I laugh, I love, I hope, I try, I hurt, I need, I fear, I cry, I blog...Welcome to my blog, welcome to my life !!

Friday, March 12, 2010

11 Februari 2010 - Royal Barge Museum

Kisah pencarian Royal Barge Museum ini sama persis saat gue nyari Vimanmek Mansion. Sebenernya gue gak tau dan ngga punya modal informasi secuilpun mengenai posisi tepatnya, tapi cuma bermodal nekad dengan singgah di dermaga terdekat di lokasi itu. Gue punya niat sekuat baja (baca : nekad abiessz), karena gue udah ukur jarak posisi antara Pra Pinkloa Pier dan Royal Barge Museum dalam peta adalah 1 ruas jari telunjuk gue. Entah artinya berapa puluh kilometer, tapi bagi gue itu artinya masih bisa dijangkau dengan berjalan kaki.

Tiba di Pra Pinkloa Pier gue mampir di 7Eleven. Perut udah mulai bersenandung kelaparan. Di sini gue beli roti bakar isi tuna...lumayan murah, cuma 20 bath. Rotinya gue bungkus buat bekal di jalan.


Dalam pencarian Royal Barge Museum, gue berkali - kali nyasar. Gue sempet bertanya ke beberapa orang yang gue temui di jalan...dan semuanya menunjukkan arah yang beda. Gue cuma pasrah tanpa berenti jalan, dan tiba di Soi Wat Dusitaram, gue nanya arah lagi ke seorang turis bule yang jalan dari arah berlawanan. Dari informasi yang dia kasih, gue jadi lega karena gue ternyata udah mendekat menuju lokasi Royal Barge Museum.


Ternyata pencarian gue berakhir di sebuah jalan setapak kecil alias gang. Gue sebenernya bingung, tapi petunjuk jalan yang ada mengarahkan gue buat masuk ke gang itu. Sepi. Mau ngga mau gue mulai menyusuri gang, melewati rumah - rumah penduduk yang kecil, sempit bahkan bisa dibilang kumuh. Tapi walopun di dalam gang sempit, petunjuk arah menuju Royal Barge Museum di sepanjang gang, sangat jelas...

Sepanjang jalan gue terheran - heran, masa jalan masuk menuju museum penting yang menjadi tujuan wisata Bangkok, melalui gang sempit yang panjang dan berliku - liku seperti itu. Kalo bekpeker gembel kayak gue sih mau aja ngejalanin rute panjang yang melelahkan demi ngeliat Royal Barge Museum, tapi gue ngga yakin semua wisatawan yang datang ke Bangkok sanggup dan berminat kalo tau begini jalan yang harus ditempuh. Gue sedikit khawatir ngga bisa mengingat arah balik gue, karena walopun petunjuk arah banyak, tapi alakadar banget...cuma triplek kecil dengan tulisan : Royal Barge Museum dan tanda panah seadanya.


Akhirnya....tiba juga di loket tiket masuk museum. Gue beli tiket seharga 100 bath. Ternyata kalo gue mo memotret di dalam museum, gue harus bayar extra 100 bath untuk kamera gue. Busseett...udah jalannya jauh, harga tiket masuknya mahal pula : total 200 bath. Begitu masuk, gue bengong terpana. Oh Nooo...!! Museumnya unik....berdiri di atas kanal Bangkok Noi, anak dari sungai Chao Phraya...tepat di hadapan museum, terbentang sungai. Kondisi di museum sendiri gelap - gelap yang bikin gue ngeri ngga jelas. Kapal - kapal kerajaan yang megah disusun bersebelahan. Pengunjung bisa berkeliling dan melihat - lihat isi museum dengan berjalan di lantai semen selebar sekitar 1 meter, di antara kapal - kapal. Sementara kapal - kapal tersebut posisinya ada di atas air...Alamaakkk....gue jadi merinding.

Awalnya gue cuma berani berjalan di bagian depan museum...gak berani menyusuri ke bagian belakang museum...tapi semangat gue bangkit karna gue inget 2 hal : perjalanan panjang menuju museum ini dan tiket masuknya yang onde mandeee....mahal ! Saat itu gue satu - satunya pengunjung yang datang, tapi untungnya ada beberapa petugas juga yang berjaga. Selain mengurangi rasa takut gue, kehadiran mereka juga gue manfaatkan untuk memotret gue. Gue ngga mau terburu - buru meninggalkan museum...200 bath yang harus keluar dari pundi - pundi gue hari itu bikin ngga rela untuk meninggalkan museum terlalu cepat.

Tapi, semakin lama di museum ini, gue justru menikmati dan mengagumi kapal - kapal kerajaan yang tersimpan disini. Kapal - kapal ini hanya digunakan pada perayaan ato upacara kenegaraan. Gue terpana ngeliatin kapal - kapalnya karena didekorasi dengan ukiran - ukiran dan warna yang, menurut gue, super indah. Setelah gue yakin kalo gue benar - benar puas menikmati kunjungan ke Royal Barge Museum, gue meninggalkan lokasi. Kembali menyusuri gang sempit yang berkelok - kelok. Tiba di jalan besar, perjuangan belum selesai. Gue belum lupa jauhnya jarak yang harus gue tempuh menuju Pra Pinkloa Pier lagi. Matahari rasanya udah tegak lurus di atas kepala gue, ngebakar kulit gue yang udah gosong bukan main.

2 comments :

EFM said...

kere amat loe :)

EFM said...

kere amat loe :)