuk. Gue ngga melihat Mr. Sambo maupun tuktuknya. Gue cari ke sudut lain, sapa tahu Mr. Sambo parkir di tempat yang berbeda. Ngga ada. Gue keluar menuju jalan raya, berharap Mr. Sambo parkir di tepi jalan raya. Ngga ada juga. Panik. Gue bukan panik karena ditinggal di tempat yang ngga gue kenal, tapi karena gue udah terlalu lelah dan pengen segera balik ke Golden Temple, ke presidential suite gue yang nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue putus asa...Mr. Sambo ngga ada dimana pun. Gue ke loket tiket, minta tolong untuk meminjam telepon. Gue mau nelpon ke Golden Temple Villa, minta mereka mengirim tuktuk lainnya untuk jemput gue. Petugasnya dengan ramah membantu gue dan menanyakan nama supir tuktuk yang mengantar gue. Setelah itu dia masuk ke dalam kantor untuk menelpon. Ngga beberapa lama kemudian dia kembali ke gue dan bilang kalo dia sudah menelepon. Gue diminta menunggu, nanti akan ada supir tuktuk yang akan jemput gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000811.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000811.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gue kesal dan kecewa. Mr. Sambo adalah partner sejati gue, tapi dia mengkhianati gue ! Pikiran gue berkecamuk...sibuk menyusun kata - kata yang akan gue lontarkan untuk mengadukan masalah ini ke pihak Golden Temple. Mr. Sambo kejam...dia ngga bertanggung jawab...dia meninggalkan gue begitu aja di Cambodian Cultural Village, tanpa permisi &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-angry049.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; !! Dan tiba - tiba..."Hallloooo...!!!!" Mata gue langsung memandang tuktuk yang sangat gue kenal dan Mr. Sambo yang tersenyum girang sambil melambaikan tangan. Horeeee !! Gue girang bukan main dan langsung loncat meninggalkan bangku. Mr. Sambo, partner dan pahlawan gue !! Dalam sekejap kemarahan dan kekecewaan gue lenyap, berganti kelegaan karena bisa ngeliat Mr. Sambo lagi. Gue cuma bertanya, "Where have you been ??"Dan dia menunjukkan ban tuktuk, yang gue asumsikan dia menjawab : tambal ban. Komunikasi gue ama Mr. Sambo emang lebih banyak pake bahasa isyarat. Tapi itu lebih dari cukup. Gue dan Mr. Sambo adalah partner sejati &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-fc/drunk.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;...kayak Asterix dan Obelix...Batman dan Robin...Sponge Bob dan Patrick...Indomie dan Cabe Rawit...Sangsang dan Panggang....Lapar....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di Golden Temple, rutinitas gue masih sama, ke ruang internet sebentar, mandi, trus ke Angkor Market dan Luck Bakery. Kali ini gue berhasil mendapatkan Muffin coklat, buat sarapan besok pagi menuju ke Airport.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000824.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000824.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kembali ke Golden Temple, gue ke ruang internet lagi. Gue ada janji body massage jam 9 nanti. Untuk body massagenya gue bayar USD 3/jam. Begitu jam 9 tepat, gue ke ruang massage, ganti kostum, trus merebahkan badan lelah gue di kasur. Pasrah dan menikmati setiap pijitan massagernya. Gue emang niat banget untuk dipijit, karena gue tahu, malam ini, malam terakhir gue di Siem Reap, kondisi badan gue pasti udah kecapean luar biasa. Dan malam ini, gue sedikit memanjakan badan gue yang kata Mama "ngga pernah ada capenya". Cape kok, Ma...cape banget sebenarnya...tapi ngga terlalu kerasa karena hati Cei senang bukan main.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai dipijit, dengan terhuyung - huyung nahan ngantuk, gue kembali ke presidential suite. Di kamar gue mengemasi ransel dan barang - barang gue, siap - siap mengucapkan selamat tinggal kepada kamar termewah dalam sejarah bekpekeran gue. Setelah semua rapi, gue pun tidur dengan lelapnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-584981686666016477?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/584981686666016477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=584981686666016477&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/584981686666016477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/584981686666016477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2011/05/24-april-2011-busy-city-tour.html' title='24 April 2011 - Busy City Tour'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-8210069869982814414</id><published>2011-05-04T18:21:00.034+07:00</published><updated>2011-09-27T16:49:59.356+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cambodia'/><title type='text'>23 April 2011 - Rolouse Group Tour</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000647.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 255px; height: 191px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000647.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini gue akan meninggalkan Golden Villa agak siang. Gue sengaja minta sama staff Golden supaya supir tuktuk jemput gue jam 10 pagi aja...gue pengen punya waktu agak panjang untuk tidur dan santai.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Jadi pagi ini gue bisa santai di teras Golden sambil baca buku yang gue bawa, &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-gen063.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; The Yearning, dengerin suara Jason Mraz dari Mp3, sambil menikmati secangkir teh hangat. Mantap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk persiapan hari ini, gue mesan makan siang dari Golden Temple Restaurant. Harganya sekitar USD 2.5, padahal isinya cuma nasi putih sama sayur. Gue ngga tau sayur apaan, tapi rasanya jadi sama kayak tumis kangkung gitu kalo di Indonesia. Sebenarnya kalo diitung - itung mendingan gue beli makan siang di KFC, tapi berhubung belum siap berjalan panjang pagi ini, akhirnya gue pesan makanan ala vegetarian itu. Lagian, emang ada baiknya gue konsumsi sayur dulu hari ini, untuk intermezo dari makanan junk food yang gue beli beberapa hari belakangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000640.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 224px; height: 168px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000640.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tepat jam 10 pagi, Noy, sopir tuktuk datang menjemput. Gue agak kecewa karena hari ini ngga bisa jalan sama Mr. Sambo. Mr. Sambo khan partner, guide, sekaligus teman terdekat gue selama di Siem Reap ini. Tapi berhubung gue baru pesan tuktuk pagi ini ke staff Golden Temple, menurut mereka Mr. Sambo sudah ada jadwal dengan tamu lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini waktunya Rolous group tour ditambah sunset di Angkor Wat. Rolous group tour artinya gue akan mengunjungi 3 temple : Preah Ko, Bakong, and Lolei. Dan untuk acara jalan - jalan hari ini gue membayar sewa tuktuk USD 12.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temple yang pertama gue kunjungi adalah Preah Ko. Templenya kecil, letaknya dekat sama rumah - rumah warga. Pagi ini belum banyak turis yang datang. Kalo pun ada rombongan turis, paling lama mereka akan menghabiskan waktu sekitar 20 menit di sini. Mendengarkan tour guide, foto - foto keliling temple, trus berangkat lagi. Gue tinggal di situ sampe ada sekitar 4 - 5 kali rombongan turis datang dan pergi. Gue menikmati suasana hening dan tenang selama di sana. Noy nunggu di jalan utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000670.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 199px; height: 266px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000670.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Puas di Preah Ko, berikutnya Noy mengantar gue ke Lo Lei. Dibandingkan Preah Ko, Lo Lei jauh lebih megah. Tapi berhubung cuaca lagi panas bukan main sementara ngga ada tempat untuk berteduh sama sekali, gue ngga terlalu lama berkeliling di sini. Temple terakhir yang gue kunjungi di Rolous Group ini adalah Bakong. Templenya kecil banget...cukup sekali berkeliling, foto - foto dikit, abis itu gue ninggalin lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak di Preah Ko gue kenalan sama seorang turis asal Kanada, yang bikin gue sadar kalo perjalanan gue kali ini judulnya "just me and Jesus". Kali ini gue ngga terlalu ngotot pengen cari temen baru, karena gue pengen bisa mengeksplorasi Siem Reap, khususnya Angkor, sepuas - puasnya, tanpa terganggu sedikit pun. Jadi, walaupun bisa menghemat biaya (tuktuk), gue ngga berminat untuk join tuktuk sama turis lain, baik yang gue kenal di Golden Villa ataupun di jalan. Karena cara gue menikmati Angkor bisa jadi berbeda sama orang lain...misalnya gue betah duduk bengong di Bayon selama 2 jam atau bolak - balik menyusuri lorong - lorong sepi di Angkor Wat &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-cool05.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;...atau tertakjub - takjub mengamati akar - akar pohon besar di antara tembok Ta Phrom temple...Belum tentu orang lain sabar nungguin gue dengan keasyikan gue itu, kecuali Mr. Sambo. Sedangkan kalo gue berbagi tuktuk dengan orang lain, gue ngga bisa melakukan hal - hal kayak gitu semaunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punya partner jalan - jalan emang ada baiknya, ada temen ngobrol &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-talk024.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;, ada temen yang bisa motretrin gue, ada temen berbagi ongkos tuktuk...tapi kali ini gue nyaman banget dengan kesendirian gue. Lagian, ada Mr. Sambo yang biasanya jadi partner gue. Gue ngga perlu banyak ngobrol...karena kadang saking capenya gue suka tertidur &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-sleep019.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; di tuktuk. Selain itu, pikiran gue asyik sendiri melayang menikmati pemandangan luar biasa yang gue liat selama di Angkor atau Siem Reap ini. Untuk urusan foto, ada tripod yang sangat ngebantu tiap kali gue mau ambil foto diri. Selain itu, Mr. Sambo juga seringkali menawarkan diri untuk ngambil foto gue kok...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si turis Kanada ini pengen join sama gue karena sopir tuktuknya ngga bisa bahasa Inggris sama sekali. Sementara Noy, walaupun terbatas, tapi dia masih bisa diajak berkomunikasi pake bahasa Inggris. Tapi belum apa - apa si turis Kanada ini terlalu memaksakan diri banget. Dia ngotot minta ke Landmine Museum. Noy dan sopir tuktuknya menolak, karena dari awal ngga ada perjanjian untuk ke sana. Landmine Museum khan jauh, di dekat Bantey Srey. Awalnya gue setuju untuk ke Landmine Museum, karena Rolous group tour udah hampir selesai, dan gue masih punya banyak waktu sampai menunggu sunset di Angkor Wat. Tapi gue ngga suka dengan sikapnya yang terlalu memaksa. Akhirnya gue bilang, gue akan ke Landmine Museum besok, dan kalo dia tetap ngotot mau ke sana siang ini, terserah dia. Gue pikir - pikir, ini kesempatan emas buat gue bisa memisahkan diri. Gue udah berhari - hari terbiasa jalan sendirian, jadi agak risih, menjurus terganggu, kalo ada yang jalan bareng gue sepanjang waktu. Akhirnya gue dan Noy berangkat ke Angkor, meninggalkan si turis Kanada dengan sopir tuktuknya di Bakong &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-taunt002.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000717.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 224px; height: 168px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000717.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dari Bakong, perjalanan dilanjutkan ke Angkor. Cukup jauh...sampai gue tertidur di tuktuk. Tiba di Angkor gue minta diantar ke Bayon. Bayon lagi...Bayon lagi...sejujurnya emang gue lebih jatuh cinta sama Bayon dibandingkan Angkor Wat. Temple paling keren yang pernah gue liat, selain itu disini cenderung sepi. Gue tinggal di situ sampai langit agak gelap. Bukan karena menjelang sore tapi karena mendung. Setelah puas, gue melanjutkan perjalanan ke Angkor Wat. Sepanjang jalan antara Bayon dan Angkor Wat angin kencang bertiup. Ngeri &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-gen139.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;...duduk di atas tuktuk menyusuri jalan Angkor yang lebih seperti hutan, dengan angin kencang dan awan gelap kayak begini. Gue harus menutup mata gue rapat - rapat supaya mata gue ngga kemasukan debu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000746.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 213px; height: 223px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000746.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kedatangan gue di Angkor Wat langsung disambut sama hujan deras. Gue mulai menyiapkan hati gue untuk ikhlas kehilangan momen sunset di Angkor Wat. Ini tiket terakhir gue, artinya kesempatan terakhir untuk masuk Angkor. Dan di kesempatan terakhir, hujan deras justru mengguyur Angkor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menunggu hujan reda, gue menikmati makan siang super alakadar ala vegetarian sejati di dalam tuktuk, bareng Noy. Selesai makan, gue nyoba tiduran sebentar...abis itu, karena ngga sabar nunggu hujan reda, gue pake jas hujan dan jalan ke Angkor Wat. Nothing gonna stop me..not even rain. Salah satu buah manis dari persiapan matang gue kali ini, udah beberapa kali jas hujan ini membantu gue, sejak dari Kuala Lumpur. Jadi, walaupun hujan turun, gue masih bisa tetap nekad melanjutkan perjalanan &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-fc/wootrock.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Angkor Wat, walaupun gue tau udah ngga ada harapan buat nungguin sunset, tapi gue masih tetep menikmati acara keliling - keliling gue. Kali ini, gue naik sampai ke menara Angkor Wat paling tinggi. Selama ini gue ngga terlalu merhatiin, ternyata untuk naik ke sini, pake ampe antri segala. Udah gitu karena hujan, pengunjung harus ekstra hati - hati karena tangga menuju menara tinggi dan curam banget. Ditambah lagi, hujan yang ngga kunjung berhenti bikin tangga jadi agak licin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang sore, puas berkeliling di menara teratas Angkor Wat, gue turun. Hujan tetap ngga berhenti...padahal gue udah gerah banget harus pake jas hujan dari tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas di gerbang keluar, ngelewatin danau, hati gue jadi agak sedih &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-sad032.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;.."Yesus..ngga bisa liat sunset di Angkor Wat...boleh ngga gue balik lagi ke sini suatu hari kelak ?"....&lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-fc/worthy.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya gue nyari tuktuk Noy, trus kembali menuju Golden Temple Villa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas tuktuk lagi melaju di depan Angkor Market, gue mendadak minta diturunin di situ aja sama Noy. Langit masih terang, gue pengen jalan - jalan dulu sebelum pulang ke Golden Temple. Gue pun masuk ke Angkor Market...pengen belanja. Kayaknya penyakit doyan jajan gue kambuh selama di Siem Reap ini...sebenarnya, selain air mineral, ngga ada lainnya yang perlu gue beli. Tapi lama - lama kebutuhan gue jadi makin mengada - ada...gue beli Mie Ramen Cup...alasannya untuk sarapan gue hari Senin nanti pas gue balik ke Siem Reap Airport...trus gue beli Lay...alasannya untuk nemenin gue nonton tipi di kamar nanti...trus beli buah nangka..karena gue kurang makan buah dan sayur selama di Siem Reap...trus beli coklat...karena gue masih punya cukup uang Riel untuk dibelanjain...&lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-fc/doh.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang gue bingung belanja di Siem Reap ini...bayar pake USD, kembalian pake Riel. Lama - lama stok USD gue berkurang, Riel menumpuk. Dan karena gue males simpan Riel, gue bertekad untuk ngabisin Riel buat belanja - belanja kecil...misalnya di Angkor Market atau di Luck Bakery.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai dari Angkor Market, gue nyebrang ke Central Market. Siem Reap tuh memanjakan banget turis yang doyan belanja atau berniat nyari oleh - oleh. Di sini ada 3 tempat belanja yang nyaman buat para turis yang ngejual produk - produk khas Cambodia : Central Market, Night Market sama Old Market. Awalnya gue sempet tergoda mau beli taplak buat meja makan di rumah...tapi setelah dipikir - pikir, tuh taplak kegedean, ngga akan muat di ransel gue. Lagian belum tentu motif dan warnanya cocok sama selera Mama. Jadi, kembali ke peraturan semula : shopping is forbidden &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-fc/nono.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah cape keliling di Central Market, gue kembali ke Golden Temple. Tapi, habis mandi gue keluar lagi buat ke Luck Bakery...waktu sudah menunjukkan hampir jam 7 malam, artinya gue harus beli roti diskon. Kalo lagi bekpekeran kayaknya gue ngga bisa mengendalikan kaki gue deh...Mama nyebut gue Si Kaki Panjang, ngga pernah bisa diam...maunya jalan melulu...sebenarnya bukannya gue ngga cape, tapi 'berjalan kaki' kayaknya bikin gue merasa hidup dan bersemangat. Kali ini gue beruntung bisa dapat Chocolate Eclair...lumayan buat sarapan besok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari Luck Bakery, gue mampir dulu ke ruang internet. Selama di Siem Reap, handphone gue sering bermasalah sama operator lokal. Jadi sms gue ke Mama sering gagal kirim. Untuk antisipasi, gue harus keep in touch sama si Carol melalui Yahoo Messenger, &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-fc/type.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; untuk update kabar.  Dan tentu saja...tiap kali gue kirim pesan ke Carol harus dibalas dengan, "Jangan lupa bawa oleh - oleh buat Ibet dan Abby !!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bosan di ruang internet, gue masuk presidential suite, siapin cemilan dan air mineral, cari channel menarik, siap nonton &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-talk015.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;! Pas gue check handphone, ada sms dari Mama, "Jangan terlalu panjang kakimu, Cher. Jangan kemaleman pulang ke hotel, harus banyak istirahat. Kamboja jauh. Jaga kesehatan. Selalu berdoa." Miss you, Mama &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-fc/missyou.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; !!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-8210069869982814414?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/8210069869982814414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=8210069869982814414&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/8210069869982814414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/8210069869982814414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2011/05/23-april-2011-rolouse-group-tour.html' title='23 April 2011 - Rolouse Group Tour'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-177637371091198617</id><published>2011-04-28T17:58:00.032+07:00</published><updated>2011-09-27T16:50:16.441+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cambodia'/><title type='text'>22 April 2011 - Amazed by Angkor's Beauty</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000563.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000563.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Pre Rup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-sleep026.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jadwal hari ini dimulai dengan liat sunrise di Angkor Wat. Untuk itu, gue harus bangun jam 04.00 pagi, trus mandi, dan berangkat jam 05.00 dari Golden Temple. Mr. Sambo lagi yang akan jadi partner gue dan karena perjalanan hari ini akan jauh lebih panjang dari kemarin, gue harus bayar USD 18 untuk sewa tuktuknya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tuktuk pun melaju menuju Angkor Wat. Tiba di sana, udah banyak turis lainnya yang juga  mengincar pesona matahari terbit di Angkor Wat, siap dengan kamera masing - masing. Cuaca pagi ini sangat bersahabat, jadi turis - turis yang datang ngga kecewa dan bisa menikmati indahnya langit Angkor Wat. Begitu langit mulai terang, gue meninggalkan danau, lokasi para turis berlomba mencari posisi yang paling pas untuk motret sunrise, dan berjalan menuju Angkor Wat. Angkor Wat masih sepi dan gelap. Asyik &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-excited002.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;. Hari ini gue mengeksplorasi Angkor Wat lagi, tapi kali ini lebih leluasa karena baru beberapa orang yang tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puas di Angkor Wat, gue dan Mr. Sambo melanjutkan perjalanan, berturut - turut menuju Pre Rup, East Mebon, Bantey Srey, Tasom, Neak Pean dan berakhir di Preah Khan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000367.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000367.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sunrise di Angkor Wat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/%20http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000549.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000549.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Pre Rup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000577.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000577.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Bantey Srey&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000569.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000569.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Bantey Srey&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000589.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000589.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;East Mebon&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000586.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000586.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;East Mebon&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000607.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000607.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Tasom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000610.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000610.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Tasom&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7797.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7797.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Neak Pean&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7800.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7800.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Preah Khan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7801.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7801.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Preah Khan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7805.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7805.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Preah Khan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Siem%20Reap%20Journey/100_7817.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Siem%20Reap%20Journey/100_7817.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Preah Khan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari semua temple yang gue kunjungi hari ini, Preah Khanlah yang berhasil bikin gue ketakutan setengah mati &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-ashamed004.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;. Seperti di beberapa temple lainnya, begitu Mr. Sambo menurunkan gue di pintu masuk, dia langsung meninggalkan gue dan akan menjemput di pintu keluar...yang lokasinya entah dimana. Jalan menuju gerbang masuk Preah Khan tuh panjang banget...dengan pepohonan rindang di sisi kiri dan kanan jalan. Sepi bukan main. Gue belum liat ada turis lain, cuma ada beberapa anak kecil berjualan minuman, kartu pos, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu melewati gerbang masuk, bukan bangunan temple utama yang gue  liat, tapi justru hutan lagi yang jauh lebih rindang...dan gue  sendirian...mencekam &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-scared001.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; ! *lebay* Mau lari...percuma, karena jarak yang  harus gue tempuh masih jauh...mau sok berani, harus ! Karena ngga ada  pilihan lain, gue emang harus melewati hutan itu paling ngga untuk  menuju gerbang keluar. Dalam situasi seperti ini, seperti biasa, gue  cuma bisa pasrah dan berusaha mengusir rasa takut dengan bernyanyi -  nyanyi kecil &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-music037.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;, lagu yang menenangkan buat gue..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tenanglah kini hatiku, Tuhan memimpin langkahku&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Di tiap saat dan kerja tetap kurasa tanganNya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tuhanlah yang membimbingku, tanganku dipegang teguh&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Hatiku berserah penuh, tanganku dipegang teguh&lt;/span&gt; &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-angelic001.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ada  hal penting yang mungkin sering terlupakan oleh gue, bahwa alasan utama  gue berani bekpekeran sendirian adalah karena gue tahu, kemana pun kaki  gue melangkah, Yesus pasti nemenin dan ngejaga gue. Jadi seharusnya gue  tetap tenang dan ngga takut &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-rolleyes005.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;khirnya  gue tiba di bangunan utama temple. Tetap sepi, ngga ada pengunjung  lainnya. Begitu banyak pepohonan menjulang tinggi dengan akar - akar  raksasanya menjalar di antara bangunan temple...Indah banget  sebenarnya....dan kesan mistisnya makin kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue masuk ke bagian  tengah temple, dan langsung lega, karena akhirnya mata gue bisa  menangkap beberapa turis lainnya, walaupun ngga banyak. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seru banget nih tempat...perasaan gue campur aduk : takjub, deg - degan, takut tapi penasaran &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-happy088.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Eksplorasi  Preah Khan pun selesai. Gue tiba di pintu keluar dan dari kejauhan  langsung ngeliat Mr. Sambo yang teriak "Hallooo &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-basic/bye.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; !" sambil tersenyum dan  melambaikan tangan ke arah gue.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahsyattt...hari  ini energi gue terkuras sempurna &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-sick021.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;....selain banyaknya temple yang gue  kunjungi, panjangnya jarak yang harus gue jalanin, ditambah pula dengan  panasnya cuaca Siem Reap hari ini. Hati gue emang senang bukan main  karena akhirnya rasa penasaran gue untuk menjelajah Angkor terwujud  sudah. Tapi itu berarti gue udah mengeksploitasi habis - habisan kedua  kaki dan punggung gue. Juga kulit gue sebenarnya...dengan celana pendek  dan kaos lengan pendek, gue cuma bisa pasrah kulit gue terbakar sinar  matahari. Hari ini, hari ketiga gue berpetualang, kulit gue udah...hitam  absolut...Sia - sia sudah sunblock yang gue bawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorenya, gue  kembali ke Golden Temple. Di presidential suite gue ngga langsung mandi,  gue butuh beberapa saat untuk istirahat merebahkan badan dan meluruskan  kedua kaki yang malang. Setelah tenaga terkumpul, gue mandi, ke ruang  internet sebentar &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-computer004.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;, trus seperti kemarin gue akan menyusuri River Road,  kali ini minus night market. Gue mampir di Angkor Market buat belanja  air mineral dan buah, trus ke Luck Bakery untuk beli roti diskon 50%.  Abis itu kembali ke Golden Temple.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000623.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000623.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Luck Bakery&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jam 10 malam gue ada janji  untuk massage di Golden Temple. Ini salah satu fasilitas kelas VIP lagi  yang gue dapatkan, massage gratis selama 20 menit. Lumayan banget....pas  sama kondisi kaki gue yang cape bukan main. Setelah dipijat, gue masuk  ke presidential suite dan tertidur dengan pulasnya &lt;a href="http://www.freesmileys.org/smileys.php" title="Smiley"&gt;&lt;img src="http://www.freesmileys.org/smileys/smiley-sleep006.gif" alt="Smiley" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;table class="MsoNormalTable" style="width: 9px; height: 8px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 7.5pt;"&gt;&lt;td style="padding: 0in; height: 7.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td style="padding: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-177637371091198617?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/177637371091198617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=177637371091198617&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/177637371091198617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/177637371091198617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2011/04/22-april-2011-amazed-by-angkors-beauty.html' title='22 April 2011 - Amazed by Angkor&apos;s Beauty'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Siem%20Reap%20Journey/th_100_7817.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-4560112850441505995</id><published>2011-04-27T19:46:00.019+07:00</published><updated>2011-09-27T16:48:41.618+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cambodia'/><title type='text'>21 April 2011 -  Jelajah Angkor Thom</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000216-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 223px; height: 320px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000216-1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Horeeee !! Hari ini waktunya hijrah ke Siem Reap Cambodia. Saking ngga sabar dan bersemangatnya gue mandi di toilet LCCT jam 03.30 pagi !&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dan lagi - lagi gue beruntung karena ngga ada petugas AirAsia yang mempermasalahkan tas gue. Sebenarnya sesuai peraturan penumpang hanya boleh membawa satu tas ke kabin yang beratnya ngga lebih dari 7 kg. Berat tas gue mungkin ngga sampe 7 kilo, tapi gue bawa dua ransel, satu di depan dan satu lagi di pundak gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat yang gue tumpangi mendarat dengan mulus di Siem Reap International Airport jam 07.50 pagi. Proses pemeriksaan imigrasi pun gue lalui dengan lancar, karena gue emang udah siap dengan visa Cambodia yang udah gue urus di Kedutaan Besar Cambodia di Jakarta. Pagi itu, pesawat AirAsia yang gue tumpangi adalah pesawat pertama yang mendarat, jadi airport masih sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000094.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 239px; height: 179px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000094.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Begitu di pintu keluar, setiap penumpang langsung disambut sama puluhan orang yang siap menjemput. Mata gue berkeliling mencari sopir tuktuk yang jemput gue pagi ini. Dan gue langsung ngeliat seorang bapak usia 50 tahunan dengan wajah ramah tersenyum sambil bawa kertas dengan tulisan "Welcome, Cherry Sitanggang". Terharu nih...jadi serasa bukan bekpeker gembel kalo pake dijemput begini. Biasanya tiap mendarat di airport, gue harus mulai membuka peta dan informasi yang udah gue siapin, untuk mencari arah dan transportasi umum sendiri menuju hotel/hostel. Kali ini, sebagai bagian dari fasilitas sebagai tamu Golden Temple Villa, gue dijemput di airport.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000093.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 224px; height: 168px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000093.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Perjalanan dari airport ke Golden Temple hanya memakan waktu sekitar 30 menit. Tiba di Golden Temple, gue ngga bisa langsung check in, karena kamarnya masih harus disiapkan  dulu. Di sini memang waktunya check out jam 12.00 siang, dan check in jam 14.00 siang. Gue diajak ke Golden Temple Restaurant dulu dan disajikan welcome drink. Terharu lagi...bekpeker gembel serasa jadi tamu VIP...pake welcome drink segala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menikmati welcome drink, petugas Golden Temple membantu gue menyelesaikan proses check in dan pembayaran. Rate kamarnya USD 13 per malam. Kali ini gue akan punya kamar sendiri, karena Golden Temple ngga punya dorm room. Selain itu, gue akan punya WC sendiri...televisi sendiri...kulkas sendiri....jendela sendiri..lemari pakaian sendiri...selimut sendiri..handuk sendiri..air panas dan air dingin..dan 2 botol kecil air mineral setiap hari...juga, fasilitas internet gratis sepanjang hari. Gila...ini judulnya "mewah" buat gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000114.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 219px; height: 164px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000114.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Golden Temple Villa ini pertama gue kenal setelah gue ngirim pesan di wall facebooknya Backpacking Asia. Begitu gue nanya rekomendasi penginapan di Siem Reap, para backpacker dari berbagai negara langsung satu suara menyarankan untuk tinggal di sini. Golden Temple ini juga direkomendasikan oleh Lonely Planet...udah nilai plus tuh! Informasinya langsung bikin gue tergiur....walaupun sempat ragu karena gue masih menyimpan keinginan buat nginap di dorm room.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa harus menunggu sampai jam 14.00 siang, gue udah diperbolehkan masuk ke kamar. Begitu ngeliat kamarnya, gue girang bukan main. Kamar terkeren yang pernah gue tempati. Ini bukan kamar biasa, untuk gue yang biasanya berbagi ruang dan oksigen dengan para bekpeker lainnya di satu kamar. Untuk bekpeker segembel gue, ini presidential suite !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000092.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 239px; height: 190px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000092.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ngeliat kasur yang gede dan empuk di hadapan gue, sebenernya rasa ngantuk langsung menyerang. Rasanya pengen balas dendam sama acara tidur gue yang belum puas di LCCT Kuala Lumpur semalem. Bayangin, udah tiduran di kursi, tengah malam gue dibangunin pula sama seseorang. Ternyata pihak pengelola airport lagi melakukan penyemprotan alias fumigasi di seluruh area LCCT. Terpaksa dengan mata ngantuk dan badan pegal gue seret kedua ransel gue dan pindah ke toilet untuk melanjutkan tidur di situ. Tapi pagi ini rasa ngantuk harus menunggu. Gue udah ngga sabar untuk ke Angkor. Jadi, setelah mandi, gue ke resepsionis untuk menunggu tuktuk yang akan ngantar gue berpetualang di Angkor hari ini. Untuk mini tour ke Angkor Thom hari ini, gue membayar USD 9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000119.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 195px; height: 146px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000119.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sopir yang akan ngantar gue adalah Mr. Sambo, yang menjemput gue di airport pagi ini. Tiba di pintu masuk Angkor, gue ke loket pembelian tiket. Ada beberapa pilihan untuk pembelian tiketnya. Ada tiket harian yang harganya USD 20 per hari. Bisa juga beli tiket 3 hari sekaligus seharga USD 40, atau tiket seminggu seharga USD 60. gue memutuskan beli tiket untuk 3 hari, karena sebenarnya gue masih terpikir untuk menyisakan waktu 2 hari untuk ke Phnom Penh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000225.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 254px; height: 190px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000225.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Angkor tuh tenyata luas bukan main, jadi kayak kota di dalam kota buat gue. Bukan karena unsur modern, tapi karena luasnya. Di dalam Angkor sendiri, masih berupa hutan dengan pohon - pohon tinggi dan lebat...yang kadang suka bikin gue ngerasa ngeri. Saking luas dan banyaknya temple di Angkor ini, walaupun dipastikan banyak turis berkunjung tiap harinya, tapi di beberapa temple gue bisa jadi satu - satunya pengunjung. Dan lagi - lagi itu bikin gue sedikit takut. Jadi sejauh ini, di Angkor gue justru bertemu dengan sumber - sumber ketakutan gue : pohon tinggi, gelap dan sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000128.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 209px; height: 278px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000128.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tempat pertama yang gue kunjungi adalah Ta Phrom Temple. Mula - mula Mr. Sambo memberhentikan tuktuk di dekat sebuah pintu masuk temple. Trus dengan bahasa Inggris ala Cambodia yang sulit gue mengerti dia bilang akan jemput gue di ujung jalan. Gue langsung panik, maksudnya apa nih ? Ternyata Mr. Sambo akan jemput gue di pintu keluar temple ini. Di mana pintu keluarnya, Mr. Sambo ? Hhmm...gue turis dan baru tiba di Siem Reap kurang dari 3 jam nih! Trus gimana gue yakin kalo Mr. Sambo ngga akan ninggalin gue ?? Gue sempat panik. Tapi entah kenapa, gue langsung percaya sama Mr. Sambo...dan gue pikir masalah pintu keluar itu urusan nanti, gue lebih bersemangat untuk liat Ta Phrom Temple dulu. Yesus, temple nya keren banget...dengan batu - batu yang tersusun berantakan, pohon - pohon tinggi dimana - mana, bahkan seakan - akan akar - akar pohon berpelukan sama batu - batuan yang menyusun bangunan temple. Kesannya jadi anggun sekaligus mistis banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000126.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 186px; height: 249px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000126.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di sini, urusan foto gue kombinasikan antara minta tolong orang dan pake tripod yang gue bawa dari Jakarta. Persiapan gue dari Jakarta emang matang, termasuk bawa tripod, karena gue ngga mau terlalu bergantung sama orang laen. Mengandalkan pertolongan orang lain sebenarnya salah satu "seni"nya bekpekeran sendirian, tapi kalo ngga ada orang lain yang bisa gue mintain tolong gimana ? Bawa tripod emang bikin repot dan cape buat gue yang belum terbiasa. Mau foto sekali aja harus setting - setting tripod dulu...pasang self timer 10 detik, lari ke posisi yang gue mau, trus... ceklekk!! Photo sample dulu, preview, kalo ngga puas ato posisinya ngga pas, diulang lagi...begitu seterusnya. Kadang untuk satu foto aja gue harus lari  bolak - balik ke tripod. Dan gue harus super percaya diri, cuek kalo diliatin sama pengunjung lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000204.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 296px; height: 222px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000204.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Abis dari Ta Phrom Temple, Mr. Sambo ngantar gue ke Bayon. Dari kejauhan, pesona Bayon benar - benar menghipnotis gue...caellaahh ! Dan Bayon seketika langsung jadi temple favorit gue karena disini gue bisa melihat begitu banyak tower yang keempat sisinya berupa wajah yang kebanyakan tampak tersenyum. Wajah - wajah yang keliatan 'hidup' di mata gue. Bayon disebut melambangkan persimpangan antara surga dan dunia. Keindahan dan pesona Bayon emang kuat banget, karena itu gue betah berlama - lama di sini. Hampir 2 jam gue di Bayon, berkeliling, naik turun tangga...membalas senyum wajah - wajah di tower...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis dari Bayon, kedua kaki gue yang udah menunjukkan tanda - tanda kecapean, melangkah lagi ke temple - temple sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000263.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 296px; height: 222px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000263.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dan terakhir, sebagai penutup petualangan gue di Angkor hari ini, Mr. Sambo mengantar gue ke..eng..ing...eng...Angkor Wat !!  Berdiri dengan pemandangan Angkor Wat di hadapan gue, serasa berdiri di hadapan kartu pos, majalah, atau foto - foto di internet yang pernah gue browsing. Tapi kali ini yang gue lihat adalah nyata. Cuma perut gue yang kelaparan dan kaki gue yang pegal yang bikin gue sadar bahwa gue bukan sedang bermimpi. Gue di Angkor Wat. Tempat yang selama ini cuma bisa numpang lewat di mimpi gue. Kalo lagi ngga sabaran nungguin hari ini, hari keberangkatan gue ke Angkor Wat, yang gue lakukan biasanya browsing "Angkor Wat" di Google dan nanti bakal banyak foto - foto keren Angkor Wat muncul. Tapi yang ada di depan gue sekarang, jauh lebih indah dari semua foto yang pernah gue lihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam temple, mata gue dipuaskan oleh lebih banyak lagi keindahan di setiap sudut Angkor Wat. Selama di dalam temple, gue justru menghindari pusat - pusat keramaian, dan mencari tempat yang jarang pengunjungnya. Sore itu Angkor Wat emang ramai bukan main...banyak banyak group tour yang datang berkunjung...dan biasanya para turis ini fokus pada tower utama yang terletak di tengah. Kalo gue, justru menikmati berada di lorong - lorong sepi yang ada di sisi Angkor Wat...begitu tower utama mulai sepi, barulah gue ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang sore hari, Mr. Sambo pun mengantar gue kembali ke Golden Temple. Setelah gue mandi, gue kembali meninggalkan Golden temple dan kali ini tujuan gue adalah liat - liat night market. Night marketnya keren, rapi, bersih dan produk - produk yang dijual bervariasi. Tapi prinsip gue masih sama : "shopping is forbidden".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000338.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 279px; height: 209px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000338.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Abis dari night market, gue ke Angkor Market, semacam mini market. Setelah keluar masuk beberapa mini market di sepanjang River road, di Angkor Market inilah gue bisa mendapatkan air mineral Nestle dengan harga paling murah : USD 0.7 per botol isi 1.5 liter. Dari Angkor Market, gue mampir ke Luck Bakery. Toko roti favorit gue nih...setiap hari di atas jam 19.00 malam, bakal ada diskon 50% untuk hampir semua produk bakeri di sini. Lumayan, gue bisa dapat 4 roti isi daging seharga USD 1. Di Golden Temple ngga disediain sarapan, jadi gue harus menimbun persediaan makanan di kulkas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balik ke presidential suite, gue rebah di kasur, nonton sebentar...ada tipi kabel di sini, jadi gue ngga terjebak harus nonton acara - acara lokasi berbahasa Cambodia. Gue bisa nonton channel AXN, HBO, Star Movies, dll. Bahkan ada Indosiar segala dengan aneka macam sinetron - sinetron alaynya itu. Besok subuh gue udah harus bangun karena mau liat sunrise di Angkor Wat. Thanks Jesus...Everything happened to me today is miracle !&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-4560112850441505995?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/4560112850441505995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=4560112850441505995&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/4560112850441505995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/4560112850441505995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2011/04/21-april-2011-jelajah-angkor-thom.html' title='21 April 2011 -  Jelajah Angkor Thom'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-80032262251903112</id><published>2011-04-23T20:24:00.013+07:00</published><updated>2011-09-27T16:50:31.863+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cambodia'/><title type='text'>20 April 2011 - KL Lagi....KL lagi....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();}  catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000048.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 216px; height: 288px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000048.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Trip Siem Reap gue akan dimulai di Kuala Lumpur. Dari Kuala Lumpur, gue akan menumpang pesawat AirAsia lagi menuju Siem Reap. Siem Reap...impian gue beberapa tahun terakhir...mungkin 2 tahun. Saat gue mulai berteman dan berkomunikasi dengan para bekpeker...atau saat gue mulai, baik sengaja maupun ngga, suka lihat majalah - majalah wisata atau media lainnya. Entah yang mana duluan yang akhirnya "meracuni" otak dan hati gue, ampe bikin gue bertekad dan terobsesi untuk liat langsung Siem Reap yang fenomenal karena Angkornya itu. Tapi kayaknya majalah National Geographic yang paling provokatif memamerkan daya tarik Angkor. Biasanya gue baca NG kalo lagi di Gramedia. Dan, gue ke Gramedia kalo diajakin Ony. Berarti Ony juga bertanggung jawab sama obsesi terpendam gue akan Angkor.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Diam - diam, gue sering check harga promo ticket Siem Reap di webnya AirAsia. Rejeki emang ngga kemana...akhirnya gue dapat tiket super - duper murah, pas AirAsia lagi bikin promo IDR 0 tahun lalu. Semua IDR 0, baik tiket Jakarta - KL - Jakarta, maupun KL - Siem Reap - KL. Totalnya jadi IDR 105 ribu plus RM 98. Ini kayaknya pencapaian terbaik gue sepanjang tahun dalam hal menghamburkan duit. Gue ingat hari itu, gue bangun jauh lebih pagi dari biasanya..langsung mandi dan siap - siap berangkat ke kantor. Jam 5.30 pagi gue udah nangkring di warnet deket rumah, siap dengan kartu kredit plus kalender 2011, lengkap dengan copy Keputusan 3 Menteri mengenai Cuti Bersama 2011!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah petualangan gue sebenernya selalu dimulai dari acara cari tiket murah di web AirAsia..karena proses ini butuh kerja keras dan ketekunan tingkat tinggi...cari - cari tiket murah di web, dapat tiketnya, tapi begitu mau melakukan pembayaran, web mendadak error...begitu udah kembali normal, tiket yang diincar udah ngga tersedia...begitu terus berulang - ulang. Kalau pun dapat, jadwal terbangnya masih lama, bisa 6 - 10 bulan ke depan...tapi itu 'seni'nya...there's no such thing as a free lunch, Cei !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();}  catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000042.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 205px; height: 273px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000042.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dan hari yang gue tunggu - tunggu pun tiba. Hari ini, untuk keempat kalinya dalam 2 tahun terakhir gue akan meluncur ke KL. Rasanya sensasional. Kombinasi antara senang, gembira, dan happy..(apa bedanya ??) Bukan karena KLnya, tapi Siem Reapnya itu. Kalo KL, udah hampir kayak Jakarta kedua buat gue. Gue udah agak percaya diri dan nyaman ngegembel di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi gue di KL kali ini adalah melanjutkan pencarian Batu Caves. Sebelumnya, bulan Oktober tahun lalu pas pulang dari Hanoi gue sempat nyari jalan buat ke Batu Caves, tapi karena gue ngga punya modal informasi apapun, jadi waktu transit gue yang minimalis itu pun habis, sebelum gue bisa menemukan arah ke sana. Kali ini, gue udah pegang info lengkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();}  catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000082.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 233px; height: 177px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000082.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jadi begitu pesawat mendarat di LCCT, gue langsung naik SkyBus sampai KL Sentral. Di KL Sentral misi gue adalah nyari loker untuk simpan backpack gue biar gue bisa keliling KL dengan leluasa. Backpack gue titip di Coin Locker di KL Sentral, dengan beli koin seharga RM 5. Kelar urusan backpack, gue lanjut naik KTM Komuter tujuan Stesen Batu Caves. Gampang, cepat dan murah ternyata, tiket KTMnya pulang - pergi cuma RM 3. Gue cuma perlu ngelewatin beberapa stesen : Kuala Lumpur - Bank Negara - Putera - Sentul - Batu Kentonmen - Kampung Batu - Taman Wahyu - Batu Caves.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();}  catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000047.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 209px; height: 279px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000047.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tiba di sana langsung disambut sama patung Dewa Murugan raksasa berwarna keemasan setinggi 42 meter. Masuk lebih ke dalam lagi, kali ini disambut sama ratusan kera. Abis itu, pengunjung yang mau lihat gua, harus menaiki 272 anak tangga ! Dengan terseok - seok gue pun menaiki tangga satu persatu. Keringat mengalir deras, kaos basah dalam sekejap...Di dalam gua ada beberapa kuil dan tentunya ada lebih banyak kera lagi. Gue ngga terlalu lama di sini, karena emang ngga banyak hal bisa dilihat. Gue sempet tergoda untuk ikutan Cave tour. Tapi karena harganya mahal untuk gembel sekelas gue, RM 35 untuk 45 menit, gue ngga jadi ikutan. Setelah itu gue ambil langkah balik...itu berarti 272 anak tangga lagi. Total menjadi 544 anak tangga ! Di setiap langkah yang diiringi dengan setetes keringat, hati gue berusaha menghibur diri, "Bakar lemak, Cei...bakar lemak..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue pun kembali ke Stesen Batu Caves, menuju KL Sentral lagi. Puas rasanya....hilang sudah rasa penasaran gue sama Batu Caves ini. Mission accomplished, Ceiiii !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();}  catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000073.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 219px; height: 164px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/P1000073.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tiba di KL Sentral, kali ini  gue naik LRT menuju KLCC. Seakan -  akan udah jadi semacam ritual, tiap datang ke KL gue harus absen di menara kembar Petronas. Tapi  selain itu, gue emang pengen juga liat KLCC Park di belakang menara  kembar Petronas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puas menikmati sore di KLCC Park, ditambah hujan  deras mengguyur, gue pun meninggalkan lokasi, tapi kali ini bukan ke KL Sentral, malah ke Pasar Seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue pengen ke Petaling Street. Ritual berikutnya. Gue punya kenangan mendalam dengan Petaling Street, jadi serasa gue kenal dekat banget daerah ini. Kali ini selain pengen bernostalgia, gue juga pengen cari warnet. Gue lupa untuk kirim konfirmasi ke Golden Temple Villa, kemarin. Gue harus kirim email lagi ke GTV untuk memastikan kedatangan gue, sekaligus booking tuktuk untuk hari pertama kedatangan gue di SR besok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis dari warnet, menyusuri Petaling Street sebentar, beli buah plum (RM 10 untuk 6 buah plum),   gue kembali ke KL Sentral. Gue pikir rasa cape, pegal dan lapar udah cukup untuk menghentikan langkah gue sampai KL Sentral aja. Ternyata ngga....gue malah melanjutkan perjalanan naik Monorail menuju Bukit Bintang. Misinya, cari makan siang dong...Tiba di Bukit Bintang, gue keluar masuk mall, tidak membeli sesuatu pun, keluar mall untuk menyusuri jalan di Bukit Bintang, kecapean, akhirnya memutuskan balik ke KL Sentral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini gue sempat makan di McDonald dan ambil backpack gue dari loker. Tadinya mau mandi juga, tapi tarif mandinya mahal : RM 5. Sebenarnya kulit gue udah lengket banget dengan keringat yang tadi bercucuran, mengering, dan bercucuran lagi...tapi karna tarif kamar mandi di sini mahal, gue batal mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya petualangan gue berakhir, gue naik Aerobus menuju LCCT. Tiba di LCCT, gue langsung nyari posisi di dekat McDonald, siap - siap untuk tidur. Walaupun bangku yang gue tidurin justru bikin badan makin pegal....walaupun pake rok (lagi centil)...tapi dalam beberapa menit setelah merebahkan badan di sederet bangku tunggu, gue pun langsung terlelap.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-80032262251903112?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/80032262251903112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=80032262251903112&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/80032262251903112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/80032262251903112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2011/04/20-april-2011-kl-lagikl-lagi.html' title='20 April 2011 - KL Lagi....KL lagi....'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-3838731922199974201</id><published>2011-02-01T19:15:00.007+07:00</published><updated>2011-02-02T12:06:39.652+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Phuket'/><title type='text'>Selamat Tinggal, Phuket !</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7463.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7463.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pulang dari Elephant Trekking, gue langsung meluncur ke Food Court Halal lagi buat makan siang. Kali ini gue langsung yakin mau pesan apa : Tom Yam. Gue bangga ama diri sendiri yang akhirnya mau nyobain makanan lokal, tanpa ngerasa terpaksa. Ini ngga pernah terjadi sebelumnya &lt;img src="http://emoticons4u.com/cool/049.gif" border="0"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepaket makan siang yang isinya Tom Yam, nasi, ice lemon tea dan lalap ala Thailand (sambalnya enak banget &lt;img src="http://www.emoticons4u.com/fingers/fing02.gif" border="0"&gt;), seharga 150 bath. Gue emang ngga bisa lama - lama tinggal di Phuket, dalam beberapa hari ke depan gue bisa dipastikan jadi gembel di sini, karena kehabisan duit. Harga - harganya selangit semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kenyang gue balik ke hostel karena udah waktunya buat check out. Di kamar gue merapikan ransel lalu turun ke lantai bawah sambil ngebawa sprei dan selimut bekas gue. Jadi ingat waktu pertama kali bekpekeran dan nginep di Betelbox Hostel, Singapura. Rutinitas yang sama. Pas check in resepsionisnya ngasih sprei dan selimut yang harus dipasang sendiri (padahal badan udah cape dan loyo), trus pas check out sprei dan selimutnya harus dikembaliin ke meja resepsionis lagi. Rutinitas yang akan gue rindukan kalo udah kembali ke aktivitas normal di Jakarta : nyuci piring sendiri, antri tiap kali mau mandi, tidur di bunk bed dengan orang - orang yang baru gue kenal, nyobain shampoo orang kalo kebetulan ngga bawa &lt;img src="http://www.emoticons4u.com/evil/204.gif" border="0"&gt;, menimbun botol air mineral di kasur, mendengar suara ngorok bersahut - sahutan di malam hari...&lt;img src=" http://www.emoticons4u.com/happy/993.gif" border="0"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7459.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 218px; height: 163px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7459.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di ruang nonton gue langsung milih - milih DVD, dan akhirnya gue nonton film Vicky Christina Barcelona. Ceritanya lumayan, jadi hampir kayak film komedi buat gue. Tentang cinta segitiga yang dirangkai dengan cinta segitiga lainnya...antara perempuan dengan laki - laki...perempuan dengan perempuan... &lt;img src=" http://www.emoticons4u.com/sad/533.gif" border="0"&gt; membingungkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelar nonton gue masih punya waktu untuk tidur - tiduran sebentar. Gue emang ngga berminat untuk keluar hostel lagi karena matahari Phuket lagi menyengat banget. Sementara, selama 4 hari gue tinggal di Phuket, kulit gue makin gelap gulita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu gue juga sempat berinternet ria, dan siang itu gue baru nyadar kayaknya ada penyusup masuk ke akun Facebook pribadi gue, yang dipastikan penghuni Patong Backpacker juga, yang posting status di wall gue "Oh man..I'm so sore last night.." Sialan &lt;img src="http://www.emoticons4u.com/mad/157.gif" border="0"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 3 sore, minibus pun datang, siap ngantar gue balik ke Phuket International Airport.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di airport, kayaknya ada sedikit kekacauan, karena beberapa sistem komputer down, jadi menghambat proses check in. Seperti biasa gue langsung ke mesin check in AirAsia, dan walaupun sempat kena efek sistem down juga sebentar, akhirnya proses check in berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ruang boarding gue cuma bisa bengong, karena novel yang gue bawa udah  habis terbaca. Jadi yang gue lakukan cuma bolak - balik keliling ruang boarding, ke WC, cari makanan murah meriah, dan bengong lagi &lt;img src="http://www.emoticons4u.com/sleep/schla07.gif" border="0"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas gue lagi bengong di depan Gate 6, tiba - tiba ada bule datang mendekat dan tepat di depan gue dia menyodorkan sendal dekil. Gue sempet kaget dan butuh waktu beberapa detik untuk nyadar kalo itu adalah sendal gue. Ternyata salah satu sendal yang gue taruh di bagian pinggir ransel gue terjatuh. "Thanks, but how do you know it's mine?" tanya gue bingung dan tampak bloon. Trus dia bilang kalo dia liat pas sendal gue terjatuh saat gue keluar dari WC, dan dia nyari gue untuk ngembaliin tuh sendal. Astaga...ternyata bukan cuma gue seorang yang kurang kerjaan dan mati gaya di ruang boarding itu &lt;img src=" http://www.emoticons4u.com/crazy/114.gif" border="0"&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua flight mengalami penundaan karena masalah sistem down pas check in tadi. Flight gue sendiri ditunda selama sekitar 30 menit, dan akhirnya gue mencoba mengisi waktu dengan membaca ulang City of Thieves yang gue bawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cape, ngantuk dan lapar, sebenarnya. Tapi muka kusut gue langsung berubah jadi senyum nyaris manis, setiap kali gue ingat pengalaman gue selama 4 hari di Phuket ini. Hadiah ulang taun istimewa dari Yesus buat gue &lt;img src="http://www.emoticons4u.com/party/fest06.gif" border="0"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini lagu yang selalu gue nyanyiin (dalam hati) tiap kali gue ngerasa takut dan kesepian kalo lagi bekpekeran sendirian :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tiap langkahku, diatur oleh Tuhan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Dan tangan kasihNya, memimpinku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Di tengah badai dunia menakutkan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Hatiku tetap tenang teduh...&lt;/span&gt; &lt;img src="http://www.emoticons4u.com/crazy/095.gif" border="0"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makasih Yesus...satu lagi kisah petualang gue yang indah dan ngga terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-3838731922199974201?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/3838731922199974201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=3838731922199974201&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/3838731922199974201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/3838731922199974201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2011/02/pulang.html' title='Selamat Tinggal, Phuket !'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-1154321164098951108</id><published>2011-01-24T21:46:00.010+07:00</published><updated>2011-01-31T09:56:30.500+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Phuket'/><title type='text'>Senin Pagi Bersama Taton dan Valentino</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7433-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 212px; height: 282px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7433-1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Senin, 17 Januari 2011.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Hari ini gue bangun pagi, karena mau ikutan tour Elephant Trekking. Rencananya gue bakal dijemput supir minibus jam 08.30. Ngebayangin bisa ketemu gajah - gajah bikin gue semangat banget! Gajah kan mahluk kesayangan gue...tepatnya gajah dan anjing. Love them so much !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bersiap - siap, gue langsung nongkrong di depan Patong Backpacker buat nunggu minibus. Ngga beberapa lama, minibus pun datang. Kebetulan supirnya bisa bahasa Melayu, karena dia pernah belajar di Malaysia. Jadi sepanjang perjalanan dia sibuk berceloteh. Abis dari Patong Backpacker, minibus pun melaju ke sebuah hotel untuk jemput sepasang turis lagi yang mau ikutan Elephant Trekking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata peserta tour cuma tiga orang. Minibus melanjutkan perjalanan. Setelah kurang lebih 30 menit perjalanan, minibus pun tiba di sebuah hutan yang gue ngga tau apa nama daerahnya. Gue langsung bisa lihat beberapa gajah lagi merumput. Rasanya gue mau langsung loncat saking girangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7441.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 228px; height: 304px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7441.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Paket tour yang gue ambil adalah elephant trekking selama 60 menit. Seorang petugas, yang herannya bisa bahasa Melayu juga, sempat menanyakan ke gue apakah gue mau paketnya dikombinasi menjadi 30 menit trekking plus monkey show atau snake show. Gue nolak. Hari ini waktunya gue menyenangkan diri dengan berinteraksi dengan gajah. Hanya dengan gajah. Kalau monyet udah biasa. Di Jakarta gue bisa liat atraksi monyet di hampir setiap lampu merah...sementara ular, itu bakal jadi pertunjukan horor buat gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menunggu sejenak, gajah gue pun datang. Namanya Taton. Terharu nih ! Jadi teringat lagi sama obsesi gue ke Way Kambas yang belum terwujud sampai detik ini. Salah satu yang pengen gue lakukan di Way Kambas adalah Elephant Trekking. Dan sampai gue bisa mewujudkan impian gue itu suatu saat nanti, Yesus malah ngasih gue kesempatan trekking gajah di negeri orang, Thailand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu duduk di pundak gajah, jantung gue langsung berdetak kencang. Gue semakin panik karena ternyata peserta trekking ngga dilengkapi dengan peralatan keamanan apapun, cuma sebuah besi tipis buat pegangan. Sementara, duduk di atas mahluk raksasa begini rasanya.....hhmmm...aneh menjurus ke ngeri ! Badan gue berguncang - guncang mengikuti gerakan pundak gajah. Begitu Taton mulai melangkah, gue langsung teriak "Mamaaaaaa !!!" Si pawang yang posisi duduknya di leher Taton kebingungan karena gue ketakutan. Sesaat gue sempat nyesal karena ikutan trekking gajah. Gimana mungkin gue bisa mengambil keputusan membayar 600 bath untuk sensasi serangan jantung kayak begini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taton melangkah santai, ke arah manapun yang dia mau. Ketika Taton udah mulai mengambil langkah memasuki hutan yang menanjak, gue nyaris manggil petugas buat nurunin gue dan membatalkan trekking gajah gue. Tapi batal karna malu !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba - tiba Taton berhenti, karena dia mau makan daun nanas yang terhampar di depannya. Jantung gue istirahat sejenak. Gue duduk diam di punggung Taton, pucat dan shock. Kayaknya baru 5 menit trekking, tapi jantung gue rasanya udah copot dan loncat keluar dari tubuh gue. Apa - apaan ini ? Bukannya trekking gajah seharusnya menyenangkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7439.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 210px; height: 280px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7439.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di saat gue lagi bengong...Valentino, bayi gajah berumur 11 bulan, menyusul bersama Ibunya membawa 2 turis yang bersama gue tadi. Tapi begitu melihat pasangan Ibu dan anak itu, hati gue jadi sedih. Valentino dirantai menyatu dengan Ibunya, dan terpaksa harus mengikuti setiap langkah sang Ibu. Tapi Valentino kan masih kecil. Beberapa kali gue liat Valentino ngga bisa mengikuti langkah Ibunya, dan terseok - terseok menyusul karena rantai yang mengikat lehernya. Kadang Valentino berhenti sejenak saat ngeliat sesuatu yang menarik perhatiannya, misalnya rumput atau daun nanas yang ada di dekatnya. Tapi keasyikannya mengamati sesuatu terganggu karena lehernya yang dirantai tertarik oleh Ibunya yang sudah melanjutkan perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue ngga habis pikir kenapa Valentino harus ikutan Ibunya 'bekerja'. Kenapa dia ngga ditempatkan di kandangnya sejenak sementara sang Ibu menjalankan tugas trekkingnya. Ada sedikit penyesalan dalam hati gue. Trekking gajah ini kayaknya cuma sekedar eksploitasi gajah aja. Manusia cuma ngambil keuntungan dengan menyiksa gajah - gajah kayak begini. Dan gue, yang sekarang ada di atas ketinggian sekitar 2 meter, tepatnya di atas pundak gajah, jadi menyesal. Keikutsertaan gue di tour ini sama aja mendukung eksploitasi gajah yang kejam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di hadapan gue, Valentino semakin kewalahan mengikuti langkah Ibunya. Dan begitu jalan mulai menanjak dan Valentino terpeleset, air mata gue mulai menetes. Gue minta sama pawang untuk bujuk Taton supaya melanjutkan perjalanan. Gue ngga tahan ngeliat pemandangan di depan gue. Dan Taton pun melanjutkan perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan semakin menanjak, dan tentu saja semakin mengerikan buat gue. Ketika posisi gue dan Taton udah semakin tinggi dari tempat awal tadi, tiba - tiba Taton berhenti untuk merumput lagi. Tapi kali ini Taton bukan berhenti di tempat yang datar, melainkan di semak belukar yang miring. Posisi tubuh Taton pun ikutan miring ke depan. Jantung gue berdetak kayak genderang, rasanya gue ngga pernah setakut itu. Taton begitu miringnya sampai gue udah ngga bisa bersandar lagi di bangku. Rasanya itu adalah pengalaman paling mengerikan yang pernah gue hadapi. Gue takut kalo Taton jatuh atau terpeleset, dan otomasi gue yang ada di pundaknya juga akan ikut terjungkal ke tanah terjal di hadapan gue. Terjatuh di tengah hutan bersama gajah, bukan hal yang pernah gue bayangkan sebelumnya. Dengan kemiringan seperti itu, dan hamparan semak belukar dan batang - batang pohon yang besar di hadapan gue, kemungkinan besar ngga akan menewaskan gue, tapi pasti mengenaskan banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue jadi inget pesan mama waktu pamit mau ke Phuket. Mama bilang Thailand itu jauh, di luar negeri, dan kalo ada apa - apa terjadi sama gue, butuh waktu buat keluarga  untuk menyusul gue ke sini. Dan kalo sesuatu yang buruk terjadi sama gue, gara - gara gajah, kayaknya selain itu bukan kabar yang enak didengar, rasanya juga sangat tidak heroik. Mama tau gue penggemar gajah, dan kalo gue cidera gara- gara gajah, kesannya tragis amat ! Cherry Sitanggang cidera karena jatuh menggelinding bersama seekor gajah Thailand di sebuah hutan liar...kayaknya terlalu konyol dan memalukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue masih berusaha menenangkan diri gue. Gue berusaha berpikir rasional, kalo gajah pasti punya insting menghadapi alam sekitarnya, dan ngga mungkin melakukan kesalahan bodoh dengan menggelindingkan tubuhnya di hutan belantara yang curam itu. Tapi di sisi lain gue ragu, tanah yang lagi dipijak Taton bisa jadi kurang kokoh untuk menopang tubuh Taton...trus kalo longsor ? Yesus, tolooonnggg !! Selama pengalaman berbekpeker ria, gue udah sering mengalami sensasi deg - degan dan panik. Tapi yang ini keterlaluan. Gue takut luar biasa, kesal dan marah ! Entah marah ama sapa ? Ama Taton yang harus mencari rumput di tanah yang curam ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue minta sama pawang supaya bujuk Taton pindah dan nyari tempat datar. Dan si pawang malah balik bertanya, "Scare??" Kampret !! Akhirnya Taton pun mundur, dan kembali ke tanah yang datar. Arrgghhhh ! Sebal ! Gue nyaris mati barusan...bukan karena jatuh terguling - guling bersama gajah, tapi karena jantung gue udah disiksa luar biasa selama trekking berlangsung. Gue nyaris menggigil ketakutan. Tiba - tiba pawang nanya, "Photo ?" Dengan emosi gue yang masih berapi - api saat itu rasanya gue pengen teriak kencang - kencang, "No, I prefer to die, if you don't mind !!". Tapi akhirnya dengan gerakan lemas tanpa energi gue mengeluarkan&lt;a&gt; &lt;/a&gt;kamera dari tas dan memberikannya ke pawang. Si pawang turun dari leher Taton, dan mundur sekitar 2 meter untuk memotret gue. Gue teriak - teriak minta dia naek ke atas gajah. Apa - apaan dia ninggalan gue bersama Taton, sementara posisi belum aman, gue masih di pinggir tanah yang curam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pawang pun naek ke leher Taton lagi. Taton kembali melangkah dengan tenangnya. Di hadapan gue, jalan makin menanjak menuju hutan yang lebih dalam. Hati gue sibuk menimbang - nimbang, dan tiba - tiba gue bilang ke pawang supaya minta Taton balik. Gue ngga sanggup melanjutkan perjalanan naek ke dalam hutan. Kasihan jantung gue. Gue minta supaya Taton putar balik. Tenyata untuk proses ini pun jantung gue harus berpacu keras lagi. Dengan lebar jalan setapak yang cuma 2 meter, Taton yang raksasa agak kesulitan untuk memutar tubuhnya. Ya ampun...kapan penderitaan gue berakhir sih ? Dan gue harus bayar 600 bath untuk penderitaan ini !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhinya proses putar balik pun berhasil, dan Taton melanjutkan perjalanan ke tanah yang datar...menuju tempat awal tadi. Dan gue pun turun dari pundak Taton. Pengalaman yang luar biasa selama kurang lebih 30 menit gue di atas pundak Taton. Mengerikan dan tak terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas yang tahu gue menyelesaikan trekking lebih awal dari yang seharusnya menawarkan gue untuk menikmati monkey show gratis. Gue menolak. Gue bilang, gue mau ke kandang Valentino dan Ibunya aja. Nanti sopir minibus bisa mencari gue ke sini kalo udah siap mengantar gue lagi ke hostel. Penjaga Valentino kayaknya ngerti kalo gue senang banget berada di dekat gajah, dan dia membolehkan gue untuk mendekati Valentino dan Ibunya asalkan gue waspada mengingat tenaga gajah yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7450.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 219px; height: 292px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7450.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bahkan si petugas mengijinkan gue untuk memandikan Valentino dan Ibunya. Gue girang bukan main. Gue ngga peduli dengan kotoran gajah yang berserakan dimana - mana dan menempel di kulit, kaos, celana bahkan tas gue. Cuma Yesus, Mama dan Ony yang ngerti gimana bahagianya hati gue setiap kali ketemu gajah. Cukup dengan memandang dari kejauhan aja bikin gue loncat kegirangan,  apalagi bisa bermain - main dengan mereka tanpa jarak seperti sekarang. Lagian, seingat gue, baru kali ini gue mendapat kesempatan bermain - main ama bayi gajah ! Hal seperti ini yang bikin liburan gue berarti, di saat gue menemukan hal yang bikin gue sangat bahagia, sampai bisa melupakan semua kepenatan gue, walaupun cuma sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7444.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 272px; height: 204px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7444.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah beberapa saat, petugas menyusul gue dan bilang kalo udah ada sopir yang akan ngantar gue kembali ke hostel. Dengan berat hati gue pun mengucapkan selamat tinggal ke Valentino dan Ibunya. Sedih deh...Dengan langkah berat gue masuk ke dalam minibus yang akan mengantar gue kembali ke Patong Backpacker. Selamat tinggal Valentino..selamat tinggal Taton !&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-1154321164098951108?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/1154321164098951108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=1154321164098951108&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/1154321164098951108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/1154321164098951108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2011/01/senin-pagi-bersama-taton-dan-valentino.html' title='Senin Pagi Bersama Taton dan Valentino'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-7116518831333064447</id><published>2011-01-21T19:19:00.007+07:00</published><updated>2011-01-24T10:22:30.112+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Phuket'/><title type='text'>Bangla Road - Junceylon Tour</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7400.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 274px; height: 205px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7400.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Minggu, 16 Januari 2011&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Semalem gue tidur dengan lelapnya, walaupun sempat terbangun karena kedinginan. Unik benar kamar gue ini...sempit, tapi ada 10 ranjang, 1 AC dan 2 kipas angin. Sementara selimut yang disediain cuma selembar kain tipis. Jadi pas tengah malem, di saat semua penghuni kamar udah sibuk dengan mimpi masing - masing, gue mengendap - endap buat matiin kipas dan naikin suhu AC. Dan herannya di pagi hari, kedua kipas udah nyala lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini salah satu 'seni'nya tidur di dorm room...yang penghuninya bisa siapa aja...berbagai macam bekpeker yang berasal dari belahan dunia yang berbeda. Ada yang hitam, merah, kuning, coklat, dan lain - lain. Perbedaan bisa keliatan di waktu tidur begini. Di saat suhu AC terpasang 16 derajat celcius dengan 2 buah kipas angin berputar maksimal, ada sebagian yang kedinginan, tapi justru ada sebagian yang malah tidur cuma dengan celana pendek dan bertelanjang dada. Sementara gue, masuk golongan yang meringkuk di pojokan dengan baju lapis dua, kaos kaki, selimut alakadar, menggigil nahan dingin, dengan ujung - ujung jari tangan yang nyaris beku, dan dalam hati menyesali kenapa ngga bawa jaket.&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7402.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 284px; height: 213px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7402.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pagi ini gue baru nyadar kalo gue ternyata sekamar dengan 3 teman Malaysia yang gue kenal di Phi - Phie Island tour kemarin : Nita, Ahmad dan Remy. Nita, yang kasurnya di ujung dekat jendela, begitu melihat gue langsung turun menghambur ke kasur gue dan memeluk gue dengan girang. Hari gue langsung cerah ceria pagi ini, karena perasaan gue bilang kalo hari ini gue ngga akan kesepian seperti biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis mandi, gue, Nita, Ahmad dan Remy pun keluar hostel untuk nyari sarapan. Patong Backpacker emang gak nyediain sarapan. Ketiga teman Malaysia gue ini udah punya referensi tempat makan halal dan terjangkau di dekat hostel. Dengan berjalan kaki 5 menit, kita sampai di foodcourt yang letaknya di pinggir pantai ini. Pagi itu gue pesan paket roti, telor goreng dan air jeruk hangat, seharga 95 bath. Kalo soal harga, di Patong ini emang lumayan mahal deh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7403.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 251px; height: 188px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7403.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Siangnya, selain mampir di Junceylon, gue berempat juga ke Phuket City untuk liat - liat, dengan menyewa tuk - tuk seharga 700 bath. Tapi tiba di Phuket City, kita justru bingung mau kemana dan menikmati apa. Sepertinya ngga ada tempat menarik yang bisa dikunjungi. Patong jauh lebih 'hidup' dan menarik. Kita pun kembali ke Patong, dan langsung diantar ke foodcourt makanan halal tempat sarapan tadi. Kali ini buat makan siang, dan gue memesan sup kepiting seharga 80 bath.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai makan siang, kita kembali ke hostel. Ketiga teman Malaysia gue hari ini akan kembali ke Kuala Lumpur, jadi udah waktunya mereka berkemas dan memesan minibus untuk ngantar ke airport.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7404.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 238px; height: 178px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7404.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pas sore, minibus datang, Nita, Ahmad dan Remy pergi, dan gue kembali sendirian. Sore itu gue keluar hostel lagi untuk nyari tour agent. Besok, di hari keempat gue mau ikutan tour. Tapi bingung juga milih paket tournya. Kadang karena harganya yang kemahalan, kadang karena kombinasi tujuan wisatanya yang ngga pas di hati gue. Misalnya, gue mau ikutan Morning City Tour yang harganya sekitar 600 bath. Tujuannya ke : Biggest Buddha Image...&lt;span style="font-style: italic;"&gt;gue&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;suka&lt;/span&gt;...Chalong Temple...&lt;span style="font-style: italic;"&gt;gue juga suka, karena gue penggemar temple&lt;/span&gt;...'rubber taping'...&lt;span style="font-style: italic;"&gt;udah mulai ngga menarik nih&lt;/span&gt;..."Cashew Nut Factory"...&lt;span style="font-style: italic;"&gt;wisata ke pabrik kacang ? terlalu mengada - ada&lt;/span&gt;...trus "Curry Paste Demonstration Show'...&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mendingan gue tidur di hostel&lt;/span&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pilihan gue jatuh ke Elephant Trekking. Setelah tawar - menawar harga, si pemilik kios tour &amp;amp; travel ngasih harga 600 bath. Sebenarnya keuangan gue udah memprihatinkan banget di hari ketiga ini. Akhirnya tadi siang gue tarik ATM. Dengan biaya penarikan sebesar 150 bath per transaksi, gue ngerasa rugi banget. Tapi apa daya, gue bekpeker gadungan yang salah perhitungan. Gue cuma bawa USD 100 dari Jakarta, dan di hari kedua gue positif bangkrut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Selesai urusan tour untuk besok, gue kembali menyusuri Jalan Bangla..untuk menuju Junceylon lagi. Mengherankan. Ini aktivitas yang udah berulang kali gue lakukan hari ini tanpa merasa bosan, sama seperti pas gue ngedengerin I'm Yoursnya Jason Mraz. Jalan Bangla...Junceylon....Jalan Bangla...Junceylon...Kali ini gue mau nyari jajanan khas Thailand : Vacuum Freeze - Dried Durian Monthong. Gue tergila - gila ama jajanan ini sejak bos gue beberapa kali ngebawain buat oleh - oleh ke kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7413.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 191px; height: 255px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7413.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setiap kali gue menyusuri Jalan Bangla, gue pasti akan mampir ke tempat Coco. Coco adalah anjing yang selalu tidur di depan salah satu kios tour &amp;amp; travel di Jalan Bangla. Ini anjing paling gendut yang pernah gue liat seumur hidup gue. Kalo dalam bahasa Inggris jadinya : Coco is the gembrottest dog I ever seen. Pertama kali ngeliat dia, gue langsung penasaran dan nanya ke pemilik kios, "Is she pregnant ?", dan dijawab dengan tawa geli terbahak - bahak. Setiap kali gue mampir, Coco pasti tidur. Gue maklum, dengan bobotnya yang segendut itu, pasti yang sanggup dia lakukan sepanjang waktu cuma tidur. Kadang gue liat dia di dalam, kadang di pinggir kios. Gue penasaran, gimana Coco bisa berpindah. Apakah dia melangkah dengan keempat kakinya, atau ngesot..kayak suster. Karena gue ragu keempat kakinya masih sanggup menopang berat badan Coco yang udah jauh dari proporsional itu. Kalo manusia, Coco pasti masuk kategori obesitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Junceylon, gue menemukan durian kering yang gue cari. Mata gue langsung tertuju ke tulisan di kemasannya  : "No Cholesterol"..beughhh...duren tanpa kolesterol ?? Ini sama aja ama jajanan favorit gue Momogi yang mengaku "Tanpa MSG dan menambah konsentrasi". Atau bekpeker gembel yang kemarin bilang "I have to go back to Indonesia tomorrow.."Ketiganya kayak lagi ikutan kompetisi bohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7508.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 140px; height: 187px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7508.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Harga durian keringnya mahal...hampir 300 bath yang ukuran 100 gr. Akhirnya gue malah ke Carrefour yang ada di dalam area yang sama, berharap bisa menemukan produk yang sama dengan harga yang lebih manusiawi. Di Carrefour, gue akhirnya menemukan yang gue cari, dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Gue beli beberapa bungkus dengan berbagai ukuran, membayar di kasir, dan meninggalkan lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulangnya gue mampir ke Coco lagi. Ngegemesin Coco buat yang terakhir kali, karena besok kemungkinan besar gue ngga akan sempat, atau udah males, untuk ke Jalan Bangla lagi. Puas mainin Coco yang ngga merespon  sama sekali, gue balik ke hostel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7506.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 155px; height: 207px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7506.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di hostel gue sempat berinternet ria. Cuma di Patong Backpacker gue bisa menikmati fasilitas internet dengan harga terjangkau : 50 bath per jam. Di warnet - warnet biasanya 2 bath per menit. Kalo di patong Backpacker, caranya harus beli voucher yang minimal harganya 50 bath dengan masa aktif 30 hari. Di dalam voucher nanti ada informasi 'username' dan 'password' yang harus disubmit setiap kali mau pake internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah agak bosan berinternetan, gue keluar hostel lagi...jalan - jalan sepanjang Thawewong, keluar masuk toko - toko souvenir dan ngga beli apapun, beli burger di Seven Eleven, ngantuk, dan gue kembali ke hostel, siap untuk tidur. Di kamar gue liat Andrew lagi berkemas, dia mau ke Kuala Lumpur besok pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue pun merebahkan badan cape gue di kasur dan mulai membaca City of Thieves. Dalam hati gue berdoa, dan ucap syukur ke Yesus buat hari ini. Hari yang cerah dan indah. Walaupun kembali sendirian dengan uang pas - pasan, Hakuna Matata !! Ngga masalah ! Gue selalu percaya, Yesus selalu ada di sebelah gue menemani. Good Night !&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-7116518831333064447?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/7116518831333064447/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=7116518831333064447&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/7116518831333064447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/7116518831333064447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2011/01/bangla-road-junceylon-tour.html' title='Bangla Road - Junceylon Tour'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-3871086526211207238</id><published>2011-01-19T18:11:00.007+07:00</published><updated>2011-01-20T10:19:11.057+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Phuket'/><title type='text'>Terima Kasih, Mr. Kamchai !!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7379.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 268px; height: 201px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7379.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sabtu, 15 Januari 2011.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Gue sengaja pasang alarm supaya bisa bangun jam 6 pagi. Tekad gue bulat : gue harus telepon Mr. Kamchai pagi ini !! Abis mandi, gue langsung beresin ransel. Gue pengen pindah dari Gipsy. Gipsy sebenarnya nyaman, tapi aksesnya kemana  - mana susah. Bahkan semalem untuk nyari makan pun susah, dan akhirnya gue cuma makan malem bakpau imut seharga 15 bath yang gue beli di Seven Eleven. Tapi sebenarnya gue juga belum tau mau pindah kemana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis mandi gue pun ke kantor Mr. Kamchai. Masih tutup. Mr. Kamchai semalem emang bilang kalo kantornya baru buka jam 11 siang hari ini. Gue pun ke telepon umum terdekat, mau telepon Mr. Kamchai. Mr. Kamchai ngangkat telepon. Gue bilang kalo gue mau ikutan Phi - Phi Island tour hari ini. Dia bilang gak bisa karena sudah telat, jam segini biasanya minibus udah mulai jemput peserta tour satu - persatu. Gue gak menyerah....segala daya upaya gue kerahkan untuk membujuk Mr. Kamchai bolehin gue ikut tour hari ini. Mulai dari maksa, melas, merengek...Tetap ngga bisa....Akhirnya dengan nada memelas gue keluarkan kata - kata pamungkas, "But I have to go back to Indonesia tomorrow...I must join the tour today.." Mr. Kamchai kebingungan di ujung telepon...gue denger dia menggumam sesuatu...kayaknya lagi mikir - mikir. Trus dia saranin supaya gue naik taxi aja ke Rassada Pier, kejar ferry yang bakal berangkat ke Phi - Phi Island.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dengan memelas, gue bilang ngga tahu gimana caranya kesana. Akhirnya Mr. Kamchai bilang kalo dia akan ke kantornya segera untuk jemput gue dan ngantar gue ke Rassada Pier pake mobilnya. Dia bilang gue harus bayar 1,000 bath karena gue udah ketinggalan minibus. Gue jawab ga bisa, karena budget cuma 800 bath. Mr. Kamchai nyerah. Gue janjian ketemu di depan kantornya jam 07.10.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7370.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 178px; height: 238px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7370.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dengan girang gue langsung balik ke Gipsy. Di Gipsy gue bilang sama resepsionis kalo gue gak gak nginep di situ lagi malam ini, gue mau pindah. Tapi gue minta tolong untuk titip ransel, nanti akan gue ambil lagi sepulang dari Phi - Phi. Dibolehin. Dalam sekejap masalah gue mendadak lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue langsung kabur ke kantor Mr. Kamchai. Mr. Kamchai pun ngantarin gue ke Rassada Pier pake mobilnya. Sepanjang perjalanan Mr. Kamchai panik menghubungi supir - supir minibus yang dia kenal. Tapi gak ada yang angkat telepon. Mr. Kamchai keliatan khawatir banget kalo gue sampe ketinggalan ferry. Lama - lama perasaan bersalah muncul di hati gue. Gue udah berbohong sama Mr. Kamchai. Gara - gara kebohongan gue Mr. Kamchai jadi repot dan pusing tujuh keliling, demi gue bisa ikutan Phi Phi tour. Gue jadi ngga tega ngeliat tampangnya. Dia ngendarain mobilnya dengan kecepatan tinggi, karena dia bilang kita harus menghindari kemacetan yang bakal terjadi sebentar lagi. Dalam hati gue jadi bingung...baek banget Mr. Kamchai ini...padahal dia ngga kenal gue. Bahkan gue belum bayar Phi Phi tournya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7364.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7364.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tiba di Rassada Pier, Mr. Kamchai urus semuanya, dan gue tinggal naek ke ferry. Waktu gue udah naek ke atas ferry dan sempat noleh ke belakang, gue sempet liat Mr. Kamchai masih nunggu sambil melambaikan tangannya. Ya Tuhan, orang itu baek banget...dan gue jahat banget...hiks!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ferry gue sengaja ambil posisi paling atas. Dalam waktu singkat ferry segera penuh dengan para peserta tour lainnya. Ferry berangkat setengah jam kemudian...Setelah beberapa lama, ferry berhenti di Phi Phi Pier. Di sini sebagian besar penumpang dipersilahkan turun. Tapi ngga termasuk gue. Pembagiannya berdasarkan warna stiker yang diberikan ke masing - masing penumpang. Gue ngga terlalu ngerti fasilitas dari masing - masing stiker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis itu ferry melanjutkan perjalanan ke Maya beach. Tapi ferry ngga merapat ke pinggir pantai, melainkan tetap di tengah. Buat yang mau berenang dan snorkeling diberikan waktu 1 jam. Gue dan sebagai penumpang yang tersisa menggunakan waktu untuk menikmati pantai yang indah dan tenang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7384.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 167px; height: 223px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7384.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di sini gue kenalan sama 2 orang turis India asal Singapura. Selalu ada yang unik dari teman - teman yang gue temui selama bekpekeran. Kali ini yang unik, 2 turis itu adalah 2 sahabat dekat dengan nama yang sama, Senthil Kumar. Gue sebut mereka Double Senthil. Awalnya gue kenalan karena gue minta tolong sama Senthil Merah (karena saat itu dia pake kaos warna merah) untuk difoto. Abis itu ngobrol ngalor ngidul, dan Senthil Merah terheran - heran begitu tau gue adalah bekpeker gembel yang nekad, dan doyan jalan sendirian. Senthil Biru (karena dia pake kaos biru) pun bergabung. Mereka berdua menikmati denger pengalaman bekpekeran gue yang menurut mereka nyentrik dan berani, untuk seorang cewe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ferry kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini kembali ke Phi Phi Pier. Penumpang diminta turun untuk makan siang dan harus kembali jam 14.15. Seluruh penumpang yang tersisa diajak menuju rumah makan sederhana, dan dipersilahkan menikmati makan siang. Lumayan. Menunya variatif dengan rasa yang pas di lidah. Makan siang gratis emang bagian dari paket Phi Phi tour, selain pick up dengan minibus dari/ke hotel dan minuman gratis (khusus kopi dan teh) serta buah - buahan tropikal yang disajikan di dalam ferry. Sementara harga tournya variatif, tergantung isi paketnya dan nego harga sama pihak tour agent. Kalo gue sendiri dapat harga 800 bath dari Mr. Kamchai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelar makan, gue ama Double Senthil jalan - jalan sekitar pulau. Banyak toko yang berjualan aksesoris dan makanan. Kita bertiga sempet berhenti beberapa kali. Ke money changer buat tukar bath, ke minimarket buat beli es krim, dan ke toko souvenir buat beli kaos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7383.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 230px; height: 172px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7383.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sekitar jam 2, kita bertiga kembali ke ferry. Di ferry, yang tersisa cuma cape dan ngantuk. Kali ini kita milih duduk di dalam ferry yang dilengkapi dengan AC dan TV. Kebetulan film yang diputar adalah &lt;span style="visibility: visible;" id="search"&gt;&lt;em&gt;Apocalypto&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;. Tapi gue ngga tahan ngeliat adegan - adegannya yang sadis dan brutal. Akhirnya gue milih tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di Rassada Pier, setelah tukar - tukaran ID facebook, gue dan Double Senthil berpisah. Double Senthil nginap di Phuket City, sementara gue di Patong. Di saat pembagian minibus inilah kekacauan di mulai. Gue datangin setiap petugas  dan sopir minibus satu - persatu nanyain apakah nama gue ada di dalam daftar penumpang mereka. Trus mereka balik bertanya nama hotel gue. Gue jawab Gipsy. Mereka bingung dan ngeliat ke daftar masing - masing. Nama gue tak ditemukan. Tragis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kebingungan, seorang perempuan mendekat dan dengan ramah menanyakan asal gue. Dia adalah salah satu peserta tour di ferry yang sama dengan gue. Ternyata dia dari Malaysia, namanya Nita. Gue, Nita dan beberapa orang lainnya adalah rombongan terakhir yang tersisa di Pier. Petugas masih bingung harus ngantarin gue kemana, karena nama gue ngga terdaftar. Gue minta mereka telepon ke ponsel Mr. Kamchai. Mereka nanya siapa Mr. Kamchai itu ? Gue jelasin kalo Mr. Kamchai adalah pemilik tour agent yang udah ngantarin gue ke Rassada Pier tadi pagi. Pertanyaan berikutnya, apa nama kantornya Mr. Kamchai ? Entah ya...gue cuma ingat Golden...tapi lengkapnya lupa! Alamatnya di mana ? Di dekat Gipsy....Gipsy alamatnya di mana ? Gak tau..di dekat Golden...?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya minibus yang ngantarin gue dan peserta lainnya ke Patong pun berangkat. Lagi - lagi si sopir bingung begitu gue kasih tau nama hostel gue. Dia nanya alamatnya. Gue ngga tau, karena gue meninggalkan bukti konfirmasinya di ransel. Nampaknya seisi minibus mulai panik dengan nasib gue. Mereka mulai nanyain gue soal hostel gue yang misterius itu, seakan - akan gue anak umur 4 tahun yang terpisah dari orang tua dan kesasar. Keadaan udah mulai memalukan. Masing - masing berusaha membantu tapi ngga tau bagaimana caranya. Gue suruh sopir telepon Mr. Kamchai. Dengan posisi duduk gue paling belakang, beberapa orang ngebantu untuk menyampaikan nomor telepon Mr. Kamchai ke sopir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga penumpang terakhir adalah turis Malaysia yang sempat gue kenal waktu di Rassada, namanya Nita, Remy dan Ahmad. Mereka keliatan khawatir karena meninggalkan gue di minibus sendirian. Gue langsung ambil posisi di sebelah sopir. Gue minta dia telepon Mr. Kamchai lagi. Kali ini Mr. Kamchai mengangkat telepon. Akhirnya alamat hostel gue ditemukan. Si sopir bingung dengan keputusan gue milih nginep di Gipsy karena lokasinya yang jauh dan nyaris menuju ke gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat jam 18.30, minibus tiba di &lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Hasippee Road&lt;/strong&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;&lt;/strong&gt;, dari kejauhan gue liat Mr. Kamchai udah nunggu di pinggir jalan dekat kantornya. Dia keliatan khawatir. Gue turun dari minibus dan berjalan menuju Mr. Kamchai. Dia bilang gue telat 1 jam dari yang seharusnya. Gue jelasin soal kebingungan yang terjadi di pier karena ngga ada yang tau harus mengantar gue kemana. Gue bilang sama Mr. Kamchai kalo gue mau pindah ke Patong beach malam ini juga. Tapi gue bingung transportasi menuju ke sana. Lagi - lagi Mr. Kamchai keliatan khawatir. Ekspresi khawatir yang bikin gue merasa bersalah. Dia nanya apakah gue udah tau harus menginap di mana di Patong beach. Gue bilang di Patong Backpacker. Waktu di minibus Ahmad sempat menyarankan gue untuk nginap di situ aja, strategis. Mr. Kamchai minta gue mastiin dulu kalo masih ada kamar buat gue di sana (karena ini Sabtu alias weekend), dan dia janji akan cariin tukang ojek yang akan ngantar gue ke sana dengan harga murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kantor Mr. Kamchai gue langsung ke warnet. Sewanya mahal, 50 bath per jam, dan harus dibayar untuk 1 jam di muka. Gue cek www.hostelbookers.com, dan tampaknya masih ada ranjang tersisa buat gue di Patong Backpacker. Gue pun mencatat alamatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue langsung melesat ke Gipsy untuk berpamitan dan ngambil ransel. Abis itu gue kembali ke kantor Mr. Kamchai. Mr. Kamchai minta gue duduk di depan kantornya sementara dia berdiri di pinggir jalan untuk berentiin tukang ojek yang dia kenal buat antar gue. Ya ampun...rasa bersalah gue semakin bertumpuk - tumpuk...Entah bagaimana gue bisa membalas kebaikan Mr. Kamchai ke gue...gue yang udah ngebohongin dia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7386.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 226px; height: 169px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7386.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Akhirnya tukang ojek datang, Mr. Kamchai nawar harga bath 50 untuk ngantarin gue ke Patong Beach. Deal, dan gue diantar ke Patong Backpacker di &lt;span style="visibility: visible;" id="search"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;Thawewong Road&lt;/span&gt;. Harga kamar Mix Dorm Room 10 Bed 400 bath per malam. Gue tawar 350 bath dan gue bayar untuk 2 malam sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di kamar gue langsung mandi. Hostel, kamar dan WC nya memang ngga sebersih di Gipsy, tapi lumayanlah. Abis mandi gue jalan - jalan di sepanjang Thawewong Road. Gue mampir ke beberapa kios tour travel, untuk nyari paket tour murah meriah untuk besok. Tiba - tiba hujan lebat, gue pun mampir di McDonald. Sebenernya gue udah janji sama diri sendiri kalo gue bekpekeran harus nyoba makanan lokal, bukan fastfood kayak gini. Tapi poster Big Mac yang gue bisa langsung liat dari luar restorannya bener - bener bombastis. Gue pun ngiler dan tergoda. Gue beli paket burger seharga 145 bath. Puas berjalan - jalan, kenyang dan cape, gue balik ke hostel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7392.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 238px; height: 178px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_7392.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah beberapa saat baca novel yang gue bawa, City of Thieves, gue pun tertidur pulas. Hari ini sangat menyenangkan. Gue menyesal udah berbohong ke Mr. Kamchai dan udah bikin dia repot. Hari ini gue mengerti satu hal. Hal buruk yang telah gue lakukan terhadap orang lain, ngga selalu dibalas dengan hal buruk juga. Justru gue merasa mendapat balasan setimpal karena orang itu justru membalas perbuatan gue dengan kebaikannya yang tanpa pamrih. Balasan yang lebih mendalam buat gue : rasa bersalah. Gue cuma bisa berdoa semoga Yesus berkenan maafin gue, dan ngebalas kebaikan dan bantuan Mr. Kamchai yang luar biasa buat gue di hari ini. Maaf, dan makasih Mr. Kamchai...!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-3871086526211207238?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/3871086526211207238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=3871086526211207238&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/3871086526211207238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/3871086526211207238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2011/01/terima-kasih-mr-kamchai.html' title='Terima Kasih, Mr. Kamchai !!'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-1412554652187060845</id><published>2011-01-17T16:03:00.003+07:00</published><updated>2011-01-18T12:13:16.532+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Phuket'/><title type='text'>Day 1 at Phuket : Check in @ Gipsy Room - Patong Backpacker House</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture004-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 295px; height: 222px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture004-2.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jumat, 14 Januari 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini hari yang gue tunggu - tunggu, hadiah ulang tahun gue. Dari siapa ? Dari Yesus...mungkin melalui Airasia yang udah nyediain tiket pp Jakarta - Phuket seharga IDR 431,000.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perjalanan gue kali ini benar – benar nyaris tanpa persiapan. Bahkan gue baru packing ransel sekitar 3 jam sebelum gue berangkat ke Airport Soeta. Mungkin karena gue gak punya banyak waktu untuk persiapan sebelumnya. Seminggu terakhir sebelum keberangkatan, kerjaan kantor bener – bener padat dan menyita waktu gue....dan tenaga serta mood gue pastinya. Tapi gue tetep bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat jam 2 siang Damri berangkat dari Terminal Pasar Minggu, dan tanpa kendala kemacetan yang berarti, mengantarkan gue ke Terminal 2 Soeta Airport. Gue akan menunggu lumayan lama sampai waktunya boarding. Pesawat gue sendiri dijadwalkan berangkat jam 17.20. Jadi gue masih punya banyak waktu, tanpa tahu mau melakukan apa, selain makan siang dan bengong, di Airport.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktunya boarding tiba, hari sudah menjelang gelap. Penumpang dipersilahkan memasuki pesawat, dan gue langsung mencari bangku gue, 24F. Kali ini gue beruntung, karena tidak ada penumpang yang menempati bangku 24D dan 24E. Jadi sederet bangku itu menjadi hak gue, dan gue bisa dengan leluasa meluruskan kaki gue dan tidur dengan posisi badan selayaknya di kasur. Bener – bener hadiah ulang tahun yang istimewa, dimulai dari tempat duduk gue di pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam 8 malam lewat, pesawat mendarat di Phuket International Airport. Sebelum meninggalkan lokasi gue sempat mampir di money changer karena gue cuma punya USD tanpa satu sen pun Bath. Begitu di luar, gue langsung membeli tiket minibus seharga 150 Bath yang akan mengantar gue ke Patong. Minibusnya sangat nyaman. Baru sekitar 20 menit perjalanan, minibus berhenti di sebuah kantor. Kebanyakan penumpang bertanya – tanya dan mengeluh. Mungkin karena udah malem dan cape, pengen segera tiba di hotel masing – masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kantor itu setiap penumpang diminta turun, dan memberitahukan ke petugas di dalam kantor nama dan alamat hotel masing – masing. Gue jadi lumayan lega, ternyata minibus bakal ngantar gue sampai ke hostel. Petugas bingung begitu gue menyebutkan nama hostel gue : Gipsy Room - Patong Backpacker House. Setelah itu gue kasih liat bukti konfirmasi via hostelbookers.com yang gue print, di situ ada alamat Gipsy, lokasinya di Hasippee Road, Patong.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dilanjutkan. Memasuki daerah Patong, gue makin bersemangat. Kalo Bangkok terkenal dengan Khaosan Roadnya, sepanjang yang gue tahu Phuket terkenal dengan Patongnya. Minibus pun mengantar penumpang satu per satu. Ada yang diantar ke hotel mewah, resor, atau cukup di pinggir jalan. Kalau yang di pinggir jalan, gue asumsikan si penumpang menginap di hostel, yang lokasi di dalam gang – gang sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture006-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture006-2.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dan ternyata gue adalah penumpang terakhir. Semua penumpang sebelum gue diantar ke daerah yang sama. Tempatnya ramai, hingar – bingar, dengan berbagai macam toko, hotel, bar, di kiri – kanan jalan. Tapi jalan menuju Gipsy mendadak berubah. Sepi dan agak menanjak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang jam 10 malam, supir minibus memberhentikan gue di depan sebuah toko Seven Eleven. Dia membukakan pintu buat gue, dan dengan bahasa Inggris yang benar – benar gak gue ngerti dia menunjuk jalan menanjak yang gelap. “Gipsy..Gipsy”, dia bilang sambil nunjuk ke bangunan bertingkat  yang posisinya...agak di atas. Tanjakannya tajam banget, dan gue udah langsung ngerasa cape sebelum mulai berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di pintu, gue pencet bel dan seorang perempuan menyambut dengan ramah dan meminta &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture012-3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture012-3.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;gue untuk ke lantai 2. Di lantai 2, ruang hanya terdiri dari ruang nonton, dapur dan balkon. Ternyata resepsionisnya ada di ruang dapur. Gue langsung terkesan dengan hostel yang satu ini. Bersih dan elegan. Dengan aroma wangi yang bikin nyaman. Setelah urusan check in, gue kembali diantar ke lantai dasar, ke kamar gue Mix Dorm Room 10 Bed. Kamarnya bersih dan nyaman, juga WC nya. Gue langsung puas dan pengen segera istirahat begitu ngeliat kasurnya yang empuk. Untuk kamar ini, tepatnya kasur ini, gue harus ngebayar sekitar USD 11. Awalnya gue pikir terlalu mahal, tapi begitu ngeliat langsung isinya, bagi gue itu sepadan. Dan kali ini gue gak kecewa dengan review yang gue baca di website www.hostelbookers.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis mandi, gue langsung keluar meninggalkan Gipsy. Banyak yang harus gue lakukan : beli air mineral di Seven Eleven, cari money changer, dan cari tour agent buat booking Phi – Phi Island tour buat besok. Tapi ternyata kawasan itu udah semakin gelap dan sepi. Abis dari Seven Eleven, gue mampir ke arah kantor tour agent, Golden, yang sebenarnya udah tutup. Di dekat kantor ada sepasang suami istri yang lagi asyik ngobrol. Dia bilang kantor udah tutup dan gue harus kembali besok, atau bisa menelepon Mr. Kamchai si pemilik kantor ke nomor ponselnya. Nelpon ke ponsel ? Gak mungkin lha...gue gak punya SIM card Thailand. Ternyata si suami tanpa gue minta menghubungi Mr. Kamchai dengan ponselnya dan dia minta gue bicara langsung dengan Mr. Kamchai. Gue bilang ke Mr. Kamchai mau booking Phi Phi Island tour untuk besok. Mr. Kamchai bilang udah ngga bisa karena sudah lewat jam 11 malam. Booking hanya bisa dilakukan sebelum jam 11 malam. Karena kelelahan gue yang teramat sangat, ditambah kemampuan gue yang terbatas buat ngerti bahasa Inggris Mr. Kamchai, gue pun mengakhiri pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue kembali ke Gipsy dengan sedikit panik. Sebenarnya gue bisa booking tour di Gipsy, tapi harganya selangit, 1,400 Bath. Tapi begitu gue tiba di lantai 2, gue udah menyerah dan memutuskan untuk booking di Gipsy. Tapi resepsionisnya bilang hal yang sama seperti Mr. Kamchai. Gue terlambat booking, karena udah lewat jam 11. Akhirnya setelah browsing – browsing di internet, yang bisa gue pake dengan gratis, dan tetap belum menemukan solusi, gue kembali ke kamar. Badan gue terlalu lelah, termasuk buat berpikir. Gue cuma berdoa, besok gue akan ikut Phi Phi Island tour...entah gimana caranya...yang pasti butuh sedikit miracle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue tidur dengan nyenyaknya..walaupun sesekali terbangun. Kasur gue terguncang – guncang, seakan – akan ada gempa. Padahal cuma tamu yang tidur di kasur atas gue yang bergerak terlalu aktif sepanjang tidurnya. Gue serasa tidur di ranjang goyang. Terbangun...tidur lagi...terbangun...begitu sepanjang malam. Tiap kali gue terbangun terpaksa pikiran gue melayang ke besok. Dan hati gue cuma bisa berbisik, 'Pasti besok ada solusi...' dan gue kembali tertidur pulas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-1412554652187060845?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/1412554652187060845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=1412554652187060845&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/1412554652187060845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/1412554652187060845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2011/01/day-1-at-phuket-check-in-gipsy-room.html' title='Day 1 at Phuket : Check in @ Gipsy Room - Patong Backpacker House'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-2943877636281783674</id><published>2010-11-20T11:16:00.004+07:00</published><updated>2010-11-21T12:20:08.746+07:00</updated><title type='text'>Escape to Halong Bay (24 Oct 2010)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/73820_161311940568855_100000701503196_353494_3863930_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/73820_161311940568855_100000701503196_353494_3863930_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Halong Bay..ohh Halong Bay.. 	&lt;!-- 		@page { margin: 2cm } 		TD P { margin-bottom: 0cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;img src="http://emoticons4u.com/cool/049.gif" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;!&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini bangun pagi, trus sarapan. Sarapan sandwich ala Vietnam yang disediain World Hotel....pake Banh Mi, roti baguettenya Vietnam, telor mata sapi, dan sayuran seadanya, plus sari jeruk. Alakadar banget sebenernya, tapi gak papa...gue terlalu bersemangat dan seneng hari ini, karena gue akan tour ke Halong Bay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalem menurut informasi stafnya World Hotel, mobil tour akan jemput gue dari Hotel jam 07.30 AM. Tapi tunggu punya tunggu...ampe jam 8 pagi mobilnya belum nongol. Penyakit "gak sabaran" gue mendadak kambuh....gue jadi resah dan gelisah...kemana gerangan mobil yang seharusnya nganterin gue ke Halong Bay ini&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img src="http://www.emoticons4u.com/mad/1018.gif" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ? lama - lama gue makin paranoid...jangan - jangan World Hotel lupa ngedaftarin gue ikutan tour hari ini ??! Gue jadi nyesel, karena seharusnya gue ikutan tournya Sinh Tourist. Gue udah booking tournya (walopun belum bayar) melalui email ke staff Sinh Tourist. Tapi kemarin, berhubung susah bukan main nyari alamat di Hanoi city ini, gue urung lanjutin booking gue ke Sinh Tourist, karena entah dimana kantornya...kalo jadi sama Sinh Tourist pasti gue gak bakalan setakut ini, karena gue percaya Sinh Tourist tuh profesional banget...ngga kayak World Hotel nih, yang bikin jantung gue musti berdetak kencang di pagi hari &lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.2  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 2cm } 		TD P { margin-bottom: 0cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--&gt;&lt;/style&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;img src="http://www.emoticons4u.com/mad/118.gif" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mobil tour datang menjemput. Horreeeee...!!! Rasanya pengen loncat kegirangan &lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; "&gt;&lt;img src="http://www.emoticons4u.com/happy/1219.gif" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;. Gue emang takut banget ketinggalan tour Halong Bay, karena ini hari terakhir gue bisa menikmati tour seharian. Dan hari ini gue dedikasikan buat diri gue sendiri untuk mewujudkan impian gue tour ke Halong Bay. Kalo ngga hari ini, kapan lagi...besok pagi khan waktunya gue balik ke Kuala Lumpur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan ditempuh sekitar 3 jam, dengan berhenti sekali di tempat peristirahatan gitu. Sepanjang perjalanan gue tidur&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.2  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 2cm } 		TD P { margin-bottom: 0cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--&gt;&lt;/style&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;img src="http://www.emoticons4u.com/sleep/schla01.gif" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;. Sebenarnya ini tidur yang dipaksakan. Abis sarapan tadi gue sengaja makan 1 butir Panadol. Ini gue lakukan supaya gue ngantuk dan tertidur di perjalanan. Gue sadar diri nih....gue tau, kalo sedang terlalu bersemangat, apalagi pas bekpekeran, secape apapun, sejauh apapun perjalanan yang harus ditempuh, pasti gue ngga akan mengantuk. Padahal menurut gue, cara paling bijak melewatkan 3 jam lebih perjalanan Hanoi - Quang Ninh Province, ya dengan tidur sepulas mungkin, buat simpan tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di perhentian peristirahatan, gue sempatkan diri buat jajan buah - buahan potong. Panasnya udara saat itu bikin gue pengen nyari makanan yang segar - segar. Begitu perjalanan dilanjutkan, jam tidur pun berlanjut juga...Gak peduli sepenuh dan seberisik apapun isi mobil, gue tetap bisa tidur dengan tenteram.&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img src="http://www.emoticons4u.com/sleep/schla17.gif" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya perjalanan panjang berakhir di Halong Bay. Hmmm....serasa bermimpi nih....Beberapa waktu yang lalu gue pernah berkhayal untuk bisa ke Halong Bay, dan sekarang gue tiba di tempat yang gue impikan itu. Sambil menunggu tour guide mengurus pembagian group dan karcis kapal, pikiran gue menerawang jauh. Gue pikir hadiah spesial cuma buat hari ulang tahun &lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.2  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 2cm } 		TD P { margin-bottom: 0cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--&gt;&lt;/style&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;img src="http://www.emoticons4u.com/party/fest43.gif" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.  Untuk ulang tahun gue Januari ini Yesus udah dengan baeknya ngasih gue hadiah bekpekeran ke Bangkok...ternyata di tengah tahun ada hadiah Malaka dan Bali....Trus, diakhir tahun pun masih ada hadiah spesial lain yang Yesus sisain buat gue : Halong Bay. Mungkin Yesus ngerti gimana stressnya gue di kantor, dan gue butuh liburan spesial untuk melepaskan gue sejenak dari kepenatan urusan kerjaan. Entahlah...yang jelas melihat Halong Bay di hadapan gue, yang bisa gue lakukan cuma bersyukur...bersyukur...dan bersyukur ke Yesus &lt;code&gt;&lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/63.gif" border="0" width="18" height="18" /&gt;&lt;/code&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/74545_161313797235336_100000701503196_353519_3969194_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/74545_161313797235336_100000701503196_353519_3969194_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gorgeous !!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Peserta tour pun dipersilahkan naek ke kapal yang akan mengantarkan ke tengah Halong Bay. Ketika dari kejauhan gue bisa mulai melihat hamparan batu kapur raksasa dan gugusan pulau - pulau kecil, hati gue berdecak kagum &lt;code&gt;&lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/77.gif" border="0" width="32" height="18" /&gt;&lt;/code&gt;. Gue udah mendekat ke tempat - tempat yang selama ini cuma bisa gue nikmatin di internet, majalah, foto, ato kartu pos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/67758_161313850568664_100000701503196_353520_4763054_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/67758_161313850568664_100000701503196_353520_4763054_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tour pake perahu kecil&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Hening dan tenangnya Halong Bay siang ini membuat pikiran gue menerawang lagi...teringat ama legenda asal muasal Halong Bay terbentuk. Alkisah ketika rakyat Vietnam melawan serbuan rakyat Cina, para dewa mengutus keluarga naga untuk membantu rakyat Vietnam mempertahankan wilayahnya. Para naga pun mulai menyemburkan batu permata. Permata - permata ini menjelma menjadi pulau - pulau kecil yang tersusun menjadi sebuah benteng raksasa yang akan menahan serangan penyerbu.  Wilayah yang kelak dinamakan Vietnam itu menjadi aman kembali. Keluarga naga tersebut tertarik dengan kehidupan di bumi yang tenang dan memutuskan untuk tinggal di bumi. Wilayah dimana Ibu para naga turun, dinamakan Halong. Wilayah dimana Ibu dan anak - anak naga berkumpul dinamakan pulau Bai Tu Long. Dan tempat anak - anak naga bermain dan mengibaskan ekor mereka dinamakan pulau Bach Long Vy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa Bapak naga gak disinggung di legenda itu...mungkin Bapak naga ngga ikut turun ke bumi, ato Ibu naga emang single parent, walopun ngga dijelaskan juga kenapa bisa jadi single parent...mungkin Bapak naga udah meninggal...ato mereka cerai....hal yang sama sekali ngga penting banget buat dibahas dan dipikirkan sebenernya....&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.2  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 2cm } 		TD P { margin-bottom: 0cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--&gt;&lt;/style&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;img src="http://www.emoticons4u.com/crazy/1087.gif" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin cerita legenda Halong Bay bakal lebih keren lagi kalo dikasih soundtrack :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ular naga panjangnya bukan kepalang&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Menjalar-jalar selalu kian kemari&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Umpan yang lezat itulah yang dicari&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt; Ini dianya yang terbelakang&lt;/span&gt;...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kosong...kosong...isi...isiiii !!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt;&lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/58.gif" border="0" width="30" height="18" /&gt; &lt;/code&gt;Ide paling gak bermutu dari bekpeker gembel bernama Cherry Sitanggang. &lt;code&gt;&lt;/code&gt;Ampe sekarang gue ngga ngerti arti dan maksudnya tuh lagu dan permainannya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halong Bay ini ternyata salah satu finalis 7 Keajaiban Dunia. Di tiketnya ada ajakan untuk memilih Halong Bay sebagai salah satu Keajaiban Dunia. Hmm...dengan tanpa mengurangi rasa hormat kepada Pulau Komodo, sebenernya gue setuju banget banget sih, karena ngga ada abis - abisnya gue kagum sama Halong Bay ini. Indah dan keren banget &lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; "&gt;&lt;img src="http://www.emoticons4u.com/fingers/fing02.gif" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;....!!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pulau Komodo juga pasti keren banget...tapi gue ngga pernah ke sana...&lt;code&gt;&lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/106.gif" border="0" width="40" height="18" /&gt; &lt;/code&gt;Jadi gue belum mengalami sensasi kagum setengah mati sambil melihat dengan mata terbelalak dan air liur menetes - netes &lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img src="http://www.emoticons4u.com/sleep/schla07.gif" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;...mungkin suatu saat nanti...kalo AirAsia buka penerbangan ke sana...&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;img src="http://www.emoticons4u.com/evil/204.gif" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  In your wildest dream, myself...!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tepat sore hari, tour keliling Halong Bay pun berakhir. Gue puas dan seneng banget bisa mewujudkan impian dan khayalan gue lagi. Ngga seperti biasanya, entah kenapa khusus untuk Halong Bay ini ada keinginan dalam hati gue untuk kembali ke sini lagi suatu saat nanti. Bukan karena gue ngga puas dengan tour hari ini, tapi karena gue begitu jatuh cintanya &lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.2  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 2cm } 		TD P { margin-bottom: 0cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--&gt;&lt;/style&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;img src="http://www.emoticons4u.com/love/029.gif" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  sama keindahan dan keeksotisan Halong Bay yang bikin gue yakin ngga akan bosan seberapa sering pun gue kemari. Semoga Ibu naga dan anak - anaknya dibawah sana pun akan dengan senang hati menyambut kedatangan gue berikutnya kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan pulang kembali diisi dengan tidur. Kali ini tidur karena lelah, bukan Panadol. Yesus yang baek, makasih buat tour Halong Bay hari ini. See you next time, Halong Bay...see you next time, dragon family !&lt;img src="http://www.emoticons4u.com/happy/125.gif" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/39612_161312257235490_100000701503196_353499_3927231_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/39612_161312257235490_100000701503196_353499_3927231_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 11px; "&gt;&lt;i&gt;I'm a happy wanderer !&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 11px; "&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 11px; "&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;My fave traveling quote : &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; "&gt;Go with the flow. Soak in the local culture. Enjoy every bit of your time on the move. Respect Local mores. Learn to be objective. Dont compare. Dont expect much. Appreciate the things the way they are ......Thank God. Not everyone who wants to go out and see the world is blessed with the opportunity.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-2943877636281783674?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/2943877636281783674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=2943877636281783674&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/2943877636281783674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/2943877636281783674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2010/11/escape-to-halong-bay.html' title='Escape to Halong Bay (24 Oct 2010)'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-5222169271496752045</id><published>2010-11-14T11:26:00.004+07:00</published><updated>2010-11-14T13:41:16.277+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hanoi'/><title type='text'>Fly Me to Hanoi City, Please !</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/69350_161311680568881_100000701503196_353489_3859666_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 281px; height: 234px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/69350_161311680568881_100000701503196_353489_3859666_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selamat pagi KL, selamat pagi LCCT...badan gue rasanya nyaris rontok gara - gara tidur di kursi yang sebenernya gak nyaman banget buat ditidurin...Tapi gak penting deh, yang penting hari ini gue bakal hijrah dari KL ke Hanoi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya pagi ini gue gak bisa mandi. Sebenernya di LCCT ini ada beberapa rest room yang nyediain kamar mandi. Tapi herannya, kalo malam kamar mandinya dipake jadi kamar tidur buat para cleaning service LCCT. Walopun gue udah ketok - ketok pintunya berkali - kali, tapi mungkin penghuni di dalam tidurnya pulas bukan main ampe gak peduli ama orang - orang di luar yang antre mo mandi. Jadi pagi itu, di hari bersejarah gue migrasi dari KL ke Hanoi, demi menghormati para cleaner yang lagi asyik bobo, gue cuma cuci muka dan ganti baju seadanya...padahal semalem aja badan rasanya udah lengket bener...pagi ini niat mo mandi pun harus ditunda lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah nunggu beberapa saat, tiba waktunya boarding. Naek pesawat, dapat posisi duduk di pojok, jam tidur pun dilanjut...kali ini perjalanan selama 3 jam gue maksimalkan buat bales dendam : tidur sepuasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di Noi Bai airport, Hanoi, kebingungan pun di mulai. Sama kayak waktu mendarat di bandara Ho Chi Minh tahun lalu, di sini gue juga gagal nyari peta. Keluar dari bandara langsung disambut sama hawa super panas dan supir - supir taxi dan mobil rental yang nawarin kendaraan masing - masing. Sebenernya gue udah siapin informasi mengenai bus umum yang bisa ngantar gue dari bandara ke Old Quarter. Tapi badan gue masih loyo banget..udah gitu karna kelamaan tidur di pesawat, pikiran gue masih agak kaget dan bego, belum bisa mikir. Jadi gue naek salah satu mobil rental dan bayar USD 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_6620.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 156px; height: 207px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_6620.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah perjalanan panjang, nyasar, susah dan berliku akhirnya gue sampe di World Hotel. Gue udah booking hotel ini via Hostelbookers. World Hotel terletak di Tanh Ha street, dan untuk menuju ke hotel ini, gue harus melalui pasar tradisional yang padat banget, jalan becek dan aroma khas pasar gitu deh ditambah bau pesing yang menyengat. Gue gak tau deh, keputusan gue milih hotel ini benar ato ngga, tapi maklum deh...kalo cari hotel/hostel di hostelbookers emang kayak beli anjing (i hate cat) dalam karung...reviewnya pasti keren banget, padahal aslinya amburadul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gue gak mo pusing urusan hotel, karena yang gue mau sekarang adalah explor kota Hanoi yang padat dan (sorry) agak semrawut ini sepuasnya. Kenapa gue pengen ke Hanoi ? Ada 2 hal yang berhasil memprovokasi gue buat ke sini : artikel di Kompas mengenai Ho Chi Minh Mausoleum dan Halong Bay. Kenapa Ho Chi Minh Mausoleum penting banget buat gue ? Karena disinilah disimpan jasad Bac Ho yang diawetkan. Kenapa penting banget buat gue liat jasad Bac Ho ? Karena gue penasaran, Desember tahun lalu gue udah menginjakkan kaki gue di Vietnam, tepatnya di Ho Chi Minh City, tapi cuma bisa liat Bac Ho di uang, kantor pos, patung, dll. Gue blum bisa liat langsung jasadnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture003-3.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 193px; height: 144px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture003-3.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tapi ternyata kali ini gue harus nahan rasa kecewa. Karena saat ini ternyata Ho Chi Minh Mausoleum lagi ditutup untuk umum. Menurut petugas penjaga, mausoleum bakal dibuka lagi tanggal 1 November 2010. Hancur hatiku berkeping - keping...rasa sedih dan kecewanya emang gak seberat waktu tahun lalu ditinggal AirAsia ke Ho Chi Minh...tapi cukup mendalam nih...selama ini gue bisa berkepekeran cuma karna dimotivasi sama rasa penasaran gue. Hiks...kali ini gagal memuaskan rasa penasaran gue. Rasanya mo nangis dan teriak kencang, "Maaaamaaaaaaaa....!!!!" Tapi batal, karna malu...banyak turis mengunjungi mausoleum siang itu. Jadi teriaknya di hati aja,"Yesus, kali ini gagal...kasih gue kesempatan buat ke Hanoi lagi lain waktu ya? Please....mo liat Bac Ho..."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/67655_161313160568733_100000701503196_353509_921514_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 212px; height: 141px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/67655_161313160568733_100000701503196_353509_921514_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tapi berhubung sebelumnya gue udah liat - liat Ho Chi Minh Museum, yang lokasinya berdekatan sama mausoleum, yang isinya segala macam hal dan properti milik Bac Ho, rasa penasaran gue sedikit terobati...Hmm...bohong banget...! Rasa penasaran gue tak tergantikan ! Satu - satunya cara, gue akan balik ke Hanoi suatu saat nanti. Bac Ho, I'll be back soon !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/69076_161313537235362_100000701503196_353515_4478107_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 259px; height: 172px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/69076_161313537235362_100000701503196_353515_4478107_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Malam pertama di Hanoi, agendanya adalah buat nonton Water Puppet Show di Thang long Water Puppetry. Tiketnya nitip sama reception World Hotel...harga tiketnya cuma 40,000 Dong plus biaya antar 10,000 Dong. Pertunjukannya biasa aja sebenernya...Mungkin karena dalam bahasa Vietnam yang gue gak ngerti sepatah katapun, jadi gue cuma nebak - nebak jalan ceritanya aja...walopun kadang jadi tersesat juga. Naga muncul....kemudian kura - kura...lalu bangau...trus penari - penari...Hoooaaaammm....ngantuk...! Trus, ada kerbau sedang membajak sawah...Datanglah iring - iringan kerajaan...trus petani yang menanam padi di sawah...trus adegan nelayan ngejar - ngejar ikan...ikannya raksasa, jauh lebih gede dari nelayannya....keadaan berbalik, malah ikannya yang mengejar nelayan...Nelayan ampe terloncat keluar dari sampannya..penonton ketawa...begitu seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang pertunjukan, gue sangat terhibur dengan orkestra tradisional yang mengiringi pertunjukan. Walopun kadang kuping terganggu juga karena suara penyanyinya yang melengking, tapi alunan alat musik tradisionalnya sedap terdengar. Selain itu gue penasaran, dimana para dalang bersembunyi dan gimana mereka melakukan tugas masing - masing. Di akhir pertunjukan, seluruh dalang muncul dan maju ke tengah kolam. Gue jadi penasaran lagi, selama pertunjukan sekitar 1 jam itu mereka terus - terusan berendam di dalam air, dari ujung kaki sampai pinggang...Wedeeww....mandi 1 jam aja ujung - ujung jari gue udah keriput...gimana mereka yah ? Padahal dalam 1 hari ada sekitar 4 waktu pertunjukan...What a job!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis nonton wayang air, waktunya liat - liat Danau Hoan Kiem sejenak..Di tengah danau ada semacam kuil yang bentuknya kayak kura - kura. Ada legenda di balik nama Hoa Kiem ini. Alkisah, Kaisar Le Loi dari Vietnam sedang berperahu di sebuah danau di kota Hanoi. Le Loi memiliki sebuah pedang sakti yang diberikan oleh Dewa Kura - Kura. Tiba - tiba seekor kura - kura raksasa muncul di tengah danau dan merebut pedang tersebut. Le Loi berusaha keras mencari pedang dan kura - kura raksasa tersebut. Namun gagal (segagal gue siang ini masuk ke mausoleum). Akhirnya Le Loi mengakui bahwa pedang itu sudah diambil kembali oleh Dewa Kura - Kura. Karena itu danau tersebut dikasih nama Hoa Kiem alias the lake of the returned sword.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danau Hoan Kiem keren banget di malam hari. Gak heran banyak orang datang ke sini, untuk sekedar duduk - duduk di pinggir danau, chit - chat bareng teman dan keluarga, bahkan ada beberapa club dansa yang latihan di area sekitar danau. Sayang gue udah ngantuk berat...jadi udah waktunya balik ke Hotel, siapkan tenaga untuk Halong Bay besok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/33714_161313633902019_100000701503196_353516_5441114_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 260px; height: 174px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/33714_161313633902019_100000701503196_353516_5441114_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-style: italic;"&gt;Rising Sun Bridge, Hoan Kiem Lake&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="main"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="search"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-5222169271496752045?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/5222169271496752045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=5222169271496752045&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/5222169271496752045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/5222169271496752045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2010/11/fly-me-to-hanoi-city-please.html' title='Fly Me to Hanoi City, Please !'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-2517348021812823502</id><published>2010-10-30T14:17:00.008+07:00</published><updated>2010-11-03T19:58:22.242+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hanoi'/><title type='text'>Bye Jakarta....I'm coming KL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/IMG_3707-compressed.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 213px; height: 319px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/IMG_3707-compressed.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu saat di Gramedia, gue asyik baca - baca tumpukan majalah National Geographic Traveler. Covernya foto Halong Bay....Untuk sesaat gue cuma bisa mengagumi foto yang gue liat, dan butuh waktu beberapa saat sampai hati gue berani bilang, "Yesus, ini keren banget...gue pengen ke sini...kalo boleh.." Tentu aja gue cuma berani berbisik dalam hati, karena kali ini impian gue kayaknya impian tingkat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Gue ngga hitung berapa lama jarak waktu antara saat gue baca majalah itu, sampai akhirnya gue bisa mewujudkan impian gue ngeliat Halong Bay langsung, tanggal 24 Oktober 2010 kemarin. Tapi seinget gue, gue beli tiketnya di web AirAsia awal tahun ini, dengan harga super murah, Rp. 105 ribu untuk tiket Jakarta - KL - Jakarta, dan RM 85 untuk tiket KL - Hanoi - KL. Gue emang selalu siap dan waspada setiap AirAsia bikin promo Rp. 0, dan ngga pernah melewatkan kesempatan untuk belanja tiket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Jakarta - Kuala Lumpur - Hanoi - Kuala Lumpur - Jakarta ini benar - benar obat buat gue. Obat rasa kangen gue yang udah beberapa bulan gak bekpekeran, sekaligus obat stress gue dengan segala kesibukan di kantor. Sejak gue pindah kerja bulan Juni 2010, serasa hidup gue berubah drastis. Dalam proses menyesuaikan diri dengan perubahan ini gue bukan cuma kaget, tapi ada kalanya jadi tertekan dan stress. Stress fisik dan mental. Serasa waktu, pikiran dan energi gue semuanya untuk kerjaan. Najesszz...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat gue memulai perjalanan bekpekeran gue, tepatnya sejak menginjakkan kaki di airport Soeta, gue hanya akan membawa ransel dan hati gue dalam perjalanan. Yang lainnya, gue tinggalkan di Jakarta. Bekpekeran adalah moment gue, waktunya gue memanjakan dan memuaskan diri gue...waktunya gue bebas menjadi diri gue  seutuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Jakarta - Kuala Lumpur ditempuh gak ampe 2 jam, dan setiba di LCCT gue langsung ambil langkah seribu menuju Kuala Lumpur dengan naek shuttle bus LCCT - Kuala Lumpur. Walopun udah malem, gue tetep semangat dan berniat menghabiskan waktu di kota, bukannya menunggu di bandara untuk penerbangan ke Hanoi keesokan paginya. Di Kuala Lumpur, kayaknya udah jadi agenda rutin gue untuk foto - foto di Twin Tower Petronas. Heran deh...gue udah beberapa kali ke Malaysia, dan ini adalah ketiga kalinya gue mampir ke Petronas, tapi gak ada habisnya rasa penasaran gue untuk foto - foto di sini. Mungkin karena bangunannya yang terlampau tinggi dan cuma bermodal kamera digital yang alakadarnya, untuk berfoto di sini pun jadi sebuah tantangan tersendiri...entah deh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis dari Petronas, perjalanan malam gue berlanjut ke Pasar Seni station untuk menuju Petaling Street. Sudah ketiga kalinya pula gue menginjakkan kaki di sini. Gue ngerasa sangat kenal dengan daerah ini...Bahkan anehnya kadang gue merindukan hostel - hostel di sini yang pernah gue singgahi...My Travel Hub dan Grocer's Inn. Kayaknya gak ada yang berubah di sini, tetap ramai dan hingar bingar. Tujuan gue ke sini selain untuk bernostalgila, juga buat cari makan malam. Malam itu menu makan gue adalah nasi dan sate ayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat gue menuju stasiun Pasar Seni, gue ngeliat beberapa penjual buah, dan mata gue langsung tertuju pada tumpukan buah plum seharga RM 10 per 8 buahnya. Gue langsung ngiler...di Jakarta buah plum jadi kayak buah mewah...harganya selangit dan agak susah dicari...dan yang jelas, ga mungkin ketemu buah plum di pinggir jalan kayak gitu. Gue langsung beli, untuk cemilan sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai mengobati rasa kangen ama Petaling Street, gue balik menuju KL Sentral untuk naek shuttle bus ke LCCT lagi. Tiba di LCCT, langsung cari posisi untuk bobo di airport. Untung masih dapat sederet bangku di sebelah McDonald, buat bobo semalem. Ternyata LCCT rame banget di malem hari, dan banyak banget yang tidur di bandara. Jadi malam itu, tanpa mandi terlebih dulu, gue langsung bobo. Sebenarnya badan gue udah lengket dan bau keringat, tapi siapa yang peduli...yang jelas malam itu gue sangat excited menunggu perjalanan gue menuju Hanoi besok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanoi...wait for Cherry yaahh !!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-2517348021812823502?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/2517348021812823502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=2517348021812823502&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/2517348021812823502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/2517348021812823502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2010/10/suatu-saat-di-gramedia-gue-asyik-baca.html' title='Bye Jakarta....I&apos;m coming KL'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-4105113542488996571</id><published>2010-05-05T17:50:00.006+07:00</published><updated>2010-05-30T18:01:15.416+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuala Lumpur - Melacca'/><title type='text'>03 April 2010 : Museum Roadshow</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture519.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 258px; height: 193px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture519.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebelum ke Dataran Pahlawan Megamall, gue mampir dulu di Melaka Tourist Information Centre yang ada di Rumah Media Melaka. Di sana gue ngambilin brosur wisata Melaka sebanyak - banyaknya. Sayangnya staff yang lagi bertugas ngga terlalu pintar ngasih informasinya. Misalnya pas gue nanya dimana letak Rumahku Muziumku dia malah jawab, "Harus naik bus dari sini." Bus apa ? "Saya kurang paham." Lhaaa....??&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas 'merampok' brosur - brosur wisata Melaka, perjalanan dilanjut ke Dataran Pahlawan Megamall, buat sarapan sekaligus makan siang ubi keledek (keledek apaan sih ??). Ga bisa berlama - lama di sana, banyak lokasi harus dijelajahi. Kayaknya jadwal hari ini adalah Museum Roadshow...karena gue akan keluar masuk museum - museum yang ada di sekitar Standhuys.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture626.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 210px; height: 157px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture626.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di mulai dari Muzium Seni Bina Malaysia alias Architecture Museum of Malaysia. Asyiknya untuk masuk ke museum gue gak perlu bayar tiket masuk. Di dalamnya gue bisa liat  - liat model rumah - rumah, dan bangunan - bangunan penting di seluruh Malaysia. Gawat nih...dengan ngeliat versi mininya begini bisa membangkitkan rasa pengen tau dan lama - lama penasaran pengen liat langsung. Be careful what you wish for, myself...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture628.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 113px; height: 151px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture628.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Begitu puas ngeliat isi museum, gue pun keluar. Staff museum minta gue untuk isi buku tamu. Begitu gue mendekat ke mejanya, gue liat si Ibu staff ternyata lagi merajut. Wuiiihhh....langsung excited deh gue....Dan ngobrolin soal rajut - merajut sama si Ibu Staff. Trus gue bilang, "Ini topi yang saya pakai juga hasil rajutan saya sendiri...". "Oh..boleh saya tengok ?" kata si Ibu Staff. Gue copot topi dan kasih liat ke Ibu Staff. "Masih kurang rapi sambungan benangnya, karena saya masih belajar", kata gue. Pembicaraan pun jadi berlanjut soal benang...kinlon...minilon...dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengennya gue tinggal beberapa saat di situ untuk ngeliat Ibu Staff merajut, tapi gue sadar sesuatu. Cherry yang datang ke Melaka sejak kemarin adalah Cherry si bekpeker gembel yang agak tomboy, doyan jalan alias panjang kaki, nekat dan cuek. Sedangkan Cherry yang belakangan ini lagi sok tekun belajar merajut kayak Miss Marple, dan mulai doyan ngoleksi beberapa jenis dan warna benang rajutan, anggap aja cuma alter ego. So, ini waktunya Cherry perajut untuk duduk diam di pojok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture673.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 216px; height: 162px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture673.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Perhentian berikutnya : Musium Setem Melaka alias Melaka Stamp Museum. Untuk masuk ke sini harus bayar RM 1, dan seperti biasa pengunjungnya cuma gue seorang. Kayaknya wisatawan yang datang ke Melaka ngga berminat buat keluar masuk museum. Koleksi yang bisa diliat di sini, pastinya berbagai macam perangko dari bermacam era. Selain buat liat - liat perangko, di sini gue juga bisa sekalian berteduh...Alamaaakkk, di luar sana panas banget !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya gue menuju Muzium UMNO Negeri Melaka. UMNO, singkatan dari United Malays National Organization, adalah partai politik terbesar di Malaysia. Unik juga nih museum, karena isinya semua foto - foto dan dokumen - dokumen politik yang berhubungan dengan sejarah dan perkembangan UMNO di Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next, Muzium Rakyat, Kecantikan dan Layang - Layang. Hhhmm...urusan Kecantikan juga harus dimasukkin dalam museum yah ? tapi bagus juga sih isinya, gimana masyarakat dari berbagai negara di seluruh penjuru dunia menafsirkan kata 'cantik' dan apa usaha mereka untuk tampak 'cantik'... ada yang dengan tatto, piercing, susuk, dll....beberapa foto ampe bikin gue ngeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture707.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 218px; height: 183px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture707.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di Muzium Layang - Layang, gue bisa liat berbagai model dan bentuk Layang - Layang dari berbagai negara. Layang - Layang memang bukan bidang dan hobi gue, tapi cukup mengembalikan kenangan gue maen layang - layang bareng Pardo dan Riko (my lovely brothers)...layang - layang kampung doang, tapi seingat gue cukup menantang, saat gue maenin waktu SD dulu. Tapi kalo gue inget - inget lagi, kayaknya kedua abang gue ini jaman dulu cuma memperalat gue doang deh...Kalo angin lagi stabil, ngga ada musuh di langit yang bisa ditantang, mereka bakal nyuruh gue pegang kendali. "Tarik...ulur...tarik...ulur..., gitu aja, Cei. Kalo loe liat ada layangan lain, panggil gue ya." begitu &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture691.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 231px; height: 173px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture691.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;petunjuknya. Tapi gue kayaknya happy banget dibolehin pegang gulungan benang layang - layang yang lagi berkibar - kibar di udara. Giliran keadaan di langit sana udah mulai menantang, gulungan benang diambil alih, gue cuma jadi jongos yang disuruh ngegulung benang. Tapi kalo kebetulan mereka berdua mau makan ato ke WC, ato sekedar berteduh sejenak dari panasnya sinar matahari, gulungan benang dioper lagi ke gue...yang akan dengan senang hati menerima, seakan - akan mendapat tugas penting aja. Sounds unfair....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya banyak hal yang bisa diliat di museum ini, cuma sayangnya AC nya saat itu mati, jadi cuma pake kipas angin seadanya. Tidur udah pake kipas angin, masa ke museum pun ketemu kipas angin lagi...gerah banget. Gue pun meninggalkan lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture642.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 134px; height: 179px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture642.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selanjutnya, gue ke Melaka Sultanate Palace, dengan harga tiket RM 2. Begitu di loket, si petugas menyerahkan tiket masuk dan plastik putih. Buat apa, Pak ? Ternyata sebelum masuk ke dalam museum, pengunjung harus melepas alas kaki, dan menyimpannya di dalam plastik. Jadi, semua pengunjung yang berkeliaran di dalam museum, pasti menjinjing plastik masing - masing yang isinya alas kaki. Hhmm...sekarang kan ada teknologi &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture636.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 219px; height: 164px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture636.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;modern bernama 'rak sepatu' ya....napa harus begini caranya supaya pengunjung ngga mengotori lantai museum dengan alas kaki masing - masing. Sampah plastik kan sangat berbahaya buat lingkungan hidup...bagaimana kita bisa menyelamatkan bumi kalo di museum aja plastik diobral begini...Hallaahh..!! Gaya gue kayak aktivis lingkungan hidup yang paling berdedikasi gitu...padahal masalahnya gue cuma males berkeliling museum sambil bawa plastik begini. Mending isinya ransum makanan atau cemilan...sendal dekil, gitu lho !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture660.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 236px; height: 178px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture660.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Museum ini adalah replika dari Istana Sultan Mansur Shah yang berkuasa di Malaka tahun 1956 - 1977. Isinya segala hal yang menceritakan sejarah kesultanan Melaka, tentunya Hang Tuah, Hang Jebat dan kawan - kawannya legendaris itu juga bisa ditemui di sini. Di pintu masuk museum, pengunjung bakal disajikan 2 permainan tradisional : congklak dan catur halma. Gue bingung juga sih, ini permainan tradisionalnya siapa sebenernya. Pengunjung boleh memainkan keduanya sepuasnya, di atas karpet nyaman yang disediakan. Dua orang bule lagi serius banget maen congklak, yang bijinya menggunakan gundu. Kenapa seserius itu sih ? Come on..It's just congklak, everyone...Gue mahir mainnya, mau versi curang ato jujur, tapi kalo make biji dari keong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture652.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 227px; height: 170px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture652.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gue ngambil tempat di permainan catur halma. Bukan buat main, tapi numpang tiduran sejenak. Enak banget merebahkan diri di situ, apalagi posisinya dekat dengan AC. Gue yakin, kalo ada yang ngasih bantal (who will ?!), dalam beberapa menit gue pasti bakal langsung tertidur pulas. Tapi tanpa bantal pun gue sangat menikmati waktu istirahat yang berharga itu sampai....tiba - tiba seorang anak kecil mendekat dan ngeberantakin susunan anak catur, sampai terlempar kemana - mana. Sial...gue harus segera menjauh nih, jangan sampai gue yang dituduh nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari Melaka Sultanate Palace, begitu melihat Dataran Pahlawan Megamall, gue jadi pengen ke sana lagi. Kali ini gue pengen beli es krim McDonald. Gue pun ke sana, beli es krim, dan menikmatinya sambil berkeliling. Tujuan berikutnya adalah....Jalan Jalan. Rasa kantuk muncul saat gue asyik tiduran di Melaka Sultanate Palace tadi. Mungkin efek dari Panadol yang gue minum tadi. Dan sekarang gue rasa gue harus tiduran singkat, supaya stamina oke lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahh...ada - ada aja...ngakunya bekpeker nekat, tapi mendadak jadi kayak bayi yang butuh tidur siang segala...Tiba di Jalan Jalan gue langsung cuci kaki, dan rebah di ranjang mungil gue. Hmm..Sam udah ngga keliatan...sebenernya kapan gue bisa pindahan kamar nih ? Kamar rasanya panas banget...Oh, I need AC....AC...AC...Zzz..zzz..zz...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-4105113542488996571?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/4105113542488996571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=4105113542488996571&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/4105113542488996571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/4105113542488996571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2010/05/03-april-2010-museum-roadshow.html' title='03 April 2010 : Museum Roadshow'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-4000314155170661258</id><published>2010-05-03T18:16:00.007+07:00</published><updated>2010-05-04T18:46:15.276+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuala Lumpur - Melacca'/><title type='text'>03 April 2010 : Selamat Pagi, Melaka !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture484-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture484-1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture498.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 214px; height: 160px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture498.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bangun pagi dan langsung kabur ke kamar mandi, memastikan gue adalah mahkluk pertama yang mandi, tanpa perlu antri. Abis mandi gue sempet ngenet bentar, sambil nungguin Sam. Gue harus pindahan kamar hari ini. Semalem gue nikmatin aja sih tidur di fan room, tapi nyamuknya sadis - sadis banget !&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena Sam belum nongol, gue langsung ninggalin Jalan Jalan. Sibuk nih, gak ada jadwal untuk menunggu. Pagi ini gue mau jalan kaki ke sekitar Stadhuys dan tepi sungai Malaka. Maksud gue jalan - jalan begini juga untuk mengisi waktu sampe jam 9, karena hampir semua museum disini buka mulai jam segitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture493-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 203px; height: 153px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture493-1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gue berjalan di tepi sungai Malaka, karena penasaran ngeliat Eye on Malaysia Melaka, roda raksasa setinggi 60 meter dengan 42 gondola. Eye on Malaysia ada di sisi berseberangan dari sungai Malaka...tapi cukup mengobati rasa penasaran gue aja dengan memandangnya dari kejauhan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture495-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture495-1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Abis itu gue mampir ke Menara Taming Sari di Bandar Hilir.  Nama Taming Sari panjang sejarahnya. Taming Sari sebenarnya adalah nama seorang prajurit Kerajaan Majapahit. Once upon a time, Taming Sari berduel dengan Hang Tuah, prajurit dari kerajaan Malaka. Taming Sari kalah, dan untuk itu dia harus menyerahkan keris saktinya kepada Hang Tuah. Keris itu pun dinamakan Taming Sari, sesuai dengan nama pemilik sebelumnya. Perjanjiannya pun dibuat...Malaka boleh menggunakan nama Taming Sari untuk sky towernya, dan Majapahit akan menggunakan nama Hang Tuah sebagai nama jalan di negerinya, Indonesia. Dan dua kalimat terakhir adalah gosip murahan yang sama sekali gak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya dari seorang bekpeker gembel bernama...Cherry Sitanggang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata Taming Sari mirip Tiger Sky Tower di Sentosa Island, Singapura, dimana pengunjung bisa melihat kota Malaka dari menara dengan ketinggian 80 meter. Harga tiketnya RM 20. Karena harga tiketnya mahal...dan gue udah ngerasain sensasi naek menara ini waktu naek Tiger Sky Tower maka gue putuskan....untuk tidak naek Taming Sari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture535b.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 148px; height: 177px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture535b.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jalan kaki lagi...biar pun masih pagi, tapi Malaka udah panas menyengat. Tujuan berikutnya, Cheng Ho Cultural Museum yang terletak di 51 Lorong Hang Jebat, cuma beberapa puluh meter dari Jalan Jalan. Karena masih terlalu pagi, gue jadi pengunjung pertama di sini. Dari luar museum ini terlihat kecil, karena berada di antara rumah - rumah warga, tapi begitu masuk ke dalamnya, ternyata luas dan bertingkat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture549-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 162px; height: 216px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture549-1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejarah Malaka emang gak bisa dilepaskan dari sosok Laksamana Cheng Ho. Menurut catatan sejarah, selama 7 pelayarannya ke berbagai wilayah di Asia dan Afrika, armadanya datang ke Malaka sebanyak 5 kali. Menurut gue, Malaka adalah kota kecil yang sangat menghargai sejarah dan setiap sosok yang pernah mengisi lembar sejarah Malaka. Museum ini salah satunya. Isi museumnya menarik banget dan setiap pengunjung diajak untuk mengenai lebih dekat sosok Laksamana Cheng Ho, termasuk jasa - jasanya bagi Malaka dan dunia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture555.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 144px; height: 206px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture555.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Salah satu benda di museum ini yang bikin gue takjub adalah patung jerapah yang geeddddeeeeeeeee.....banget !!! Gue udah pernah liat dari dekat jerapah beneren di Kebun Binatang Ragunan - yang gue kasih nama si Jangkung - dan jerapah yang satu ini ukurannya lebih geddddeeeee dari si Jangkung. Begini, kaki sampai badannya setinggi langit - langit lantai dasar, lalu begitu gue naek ke lantai satu, barulah gue bisa liat leher dan kepalanya. Apa hubungan Cheng Ho dan Jerapah ? Gue selalu excited kalo menyangkut binatang..apalagi jerapah gitu lhoo.....!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture593.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 198px; height: 148px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture593.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Begini ceritanya....seorang penguasa di kota Malindi yang terletak di Afrika memberikan dua ekor jerapah kepada Cheng Ho sebagai hadiah bagi Kaisar Cina. Tiba di Cina, hadiah ini dianggap sangat besar, istimewa, dan mereka menganggap jerapah ini adalah unicorn. Menurut kepercayaan Konfusian, kehadirannya akan &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture585.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 204px; height: 154px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture585.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;melambangkan kebijaksanaan serta kebajikan. Jerapah ini pun diperkenalkan langsung kepada Kaisar oleh seorang utusan dari Malindi. Hadiah yang istimewa ini membuat Kaisar sangat bersemangat dan penasaran mengenai Afrika. Cheng Ho pun memberitakan hal itu pada kerajaan - kerajaan yang ada di Afrika, agar mereka segera mengirimkan utusannya ke Cina....That's all folk...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Puas berkeliling di Cheng Ho Cultural Museum, gue balik ke Jalan Jalan. Gue harus ketemu sama Sam, karena mau pindahan ke mix dorm AC hari ini. Tiba di Jalan Jalan, Sam lagi ngeladenin tamu baru, jadi gue nunggu sambil tiduran di kamar. Gue sempet makan sebiji Panadol karena kepala rasanya sedikit pusing. Mungkin karena gue udah lama kepanasan di luar sana. Gue berharap bisa tiduran sekitar 15 menit sambil nunggu Sam selesai.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi gue liat Sam lagi sibuk ngeberesin kamar buat tamu baru...jadi kasian kalo harus ditungguin gitu. Tiba - tiba gue inget sama nikmatnya ubi bakar yang kemarin gue makan. Pusing gue mendadak lenyap begitu ngebayangin ubi manis yang masih berasap - asap karena panasnya. Demi memuaskan perut kosong nyaring bunyinya ini, gue kabur dari Jalan Jalan untuk menuju Dataran Pahlawan Megamall. Ubbiiii...here I come !!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-4000314155170661258?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/4000314155170661258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=4000314155170661258&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/4000314155170661258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/4000314155170661258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2010/05/03-april-2010-selamat-pagi-melaka.html' title='03 April 2010 : Selamat Pagi, Melaka !'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-6101373841774291393</id><published>2010-05-03T16:49:00.005+07:00</published><updated>2010-05-05T17:48:22.709+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuala Lumpur - Melacca'/><title type='text'>02 April 2010 - Jonker Street</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture475-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 278px; height: 208px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture475-1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jonker street ini menurut gue sedikit mirip Khaosan Road di Bangkok, tapi bersih, rapi dan tertib, gak bising kayak Khaosan Road. Jonker Street 'hidup' cuma di malam hari, di mana para pedagang segala macam produk menggelar dagangan mereka di sepanjang pinggir jalan. Di pinggir jalan lho...bukannya sampai ke tengah jalan kayak Khaosan. Dan kalo malam, jalan ini juga bebas kendaraan, gak kayak Khaosan...udah ramai dan penuh sama manusia dan segala macem gerobak dagangan, bisa - bisanya nanti ada mobil / motor numpang lewat...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture447.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 230px; height: 172px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture447.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di kiri kanan Jonker juga gak ada hostel/hotel ato pub...yang ada toko - toko souvenir, rumah makan, klenteng, rumah warga....pokoknya Jonker Street ini bersahaja banget deh, makanya gue betah berlama  - lama jalan di sini sambil liat - liat barang yang dijual. Gue sempet berenti di sebuah rumah bergaya oriental...di dalamnya ada beberapa orang lagi belajar dansa...di sisi jalan yang lain, beberapa warga lokal yang udah berusia lanjut asyik berkaraoke ria dengan gaya ngelucu...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture451.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 214px; height: 160px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture451.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gue sempat mampir ke salah satu toko souvenir, dan beli beberapa biji magnet kulkas khas Malaka pesanan Carol. Abis itu juga sempat beli kue isi selai srikaya gitu....satu kantong isinya banyak, hampir 10 kue...gue cuma makan sebiji, sisanya gue diemin aja...Kenapa dibeli ?! Penasaran....abis penjualnya provokatif banget...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di ujung Jonker Street ada kerumunan orang, gue langsung napsu buat nimbrung. Ternyata ada atraksi dari Ho Eng Hui, yang katanya bisa melubangi buah kelapa dengan 2 jarinya...keahliannya ini bikin dia masuk dalam buku rekor Malaysia. Sebenernya gue pengen nonton sampe selesai, tapi baru ngebayanginnya aja gue langsung ngilu...apalagi pas dia berkeliling di antara kerumunan, sambil memamerkan jari tangan andalannya dia yang keliatan cebol gitu...Addduhh...apes banget tuh jari...gak tahan gue ngeliatnnya. Tapi yang bikin gue gak sabaran, atraksinya bertele - tele banget...ampe pake promosi minyak gosok segala. Kayaknya si Ho ini, karena prestasinya, jadi ikon sebuah merek minyak gosok. Jadi sebelum sampai ke puncak atraksinya, dia malah jualan minyak gosok dulu ke orang - orang yang berkerumun. Males dehh...kelamaan....gue mau pulang aja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Gue balik ke Jalan - Jalan....cape dan pengen tidur. Gak lupa sebelum tidur gue make lotion anti nyamuk setebal - tebalnya...itu sebagai pernyataan : stay away from me, mosquito...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati gue ucapin makasih ke Yesus atas hari yang seru ini, dan...kamar paling keren yang pernah gue singgahi dalam sejarah bekpekeran gue !!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-6101373841774291393?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/6101373841774291393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=6101373841774291393&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/6101373841774291393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/6101373841774291393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2010/05/02-april-jonker-street.html' title='02 April 2010 - Jonker Street'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-3281051878296170073</id><published>2010-05-02T12:17:00.005+07:00</published><updated>2010-11-02T18:36:37.963+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuala Lumpur - Melacca'/><title type='text'>02 April 2010 - Jalan Jalan Guest House</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture429.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 237px; height: 178px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture429.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sama seperti persiapan gue untuk Kuala Lumpur, rencana Malaka ini juga gue persiapkan dengan lumayan matang. Untuk urusan hostel juga udah gue booking sebelum keberangkatan. Awalnya gue mau booking via Hostelbookers juga, dan gue menemukan beberapa hostel yang kayaknya menarik untuk dicoba, setelah liat - liat review hostelers yang pernah nginap di sana. Tapi herannya, hampir semua hostel di Malaka, ngga menyediakan AC di dorm roomnya, cuma kipas angin. Gawat tuh...udah bobonya kolektip, gak pake AC pula, panas dong...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture742-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 281px; height: 212px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture742-1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Karena gak puas sama info di Hostelbookers, gue nyoba cari - cari homepagenya masing - masing hostel inceran gue. Dan gue cuma bisa menemukan &lt;a href="http://www.jalanjalanguesthouse.com/"&gt;homepage milik Jalan Jalan Guest House&lt;/a&gt;. Gue langsung ngirim email, nanyain soal mix dorm room with AC. Email gue langsung dijawab Sam, staffnya, yang bilang bahwa Jalan Jalan punya mix dorm room with AC, ratenya RM 18, sementara mix dorm room with fan ratenya RM 14. Akhirnya gue booking langsung melalui email : mix dorm room w/ fan untuk tanggal 2 April dan mix dorm room with AC untuk 3 April. Menurut Sam, untuk tanggal 2 April mix dorm room AC sedang full.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan Jalan Guest House letaknya di 8 Jalan Tukang Emas, gak jauh dari Jonker Street. Waktu gue berusaha nyari lokasinya, gue sempet kelewatan...mungkin karna udah mulai gelap dan kondisi gue udah sangat amat cape. Tapi mungkin yang bikin gue susah mengenali lokasinya karena guest house - guest house yang ada di Malaka ini tampilannya ala rumah tinggal banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture432.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 180px; height: 214px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture432.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah gue perhatiin beberapa guest house yang ada di sekitar Jonker Street, para pemilik guest house justru menjual kesederhanaan baik interior maupun exterior rumah - rumah yang masih bergaya tempo dulu dan terbilang antik ini. Jadi, kebanyakan guest house justru sengaja membiarkan lantai tanpa ubin, tembok semen tanpa dicat, lampu alakadar remang - remang....reception room cuma berupa teras tempat tamu duduk - duduk...biasanya di tempat yang sama juga diparkir beberapa sepeda onthel yang disewakan. Pokoknya sederhana banget deh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan gue di Jalan Jalan disambut Sam, yang menurut gue mirip sama Stephen Chow versi muda. Sam ramah banget, dan asyiknya, komunikasi sama Sam cukup dengan bahasa Indonesia, walopun kadang repot karena ada kata - kata gue yang dia kurang ngerti, begitu juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture433-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 304px; height: 226px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture433-1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah urusan check in kelar, Sam langsung menjinjing ransel gue dan mengantar gue menuju mix dorm room fan yang ada di lantai atas. Begitu tiba di depan kamar, mulut gue hampir menganga karna takjub. Kamarnya unik...ngga ada pintunya, terdiri dari 10 tempat tidur sederhana....dilengkapi dengan 8 kipas angin berdiri....Kamarnya sederhana banget...Hati gue sedikit panik tapi excited di saat yang bersamaan. Panik karna selama pengalaman gue loncat dari satu hostel ke hostel lainnya ini adalah kamar yang paling....buruk ? bukan, bukan buruk...karena semuanya rapi dan bersih...tapi, semuanya super sederhana. Gue pilih kasur yang posisinya agak di tengah. Masing - masing penghuni kamar dapat 1 loker kecil.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture434-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 232px; height: 173px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture434-1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gue segera membereskan barang - barang gue. Setelah beberapa menit mendarat di kamar darurat ini akhirnya gue menemukan apa yang menjadi ketakutan gue : this room is mosquitos' heaven. Gue yakin banget...karena kamarnya tak berpintu, sementara jendela yang ada harus selalu dibuka supaya udara di dalam kamar gak terlalu sumpek. Tapi mungkin karena naluri bekpeker yang menggebu - gebu, gue malah jadi makin excited. Seru nih !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih 'dahsyat' di Jalan Jalan, bahkan televisi pun gak ada...bagus tuh, karena ada kesan sepi dan tenang jadinya. Yang tersedia hanyalah 1 unit komputer lengkap sama internetnya, dan setiap tamu mendapat fasilitas 30 menit internetan. Kalo kelebihan ada chargenya, tapi uangnya cukup dimasukkin ke kotak kecil di sebelah internet. Harus jujur nich...!! Kayaknya para tamu dibikin kayak pemilik rumah aja...semuanya berdasarkan rasa percaya aja. Sampe - sampe dikasih kunci gembok pintu depan segala. Katanya Sam biasanya pintu depan udah ditutup jam 10 malam. Jadi, gak boleh lupa bawa kunci kalo mo keluyuran melewati jam malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture708-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 220px; height: 184px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture708-1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gue mau mandi. Dan yang unik lagi dari Jalan Jalan ini, cuma ada satu kamar mandi dan satu toilet, untuk semua penghuni kamar. Tapi gue gak terlalu khawatir soal itu, karena yakin gue bakal jadi penghuni hostel yang bangun paling pagi setiap harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture709-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 218px; height: 163px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture709-1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selesai mandi gue ke ruang tamu buat minta air panas ke Sam....buat Pop Mie. Abis makan Pop Mie, gue siap - siap untuk keluar lagi. Tujuan kali ini : Jonker Street !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hhhmmm...gak ada lagi yang gue khawatirkan....gue udah check in di Jalan Jalan Guest House. Feeling gue bilang kalo tempat ini menyenangkan dan bakal jadi tempat yang berkesan buat gue. Nice guest house means happy traveler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture435.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 143px; height: 218px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture435.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;it's not genie in the bottle...it's tips in the bottle !! Only in Jalan Jalan Guest House&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-3281051878296170073?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/3281051878296170073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=3281051878296170073&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/3281051878296170073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/3281051878296170073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2010/05/02-april-2010-jalan-jalan-guest-house.html' title='02 April 2010 - Jalan Jalan Guest House'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-4957856672571028743</id><published>2010-04-15T16:31:00.007+07:00</published><updated>2010-05-02T12:16:05.952+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuala Lumpur - Melacca'/><title type='text'>02 April 2010 - Goodbye, KL !</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture424-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture424-1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seperti biasa, di hostel manapun gue tinggal, gue pasti jadi penghuni yang bangun paling pagi. Sebenernya gue masih mau bermalas - malasan di kasur, cuma gue inget padatnya rencana perjalanan gue hari ini. Padat ? Ngga juga sih....karena sebenernya gue belum punya rencana jelas mo ngepain hari ini. Bukannya gue udah bosan sama Kuala Lumpur, tapi tempat - tempat yang bikin penasaran selama ini, udah gue kunjungi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Kuala Lumpur lagi dipenuhi wisatawan yang pengen nonton ajang Formula One di Sepang. Tapi gue justru pengen keluar dari Kuala Lumpur, dan target utamanya adalah...eng...ing...eenng...Malaka !! Tahun lalu pas lagi persiapan mau ke Singapore, sebenernya sempet niat ke Malaka juga. Udah sempet survey - survey paket tour Singapore - Malaka, tapi harganya mahal - mahal. Selain itu, gue, Cherry Sakura, dan Teru juga udah nekad mau ke sini, tapi batal karna buta sama sekali mengenai Malaka. Jadi, kayaknya ini saat yang tepat buat mewujudkan impian. Excited !! Rasanya luar biasa kalo bisa mewujudkan impian...apalagi yang udah sempet tertunda selama setahun, kayak impian Malaka gue ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sekejap gue bikin rencana....pagi ini mau ke Batu Caves dulu...abis itu ke Puduraya buat naek bus ke Malaka. Gue sempet nanya - nanya ke Kuku mengenai rencana gue ini, dan dia ngasih petunjuk bus apa yang harus gue naekin dari Pasar Seni menuju Batu Caves. Abis mandi, gue ke ruang makan buat sarapan. Karna gue gak napsu buat sarapan roti yang disediain, gue pun menyantap biskuit Regal yang gue bawa dari Jakarta, ditemani secangkir kopi panas. Mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah perut terisi maksimal, gue meninggalkan My Travel Hub menuju Pasar Seni. Sayangnya, setelah menunggu sekitar setengah jam, bus yang dimaksud ngga datang juga. Menghabiskan waktu gue percuma nih...akhirnya gue balik ke My Travel Hub. Kali ini gue makin yakin untuk melanjutkan perjalanan langsung ke Malaka. Awalnya Andang juga mo ikutan, tapi dia masih bimbang gulana, memilih antara F1 di Sepang ato ke Malaka. Hari ini adalah hari pertama penyelenggaraan Grand Prix F1 di Sepang. Akhirnya gue dan Andang malah niat nyari sarapan di rumah makan deket My Travel Hub. Setelah sarapan soup mie dan ngobrol ngalor ngidul, kita berdua balik ke My Travel Hub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di My Travel Hub, gue langsung berkemas...nyiapin ransel. Keputusan gue udah bulat, check out dari My Travel Hub trus naek bus ke Malaka. Gue pamit sama penghuni kamar, lalu ke Kuku. Gue berterima kasih ke Kuku dan keluarganya yang udah menyambut kehadiran gue di My Travel Hub dengan sangat ramah dan hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu gue berjalan kaki menuju Puduraya, gue akhirnya ngelewati Grocer's Inn, hostel yang gue singgahi setahun yang lalu. Selain itu gue mampir juga di SevenEleven. Kali ini misinya adalah menjawab rasa penasaran gue. Gue pengen nyobain ngambil ATM BCA di Kuala Lumpur. Berhasil. Selain itu gue juga beli sepasang pisang buat bekal di bus nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture244.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 206px; height: 154px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture244.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tiba di Puduraya, gue malah mampir di toilet umum. Gue penasaran, toiletnya canggih amat...semuanya serba tombol. Gue pun bayar 50 sen cuma buat nyobain toiletnya. Begitu di dalam toilet gue tambah kagum lagi....lengkap banget isinya, termasuk fasilitas untuk ganti popok bayi. Begitu keluar lagi, gue minta tolong sama seorang cewe muda yang lagi antri, "Hai, bisa tolong potret saya ngga ? Di kota saya ngga ada toilet seperti ini...." Cewe itu pun senyum dan motret gue....mungkin di dalam hatinya menyimpan rasa iba yang mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puas nyobain WC umum, gue masuk ke dalam terminal Puduraya, dan beli tiket Transnational tujuan Malaka seharga RM 12.40. Gue harus nunggu waktu keberangkatan bus berikutnya. Waktu menunggu gue pake buat keliling - keliling terminal Puduraya. Padat banget. Calo bus sama calon penumpang kayaknya jumlahnya berimbang. Calo - calonya agresif banget pula...tiap orang yang lewat langsung digiring ke loket - loket bus dari perusahaan angkutan yang beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktunya berangkat. Gue naek ke bus dan nyari tempat duduk. Lumayan, posisinya asyik, udah gitu busnya sepi penumpang. Busnya nyaman dan bersih banget. Perjalanan ditempuh sekitar 1.5 jam, diiringi lagu - lagu dari tape Pak Sopir yang bikin gue susah bobo sepanjang perjalanan. Sejak gue tiba di Kuala Lumpur kayaknya gue lebih sering dengerin lagu - lagu dari penyanyi/band Indonesia dibandingkan lokal. Kayaknya Ungu, Rossa, Agnes Monica GoInternationalWannabe dll tuh terkenal banget di sini...Hhmm...heran..sementara gue berusaha keras nyari dan download lagu lawasnya Malaysia kayak Gerimis Mengundang, Ikhlas Tapi Jauh, Mencari Alasan dsb, ternyata warga Malaysia malah lebih doyan dengerin lagu Indonesia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu tiba di Terminal Melaka Sentral, gue mulai binun bin panik, karna harus nyari plafon bus dalam kotanya. Begitu ketemu, gue liatin satu per satu bus yang lagi nangkring di situ. Tiba di ujung ada bus nomor 17. Seinget gue, menurut petunjuk Sam nya Jalan - Jalan Guest House, gue harus naek bus ini menuju ke Town Square. Tapi gue ragu, busnya jelek banget...penuh pula. Gue sedikit "kaget" gitu, setelah 1.5 jam dalam bus yang sangat nyaman, tapi harus disambung sama bus rombeng kayak gini. Gue naek ke dalam bus, dan nanya ke sopir untuk mastiin gue naek bus yang bener. Walopun si sopir manggut - manggut, tapi gue belum yakin juga. Trus gue nanya ke kenek...jawabannya sama : manggut - manggut gak jelas gitu. Kebetulan gue liat kursi penumpang paling belakang ada yang kosong. Gue pun pindah ke belakang. Gue harus duduk nih, biar agak tenang berpikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus gue nanya sama penumpang sebelah gue. Gue bilang gue mo ke Town Square..ke Stadhuys...bener gak busnya ? Dia malah balik nanya, "The red buildings ?" Entah kenapa dengan semangatnya gue ngejawab, "YES !!" Abis yang terekam di pikiran gue mengenai kota Malaka adalah bangunan - bangunan tuanya yang berwarna merah. Jadi, kalo bus ini bakal membawa gue ke bangunan merah itu, entah yang mana, berarti gue udah di jalan yang benar. Dia bilang lagi kalo dia juga gak yakin bus yang gue naekin itu emang menuju kesana. Waktunya pasrah berarti. Kemana aja bus ini bakal membawa gue aja deh...gue pikir, apes - apesnya kalo gue gak bisa sampe tujuan, gue bisa balik lagi aja ke Malaka Sentral dan naek bus pulang ke Kuala Lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue pun duduk di bus tua itu dengan badan keringetan, laper, cape, dengan perasaan dag dig dug. Setelah perjalanan beberapa lama, tiba - tiba penumpang sebelah gue bilang kalo bus udah mau menuju Stadhuys. Dia nyuruh gue segera turun dan jalan kaki arah lurus, karna bus akan berbelok. What ? Jadi ternyata gue gak salah ambil bus ? Horreeee...!! I'm ready for Melacca adventure !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu turun bus, gue jalan kaki sedikit menyusuri Jalan Laksamana,  dan dari kejauhan yang ada di hadapan gue adalah view yang gue selalu liat tiap kali browsing kota Malaka di internet. Bangunan - bangunan tua peninggalan Portugis yang keliatan antik dan terawat. Akhirnya.....Yesus ngasih gue kesempatan untuk menginjakkan kaki di sini, setelah beberapa waktu cuma bisa menghayal dowang. Makasih Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana sejak di Kuala Lumpur sebenernya gue mo nyari Jalan - Jalan Guest House, dan setelah itu explore Malaka. Tapi rencana berubah, gue gak sabar untuk langsung liat - liat berkeliling kawasan pusatnya bangunan - bangunan tua bersejarah di Malaka ini. Gak peduli sama ransel di punggung gue yang lumayan berat dan perut yang udah mulai kelaparan. Kawasan sekitar Stadhuys penuh pengunjung, gue jadi makin excited. Waktu udah menjelang sore, jadi gue hitung - hitung kalo harus nyari alamat Jalan - Jalan Guest House dulu, gue bakal kehabisan waktu untuk menikmati Stadhuys dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture264.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 203px; height: 152px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture264.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tempat pertama yang gue kunjungi adalah Malaysia Youth Museum dan Malaysia Art Galery. Pengunjungnya cuma gue seorang. Gak banyak hal menarik yang bisa diliat, tapi lumayan deh sebagai pembuka tour gue di kota ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture250.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 173px; height: 223px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture250.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah puas, gue keluar menuju halaman Christ Church, dan ngeliatin dengan takjub. Bukan takjub sama bangunannya sebenernya...Christ Church ini kayaknya jadi salah satu ikonnya Malaka...dan gue selama ini pengen banget ke Malaka...selama belum terwujud gue cuma bisa liat - liat cerita mengenai Malaka di internet....dan nanti yang muncul paling duluan biasanya Christ Church ini....dan sekarang gue lagi nangkring di depan Christ Church beneren...tentunya dengan penampilan gembel gue ini. It's miracle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture269.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 189px; height: 142px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture269.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Abis itu gue masuk ke The Stadhuys alias History and Ethnography Museum, dengan membayar RM 10. Museumnya luas banget, dan di dalamnya terbagi lagi menjadi beberapa museum. Gue salut karna kota ini ngejaga banget sisa peninggalan sejarahnya, jadinya banyak orang yang bisa menikmati sampai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture277.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 165px; height: 124px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture277.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di sini gue asyik menjelajah seluruh isi museum, keluar masuk setiap ruangan, naek turun tangga, dan nyusahin orang - orang yang gue temuin untuk motret gue. Tapi kalo emang lagi gak ada yang bisa gue mintain tolong, akhirnya gue harus mengandalkan segala macem benda mulai dari tembok, tong sampah, lemari, meja, dll, buat bisa motret diri sendiri pake timer kamera. Urat malu harus diputus sementara (ato emang udah permanently cutted), biar cuek kalo ada orang ngeliatin dengan pandangan bingung ke arah gue yang lagi sibuk ngatur posisi kamera dan posisi pose gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture276.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 149px; height: 188px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture276.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah The Stadhuys, gue bergerak ke Admiral Cheng Ho Gallery. Mungkin gallery ini dibangun untuk menghormati Cheng Ho yang telah turut membesarkan kota Malaka. Armada Cheng Ho pernah menjadikan Malaka sebagai tempat transit dalam rangkaian ekspedisinya, dan banyak hal yang udah diwariskan Cheng Ho kepada Malaka, salah satunya dasar administrasi perdagangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/24041_108242915875758_1000007015031.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 205px; height: 153px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/24041_108242915875758_1000007015031.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Target berikutnya St. Paul Church. Setiap pengunjung yang datang disambut oleh patung Santo Paulus, yang sayangnya, bagian telapak tangannya udah putus. St. Paul Church ini  nyaris tinggal puing - puing, tapi tetap menyisakan kesan kalo dulunya gereja ini pasti megah banget. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture370.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 197px; height: 148px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture370.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gereja ini dibangun tahun 1521 oleh seorang Portugis bernama Guarte Coelho. Nama belakangnya sama kayak penulis idola gue, Paulo Coelho. Mungkin dia kakek moyangnya Paulo (sotoy.com). Salah satu pesan Paulo yang paling gue inget dari novelnya yang berjudul Alchemist : &lt;span style="font-style: italic;" id="result_box" class="short_text"&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(0, 0, 0);" title=""&gt;Bila Anda ingin sesuatu, seluruh semesta bersekongkol untuk  membantu Anda. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="result_box" class="short_text"&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(0, 0, 0);" title=""&gt;Untuk impian Malaka ini, gue rasa 'semesta' itu paling banyak bersekongkol sama AirAsia yang udah nyediain tiket super murah buat gue.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture367.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 186px; height: 139px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture367.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di bagian dalam gereja ada seorang pengamen lagi nyanyiin lagu I'm Yours in Jason Mraz. Tapi sayang nyanyinya terlalu banyak improvisasi..jadi kurang sedap didengarnya. Setelah puas berkeliling dan keluar masuk gereja, gue lanjut ke tujuan berikutnya : Komplek Pemakaman Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini gue ga mau berlama - lama, karena terlalu sepi dan cuma gue seorang yang kebetulan lagi ke situ. Takut...ngga...takut...ngga...TAKUT !! Gue lanjut ke target berikutnya, Porta de Santiago (A' Famosa). A' Famosa adalah benteng yang dibangun tahun 1511 oleh Laksamana Alfonso d'Albuquerque. Selama ini nama "Alfonso d'Albuquerque" gue denger cuma pas pelajaran Sejarah di SMP ato SMA...sekarang gue berdiri di bangunan peninggalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture404.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 174px; height: 130px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture404.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah itu, kaki gue yang panjang dan gak bisa dikendalikan ini melangkah ke Proclamation of Independence Memorial. Liat - liat isi museum, foto - foto...trus gue keluar lagi. Di luar, hujan lebat turun. Gue pun lari pontang - panting ke seberang, menuju Dataran Pahlawan Melacca Megamall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenernya ini salah satu pantangan di saat bekpekeran nih : ke Mall. tapi apa boleh buat, cuma disini tempat terdekat gue bisa berteduh sejenak dari hujan deras di luar sana. Sebenernya gue males masuk ke dalam mall yang lumayan bagus ini karna penampilan gue yang ngegembel abis : tas ransel, celana pendek, sendal jepit, baju basah bau keringet, kaki dekil... Tapi apa boleh buat...lagian emang udah waktunya juga cari makan. Gilaa !! Gue keasyikan explore Malaka sampe lupa urusan isi perut !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture408.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 140px; height: 186px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture408.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gue duduk - duduk di pinggir air mancur yang ada di tengah mall. Dengan posisi gue ini, di depan gue adalah beberapa restoran yang menyajikan berbagai jenis makanan, bikin makin ngiler. Setelah memperhatikan, menimbang, dan mengingat, akhirnya gue memutuskan...ubi bakar !!! Tepat di depan gue ada booth Baked Sweet Potato alias Ubi Keledek Bakar dalam bahasa Malaysia, yang harganya RM 1.6/100 gram. Mahal ? iya kayaknya kalo dibandingin sama di Jakarta. Tapi mungkin ini salah satu menu makan paling nikmat selama gue berbekpeker ria. Padahal cuma dengan sebiji ubi yang manis dan masih panas, dan sebotol air mineral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai makan, gue berkeliling - keliling Mall, dan sempat masuk ke dalam department storenya, yang langsung disambut dengan hamparan sendal - sepatu Vincci !! Gue mendekat ke etalase - etalase display Vincci...di setiap langkah, suara hati gue mendadak berisik. Ada yang berteriak, "Jangan liat !!! Bekpeker gembel gak boleh belanja !!" Tapi ada juga bisikan yang bilang, "I'm just ordinary girl...What can I say ? These shoes are so cute..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi akhirnya gue nurut pada kata hati gue yang berteriak lebih kencang...dan gak berlama - lama ngeliatin sepatu - sepatu Vincci yang...model dan warnanya keren - keren dan manis sebenarnya. Aaaarrrggghhhh.... !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture423-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 188px; height: 143px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture423-1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah gue berkeliling Mall ampe bosen dan memastikan gue udah hapal posisi setiap toko di dalamnya, gue keluar. Sebenernya hujan masih rintik - rintik, tapi gue tetep nekad melanjutkan perjalanan. Hari udah semakin sore, semakin gelap, dan masih ada tugas super penting yang harus gue lakukan : nyari lokasi Jalan - Jalan Guest House. Dengan langkah pasti dan bersemangat lagi - karena udah makan secuil ubi bakar - gue pun meninggalkan Mall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture426-1.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture426-1.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 233px; height: 176px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture426-1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;By the river of Melacca I stand up and thank Jesus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-4957856672571028743?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/4957856672571028743/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=4957856672571028743&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/4957856672571028743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/4957856672571028743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2010/04/02-april-2010-goodbye-kl.html' title='02 April 2010 - Goodbye, KL !'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-915230646134290354</id><published>2010-04-05T11:48:00.012+07:00</published><updated>2010-04-13T18:29:03.471+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuala Lumpur - Melacca'/><title type='text'>01 April 2010 - Kuala Lumpur....lagi (??!)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture226-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture226-1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini gue bangun extra pagi...hari keberangkatan ke Kuala Lumpur.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tiketnya gue beli dari tahun lalu, cuma karna iseng doang, abis harganya super murah : Rp. 175 ribu...total Rp. 215 ribu termasuk tiket Skybus pulang pergi. Ternyata ini iseng yang bermanfaat, karna bertepatan sama libur panjang, gue bisa kabur selama 4 hari ke Kuala Lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini gue pengen sedikit memanjakan diri, dengan melakukan persiapan sematang mungkin. Untuk penginapan di Kuala Lumpur, gue bahkan pake onlen booking segala via &lt;a href="http://www.hostelbookers.com/"&gt;hostelbookers&lt;/a&gt;. Gue pilih My Travel Hub yang ada di &lt;span style="visibility: visible;" id="main"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="search"&gt;15A-17A, Jalan Panggong, masih di sekitar Jalan Petaling, karna liat review pelanggan hostelbookers yang kebanyakan puas dengan hostel ini. Harganya pun terjangkau : cuma RM 25 untuk A/C mix dorm room.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture221-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture221-1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="main"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="search"&gt;Awalnya gue pengen nyari penginapan di kawasan Bukit Bintang, tapi ternyata pilihan gue jatuh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="main"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="search"&gt; ke Petaling Street lagi. Entah deh....April 2009, tepat setahun yang lalu, pas pertama kali datang ke Kuala Lumpur, tepatnya ke kawasan Petaling ini, rasanya berkesan banget. Bukan karna senengnya, tapi banyakan merananya. Dapat hostel yang super kecil...fasilitas kamar yang pas - pasan....suasana gaduh dan berisik di sekitar hostel...dll. Sejak itu, kalo ada yang nanya ke gue Kuala Lumpur itu kayak apa, gue bakal jawab : Semrawut, kayak Jakarta. Kayaknya gue lebih terdorong untuk memperbaiki 'kesalahan' gue dalam mempersiapkan perjalanan, dan berusaha menghapus kenangan buruk gue akan Kuala Lumpur ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini gue naek Damri pertama : jam 04.00. Perjalanan lancar, dan lebih asyiknya lagi, tiba di bandara Soeta gue gak perlu cape - cape antri check in di counternya Airasia. Pas gue mo antri, gue nanya sama stafnya, apakah gue berdiri di antrian yang tepat, karna saat itu Airasia buka counter untuk beberapa tujuan. Si staff yang baek hati ini malah nanya, gue punya bagasi ato gak, trus gue bilang 'ngga' dan ngasih liat backpack gue. Dia minta passport dan tiket gue, dan pergi ke mesin check in online Airasia yang ada di dekat situ. Dalam beberapa menit, dia balik lagi, menyerahkan passport dan bukti check in ke gue, dan meminta gue ngebayar airport tax. Beres...tanpa perlu antri panjang. Abis itu gue ke counter bebas fiskal, dan gak perlu antri panjang juga. Justru di luar prediksi, gue malah harus antri panjang dan lama banget di imigrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai urusan imigrasi, gue langsung stand by di ruang boarding....duduk santai sambil nonton tipi, nunggu panggilan memasuki pesawat. Panggilan pun datang, dan gue masuk ke pesawat yang siap membawa gue melarikan diri dari kesuntukan di Jakarta menuju Kuala Lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan selama 2 jam gue lalui dengan tidur. Ini cara yang paling tepat, karna nanti begitu tiba di Kuala Lumpur, gue berniat akan langsung ke Petaling Street nyari My Travel Hub, trus lanjut mengeksplor Kuala Lumpur. So, gue harus simpan energi untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture231.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture231.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="main"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="search"&gt;Tiba di KLIA gue langsung ke platform Skybus yang bakal nganterin gue sampai ke KL Sentral. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="main"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="search"&gt;Perjalanan sekitar 1 jam lebih dan kali ini ngga bisa tidur. Di pikiran gue melayang segala hal yang pengen gue lakukan di KL ini. Tiba di KL Sentral, gue naek kereta dari stasiun KL Sentral ke stasiun Pasar Seni. Dari Stasiun Pasar Seni, pencarian My Travel Hub pun dimulai. Ternyata ngga terlalu jauh...menurut gue lokasi My Travel Hub ini cukup strategis. Deket ke Puduraya, deket ke Stasiun Pasar Seni, tapi ngga kena pengaruh berisiknya suasana China Town.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="main"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="search"&gt;Kedatangan gue disambut oleh Kuku dan bokapnya dengan hangat. Begitu ngeliat senyum tulus mereka, gue langsung punya feeling kalo gue bakal enjoy di tempat itu. Apalagi gue liat sekilas hostelnya bersih dan nyaman. Gue diantar ke kamar berisi 13 ranjang. Wuiiihhh...sebagian besar ranjangnya udah disprei, artinya udah berpenghuni. Seru nih ! Kamar bersih, AC normal...I couldn't ask for more ! Setelah naruh barang - barang di loker, gue mandi. Dan pas gue balik ke kamar, udah ada penghuni cewe baru datang, namanya Ciu dari Korea Selatan. Bagus deh...gue jadi lebih tenang, paling gak di kamar itu gue bukan cewe satu - satunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture234-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture234-1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="main"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="search"&gt;Penghuni kamar semua lagi pada keluar, kecuali Nash, turis Macedonia yang langsung semangat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="main"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="search"&gt;ngajak ngobrol. Dia bilang susah nyebut dan inget nama gue. Gue bilang, inget aja ama buah cherry. Dengan polosnya dia malah bilang kalo dia gak tau kalo ada buah bernama cherry. Ga papa deh...gue juga ngga tau di mana Macedonia itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ga lama kemudian gue meninggalkan My Travel Hub untuk memulai petualangan di Kuala Lumpur. Hhmmm...ada yang aneh...rasanya ada yang kurang. Berbeda dengan kisah - kisah bekpekeran gue biasanya, kali ini gue ngga ngerasa ada geregetan khas yang biasanya menyerang gue mulai dari pesawat siap  - siap landing. Tepatnya perasaan dag dig dug dwoorr dan sedikit takut (sedikit ??) dengan tempat baru yang gue singgahi. Mungkin karena ini kedatangan gue yang kedua kali ke sini. Ato mungkin karna inilah nikmatnya berbekpeker...walopun kedatangan pertama gue kemari super singkat - kurang dari dua hari - tapi saat itu gue berusaha sekuat hati dan tenaga untuk berpetualang di sini. Jadi sekarang, walopun udah berlalu tepat setahun, gue masih merasa mengenal baek tempat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="main"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="search"&gt;Tujuan gue kali ini ke kawasan Lake Garden. Kayaknya banyak tempat yang bisa gue lihat di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="main"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="search"&gt;sana, salah satunya KL Bird Park. Selain itu, untuk menuju ke sana gue bisa mampir ke Merdeka Square dan Sultan Abdul Samad Building. Kedua tempat ini udah gue kunjungi setahun yang lalu. Masih inget rasanya waktu itu, kepanasan, kelaparan plus haus, cape, duit pas - pasan, sedih karna gak ada yang bisa dimintain tolong buat motret...gado - gado deh ! Dan kali ini gue datang lagi ke sini dengan kondisi sangat berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya gue Muzium Tekstil Negara. Gue termasuk penggemar museum, so gue bakal sangat enjoy berkeliling di dalam museum. Apalagi museum yang ini gratis dan bangunannya keliatannya masih baru. Selain buat liat - liat isinya, gue juga bisa berteduh sementara dari panasnya udara KL saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya gue satu - satunya pengunjung museum saat ini. Di museum ini pengunjung diberbolehkan memotret, tapi gak boleh pake blitz...padahal setting lampu di dalam museum dibikin remang - remang gitu. So, I pretend not to know the rule...lagian dengan kamera pocket gue yang alakadar ini, gimana bisa gue motret di tempat gelap tanpa blitz siyy...Harap maklum, please....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture159.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture159.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="main"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="search"&gt;Setelah liat - liat sebentar, perjalanan gue lanjutkan lagi mendekat ke Lake Garden. Ngeliat posisinya di peta, awalnya gue udah siap jiwa raga kalo harus berjalan kaki super jauh ke sana. Tapi begitu dijalanin, ternyata capenya berlipat - lipat, jauh di atas perkiraan. Jauh amat....mungkin kalo non bekpeker bakal lebih milih naek taxi ke kawasan sini. Berhubung gue bekpeker gembel, gue cuma bisa mengandalkan kedua kaki gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di area Lake Garden ini ada banyak tempat yang bisa dikunjungi. Ada KL Bird Park, National Planetarium, Butterfly Park, Orchid Garden, Mousedeer Park, Tun Abdul Razak Memorial, dan lain sebagainya. Perhentian pertama gue adalah di Bird Park. Gue penasaran dengan tempat ini, karna menjadi salah satu kebanggaan pariwisatanya Kuala Lumpur. Tiket masuknya RM 42...awalnya gue ragu - ragu buat beli, kemahalan. Cuma, karena telanjur udah jalan kaki sejauh itu, dengan berat hati gue beli juga. Tapi ternyata di dalamnya asyik juga sih. Taman raksasa yang isinya berbagai jenis burung, yang sebagian bahkan terbang dan bergerak bebas di luar kandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture172.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture172.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="main"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="search"&gt;Di Bird Park ini juga ada beberapa aktivitas yang bisa diikutin pengunjung pada jam - jam &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="main"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="search"&gt;tertentu. Karena gue tiba di sana udah sore, yang bisa gue lihat cuma Bird Show dan Milky Stock Feeding. Lumayan menghibur sih buat gue. Paling ngga tingkah burung - burungnya yang lucu dan cerdas bisa bikin gue ketawa ngakak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu gue bisa foto bersama burung, dengan membayar RM 8. Gue boleh pilih 2 jenis burung, dan dengan mantap langsung gue pilih burung hantu dan burung kakatua.  Gue pilih burung hantu karena itu adalah maskotnya Ony, dan burung kakatua karna warnanya yang ngejreng abis. Dibandingkan postur badan gue sebenernya kedua burung ini jauh lebih mini, tapi selama difoto justru gue yang ngerasa ketakutan. Abis moncongnya runcing - runcing banget.....sementara posisi mereka paling cuma sejengkal dari muka gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lumayan puas berkeliling Bird Park, gue pun meninggalkan lokasi. Waktu gue singkat, dan masih banyak tempat yang harus gue kunjungin. Tujuan gue berikutnya yang terdekat sama Bird Park, adalah Tun Abdul Razak Memorial. Masuknya gratis, tapi ngga banyak hal menarik yang bisa gue lihat disini. Semuanya tentang Tun Abdul Razak pastinya. Mulai dari foto - foto, sampe ke copy surat nikahnya pun ada di sini (penting ngga ?). Walopun disini dilarang memotret, gue ngga ngerasa rugi - rugi amat....karena bingung juga mo motret apaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture213.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture213.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="main"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="search"&gt;Tepat di belakang bangunan Tun Abdul Razak Memorial, gue tinggal nurunin anak tangga yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="main"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="search"&gt; bejibun, tibalah gue di Lake Garden yang sebenernya. Gilaa....teduh dan nyaman banget disini...semacam hutan/taman kota yang maha luas, dengan sebuah danau di tengah. Gak banyak orang beredar di situ...kebanyakan yang ada malah di sini buat jogging. Sepi. Berarti gue gak bisa berharap ada orang yang bantuin gue buat motret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini gue ketemu Mousedeer Park. Cuma, karena udah sepi dan mulai gelap, gue ngga masuk terlalu dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujan rintik mulai turun. Dan gue mulai panik. Gelap dan ujan di tengah hutan kayak gitu bikin gue ketakutan. Gue langsung ambil arah pulang. Pake acara nyasar segala... Gue nyadar nyasar karna gue malah ketemu Islamic Art Museum, yang tadi ngga gue jumpai dalam perjalanan ke sini. Pasrah aja...walopun kaki udah pegel bukan main. Akhirnya sampai juga gue di jalan utama tepat di sebelah National Mosque yang megah banget....lega deh. Dengan jari - jari kaki yang udah kesakitan, gue berjalan cepat untuk kembali ke Petaling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di hostel, gue langsung mandi. Kaos yang gue pake nyaris basah keringetan. Kelar mandi gue internetan sebentar. Enaknya di My Travel Hub ini, tamu boleh pake fasilitas internet gratis, tanpa batas waktu. Tapi harus tau diri dan toleran sama tamu lain yang mo pake juga. Abis itu gue istirahat di kasur sambil baca novel. Kali ini novel yang gue bawa adalah The Witch of Portobellonya Paulo Coelho. Gak beberapa lama kemudian penghuni kamar yang lain pun masuk ke kamar. Ada Ciu yang hari ini jalan - jalan ke arah KLCC, Andang yang kayaknya ke Bukit Bintang, dan Nash&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="main"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="search"&gt;. Dia bilang dia cuma berjalan tanpa tujuan, dan begitu dia cape dia balik ke hostel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginilah nikmatnya tinggal di hostel, terlebih di dorm room. Walopun datang sendirian, tapi tetap bisa berbagi cerita dengan banyak orang sesama penghuni kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak beberapa lama membaca novel, gue pun siap tidur. Aaaaahhhhh.....nikmatnya bobo di dorm room kayak begini....kondisi gue udah bener - bener siap buat tidur...kaki udah pegel bukan maen...kasur nyaman....AC nyaman....suara - suara berisik penghuni kamar yang lain...I love this experience. Ngga lupa sambil dengerin musik pengantar tidur melalui mp3. Selalu ada theme song untuk setiap perjalanan bekpekeran gue...kali ini lagunya Ingrid Michaelson...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oh, let's get rich and buy our parents homes in the South of France &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;let's get rich and give everybody nice sweaters  &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;and teach them how to dance &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;let's get rich and build our house on a mountain  &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;making everybody look like ants &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;from way up there, you and I, you and I "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="main"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="search"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-915230646134290354?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/915230646134290354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=915230646134290354&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/915230646134290354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/915230646134290354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2010/04/01-april-2010-kuala-lumpurlagi.html' title='01 April 2010 - Kuala Lumpur....lagi (??!)'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-7553228251729836029</id><published>2010-03-12T18:46:00.005+07:00</published><updated>2010-03-18T16:50:19.951+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thailand'/><title type='text'>11 Februari 2010 - Pulang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;di Pra Pinkloa Pier, nunggu beberapa saat, akhirnya kapal datang. Kapal terakhir yang gue naikin dalam kisah kasih bekpekeran gue di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bangkok&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ini. Tiba di Chang, gue langsung jalan ngebut menuju Khaosan. Udah jam 11 siang lewat, waktu gue sempit buat berkemas dan check out dari 7 Holder. Begitu sampe hostel, gue sempat ngumpulin jemuran gue, ngerecharge kamera dan handphone, ngerapiin isi ransel dan bersihin kamar gue. Sebenernya kamar gue ngga kotor, tapi yang jelas ada selusin lebih botol air mineral ukuran 1 liter ampe  menumpuk di lantai kamar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: times new roman; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4877.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4877.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gak nyangka, ternyata ada perasaan berat juga saat ninggalin kamar yang udah jadi tempat berlindung dan istirahat gue dan barang - barang selama 5 malam. Bahkan untuk bisa betah dan menyesuaikan diri dengan kamar ini pun butuh perjuangan tersendiri buat gue. Ini kamar dengan kondisi paling pas - pasan yang pernah gue tempatin selama gue berbekpeker ria. Biar gimana pun, pengalaman gue tinggal di kamar dengan kondisi ini menambah pengalaman tersendiri dan bikin gue jadi bekpeker yang lebih tahan banting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai berkemas gue turun untuk mengembalikan kunci kamar ke resepsionis, dan gue siap berangkat menuju booth tiket Aiport Express. Gue telat sampe di booth Aiport Express, dan ketinggalan bus yang berangkat jam 12.00. Gue harus menunggu keberangkatan bus jam 13.00. Tadinya sempet ada pikiran iseng terlintas, sambil nunggu gue pengen jalan - jalan deket &lt;st1:street st="on"&gt;&lt;st1:address st="on"&gt;Khaosan Road&lt;/st1:address&gt;&lt;/st1:street&gt;. Tapi ngga jadi, karena ransel gue rasanya terlalu berat. Lagian, hampir semua sudut dari &lt;st1:street st="on"&gt;&lt;st1:address st="on"&gt;Khaosan Road&lt;/st1:address&gt;&lt;/st1:street&gt; ini gue liat.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4886.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4886.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gak beberapa lama kemudian, bus datang, gue masuk dan cuma bisa mengucapkan 'goodbye' ke Khaosan Road dalam hati. Ini mungkin akan jadi tempat yang paling susah gue lupain sepanjang hidup gue. Walopun judulnya 'traveling' ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bangkok&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tapi setiap waktu rasanya perjuangan. Dan perjuangan gue dari hari ke hari berawal dan berakhir &lt;st1:street st="on"&gt;&lt;st1:address st="on"&gt;di Khaosan Road&lt;/st1:address&gt;&lt;/st1:street&gt; ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bus berangkat, menuju &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Suvarnabhumi&lt;/st1:placename&gt;  &lt;st1:placetype st="on"&gt;Airport&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt;. Perjalanan lancar, jadi hanya memakan waktu sekitar 1.5 jam. Ketika dari kejauhan bangunan airport udah mulai keliatan, mata gue nyaris ngga berkedip. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Takjub&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placename st="on"&gt;Suvarnabhumi&lt;/st1:placename&gt;  &lt;st1:placetype st="on"&gt;Airport&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt; megah dan luas banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue turun tepat di pintu masuk/keluar saat kedatangan gue ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bangkok&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; 5 hari yang lalu. Karena masih cukup waktu, gue makan di kantin airport yang luas banget. Asyiknya, walopun berada di dalam area aiport, bersih, nyaman ber-AC, harga makanan di sini sangat terjangkau. Gue memesan sepiring nasi tim, tanpa beli minum, karena gue masih ada sisa air mineral untuk sepanjang waktu tunggu gue sampe keberangkatan nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4885.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4885.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Entah kenapa, tapi sepertinya gue berhasil belajar hemat dalam perjalanan kali ini. Dari Jakarta gue bawa uang saku USD 155 ditambah 1,410 bath. Sekarang, saat gue akan terbang balik ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, gue masih punya USD 30 dan sekitar 150 bath. Tapi walopun gue berhemat alias ngga keluar banyak biaya, tapi gue sangat menikmati perjalanan selama di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bangkok&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di airport gue masih harus menunggu beberapa jam sampai waktunya check ini. Gue ngga terlalu merasa bosan, karena selain perut gue udah terisi dengan nasi tim khas &lt;st1:placename st="on"&gt;Suvarnabhumi&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Airport&lt;/st1:placetype&gt;, gue juga punya bacaan yang setia nemenin gue selama di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bangkok&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; : To Kill A Mockingbird.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktunya check in pun tiba. Gue sempet khawatir dengan peraturan Airasia mengenai tas yang boleh dibawa ke kabin, yaitu hanya 1 buah dan maksimal 7 kg. Ransel gue ini rasanya udah jauh melewati batas itu. Gue ngga mo beli bagasi saat check in, tapi pasrah aja. Sewaktu - waktu petugas Airasia menangkap basah dan meminta gue untuk beli bagasi, gue akan nurut. Tapi ternyata lancar, tanpa masalah. Bagus deh...gue ngga perlu ngeluarin extra duit untuk beli bagasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang waktunya ngelewati pemeriksaan imigrasi gue sempet ke minimarket yang ada di dalam airport. Gue keluarin semua uang bath receh yang ada di kantong ato dompet gue. Setelah terkumpul, ternyata gue bisa beli 2 buah kue bakpao kecil untuk bekal di pesawat. Selama 3 jam lebih perjalanan &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; pastinya gue akan ngerasa kelaparan nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue pun melewati pemeriksaan imigrasi, dan menuju ruang boarding Airasia. Sial...kenapa selalu ada rasa sedih setiap kali akan ninggalin kota/negara tujuan bekpekeran gue. Gue jadi inget, malam pertama di &lt;st1:city st="on"&gt;Bangkok&lt;/st1:city&gt; rasanya gue pengen kabur dan kembali ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Dan setelah semua proses penyesuaian diri yang ngga mudah itu terlewati, dengan sekejap gue harus ninggalin tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat yang gue tumpangi pun berangkat dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Suvarnabhumi&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Airport&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt; jam 20.15. Sepanjang perjalanan gue sempat tertidur, makan bakpao, baca buku, bengong...tertidur lagi. Pesawat tiba di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandara   Soeta&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; sekitar jam 23.45. Seperti rencana gue dari awal, malam ini gue akan nginep di bandara dan tidur di bangku yang ada di terminal keberangkatan international. Ini pengalaman kedua gue bermalam di airport, tapi kali ini sendirian. Ngga ada yang perlu gue takutkan, karena di dalam terminal ada beberapa petugas kebersihan bandara yang juga tidur di bangku lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: times new roman; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4891.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4891.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tidur dan bermalam di bangku bandara ini sebagai penutup traveling gembel gue. Mungkin orang bingung dengan alternatif liburan yang gue pilih, yang terkesan menjauh dari segala hal yang nyaman - nyaman, bahkan menjurus merepotkan diri sendiri. Tapi buat gue pribadi, bekpekeran itu bukan sekedar membawa ransel di pundak dan berpetualang dengan mencari segala hal yang paling murah. Buat gue, bekpekeran itu pengalaman yang sangat indah. Sebuah proses keluar dari kenyamanan rutin gue sejenak, menghadapi segala masalah dan rintangan, menangis karena nyaris putus asa (dan karena gue emang cengeng), mencari solusi, dan bangkit lagi. Bekpekeran mengingatkan gue kalo Yesus selalu menemani kemanapun gue pergi, dan dalam kondisi apapun dengan berbagai cara, Yesus pasti mendengar dan menjawab doa gue. Makasih Yesus...!!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-7553228251729836029?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/7553228251729836029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=7553228251729836029&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/7553228251729836029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/7553228251729836029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2010/03/11-februari-2010-pulang.html' title='11 Februari 2010 - Pulang'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-2739319920164394345</id><published>2010-03-12T18:36:00.004+07:00</published><updated>2010-03-13T13:05:12.275+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thailand'/><title type='text'>11 Februari 2010 - Royal Barge Museum</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4867.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4867.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Kisah pencarian &lt;st1:placename st="on"&gt;Royal&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placename st="on"&gt;Barge&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Museum&lt;/st1:placetype&gt; ini sama persis saat gue nyari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Vimanmek&lt;/st1:placename&gt;  &lt;st1:placetype st="on"&gt;Mansion&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt;. Sebenernya gue gak tau dan ngga punya modal informasi secuilpun mengenai posisi tepatnya, tapi cuma bermodal nekad dengan singgah di dermaga terdekat di lokasi itu. Gue punya niat sekuat baja (baca : nekad abiessz), karena gue udah ukur jarak posisi antara Pra Pinkloa Pier dan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Royal&lt;/st1:placename&gt;  &lt;st1:placename st="on"&gt;Barge&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Museum&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt; dalam peta adalah 1 ruas jari telunjuk gue. Entah artinya berapa puluh kilometer, tapi bagi gue itu artinya masih bisa dijangkau dengan berjalan kaki.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: times new roman;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;Tiba di Pra Pinkloa Pier gue mampir di 7Eleven. Perut udah mulai bersenandung kelaparan. Di sini gue beli roti bakar isi tuna...lumayan murah, cuma 20 bath. Rotinya gue bungkus buat bekal di jalan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt; &lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pencarian &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Royal&lt;/st1:placename&gt;  &lt;st1:placename st="on"&gt;Barge&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Museum&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt;, gue berkali - kali nyasar. Gue sempet bertanya ke beberapa orang yang gue temui di jalan...dan semuanya menunjukkan arah yang beda. Gue cuma pasrah tanpa berenti jalan, dan tiba di Soi Wat Dusitaram, gue nanya arah lagi ke seorang turis bule yang jalan dari arah berlawanan. Dari informasi yang dia kasih, gue jadi lega karena gue ternyata udah mendekat menuju lokasi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Royal&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placename st="on"&gt;Barge&lt;/st1:placename&gt;  &lt;st1:placetype st="on"&gt;Museum&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt; &lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture032.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture032.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Ternyata pencarian gue berakhir di sebuah jalan setapak kecil alias gang. Gue sebenernya&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt; bingung, tapi petunjuk jalan yang ada mengarahkan gue buat masuk ke gang itu. Sepi. Mau ngga mau gue mulai menyusuri gang, melewati rumah - rumah penduduk yang kecil, sempit bahkan bisa dibilang kumuh. Tapi walopun di dalam gang sempit, petunjuk arah menuju Royal Barge Museum di sepanjang gang, sangat jelas...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang jalan gue terheran - heran, masa jalan masuk menuju museum penting yang menjadi tujuan wisata Bangkok, melalui gang sempit yang panjang dan berliku - liku seperti itu. Kalo bekpeker gembel kayak gue sih mau aja ngejalanin rute panjang yang melelahkan demi ngeliat Royal Barge Museum, tapi gue ngga yakin semua wisatawan yang datang ke Bangkok sanggup dan berminat kalo tau begini jalan yang harus ditempuh. Gue sedikit khawatir ngga bisa mengingat arah balik gue, karena walopun petunjuk arah banyak, tapi alakadar banget...cuma triplek kecil dengan tulisan : &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Royal&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placename st="on"&gt;Barge&lt;/st1:placename&gt;  &lt;st1:placetype st="on"&gt;Museum&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt; dan tanda panah seadanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt; &lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture031-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture031-1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Akhirnya....tiba juga di loket tiket masuk museum. Gue beli tiket seharga 100 bath. Ternyata kalo gue mo memotret di dalam museum, gue harus bayar extra 100 bath untuk kamera gue. Busseett...udah jalannya jauh, harga tiket masuknya mahal pula : total 200 bath. Begitu masuk, gue bengong terpana. Oh Nooo...!! Museumnya unik....berdiri di atas kanal Bangkok Noi, anak dari sungai &lt;st1:place st="on"&gt;Chao Phraya&lt;/st1:place&gt;...tepat di hadapan museum, terbentang sungai. Kondisi di museum sendiri gelap - gelap yang bikin gue ngeri ngga jelas. Kapal - kapal kerajaan yang megah disusun bersebelahan. Pengunjung bisa berkeliling dan melihat - lihat isi museum dengan berjalan di lantai semen selebar sekitar 1 meter, di antara kapal - kapal. Sementara kapal - kapal tersebut posisinya ada di atas air...Alamaakkk....gue jadi merinding.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Awalnya gue cuma berani berjalan di bagian depan museum...gak berani menyusuri ke bagian belakang museum...tapi semangat gue bangkit karna gue inget 2 hal : perjalanan panjang menuju museum ini dan tiket masuknya yang onde mandeee....mahal ! Saat itu gue satu - satunya pengunjung yang datang, tapi untungnya ada beberapa petugas juga yang berjaga. Selain mengurangi rasa takut gue, kehadiran mereka juga gue manfaatkan untuk memotret gue. Gue ngga mau terburu - buru meninggalkan museum...200 bath yang harus keluar dari pundi - pundi gue hari itu bikin ngga rela untuk meninggalkan museum terlalu cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture033-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture033-1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Tapi, semakin lama di museum ini, gue justru menikmati dan mengagumi kapal - kapal kerajaan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;yang tersimpan disini. Kapal - kapal ini hanya digunakan pada perayaan ato upacara kenegaraan. Gue terpana ngeliatin kapal - kapalnya karena didekorasi dengan ukiran - ukiran dan warna yang, menurut gue, super indah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt; &lt;span style=";font-size:100%;" &gt; Setelah gue yakin kalo gue benar - benar puas menikmati kunjungan ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Royal&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placename st="on"&gt;Barge&lt;/st1:placename&gt;  &lt;st1:placetype st="on"&gt;Museum&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt;, gue meninggalkan lokasi. Kembali menyusuri gang sempit yang berkelok - kelok. Tiba di jalan besar, perjuangan belum selesai. Gue belum lupa jauhnya jarak yang harus gue tempuh menuju Pra Pinkloa Pier lagi. Matahari rasanya udah tegak lurus di atas kepala gue, ngebakar kulit gue yang udah gosong bukan main.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt; &lt;/span&gt; &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-2739319920164394345?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/2739319920164394345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=2739319920164394345&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/2739319920164394345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/2739319920164394345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2010/03/11-februari-2010-royal-barge-museum.html' title='11 Februari 2010 - Royal Barge Museum'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-8325146096136906588</id><published>2010-03-12T10:51:00.006+07:00</published><updated>2010-03-12T18:36:38.485+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thailand'/><title type='text'>11 Februari 2010 - Giant Swing &amp; 14 October Monument</title><content type='html'>Selamat paggiii !!!&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bangun tidur di hari ini dengan perasaannya gado - gado. Tapi yang paling kerasa : sedih...karena hari ini waktunya pulang kembali ke Indonesia Raya. Padahal udah mulai menikmati Bangkok, terutama Khaosan Road yang hingar - bingar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini gue bertekad tetep jalan - jalan, menikmati setiap sisa detik yang gue punya. Masih ada tempat - tempat di peta yang kayaknya harus disinggahi juga. Nanti siang ato sore baru berangkat ke airport.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis mandi gue nyuci baju sedikit. Hari terakhir ini sekaligus puncak dan rekor kegembelan gue selama berbekpeker. Pagi ini gue gue bener - bener kehabisan baju, terutama bawahan (celana). Akhirnya, kain Bali gue harus berkorban lebih dan berubah jadi rok hari ini. Karena modelnya kain, bukan rok, gue butuh sesuatu untuk menjepit tuh rok jadi - jadian supaya ngga melorot apalagi lepas. Berhubung gue ngga bawa peniti dari Jakarta, 2 binder clip yang biasanya gue pake buat jepit segala macem kertas - kertas di passport pun gue pake untuk jepit sana - jepit sini tuh kain...dan voila !! Here I am...bekpeker wannabe pake rok kain Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4772.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4772.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Rencana gue hari ini : ke Giant swing di Dinso Road....abis itu jalan kaki ke Chang pier dan  naek kapal ke Ratchawong Pier menuju ChinaTown...dari Ratchawong naek kapal balik, tapi bukan turun di Chang, melainkan ke Pra Pinkloa Pier untuk nyari Royal Barge Museum. Selanjutnya, gue balik ke Chang lagi, menuju Khaosan, siap - siap check out dari 7 Holder, dan brangkat ke aiport. So little time so much to do !!! Gue udah harus check out dari 7 Holder jam 12.00, supaya ngga kena charge kamar hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah gue  beres - beres ransel dan jemur &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture025.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture025.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;cucian, gue mulai perjalanan hari ini, ke target pertama, Giant Swing. Gue penasaran aja...apa maksudnya Giant Swing...ayunan raksasa ?? ayunan apaan...? mainan yang biasa ada di taman - taman ato sekolah itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walopun sempet nyasar sedikit, akhirnya tiba juga di Dinso Road. Di area yang sama gue malah ketemu City Hall. Di depan City Hall ada alun - alun, dan sepertinya sedang dilangsungkan upacara keagamaan di situ. Pengennya sih tinggal sebentar di situ buat liat upacara, tapi ngga bisa....waktu terbatas. Gue mendekat ke Giant Swing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture026-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture026-1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Giant Swing ini dibangun tahun 1784, di masa King Rama I. Kayaknya ini bangunan paling tua dibandingkan tempat lain di Bangkok yang udah gue kunjungin. Giant Swing pada masa itu digunakan untuk upacara keagamaan. Maksudnya ?? Upacara Tri-yampawai, yaitu upacara tahun baru Brahmin, yang berlangsung selama 10 hari. Berdasarkan cerita Hindu Kuno, setelah Brahma menciptakan alam semesta, ia mengirim Shiva untuk melihatnya. Waktu Shiva turun ke bumi, ular naga melingkari gunung-gunung untuk menjaga supaya bumi tetap pada tempatnya. Shiva melihat bumi tampak kokoh, dan para naga pun pindah ke laut untuk merayakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara Tri-yampawai untuk memperingati kisah ini. Pilar - pilah ayunan menyimbolkan gunung - gunung, sementara dasar tempat pilar berdiri, yang bentuknya melingkar, menyimbolkan bumi dan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa King Rama II, upacara dihentikan karena giant swing rusak akibat disambar petir. Setelah itu Giant Swing mengalami banyak proses renovasi dan rekonstruksi. Wuihh...walopun menurut gue Giant Swing letaknya ngga terlalu strategis (buktinya gue sempet nyasar..), tapi ternyata ada sejarah panjang dibaliknya, mengenai fungsinya yang sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak bisa berlama - lama menikmati Giant Swing, gue harus melanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan menuju Chang Pier, gue malah mampir ke  Monument of 14 October.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture027-3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/Picture027-3.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Monument of 14 October dibangun sebagai penghormatan bagi rakyat Thailand yang tewas terbunuh pada unjuk rasa melawan pemerintahan militer yang diprakarsai oleh kalangan mahasiswa, pada 14 Oktober 1973. Monumen ini juga sebagai simbol penghormatan bagi rakyat Thailand yang tewas pada Oktober 1976 dan Mei 1992, dalam aksi protes melawan aturan militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di monumen ini pengunjung (yang pagi itu cuma gue seorang), bisa membaca mengenai sejarah monumen dan peristiwa - peristiwa yang melatarbelakangi dibangunnya monumen ini, melalui potongan artikel - artikel berita media cetak yang dipamerkan di monumen itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walopun blon puas, tapi gue harus meninggalkan monumen, untuk menuju Chang Pier. Sepanjang jalan gue menimbang - nimbang....waktu semakin menipis...sepertinya gue cuma punya kesempatan untuk mengunjungi 1 lokasi lagi. Jadi gue harus memilih, ke ChinaTown ato Royal Barge Museum. Tiba di Chang Pier, keputusan gue bulat : let's go to Royal Barge Museum. Gue pun naek kapal menuju Pra Pinkloa Pier.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-8325146096136906588?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/8325146096136906588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=8325146096136906588&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/8325146096136906588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/8325146096136906588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2010/03/selamat-paggiii-bangun-tidur-di-hari.html' title='11 Februari 2010 - Giant Swing &amp; 14 October Monument'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-6866603224413825034</id><published>2010-03-08T16:56:00.003+07:00</published><updated>2010-03-08T18:44:52.859+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thailand'/><title type='text'>10 Feb 2010 - BTS &amp; MRT Tour</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4756.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4756.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jim Thompson Mansion mission completed, selanjutnya gue mo menghabiskan waktu sore dengan naek BTS ato MRT sepuas - puasnya, tapi gak boleh ketinggalan kapal di Satorn Pier. Target gue berikutnya adalah Victory Monument. Victory Monument adalah monumen militer yang dibangun taun 1941 untuk memperingati kemenangan Thailand atas perang Franco - Thailand. Untuk mencapai lokasinya, dari National Stadium Station gue naek BTS lagi ke Victory Monument Station.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dari station gue udah bisa ngeliat Victory Monument, dan gue sempat keluar dari station dan ke jalan raya untuk nyeberang ke monumen, buat liat lebih dekat. Tapi gue sedikit ngeri dengan kondisi jalan raya di kawasan itu yang sore itu lagi padat banget. Bukan cuma padat sama bus - bus tapi juga orang - orang yang ramai lalu lalang dan pedagang kaki lima...Akhirnya gue naek ke station lagi, memandang monumen dari jarak aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dilanjutkan. Kali ini pengen nyoba MRT nya Bangkok. So, dari Victory Monument Station naek BTS lagi ke Chit Lom Station. Chit Lom Station adalah station transit buat naek BTS ke Si Lom Station. Di Chit Lom Station pas gue lagi antri mesin tiket, perempuan di depan gue, yang keliatan lagi bingung, tiba - tiba bilang, "Sorry, I'm a tourist, and this my first time using this machine, and I dont know how.." Ternyata dia turis Asia yang lagi traveling di Bangkok juga bareng ibunya dan seorang cowo. Dengan senang hati gue kasih liat ke dia gimana cara kerja mesinnya. Gue ngerti banget gimana rasanya bingung saat lagi di tempat asing, di antara orang asing juga....dan sama seperti gue, di saat - saat seperti itu pasti gue juga akan butuh orang yang bersedia ngebantu gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4757.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4757.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Si Lom Station adalah pertemuan antara BTS dan MRT station. Waktu mo beli tiket MRT gue sempet bingung tujuh keliling gimana cara pake mesin tiketnya, karena beda ama mesin tiket BTS, kayaknya lebih complicated. Bedanya, mesin tiket MRT bisa nerima uang kertas, sementara mesin tiket BTS hanya uang logam, makanya di station - station BTS selalu dilengkapi dengan tempat penukaran uang logam. Udah gitu, kalo tiket BTS berupa kartu magnetik, tiket MRT berupa koin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan gue adalah Hua Lampong Station. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4759.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4759.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebenernya gue ngga ada tujuan jelas di Hua Lampong ini, cuma pengen nyobain MRT nya doang. Awalnya sih pengen ke daerah Sukhumvit, tapi takut ketinggalan kapal nanti. Berhubung Hua Lampong adalah station paling ujung, gue naek MRT balik lagi sampe Si Lom Station. Tiba di Si Lom lagi, gue malah tergoda buat mampir di King Rama VI Statue. Berarti hari ini, King Rama V dan King Rama VI Statue missions completed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue naek BTS lagi, pulang ke Saphan Taksin Station. Hari mulai gelap, gue udah mulai dag dig dug takut ketinggalan kapal. Tiba di Saphan Taksin, lanjut lagi naek kapal pulang dari Satorn Pier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm...kalo diitung - itung, perjalanan gue hari ini panjang banget....tapi puas banget karena akhirnya udah bisa nyobain alat transportasi lainnya di Bangkok : MRT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di Khaosan Road, gue langsung ke 7 Holders. Abis mandi dan bersih - bersih, gue keluar hostel lagi...biasa, jalan - jalan malam di Khaosan Road sambil beli air mineral di 7Eleven. Kayaknya lama - lama gue terbiasa banget dengan kesendirian gue. Di tengah keramaian Khaosan Road, gue justru menikmati acara jalan malam walopun sendirian. Malam ini gue jalan agak jauh, sampe ke ke Rambuttri Road, dan tepat di ujung jalan nemu warnet yang murah meriah, dan gue menghabiskan hampir 3 jam di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis itu gue pulang ke 7 Holder dan bobo dengan nyenyaknya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-6866603224413825034?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/6866603224413825034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=6866603224413825034&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/6866603224413825034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/6866603224413825034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2010/03/10-feb-2010-bts-mrt-tour.html' title='10 Feb 2010 - BTS &amp; MRT Tour'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-2156253586925525044</id><published>2010-02-25T17:31:00.008+07:00</published><updated>2010-03-08T12:35:37.101+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thailand'/><title type='text'>10 Feb 2010 - Jim Thompson Mansion</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4752.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4752.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dari Thewet Pier gue kembali naik kapal, bukan pulang ke Chang, tapi ke Satorn. Target gue berikutnya adalah Jim Thompson Mansion. Sebenernya gue udah laper banget (laper mulu..&lt;img src="http://www.emoticons4u.com/crazy/1261.gif" border="0"&gt;), tapi untung gue bawa bekal biskuit Regal (dari Jakarta) dan sebotol air mineral di tas, jadi bisa ngemil buat ngeganjal perut yang dangdutan, sambil jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di Satorn Pier, gue ke Saphan Taksin Station dan naik BTS ke National Stadium Station. Thanks God, nyari Jim Thompson Mansion sama sekali ngga susah. Karena dari National Stadium Station pun petunjuk keberadaannya udah kelihatan. Jim Thompson Mansion letaknya bukan tepat di pinggir jalan besar tapi jalan kecil Soi Kasemsan 2, yang ada di Rama 1 Road.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4729.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4729.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah berjalan kaki sekitar 5 menit, akhirnya tiba di gerbang rumah Pak Jim Thompson yang bergaya tradisional Thailand, didominasi oleh kayu berwarna merah. Pak Jim Thompson adalah orang USA kelahiran 1906, yang berprofesi sebagai arsitek, dan menjadi sukarelawan US Army. Ketika ditugaskan ke Bangkok, Pak Jim jatuh cinta&lt;img src="http://www.emoticons4u.com/love/new/heartpump.gif" border="0"&gt; (ciieeeeeee...&lt;img src="http://www.emoticons4u.com/happy/1016.gif" border="0"&gt;) sama kota ini dan memutuskan tinggal menetap di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Jim menaruh perhatian besar pada kerajinan tenun tangan sutera, dan dianggap berjasa karna udah memajukan industri kerajinan sutera Thailand dan mengenalkannya pada dunia international.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragisnya, Pak Jim menghilang secara misterius di Cameron Highlands, Malaysia, tanggal 26 Maret 1967, dia ngga pernah ditemukan, dan ngga meninggalkan petunjuk apapun mengenai keberadaannya sampe saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk masuk ke rumah Pak Jim, harus bayar tiket seharga 100 bath. Abis beli tiket, &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4727.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4727.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;pengunjung harus menunggu group tour sesuai dengan bahasa tour guide yang dipilih. Gue milih bahasa Inggris dan harus menunggu sekitar 15 menit stafnya. Asyiknya, selama menunggu gue boleh liat - liat taman mansion yang asri, hijau dan teduh banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue keasyikan liat - liat tamannya Pak Jim, dan tiba - tiba tour guide manggil peserta group T, groupnya gue, untuk mulai tour. Tour dimulai dengan...melepas alas kaki. Bagus deh...biar sendal jepit gue yang kotor dan dekil itu ngga ngotorin lantai rumah Pak Jim. Abis itu...masukkin barang - barang ke loker yang disediakan, termasuk kamera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tour guide menunjukkan satu persatu ruangan rumah Pak Jim. Gue terkagum - kagum ngeliat perabotan rumah yang mengisi setiap ruangan. Jelas terlihat kalo pemiliknya pasti seseorang yang mengerti dan menjunjung seni setinggi - tingginya. Kadang pengunjung ketawa mendengar penjelasan tour guide, mengenai perabot - perabot unik yang ada di rumah Pak Jim. "Oohh...? Really...?? Hahahaha...!!" itu kata - kata yang paling sering terucap dari bibir pengunjung di group gue. Kalo gue, cuma mata gue doang yang sibuk mengamati rumah Pak Jim dan segala pernak - perniknya...paling sesekali gue teriak dalam hati, "Sumpe lho ? Gileee...keren abieezzz!! Oo Em Jiiii !!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4717-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4717-1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tour pun berakhir, saking puasnya pengunjung sampe bertepuk tangan segala &lt;img src="http://www.emoticons4u.com/fingers/fing02.gif" border="0"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis itu, gue ngga langsung meninggalkan rumah Pak Jim. Mula - mula gue ke WC, untuk bersih - bersih, setelah itu gue ke bangunan lain di dalam area rumah Pak Jim. Kebetulan saat itu lagi berlangsung pameran astrologi bertema Golden Tiger / Hidden Monkey di The Jim Thompson Art Center (TJTAC). Di dalam ruang pameran hampir ngga ada pengunjung laen, cuma ada seorang petugas yang asyiknya sangat ngebantu kalo gue mo motret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berputar - putar di dalam TJTAC, baca ini itu, info yang gue dapatin adalah : gue bershio kambing, dengan karakter :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;creative&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (kayaknya agak tepat)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;refined &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(what's this ? sopan ? tergantung)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;gentle &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(benar - benar.....salah total !)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;patient &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(salah orang, not me)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;trendy &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(dalam hal ?)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;sometimes indecisive &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(better 'sometimes' than 'always')&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;shy&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (really ? me &lt;img src="http://www.emoticons4u.com/evil/204.gif " border="0"&gt;?)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;merciful and caring &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(I am !! &lt;img src="http://www.emoticons4u.com/evil/751.gif" border="0"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;lonely&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (kadang - kadang)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;prudent&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (bijaksana...hopefully lha !)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;It is very difficult for them to fall in love. But once they are in love they will love deeply and romantically &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(agree !! agree ! agreeeee !! &lt;img src="http://www.emoticons4u.com/love/142.gif" border="0"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;superstitious &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="visibility: visible; font-style: italic;" id="main"&gt;&lt;span style="visibility: visible;" id="search"&gt;&lt;em&gt;I'm a superstitious girl&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;I'&lt;/em&gt;&lt;wbr&gt;&lt;em&gt;m&lt;/em&gt; the worst in the world&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; ~by Desree...yes, that's me !!)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, disediain juga sample - sample wewangian yang cocok buat masing - masing shio. Khusus untuk kambing people, wewangian yang cocok adalah minyak esensial citrus dan sejenisnya, dengan aroma asam seperti jeruk, yang bisa menenangkan kambing people. Karena gue seneng banget dengan aroma minyak esensialnya, gue olesin tuh minyak sebanyak mungkin ke kaos gue, mumpung sepi banget di ruang pameran, jadi gak ada yang liat. Maklum deh, perjalanan panjang, cuaca panas, keringetan....gue butuh aroma yang segar - segar biar semangat lagi, sekaligus.....mengurangi bau keringat yang menempel di kaos gue &lt;img src="http://www.emoticons4u.com/happy/590.gif" border="0"&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-2156253586925525044?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/2156253586925525044/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=2156253586925525044&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/2156253586925525044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/2156253586925525044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2010/02/10-feb-2010-jim-thompson-mansion.html' title='10 Feb 2010 - Jim Thompson Mansion'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-3300011636549825388</id><published>2010-02-19T16:37:00.010+07:00</published><updated>2010-03-09T11:09:25.767+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thailand'/><title type='text'>10 Feb 2010 - Vimanmek Mansion</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;Udah hari kelima gue di Bangkok...masih banyak lokasi yang harus gue cari dan kunjungi. Hari ini gue harus nyari Vimanmek Mansion yang cukup fenomenal itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Walopun gue pernah dikasih tau bahwa kalo mau ke Vimanmek Mansion dari Khaosan Road harus naek taxi, tapi gue ngotot mau pake cari laen, naik kapal. Gue liat di peta, dermaga yang paling deket menuju Vimanmek Mansion adalah Thewet Pier. Setelah itu, gue harus cari jalan lagi untuk sampe ke Vimanmek. Dengan langkah agak ragu, gue jalan menuju Chang Pier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pintu masuk Chang Pier ada booth kecil yang ngakunya 'tourist information center'. Trus gue nanya ke seorang bapak yang jaga booth, mengenai rencana gue mencapai Vimanmek dengan cara naek kapal sampe Thewet Pier, trus jalan kaki. Tampangnya berubah bingung, trus dia bilang gue salah jalan, dan nyuruh gue naek naek taxi. Gue ngotot ngasih liat peta gue, yang menunjukkan posisi antara Thewet Pier dan Vimanmek. Akhirnya si bapak cuma bilang, "If you want to go to Thewet...just go there."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huhhh....dari cara dia ngemeng seakan - akan cara yang gue pilih tuh konyol dan salah banget gitu. Gue sebenernya masih yakin dengan alternatif yang mau gue ambil, kecuali peta Bangkok yang gue pegang, yang gue dapat secara gratis di bandara, emang dibuat untuk menyesatkan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di tengah kebingungan akhirnya gue malah kembali ke jalan raya, dan mencari taxi. Udah 2 sopir taxi gue berentiin, tapi mereka ngga tau di mana Vimanmek itu berada. Gue jadi bertambah bingung, karena Vimanmek itu letaknya masih di Bangkok, dan menjadi salah satu icon tujuan wisata Bangkok, tapi kok sopir taxi ngga tau dimana letaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus gue cari Taxi motor. Gue kasih liat peta gue, dan sopirnya nanya - nanya ke sesama sopir lainnya...trus masih dengan tampang ngga yakin dia bilang, "100 bath". Halllaaaahh.....bukan 100 bathnya yang jadi masalah...tapi dari wajahnya aja gue udah yakin kalo dia ngga tau di mana Vimanmek itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya gue kembali ke Chang Pier. Selama pengalaman gue bekpekeran, terlebih sendirian, kadang ada hal yang lebih bisa diandalkan dibandingkan peta ato petunjuk manapun, namanya i-n-s-t-i-n-g. Insting gue bilang ke Thewet Pier adalah cara terbaik yang harus gue tempuh.  Walopun pas tiba di Thewet nanti gue belum tau jalan berikutnya yang harus gue tempuh, tapi setidaknya alternatif ini lebih menghemat uang gue, dan itu hal yang sangat gue butuhkan saat ini. Selama gue masih bisa menjangkau dengan jalan kaki, sejauh apapun, selelah apapun, semoga bisa gue jalanin dan nikmatin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue naek kapal dan turun di Thewet Pier. Begitu tiba, gue jalan kaki tanpa tau pasti arah perjalanan gue. Gue udah ngga bisa mengandalkan peta lagi, karena peta ngga menjelaskan secara detil sampai ke jalan - jalan kecil di Thewet. Udah gitu, kendala yang gue hadapi selama di Bangkok ini karena masih banyak nama jalan ato lokasi yang ditulis dalam tulisan Thailand yang bener - bener ngga gue ngerti. Gue cuma mengandalkan insting gue, kapan harus nyeberang, harus berbelok atau jalan terus. Sampai gue sadar, ternyata gue udah berjalan sangat jauh dari Thewet Pier tadi, dan kelelahan menghentikan langkah gue tepat di seberang sebuah bangunan bernama Thailand Youth Hostel International.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue menyeberangi jalan, masuk ke kantor itu, dan nanya arah ke Vimanmek. Lelaki baek hati yang gue tanyain dengan ramah ngejelasin kalo gue tinggal jalan lurus, lalu belok kiri di perempatan jalan. Gue girang bukan main...karena ternyata gue ngga nyasar, dan dalam jalan yang bener menuju Vimanmek. Dengan semangat, gue lanjut berjalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di Ratchadamnoen Nok Avenue, dari kejauhan gue malah melihat sebuah bangunan megah berdiri tepat lurus di hadapan gue. Gue liat peta gue lagi....National Assembly. Di depannya ada King Rama V Statue. Artinya, Vimanmek semakin deket. Ternyata Assembly Hall ini disebut juga Anantasamakon Thone Hall. Wahh...berarti gue bisa masuk ke sini dengan tiket yang gue beli di Grand Palace. Gue pun berlari (saking girangnya) ke pintu utama. Untuk boleh masuk ke dalam bangunan ternyata gue harus pake rok. Gampang, gue keluarin kain Bali dari tas.....melingkarkan ke pinggang gue.....dan jadilah rok !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4707.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4707.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4693.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4693.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Masuk ke Anantasamakon Throne Hall, gue ngga berhenti berdecak kagum. Bangunannya megah  bergaya Rennaisance, dibangun tahun 1907 pas masanya King Rama V, oleh arsitek Italia. Sayangnya di sini ngga boleh memotret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai dari Anantasamakon Throne Hall, gue cuma perlu berjalan kaki sebentar dan tiba di Abhisek Dusit Throne Hall. Anantasamakon Throne Hall dan Abhisek Dusit Throne Hall masih berada dalam komplek Dusit Palace. Abhisek Dusit Throne Hall juga dibangun di masa King Rama V, yang salah satu fungsinya tempat menjamu tamu - tamu kenegaraan. Tapi sekarang fungsinya kayak museum, tempat memamerkan hasil - hasil seni dan kerajinan khas Thailand, buatan Support (Supplementary Occupation and Related Technology) Foundation, yayasan yang dinaungi oleh Ratu Thailand. Lagi - lagi, di sini dilarang memotret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di dalam komplek Dusit Palace, akhirnya gue menemukan Vimanmek Mansion. Masuk ke sini lebih ketat, harus pake rok, gak boleh pake topi, barang pribadi harus dititip di loker yang cuma berfungsi kalo dimasukin koin 2 x 10 bath alias musti bayar, trus gak boleh pake alas kaki juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vimanmek adalah rumah kayu jati terbesar di dunia, dibangun tahun 1900 oleh King Rama V. King Rama V menempati Vimanmek sebagai istana kerajaan hanya selama 5 tahun. Tahun 1982, atas keinginan Ratu Sirikit, Vimanmek mulai dijadikan museum untuk mengenang King Rama V.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung yang datang ngga boleh asal masuk ke dalam bangunan Vimanmek, harus antri, karena tour keliling Vimanmek harus didampingi tour guide. Seperti biasa....dilarang memotret di dalam istana...cuma boleh dari luar aja. Di sini gue kenalan sama turis lain, Diane dari Philippine, dan kita bedua kerja sama dalam urusan potret - memotret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4698.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4698.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4703.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4703.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Puas menjelajah di komplek Dusit Palace, waktunya gue keluar karena masih banyak tempat yang harus gue kunjungi hari ini. Pas gue lagi di depan gerbang, tiba - tiba ada taxi berenti di depan gue, dan si sopir nanya arah menuju Vimanmek Mansion. Sesaat gue kaget...gimana bisa, sopir taxi malah nanya arah ke turis non lokal ? Vimanmek gitu lhoo...yang notabene salah satu tujuan wisata utama di kota Bangkok. Gue kasih tau ke Pak Sopir. Trus, 2 turis bule keluar dari tuh taxi, dan nanya lebih lanjut gimana cara ke Vimanmek. Dan dengan senang hati gue jelasin kalo Vimanmek tuh ada di dalam komplek Dusit Palace yang ada di hadapan gue...Jadi, gue sarankan, terlebih kalo dia udah beli tiket Grand Palace, supaya masuk dan lihat National Assembly dulu, lalu Abhisek, terakhir ke Vimanmek deh ! Gratisszzz kalo pake tiket dari Grand Palace.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Abis itu gue melanjutkan perjalanan pulang. Walopun gue udah bisa ngebayangin jauhnya jalan balik yang harus gue tempuh untuk ke Thewet Pier, tapi rasa happy dan puas menghapus cape dan lapar gue sejenak. Thanks Jesus..finally, Vimanmek Mansion search is accomplished.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/155473008307826750-3300011636549825388?l=akucintamakan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akucintamakan.blogspot.com/feeds/3300011636549825388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=155473008307826750&amp;postID=3300011636549825388&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/3300011636549825388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/155473008307826750/posts/default/3300011636549825388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akucintamakan.blogspot.com/2010/02/10-feb-2010-vimanmek-mansion.html' title='10 Feb 2010 - Vimanmek Mansion'/><author><name>Cherry Sitanggang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12277975278426037349</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/-xlAbJ8KgNTk/TWsejd8eTCI/AAAAAAAAApI/IgTRYEp5h_A/s220/100_6696.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-155473008307826750.post-6512792532818252678</id><published>2010-02-18T18:31:00.012+07:00</published><updated>2010-03-09T15:45:54.026+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thailand'/><title type='text'>09 Feb 2010 - Jalan Panjang Menuju Tiger Temple</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4645.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://i443.photobucket.com/albums/qq156/ciliegia_s/100_4645.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kirain masalah udah selesai, ternyata ngga. Baru beberapa menit mobil jalan, trus mampir lagi di restaurant village. Di sini kita ketemu sama beberapa turis laennya, yang gue asumsiin sebagai korban dari tur agent juga. Ternyata mobil yang nganterin ke sini, tujuannya bukan Tiger Temple, tapi entah kemana, ngantarin cewe - cewe bule yang belakangan masuk. Gue berlima lagi - lagi diturunkan dari mobil. Jam - jam segitu panasnya matahari udah bener - bener menyengat kulit gue...Tapi gue rasa nasib gue dan 4 orang peserta laennya mendingan, karna di sini masih banyak turis lainnya yang udah nungguin lebih lama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sialan banget nih tour agent, pengaturannya kacau balau. Kok berani - beraninya menelantarkan kliennya. Setelah itu kita berlima disuruh masuk ke sebuah mobil. Gak beberapa lama kemudian mobil udah full, sama wajah - wajah baru yang belum gue liat sebelumnya. Warna kulit boleh beda, ada yang merah, putih, kuning, item (dan gosong kayak gue.)..tapi wajah kita menunjukkan emosi yang sama....bingung, kesal, marah &lt;img src="http://www.emoticons4u.com/mad/boese069.gif" border="0" /&gt;, lapar dan cape. Walopun mobil udah full, mobil ngga kunjung berangkat. Di situlah perut gue udah mulai terasa mual. Pusing. Panas banget...jam makan siang udah lewat, dan mobil masih menunggu tanpa kepastian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu seorang cewe yang kayaknya koordinator tour masuk ke mobil dan duduk di kursi paling belakang. Trus dia bilang, "Sorry....bla...bla...bla..." Kamprettt tuh orang....untung dia duduk jauh dari gue. Kalo deket pengen gue  &lt;img src="http://www.emoticons4u.com/violent/sterb003.gif" border="0" /&gt;rasanya, saking keselnya gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekitar 30 menit perjalanan, mobil berenti lagi. Kali ini untuk makan siang. Semua penumpang mobil yang isinya 15 orang dipersilahkan duduk di 1 meja makan. Di meja udah tersaji piring nasi seadanya dan beberapa piring lauk. Ka
