I laugh, I love, I hope, I try, I hurt, I need, I fear, I cry, I blog...Welcome to my blog, welcome to my life !!
Showing posts with label Hanoi. Show all posts
Showing posts with label Hanoi. Show all posts

Sunday, November 14, 2010

Fly Me to Hanoi City, Please !

Selamat pagi KL, selamat pagi LCCT...badan gue rasanya nyaris rontok gara - gara tidur di kursi yang sebenernya gak nyaman banget buat ditidurin...Tapi gak penting deh, yang penting hari ini gue bakal hijrah dari KL ke Hanoi.

Sayangnya pagi ini gue gak bisa mandi. Sebenernya di LCCT ini ada beberapa rest room yang nyediain kamar mandi. Tapi herannya, kalo malam kamar mandinya dipake jadi kamar tidur buat para cleaning service LCCT. Walopun gue udah ketok - ketok pintunya berkali - kali, tapi mungkin penghuni di dalam tidurnya pulas bukan main ampe gak peduli ama orang - orang di luar yang antre mo mandi. Jadi pagi itu, di hari bersejarah gue migrasi dari KL ke Hanoi, demi menghormati para cleaner yang lagi asyik bobo, gue cuma cuci muka dan ganti baju seadanya...padahal semalem aja badan rasanya udah lengket bener...pagi ini niat mo mandi pun harus ditunda lagi.

Setelah nunggu beberapa saat, tiba waktunya boarding. Naek pesawat, dapat posisi duduk di pojok, jam tidur pun dilanjut...kali ini perjalanan selama 3 jam gue maksimalkan buat bales dendam : tidur sepuasnya.

Tiba di Noi Bai airport, Hanoi, kebingungan pun di mulai. Sama kayak waktu mendarat di bandara Ho Chi Minh tahun lalu, di sini gue juga gagal nyari peta. Keluar dari bandara langsung disambut sama hawa super panas dan supir - supir taxi dan mobil rental yang nawarin kendaraan masing - masing. Sebenernya gue udah siapin informasi mengenai bus umum yang bisa ngantar gue dari bandara ke Old Quarter. Tapi badan gue masih loyo banget..udah gitu karna kelamaan tidur di pesawat, pikiran gue masih agak kaget dan bego, belum bisa mikir. Jadi gue naek salah satu mobil rental dan bayar USD 2.

Setelah perjalanan panjang, nyasar, susah dan berliku akhirnya gue sampe di World Hotel. Gue udah booking hotel ini via Hostelbookers. World Hotel terletak di Tanh Ha street, dan untuk menuju ke hotel ini, gue harus melalui pasar tradisional yang padat banget, jalan becek dan aroma khas pasar gitu deh ditambah bau pesing yang menyengat. Gue gak tau deh, keputusan gue milih hotel ini benar ato ngga, tapi maklum deh...kalo cari hotel/hostel di hostelbookers emang kayak beli anjing (i hate cat) dalam karung...reviewnya pasti keren banget, padahal aslinya amburadul.

Tapi gue gak mo pusing urusan hotel, karena yang gue mau sekarang adalah explor kota Hanoi yang padat dan (sorry) agak semrawut ini sepuasnya. Kenapa gue pengen ke Hanoi ? Ada 2 hal yang berhasil memprovokasi gue buat ke sini : artikel di Kompas mengenai Ho Chi Minh Mausoleum dan Halong Bay. Kenapa Ho Chi Minh Mausoleum penting banget buat gue ? Karena disinilah disimpan jasad Bac Ho yang diawetkan. Kenapa penting banget buat gue liat jasad Bac Ho ? Karena gue penasaran, Desember tahun lalu gue udah menginjakkan kaki gue di Vietnam, tepatnya di Ho Chi Minh City, tapi cuma bisa liat Bac Ho di uang, kantor pos, patung, dll. Gue blum bisa liat langsung jasadnya.

Tapi ternyata kali ini gue harus nahan rasa kecewa. Karena saat ini ternyata Ho Chi Minh Mausoleum lagi ditutup untuk umum. Menurut petugas penjaga, mausoleum bakal dibuka lagi tanggal 1 November 2010. Hancur hatiku berkeping - keping...rasa sedih dan kecewanya emang gak seberat waktu tahun lalu ditinggal AirAsia ke Ho Chi Minh...tapi cukup mendalam nih...selama ini gue bisa berkepekeran cuma karna dimotivasi sama rasa penasaran gue. Hiks...kali ini gagal memuaskan rasa penasaran gue. Rasanya mo nangis dan teriak kencang, "Maaaamaaaaaaaa....!!!!" Tapi batal, karna malu...banyak turis mengunjungi mausoleum siang itu. Jadi teriaknya di hati aja,"Yesus, kali ini gagal...kasih gue kesempatan buat ke Hanoi lagi lain waktu ya? Please....mo liat Bac Ho..."

Tapi berhubung sebelumnya gue udah liat - liat Ho Chi Minh Museum, yang lokasinya berdekatan sama mausoleum, yang isinya segala macam hal dan properti milik Bac Ho, rasa penasaran gue sedikit terobati...Hmm...bohong banget...! Rasa penasaran gue tak tergantikan ! Satu - satunya cara, gue akan balik ke Hanoi suatu saat nanti. Bac Ho, I'll be back soon !


Malam pertama di Hanoi, agendanya adalah buat nonton Water Puppet Show di Thang long Water Puppetry. Tiketnya nitip sama reception World Hotel...harga tiketnya cuma 40,000 Dong plus biaya antar 10,000 Dong. Pertunjukannya biasa aja sebenernya...Mungkin karena dalam bahasa Vietnam yang gue gak ngerti sepatah katapun, jadi gue cuma nebak - nebak jalan ceritanya aja...walopun kadang jadi tersesat juga. Naga muncul....kemudian kura - kura...lalu bangau...trus penari - penari...Hoooaaaammm....ngantuk...! Trus, ada kerbau sedang membajak sawah...Datanglah iring - iringan kerajaan...trus petani yang menanam padi di sawah...trus adegan nelayan ngejar - ngejar ikan...ikannya raksasa, jauh lebih gede dari nelayannya....keadaan berbalik, malah ikannya yang mengejar nelayan...Nelayan ampe terloncat keluar dari sampannya..penonton ketawa...begitu seterusnya.

Sepanjang pertunjukan, gue sangat terhibur dengan orkestra tradisional yang mengiringi pertunjukan. Walopun kadang kuping terganggu juga karena suara penyanyinya yang melengking, tapi alunan alat musik tradisionalnya sedap terdengar. Selain itu gue penasaran, dimana para dalang bersembunyi dan gimana mereka melakukan tugas masing - masing. Di akhir pertunjukan, seluruh dalang muncul dan maju ke tengah kolam. Gue jadi penasaran lagi, selama pertunjukan sekitar 1 jam itu mereka terus - terusan berendam di dalam air, dari ujung kaki sampai pinggang...Wedeeww....mandi 1 jam aja ujung - ujung jari gue udah keriput...gimana mereka yah ? Padahal dalam 1 hari ada sekitar 4 waktu pertunjukan...What a job!

Abis nonton wayang air, waktunya liat - liat Danau Hoan Kiem sejenak..Di tengah danau ada semacam kuil yang bentuknya kayak kura - kura. Ada legenda di balik nama Hoa Kiem ini. Alkisah, Kaisar Le Loi dari Vietnam sedang berperahu di sebuah danau di kota Hanoi. Le Loi memiliki sebuah pedang sakti yang diberikan oleh Dewa Kura - Kura. Tiba - tiba seekor kura - kura raksasa muncul di tengah danau dan merebut pedang tersebut. Le Loi berusaha keras mencari pedang dan kura - kura raksasa tersebut. Namun gagal (segagal gue siang ini masuk ke mausoleum). Akhirnya Le Loi mengakui bahwa pedang itu sudah diambil kembali oleh Dewa Kura - Kura. Karena itu danau tersebut dikasih nama Hoa Kiem alias the lake of the returned sword.

Danau Hoan Kiem keren banget di malam hari. Gak heran banyak orang datang ke sini, untuk sekedar duduk - duduk di pinggir danau, chit - chat bareng teman dan keluarga, bahkan ada beberapa club dansa yang latihan di area sekitar danau. Sayang gue udah ngantuk berat...jadi udah waktunya balik ke Hotel, siapkan tenaga untuk Halong Bay besok.

Rising Sun Bridge, Hoan Kiem Lake

Saturday, October 30, 2010

Bye Jakarta....I'm coming KL

Suatu saat di Gramedia, gue asyik baca - baca tumpukan majalah National Geographic Traveler. Covernya foto Halong Bay....Untuk sesaat gue cuma bisa mengagumi foto yang gue liat, dan butuh waktu beberapa saat sampai hati gue berani bilang, "Yesus, ini keren banget...gue pengen ke sini...kalo boleh.." Tentu aja gue cuma berani berbisik dalam hati, karena kali ini impian gue kayaknya impian tingkat tinggi.

Gue ngga hitung berapa lama jarak waktu antara saat gue baca majalah itu, sampai akhirnya gue bisa mewujudkan impian gue ngeliat Halong Bay langsung, tanggal 24 Oktober 2010 kemarin. Tapi seinget gue, gue beli tiketnya di web AirAsia awal tahun ini, dengan harga super murah, Rp. 105 ribu untuk tiket Jakarta - KL - Jakarta, dan RM 85 untuk tiket KL - Hanoi - KL. Gue emang selalu siap dan waspada setiap AirAsia bikin promo Rp. 0, dan ngga pernah melewatkan kesempatan untuk belanja tiket.

Perjalanan Jakarta - Kuala Lumpur - Hanoi - Kuala Lumpur - Jakarta ini benar - benar obat buat gue. Obat rasa kangen gue yang udah beberapa bulan gak bekpekeran, sekaligus obat stress gue dengan segala kesibukan di kantor. Sejak gue pindah kerja bulan Juni 2010, serasa hidup gue berubah drastis. Dalam proses menyesuaikan diri dengan perubahan ini gue bukan cuma kaget, tapi ada kalanya jadi tertekan dan stress. Stress fisik dan mental. Serasa waktu, pikiran dan energi gue semuanya untuk kerjaan. Najesszz...

Saat gue memulai perjalanan bekpekeran gue, tepatnya sejak menginjakkan kaki di airport Soeta, gue hanya akan membawa ransel dan hati gue dalam perjalanan. Yang lainnya, gue tinggalkan di Jakarta. Bekpekeran adalah moment gue, waktunya gue memanjakan dan memuaskan diri gue...waktunya gue bebas menjadi diri gue seutuhnya.

Perjalanan Jakarta - Kuala Lumpur ditempuh gak ampe 2 jam, dan setiba di LCCT gue langsung ambil langkah seribu menuju Kuala Lumpur dengan naek shuttle bus LCCT - Kuala Lumpur. Walopun udah malem, gue tetep semangat dan berniat menghabiskan waktu di kota, bukannya menunggu di bandara untuk penerbangan ke Hanoi keesokan paginya. Di Kuala Lumpur, kayaknya udah jadi agenda rutin gue untuk foto - foto di Twin Tower Petronas. Heran deh...gue udah beberapa kali ke Malaysia, dan ini adalah ketiga kalinya gue mampir ke Petronas, tapi gak ada habisnya rasa penasaran gue untuk foto - foto di sini. Mungkin karena bangunannya yang terlampau tinggi dan cuma bermodal kamera digital yang alakadarnya, untuk berfoto di sini pun jadi sebuah tantangan tersendiri...entah deh...

Abis dari Petronas, perjalanan malam gue berlanjut ke Pasar Seni station untuk menuju Petaling Street. Sudah ketiga kalinya pula gue menginjakkan kaki di sini. Gue ngerasa sangat kenal dengan daerah ini...Bahkan anehnya kadang gue merindukan hostel - hostel di sini yang pernah gue singgahi...My Travel Hub dan Grocer's Inn. Kayaknya gak ada yang berubah di sini, tetap ramai dan hingar bingar. Tujuan gue ke sini selain untuk bernostalgila, juga buat cari makan malam. Malam itu menu makan gue adalah nasi dan sate ayam.

Saat gue menuju stasiun Pasar Seni, gue ngeliat beberapa penjual buah, dan mata gue langsung tertuju pada tumpukan buah plum seharga RM 10 per 8 buahnya. Gue langsung ngiler...di Jakarta buah plum jadi kayak buah mewah...harganya selangit dan agak susah dicari...dan yang jelas, ga mungkin ketemu buah plum di pinggir jalan kayak gitu. Gue langsung beli, untuk cemilan sehat.

Selesai mengobati rasa kangen ama Petaling Street, gue balik menuju KL Sentral untuk naek shuttle bus ke LCCT lagi. Tiba di LCCT, langsung cari posisi untuk bobo di airport. Untung masih dapat sederet bangku di sebelah McDonald, buat bobo semalem. Ternyata LCCT rame banget di malem hari, dan banyak banget yang tidur di bandara. Jadi malam itu, tanpa mandi terlebih dulu, gue langsung bobo. Sebenarnya badan gue udah lengket dan bau keringat, tapi siapa yang peduli...yang jelas malam itu gue sangat excited menunggu perjalanan gue menuju Hanoi besok.

Hanoi...wait for Cherry yaahh !!