I laugh, I love, I hope, I try, I hurt, I need, I fear, I cry, I blog...Welcome to my blog, welcome to my life !!

Tuesday, April 11, 2017

Mana Di Mana Gunung Kapur Ciampea


Sabtu, 8 April 2017.

Siang itu mendadak dan secara spontan gue kepengen mau menjelajah Bogor. Hahhhh...?! Bogor mulu ?? Biarin.... ! Bogor tuh punya segudang potensi wisata berupa lokasi - lokasi keren dan eksotis, yang bikin rasa penasaran gue akan kota ini ngga ada abisnya.

Tapi, kali ini gaya gue ama Ony agak nyeleneh...Kita berdua mau mencari jalan/arah yang sama sekali belum pernah kita lewati sebelumnya, alias benar - benar asing. Jalan yang mana ? Entah kenapa di pikiran gue terbersit niat untuk menuju Bogor melalui pertigaan Rumpin (Parung). Kalau dari arah Sawangan, Depok, menuju arah Pasar Parung setelah melewati daerah Ciseeng, nanti bakal ada sebuah pertigaan, kalau ke kanan menuju Rumpin (Gunung Munara, Danau Jayamix, dll), dan sesuai petunjuk arah yang tersedia, kalau ke kiri menuju ke Ciampea (Bogor).

"Ciampea" sebenarnya bukan daerah yang asing - asing amat buat gue. Tahun 2014 yang lalu, gue pernah ke sini sampai dua kali karena terpesona oleh prasasti - prasasti bersejarah (Wisata Prasasti Di Bogor). Tapi waktu itu gue dan Ony ke sana menggunakan kendaraan umum, dari kota Bogor.

Rencananya kali ini gue dan Ony akan menjelajah Ciampea, yang sebenarnya gue ngga tahu ada apaan lagi di sana. Buat gue pribadi, melakukan perjalanan ke tempat yang baru pertama kali gue datangi itu sendiri udah merupakan 'piknik' yang menyenangkan banget sih.

Gue dan Ony bermotor santai ngikutin jalan yang ada. Pokoknya, semuanya serba santai....bahkan baju yang gue kenakan sore itu pun santai banget, sama persis kalo gue lagi nyuci baju aja di rumah. 

Mengenai arah perjalanan, ngga membingungkan kok, karena ngga ada belokan atau pertigaan atau perempatan dan semacamnya. Ketika akhirnya tiba di sebuah pertigaan, petunjuk jalan yang ada begini, ke kiri : Semplak dan Dramaga, ke kanan : Ciampea dan Leuwiliang. Gue dan Ony memilih ke kanan, arah Ciampea.

Enjoy banget rasanya ngelewatin jalan ini, karena cenderung sepi dan masih hijau. Tiba di kawasan Pasar Tradisional Ciampea, gue 'terpesona' ngelihat bukit kapur yang berada tepat di belakang pasar. Karena penasaran pengen ke situ, gue pun menepi ke Pasar Ciampea dan bertanya ke seorang warga. Warga yang ramah ini memberikan petunjuk menuju Gunung Kapur Ciampea. Caranya yaitu melalui jalan besar ke arah Leuwiliang, lalu nanti belok ke kiri, tepatnya ketika ada papan petunjuk "SMA 1 Ciampea" (seberang perumahan Dermaga Pratama, kalo ngga salah). Setelah masuk jalan kecil ini, gue dan Ony berkali - kali nanya ke warga dekat situ, mengenai arah menuju Gunung Kapur.

Menyusuri jalan raya arah Leuwiliang tuh kayak nostalgia akan perjalanan 'panjang' dan melelahkan yang pernah gue tempuh ketika hendak menuju Maoseleum Van Motman (Cerita Dari Bogor : Pesona Mausoleum Van Motman). Masih teringat gimana gigih dan pantang menyerahnya gue saat itu demi melihat komplek pemakaman milik keluarga Van Motman itu. Udah jaraknya jauh banget dari Bogor Kota, ngga punya info jelas mengenai cara ke sana, macet total, angkutan umumnya ngetem mulu...lengkap sudah !

Dan, tibalah gue dan Ony di kawasan Gunung Kapur Ciampea. Untuk memasuki kawasannya, gue harus melewati hutan jati yang sangat luas dan lumayan rimbun. Setelah melewati hutan jati, pengunjung akan menemukan sebuah pos kecil dan membayar tiket masuk Rp. 5,000 per orang.



Sekitar 200 meter dari pos masuk, gue dan Ony mulai mendaki bebatuan yang cenderung curam menuju puncak Gunung Kapur yang diberi nama Bukit Roti. Ngga ngerti deh kenapa dinamakan begitu.

Tiba di puncak, pemandangan yang tersaji adalah hamparan bebatuan yang mirip karang, teksturnya bolong - bolong dan tajam gitu....Jadi mirip tipis ama yang gue lihat di Goa Sunyaragi, Cirebon. Dari atas sini, gue bisa melihat dengan leluasa daerah Ciampea dan Leuwiliang, hingga Gunung Salak segala. Rasanya damai banget nongkrong di puncak sini....pemandangannya indah, udaranya sejuk, dan suasananya hening. Sebenarnya ada beberapa pengunjung lainnya yang juga asyik menikmati sore di puncak Bukit Roti, tapi ngga banyak - banyak amat, dan ngga macam alay - alay yang heboh dan berisik gitu.


Yang bikin seru pas mendaki atau memanjat menuju bukit Roti tuh karena medannya curam banget. Kadang gue sampai harus kayak merayap di bebatuannya biar ngga jatuh....maklumlah, body gue kan tambun, jadi agak susah menjaga keseimbangan. Bukitnya sebenarnya ngga tinggi - tinggi amat kok....jadi sebenarnya Gunung Kapur ini cocok banget buat pengunjung berstamina pas - pasan kayak gue gini.

Ketika berada di puncak Bukit Roti gue sempat mengobrol dengan seorang pengunjung lainnya, rupanya warga lokal Ciampea. Selain berbaik hati ngebantuin foto - foto, pemuda ini juga ngasih tahu mengenai spot - spot menarik lainnya di sekitar Gunung Kapur ini, yaitu Bukit Galau dan Bukit Lalana. Gue dan Ony langsung bertekad untuk segera mencari dan mengunjungi kedua lokasinya lain waktu.

Saat jam menunjukkan pukul 5 sore, gue dan Ony pun bersiap menuruni bukit Roti. Sebenarnya gue berdua betah berlama - lama di situ, tapi gimana dong....langit udah mulai gelap dan Bukit Roti semakin sepi ditinggalkan pengunjungnya. Udah gitu, gue juga mempertimbangkan perjalanan nan paaaaannnjaaannng...yang harus gue dan Ony lalui untuk kembali ke rumah nanti. Anggap aja perjalanan kali ini untuk perkenalan dulu, next time gue akan ke sini lagi lebih pagian.

Oya, Gunung Kapur Ciampea ini katanya juga salah satu lokasi favorit untuk camping loh! Tapi gue agak bingung gimana pengunjung bisa camping di situ, berhubung jarang dan sedikit banget tanah yang datar. Udah gitu, di kawasan ini juga masih bisa ditemui satwa monyet - monyet liar. Trus lagi, toilet atau sumber air bersih cuma ada di bawah, di kawasan hutan jati. Kesimpulannya, kalau gue mau camping dan bermalam di Bukit Roti mungkin gue akan stop minum mulai jam 3 sore deh.

Gue dan Ony pun melangkah pulang menyusuri hutan jati dengan hati girang, dan niat menggebu - gebu untuk balik lagi ke Gunung Kapur Ciampea ini, secepatnya.

1 comment :

sushywahyuni said...

Ikuuut nang kalau kesana lagi, naaang ikuuuuuut 😝