I laugh, I love, I hope, I try, I hurt, I need, I fear, I cry, I blog...Welcome to my blog, welcome to my life !!
Showing posts with label Langkawi. Show all posts
Showing posts with label Langkawi. Show all posts

Tuesday, January 03, 2012

Pelajaran 5 : Perhatikan Barang Bawaan Anda Dan Hati - Hati Melangkah..."


14 November 2011.

Gue bangun menjelang jam 5 pagi. Dari semalem gue udah berniat pengen jogging pagi ini. Di pantai !! Pasti seru...mungkin jadi kayak cewe - cewe Baywatch...tentu aja minus baju renang minimalis warna orange dan pelampung.

Jam 5.30 pagi gue udah siap meninggalkan kamar, mumpung langit masih gelap. Gue bertemu Hasyim dan Siti yang berniat check out pagi itu. Mereka emang akan menumpang pesawat pagi menuju Singapura, dan bermaksud menikmati breakfast di hotel dulu. Gue pun berpamitan dengan keduanya.

Udara dingin ngga mematahkan semangat gue untuk jogging. Melihat kondisi jalan yang masih gelap dan sepi justru membuat gue makin bersemangat dan mulai berlari menuju pantai. Ternyata begini rasanya jogging menyusuri pantai. Diselimuti udara yang sejuk dan dingin, diiring suara debur ombak, dan sesekali dihantam percikan - percikan ombak. Setelah cukup jauh, gue berhenti. Kali ini pengen menikmati pemandangan pantai yang luas dan nampak tanpa batas. Gue merebahkan badan di atas hamparan pasir pantai. Mata gue memandang langit luas. Nikmat banget. Gue ngerasain sensasi lain, perasaan tenang dan damai, hanya dengan memandang langit seperti ini. Gue terbuai dengan rasa nyaman yang timbul, dan tertidur selama beberapa saat. Saat itu pantai masih sepi, hanya beberapa orang sedang melakukan hal yang sama : jogging atau sekedar asyik menatap pantai.

Beberapa saat kemudian gue terbangun...terbangun oleh sinar matahari yang mulai menyengat dan menyilaukan...dan karena teringat kalo gue ngga boleh ketinggalan jam sarapan hotel. Gue pun kembali berlari, kali ini menuju hotel.

Di hotel, gue sempat kembali ke kamar, kemudian langsung ke restoran hotel untuk menikmati sarapan. Entah akibat lelah setelah berolah raga, atau karena dorongan hati untuk tidak menyianyiakan fasilitas sarapan gratis dari hotel, gue makan banyak sekali pagi ini. 3 lembar roti cane, corn soup, 4 lembar roti bakar, mie goreng dan berbagai macam minuman yang tak terhitung jumlahnya.

Puas sarapan, gue naik ke kamar. Tiba di kamar gue mandi, trus merebahkan badan di ranjang empuk. Jogging di pagi hari dan kondisi perut yang super penuh, bikin gue seakan tersihir dengan pesona ranjang empuk yang terbentang di hadapan gue. Gue pun tertidur....lagi !

Saat terbangun, gue melirik jam tangan. Hampir jam 12 siang !!! Astaga...gue kebablasan ! Gue harus check out jam 12 tepat !! Gue makin panik, karena belum berkemas - kemas. Gue pun menyiapkan seluruh barang bawaan dengan paniknya. Kemarin saat check in, sekilas gue sempat lihat keterangan mengenai penalty kelebihan waktu check out. Gue ngga mau harus membayar sepeser pun cuma gara - gara ketiduran pagi ini. Gue bergerak secepat kilat. Memasukkan apapun ke dalam ransel. Selesai ! Gue langsung berlari turun menuju meja resepsionis dan menyerahkan kunci kamar.

Di dalam taksi, gue teringat sesuatu. Gue meninggalkan kaos hitam tergantung di lemari pakaian. Sebal !! Kenapa belakangan ini meninggalkan barang pribadi udah jadi semacam ritual tiap kali gue bekpekeran ? Dengan rasa kesal yang menyala - nyala, pikiran gue malah melayang ke novel "Eleven Minutes" nya Paulo Coelho yang diambil dari ayat - ayat Alkitab (Pengkotbah) yang pernah gue baca :

Ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi
Ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang


Entah ada hubungannya atau ngga, yang jelas bacaan ini rasanya menggambarkan kondisi gue banget. Kenapa gue harus kehilangan barang paling favorit ? Kenapa ngga si sendal jepit butut aja yang ketinggalan ? Atau jas hujan, yang bisa gue beli dengan mudahnya di Alfamart mana pun ? Atau botol sabun cair ? Atau apapun asal jangan kaos itu. Itu kaos favorit saat ini. Kalau sebuah lagu, kaos gue ini ibarat lagu terbaik dan selalu ada di urutan pertama Billboard music chart. Selama beberapa bulan terakhir !! Ahhhh !!

Gue berusaha menenangkan diri. Tentu aja, ini bukan pertama kalinya terjadi. Gue harus bisa menghibur diri sendiri. Untuk apa gue larut dalam kesedihan akibat kehilangan sebuah kaos hitam, kalo Yesus udah kasih gue liburan gratis yang sangat berkesan di Langkawi ini. Pantaskah gue menghitung - hitung kerugian gue dibanding berkat Yesus yang udah tercurah untuk gue melalui liburan tak terduga ini ? Lagian, kesalahan siapa sampai kaos gue ketinggalan ? Kedua puluh jari - jari serempak menunjuk ke arah gue semua. Baiklah, sekarang gue ikhlas. Tapi kali ini gue berjanji harus lebih hati - hati, supaya kecerobohan yang sama ngga terulang lagi.

Tuesday, December 13, 2011

Pelajaran 4 : Luangkan Waktu Untuk Santai Sejenak dan Istirahat

13 November 2011

Hari ini ngga perlu bangun pagi. Gue pengen menikmati kasurnya Zackry Guest House di detik - detik terakhir, karena sebelum jam 12 siang gue harus pindahan ke Aseania Resort. Ini adalah akomodasi yang disediakan oleh pihak Air Asia.

Setelah mandi, gue ke ruang bersama untuk menonton...kebetulan ada acara Dog Whisperer di National Geographic Channel. Jam 11 siang gue mulai menyiapkan ransel dan membereskan kamar, kemudian pamit ke Pak Zackry, sekalian ngembaliin kunci kamar.

Pak Zackry mempersilahkan gue masuk ke rumahnya untuk berpamitan langsung sama Bandit, Kacang dan Cumi. Tentu aja ketiganya lagi tidur nyenyak. Untuk urusan tidur pun, ada pembagian tempat untuk ketiganya. Bandit di sofa ruang nonton, sementara Kacang dan Cumi di lantai atas. Tapi keduanya akhirnya turun juga ke ruang nonton, mungkin untuk sekedar mengucapkan selamat jalan untuk gue.

Walaupun ngga ada puasnya bermain - main sama ketiganya, dengan langkah berat gue harus meninggalkan guest house. Kate dari Air Asia rencananya akan menjemput gue di Aseania jam 1 siang nanti.

Gue pun meninggalkan Zackry Guest House yang menurut gue sangat nyaman dan mengesankan, kemudian berjalan kaki dengan ransel berat dan penampilan gembel, di bawah teriknya matahari. Jarak yang harus gue tempuh ngga singkat dan gue tiba di Aseania dengan keringat bercucuran dan warna kulit gelap yang setara dengan daging steak yang dimasak well done.

Tiba di meja resepsionis, ada sedikit kekacauan terjadi. Resepsionis ngga menemukan nama gue dalam daftar tamu yang akan check in hari itu. Alamak....padahal sejak dalam perjalanan dari Zackry tadi gue udah membayangkan shower dan AC ! Gue udah kegerahan stadium tinggi. Setelah beberapa saat, urusan check in pun kelar, dan gue langsung menuju kamar.

Begitu tiba di kamar, gue langsung meletakkan semua barang bawaan, mulai dari ransel, sampai plastik kresek yang entah apa isinya. Gue menyalakan AC dan merebahkan badan di ranjang. Sebelum hari ini, kamar gue di Golden Temple Villa, Siem Reap (Cambodia), ada di urutan pertama sebagai kamar paling mewah dan nyaman yang gue tempati selama bekpekeran, dan gue beri predikat Presidential Suite. Tapi hari ini, Golden Temple harus turun ke urutan kedua, karena Aseania ini kayaknya lebih "mewah". Paling ngga, kali ini gue tinggal di hotel yang sebenar - benarnya. Bukan 'hostel', atau 'guest house', atau 'villa'. Walaupun masalah mewah atau ngga, sebenarnya ngga mempengaruhi kenikmatan bekpekeran. Berbagi satu kamar tidur dan satu kamar mandi dengan 15 orang lainnya yang ngga gue kenal juga menyenangkan kok...bahkan seru !

Gue mandi, dan bersiap - siap. Pastinya sebentar lagi Kate akan tiba dan menjemput gue. Di saat sedang asyik berdandan, Kate menelpon dari meja resepsionis. Gue pun turun, dan menemui Kate, serta pemenang kuiz dari Singapura, Muhammad Hasyim dan Siti.

Kami berempat menuju One Helang Hotel yang letaknya bersebelahan dengan Mahsuri International Exibition Hall, tempat penyelenggaraan Paintball World Cup Asia 2011. Di hotel ini kami dipersilahkan untuk menikmati hidangan makan siang. Begitu diberikan daftar menu, gue langsung memilih lasagna.

Selesai makan siang, Kate kembali datang menjemput dan kali ini mengantarkan gue, Hasyim dan Siti menuju Mahsuri International Exibition Hall untuk menyaksikan pertandingan paintball.
Gue takjub dengan apa yang gue lihat di dalam hall yang maha luas itu. Ada 3 arena paintball dimana secara terus menerus berlangsung pertandingan antara 2 team yang saling adu kekuatan dan strategi. Gue ngga pernah menyaksikan pertandingan paintball, jadi ngga mengerti aturan permainannya. Namun yang jelas, setiap penonton harus super hati - hati, karena banyak peluru - peluru cat berserakan di lantai. Belum lagi, peluru nyasar dari arena Paintball.


Sore itu sedang berlangsung babak semifinal. Babak finalnya mungkin akan berlangsung di malam hari...Entahlah...tapi gue, Hasyim dan Siti memutuskan untuk kembali ke Aseania. Cuaca hari ini panas bukan main. Dan hasrat kaki panjang gue untuk berpetualang siang itu, dihentikan oleh kantuk dan keinginan gue untuk menikmati sejuknya kamar Aseania.

Tiba di Aseania, gue mandi. Selama di Langkawi, dalam sehari gue bisa mandi 4 - 5 kali. Panas...panas...panas...dan gue risih kalau berkeringat. Abis mandi, bukannya malah tiduran sejenak, seperti yang gue idam - idamkan sejak dari Mahsuri Hall tadi, gue memutuskan untuk keluar hotel.

Padahal ngga ada hal khusus yang pengen dilakukan, tapi gue menikmati acara jalan - jalan di sepanjang Jalan Pantai Besar. Gue berkeliaran di sini sampai malam. Sempat mampir di beberapa tempat, ke warnet, keluar - masuk mini market untuk beli cemilan, ke The Zon dan tetangga - tetangganya yang juga mengobral produk coklat duty free. Kali ini gue mantap membeli beberapa produk coklat dengan potongan harga yang lumayan. Urusan coklat selesai, dan tujuan terakhir gue adalah....Wan Burger lagi untuk makan malam !

Setelah kenyang, gue kembali ke Aseania. Di kamar gue baca novel sambil nonton TV. Berhubung ngga ada fasilitas TV Kabel, gue pasrah cuma bisa nonton acara - acara lokal. Ternyata urusan TV, kamar gue di Aseania ini kalah mewah dari Golden Temple Villa.


Sisa malam ini gue habiskan dengan membaca, corat - corat diary...pokoknya santai ! Malam ini gue pengen istirahat sepuas - puasnya di kamar...menikmati spring bed gue yang empuk...baca...bengong...baca....bengong...tidur !

Monday, November 21, 2011

Pelajaran 3 : Bermimpi + Berdoa + Berusaha

12 November 2011

Gue bangun hampir jam 9 pagi...telat ! Padahal gue ada janji ama Pak Helmi untuk berangkat menuju Langkawi Geopark jam 9 pagi. Gue langsung ngebut mandi dan siap - siap, ngga lupa minum vitamin C. Perjalanan hari ini bakal lumayan panjang.

Gue tiba di Langkawi Geopark, tepatnya di Oriental Village, sekitar jam 9.30 pagi. Masih ngga terlalu ramai. Gue langsung menuju loket penjualan tiket Cable Car yang akan mengantar pengunjung mencapai Sky Bridge di Gunung Mat Cincang, dan membeli tiket seharga RM 30. Antrian Cable Car - nya panjang amat ! Sepertinya ada gathering karyawan gitu...

Sepanjang antri hati gue berdetak kencang, menyimpan rasa takut mendalam. Cable Car ?? Gue jadi teringat sama pengalaman gue naik Cable Car menuju Sentosa Island, di Singapura. Saat itu gue bertiga, ama Teru dan Cherry Sakura. Gue diserang rasa takut luar biasa ampe histeris begitu pintu cable car menutup dan mulai berjalan. Teru ketawa dan sengaja menghentak - hentakkan badannya yang tambun, biar cable car serasa bergoyang dan otomatis gue tambah takut, dan berhasil !

Lalu sekarang ? Gue akan sendirian, menuju puncak gunung...Alamak, bakal kayak mana rasanya nih ? Gue berkeringat dingin dilanda rasa takut yang menggebu - gebu. Apalagi saat ujung antrian makin mendekat. Pengen mundur, ngga mungkin ! Rasa penasaran gue udah tak terbendung. Pengunjung diminta berbaris, yang setiap barisnya berisi 6 orang. Gue ada di antara sepasang turis asal Timur Tengah, dan sisanya adalah rombongan gathering karyawan. Begitu cable car tiba, gue pikir hanya untuk si pasangan Timur Tengah. Ternyata semuanya disuruh masuk. Horeeee...Yesus super baik !!

Sepanjang perjalanan menuju puncak Gunung Mat Cincang, jantung gue berdegup kencang bukan main. Untungnya, gue duduk di antara 3 peserta gathering karyawan, dan mereka dengan ramah memulai pembicaraan. Betapa terkejutnya mereka begitu tahu kalo gue asal Jakarta. Obrolan ringan dengan mereka lumayan mencairkan ketegangan gue. Cable car pun tiba di Gunung Mat Cincang. Gue melihat - lihat sekeliling, dan setelah puas menuju ke Sky Bridge.

Berhubung masih pagi Sky Brigde masih lumayan sepi dan dingin banget. Walaupun gue berdiri di atas jembatan yang tingginya 700 meter di atas permukaan laut, yang bisa gue rasain cuma senang bukan main. Waktu Air Asia Indonesia bikin kuiz Paintball World Cup 2011, peserta diminta berkhayal, apa yang pengen dilakukan di Langkawi. Sky Bridge ini jadi bagian utama dari khayalan gue itu. Gue senang memandangi langit, itu alasannya. Dan sekarang gue berdiri di atas sky bridge yang gue khayalkan. Belum habis heran dan takjub gue....selama ini cuma bisa berkhayal, dan tiba - tiba Yesus, melalui Air Asia, mewujudkan khayalan gue itu.

Di sky bridge ini, gue ngga kesulitan dalam berfoto. Awalnya gue minta tolong sama seorang pengunjung untuk memotret gue. Kemudian, mungkin karena si pengunjung baik hati ini ngerti kalo gue traveling sendirian, berikutnya justru dia beberapa kali menawarkan bantuan untuk memotret gue. Makasih Yesus...ada orang baik hati yang Yesus kirim untuk bantu gue. Di saat gue antri cable car untuk kembali ke Oriental Village, gue bermaksud menunggu sebentar sampai rasa cape hilang dan detak jantung kembali normal, setelah perjalanan melelahkan dari Sky Bridge menuju 'halte' Cable Car. Dan, gue bertemu sama pengunjung baik hati itu lagi ! Dia ngajak gue berdiri di barisan yang sama. Gue pun lega, karena menemukan teman naik Cable Car.

Tiba di Oriental Village gue menyempatkan diri mampir ke Animal Farm untuk bermain dan memberi makan rusa - rusa, lalu ke kandang gajah raksasa yang ada di dekat animal farm. Senangnya....tanpa gue duga, di Langkawi ini pun gue bisa ketemu sama sahabat besar kesayangan, gajah.

Dari Oriental Village gue berjalan kaki menuju kawasan air terjun. Jaraknya lumayan jauh....dengan pemandangan kiri - kanan berupa pepohonan rindang. Kendaraan yang lalu - lalang pun hanya sesekali. Benar - benar sepi. Tiba di kawasan air terjun, gue disambut jalan menanjak menuju air terjun. Tiba di air terjun paha gue terasa pegal sepegal - pegalnya Smiley. Gue pun beristirahat di air terjun dengan merendam kedua kaki lelah di dalam air yang jernih dan dingin.

Sebenarnya, dari air terjun gue pengen lanjut ke Telaga Tujuh. Telaga Tujuh juga jadi bagian dari khayalan gue. Tapi sayangnya gue udah janjian ama Pak Helmi jam 1 siang di Oriental Village.

Dalam perjalanan kembali ke Oriental Villa, iseng - iseng gue mencoba ber - hitchiking ria. Gue berusaha mencari tumpangan sampai ke Oriental Village dengan memberhentikan mobil yang lewat. Berhasil !! Sebuah mobil dengan pengemudi yang baik dan ramah bersedia memberikan gue tumpangan. Kalau Mama tahu mengenai ini pasti bakal marah besar, karena Mama selalu berpesan "Hati - hati, Cherrr...apalagi ama orang yang baru dikenal !!!" Tapi khan gue penasaran pengen ngerasain hitchhiking walaupun sekedarnya.

Pak Helmi dan taksinya mengantar gue kembali ke guest house. Pak Helmi yang baik hati memberikan rate diskon untuk jasa antar jemputnya, yaitu total cuma RM 40. Padahal normalnya mencapai RM 46. Tiba di guest house gue langsung mandi dan bersiap - siap. Gue akan ikutan Island Hopping Tour dan akan dijemput jam 2 siang.

Island Hopping Tour ini mengajak para pesertanya mengunjungi 3 pulau dengan menggunakan perahu mesin : Dayang Bunting, Beras Basah dan Singa Besar. Walaupun tanpa didamping pemandu wisata, dan sendirian tentunya, tapi gue sangat menikmati tournya, karena pulau - pulau yang dikunjungi indah dan masih sangat sepi. Rasanya pikiran gue benar - benar disegarkan dengan menikmati pemandangan pantai di pulau - pulau ini.

Tour berakhir di sore hari, dan begitu tiba di guest house, yang langsung gue lakukan adalah....mandi lagi. Selesai mandi, gue meninggalkan guest house menuju Jalan Pantai Tengah. Walaupun untuk menuju ke sini gue harus berjalan sangat jauh, tapi entah kenapa gue menyukai rutinitas ini. Gue akan mampir ke toko buah, trus nanti sambil ngemil buah gue akan berjalan dan berjalan terus. Ngga lupa mampir di The Zon dan toko - toko sekitarnya, cuma demi ngeliatin coklat - coklat terhampar menggoda Smiley, seakan - akan gue bisa kenyang cuma dengan ngeliatin display coklat - coklatnya.

Setelah cape dan kelaparan, gue mengambil arah pulang ke guest house, dengan terlebih dahulu mampir di Wan Burger. Wan Burger menyajikan burger yang menurut gue fresh, lezat dan harga terjangkau. Malam ini gue membeli double beef burger dan segelas es teh manis. Harganya RM 5.2. Murah khan ?

Selesai makan, gue langsung melanjutkan perjalanan kembali ke guest house. Tiba di guest house, gue bermain - main sama Kacang, Bandit dan Cumi. Pak Zackry yang juga penyayang anjing menemani gue bermain - main sama ketiga anjingnya yang gendut dan pemalas. Pak Zackry dengan bersemangat bercerita banyak hal mengenai kecintaannya sama anjing. Saking bersemangatnya, waktu gue sedang mengikuti Bandit, Pak Zackry menyusul dan bertanya :

"Do you drink ?"
"I don't". Nyengir.
"Ohh...why ? You don't drink beer ?"
"No.." jawab gue masih dengan senyum nyengir.
"How about whisky ?" tanya Pak Zackry lagi.
Kali ini gue menggeleng kepala sambil dalam hati menyimpan rasa heran. Memangnya ada orang yang gak suka bir tapi doyan whisky ?? Butuh pencerahan...Smiley
Pak Zackry pun ngga menyerah dan dengan wajah yang masih heran dia akhirnya bilang,
"Okay, I'll bring you a coke yah ?"

Akhirnya gue dan Pak Zackry ngobrol panjang lebar, ditemani segelas whisky di hadapan Pak Zackry dan sekaleng Coca Cola di tangan gue. Pak Zackry kelihatannya senang dan semangat bukan main karena bertemu dengan sesama penyayang anjing. Gue pun menikmati pembicaraan ini. Pembicaraan mengenai anjing yang ngga ada abis - abisnya, yang biasanya cuma bisa gue lakukan dengan para Polisi di Direktorat Polisi Satwa atau dengan Ony.

Malam pun semakin larut dan gue pengen tidur. Gue pamit ama Pak Zackry, Kacang, Bandit dan Cumi dan menuju kamar.

Di ranjang yang empuk, gue merebahkan badan dan memejamkan mata. Smiley Hari ini jadwal gue lumayan padat dari pagi. Tapi gue senang, karena berhasil mencapai Gunung Mat Cincang yang selama ini cuma ada dalam khayalan doang. Seminggu yang lalu gue cuma iseng - iseng menuliskan khayalan gue di email dan dialamatkan ke AirAsiaIndonesia. Dan dalam hitungan hari, tadi siang gue khayalan gue terwujud. Makasih Yesus.

Wednesday, November 16, 2011

Pelajaran 2 : Penginapan + Anjing = Seru


Jumat, 11 November 2011

Gue terbangun pas jam 10 pagi....sebenarnya mata dan badan gue belum siap untuk meninggalkan kasur nyaman ini, tapi gue harus menelpon Zackry Guest House, Langkawi untuk merubah jadwal kedatangan. Waktu booking kamar di situ, gue sekalian minta taxi untuk menjemput dari airport. Tapi jam penerbangannya khan berubah, jadi harus gue informasikan secepatnya ke Pak Zackry.

Urusan taxi untuk Langkawi kelar, gue pun ke ruang makan untuk sarapan. My Travel Hub ini emang nyaman banget, dan bikin penghuninya serasa di rumah sendiri. Pagi ini gue sarapan dengan segelas teh hangat, roti gosong dan biskuit Regal. Selesai sarapan, walaupun badan masih terlalu letih, gue mandi dan bersiap - siap meninggalkan My Travel Hub.

Gue naik LRT dari Pasar Seni Station menuju KL Sentral, disambung dengan Skybus menuju LCCT. Tiba di LCCT ngga ada proses pemeriksaan yang harus gue lalui karena gue udah web check in sejak dari Jakarta.

Perjalanan Kuala Lumpur - Langkawi ditempuh hanya dalam 50 menit. Tiba di Langkawi International Airport, gue dijemput Pak Helmi dengan taxinya, dan diantar menuju Zackry Guest House, dengan tarif RM 20.

Zackry Guest House terletak di Jalan Teluk Baru, Pantai Tengah. Tempatnya sangat sederhana dan bersih. Susunan kamarnya hanya berupa rumah - rumah petak dengan pintu masing - masing. Ada 1 ruangan 'bersama', yang merupakan gabungan dari meja resepsionis, dapur, ruang makan, dan ruang nonton. Waktu di Jakarta, gue sempat mampir di homepagenya dan baca 'peringatan' ini :

It may not be suitable for everyone - especially who is not used to backpacking experiences. It is certainly not a hotel/budget hotel/resort with round-o-clock service.

Cool !! Begitu di meja resepsionis gue langsung ambil business card Zackry Guest House, dan tertawa waktu baca bagian : !!! WE HAVE 3 DOGS ROAMING FREELY AROUND HERE !!!

Kacang

Bandit

Cumi

Asyiikkk !!

Ini favorit gue, dan alasan utama pengen menginap di Zackry Guest House. Pak Zackry memelihara 3 ekor anjing gendut dan pemalas tapi lucu - lucu : Kacang, Bandit dan Cumi. Ketiganya akan menghabiskan waktu di siang hari dengan tidur di dalam rumah Pak Zackry. Kata Pak Zackry di siang hari kemalasan mereka akan bertambah karena udara panas. Ketiganya akan keluar rumah di malam hari, dengan pembagian pos masing - masing. Kacang di ruang bersama, sementara Bandit dan Cumi di luar, untuk menjaga guest house. Sebenarnya 'menjaga' terdengar terlalu heroik, karena di luar pun keduanya cuma tidur bermalas - malasan.

Ketiganya keturunan ras kampung, cuma Bandit agak lebih istimewa karena dalam dirinya mengalir ras Rottweiler. Jejak - jejak Rottinya ada di warnanya yang hitam mengkilat dan 2 tanda coklat di kedua matanya. Jadi ingat sama Kongo, Rotti kesayangan gue. Biasanya tiap Sabtu dan Minggu gue akan datang berkunjung untuk bawain keju dan bermain dengan Rotti yang pemalu ini. Tapi minggu ini Kongo ngga bisa menikmati keju karena gue ngga bisa datang.

Waktu di Khaosan Road, Bangkok gue juga tinggal di hostel yang pemiliknya memelihara anjing, tapi kali ini lebih menyenangkan, karena Pak Zackry membiarkan anjing - anjingnya berkeliaran bebas. Jadi gue bisa leluasa bermain sama ketiganya. Guest house jadi berasa rumah sendiri. Gue khan sayang banget sama anjing, jadi Kacang, Bandit dan Cumi, adalah teman - teman spesial selama di guest house.

Setelah menerima kunci, gue langsung menuju Private Twin Room dengan rate USD 14 per malamnya. Ngga pake AC, hanya kipas angin. Tapi berhubung kamarnya luas, dan ada jendela menghadap ke luar, rasanya lebih dari cukup.

Gue pun mandi, beres - beres ransel trus meninggalkan guest house. Tempat pertama yang gue datangi adalah pengurup wang berlesen alias money changer yang ada deket guest house. Abis itu, gue kembali berjalan kaki menuju pantai Chenang yang berjarak sekitar 1 km. Sepanjang perjalanan gue berkali - kali berhenti di toko untuk memuaskan mata dan perut gue. Entah untuk membeli kacang almond...buah plum...air mineral....coklat.... Mengunyah dan mengunyah bikin gue makin produktif dan bersemangat jalan kaki di bawah teriknya sinar matahari.

Tiba di Pantai Chenang, gue duduk di tepi pantai untuk menikmati detik - detik matahari terbenam. Gue tinggal di sana sampai gelap dan sepi. Pantai Chenang emang ngga terlalu ramai. Gue suka dengan suasana lengang dan tenang pantai ini.

Sekitar jam 8 malam gue lanjutkan perjalanan menyusuri Jalan Pantai Tengah. Sepanjang jalan dipenuhi dengan restoran, toko dan hostel. Awalnya gue berpikir Langkawi akan seperti Phuket atau Bali. Dan suasana pantai Chenang akan seperti Patong di Phuket dan Kuta di Bali. Ternyata ngga, karena di sini jauh lebih sepi dan TENANG !!

Yang istimewa lagi, Langkawi bagaikan surganya produk - produk duty free. Jadi di sini banyak toko yang menjual produk - produk coklat, rokok, dan minuman beralkohol dengan harga miring. Malam ini gue keluar masuk toko The Zone dan The Choco Valley....dimana gue bisa melihat hamparan coklat - coklat yang menggiurkan. Ngiler. Tapi gue ngga tergoda untuk membeli apapun.

Kaki panjang gue pun melanjutkan perjalanan. Gue sempat mampir ke sebuah warung makanan untuk makan malam. Di sini gue membeli nasi lemak, sate dan es teh manis. Baru kali ini gue ngerasain sensasi makan hidangan lokal dengan nikmatnya.

Abis itu gue mampir di salah satu kios tour agent untuk booking Hopping Island Tour untuk besok. Harganya lumayan murah, RM 25, sudah termasuk pick up dari guest house.

Begitu kedua kaki mulai terasa pegal, gue pun kembali ke guest house.

Yang keren dari Langkawi adalah daerahnya yang masih hijau, dipenuhi pepohonan rindang, dan semak - semak. Tapi semakin mendekat ke guest house, penerangan jalan semakin minimalis dan bikin gue sedikit ngeri. Gue harus menyeberang beberapa kali untuk menghindari sisi jalan yang masih terisi semak - semak belukar.

Begitu tiba di guest house, gue langsung mencari Kacang, Bandit dan Cumi. Tapi ngga menemukan satu pun dari mereka. Hampir jam 10, gue kembali ke kamar. Cukup dulu petualangan hari. Malam ini gue akan beristirahat dengan lebih baik dari semalem. Di kasur, bukan di lantai.

Makasih Yesus, hari ini seru....gue bisa tiba di Langkawi dengan selamat....tiba di Zackry Guest House dengan selamat juga. Lebih istimewa lagi, ketemu teman - teman berkaki empat yang lucu dan menggemaskan.

Dogs are our key to achieving a sense of peace. They can keep us connected to the world of nature, and in turn, it is important to give our dogs what they need to live in a balanced way and achieve a healthy state of mind

Tuesday, November 15, 2011

Pelajaran 1: Teliti dengan Jadwal Tiket !!

Kamis, 10 November 2011

Hari ini gue akan berangkat menuju Kuala Lumpur. Penerbangan gue dijadwalkan jam 8.25 malam nanti. Berhubung persiapan keberangkatan gue serba mendadak, gue ngga mau cuti hari ini. Gue tetap ngantor, dan jam 4 sore segera melesat ke Blok M untuk naik Damri ke Airport.

Gue tiba di LCCT, KL jam 11.25 malam waktu setempat, dan langsung ke kios penjualan Digi untuk mengganti sim card handphone. Setelah itu gue menuju restoran McDonald untuk bersiap - siap tidur. Tapi ternyata sekarang ruang tunggu di sebelah McDonald sudah terisi sama kios makanan. Gue bingung mau tidur di mana malam ini. Gue emang harus tidur di LCCT karena besok pagi sekali akan langsung berangkat ke Langkawi.

Gue pun masuk ke depature hall, dan mencari tempat yang agak kosong untuk tidur. Sebenarnya berat rasanya tidur di sini, mengingat suhu ruangannya yang super dingin. Dan gue agak kurang beruntung, karena tiba larut malam, semua kursi sudah terisi sama penumpang - penumpang lainnya yang numpang tidur di LCCT. Gak ada pilihan lain, gue harus tidur di lantai. Gue pun merebahkan badan lelah di lantai dingin cuma dengan beralaskan jas hujan yang terbuat dari plastik tipis. Benar - benar di luar rencana nih ! Gue langsung menggosokkan minyak angin sebanyak - banyak ke sekujur badan...walaupun gak yakin ini bisa menyelamatkan gue dari masuk angin.

Sekitar jam 3 pagi gue terbangun. Rasa dinginnya serasa menggigit - gigit kulit. Gue ke toilet untuk cuci muka. Ngga mungkin mandi di saat seperti ini...Kasihan badan gue, udah cukup dihajar sama dinginnya ruangan LCCT. Gue emang belum punya prestasi memuaskan dalam hal menghadapi dingin. Bahkan keseharian di Jakarta aja, walaupun tanpa dilengkapi AC, setiap tidur gue harus memakai peralatan perang mulai dari celana panjang, kaos kaki, sampai selimut tebal. Kadang gue sampai harus membungkus leher dengan handuk kecil...entah apa manfaatnya itu.

Selesai cuci muka dan bersih - bersih, iseng - iseng gue mengeluarkan copy boarding pass untuk keberangkatan ke Langkawi. Dan gue terperanjat dengan dahsyatnya begitu melihat waktu keberangkatan yang tercantum di boarding pass.... jam 2.05 siang Smiley !! Bukannya seharusnya gue berangkat jam 7.30 pagi ?? Kok berubah ?? Rasanya pengen loncat setinggi - tingginya menembus atap toilet sambil teriak "Mammmmaaaaaaaaa !!!!!!!". Sampai beberapa detik gue cuma terpaku ngeliat boarding pass di tangan. Astaga....semalem waktu gue berbicara dengan Felix dari pihak Air Asia Indonesia, dia memang sempat konfirmasi bahwa ada tiket yang harus berubah jadwalnya karena ketidaktersediaan bangku. Tapi herannya, gue ngga terlalu memperhatikan penjelasan Felix mengenai tiket mana aja yang berubah. Bahkan waktu gue konfirmasi tiket ke Call Center nya Air Asia pun jadwal ini pasti sudah disebutkan berulang - ulang !! Apa yang ada di pikiran gue saat itu, sampai informasi sepenting ini luput dari perhatian gue ???

Dengan langkah gontai, gue pun keluar dari toilet dan menuju tempat pemberhentian bus tujuan KL Sentral. Untungnya, sepagi itu sudah ada beberapa bus beroperasi. Hati gue dipenuhi sama rasa kesal yang meluap - luap...untuk apa perjuangan gue semalam tidur di lantai dingin LCCT, padahal hari ini gue akan berangkat jam 2.05 siang ?? Kenapa semalam gue ngga langsung menuju KL Sentral dan mencari tempat penginapan ?? Tahu ngga gimana rasanya tidur di lantai Smiley ??!! Badan pegal, dan pagi ini gue udah mulai diserang flu ! Ini akibat kecerobohan gue...dan kali ini tak termaafkan! Rasanya pengen nelpon Mama, tapi hati kecil gue berteriak, "Mama lagi tidur...jangan bikin Mama ngga tenang cuma karena kecerobohan loe ! Bekpeker gembel dilarang cengeng. Titik Smiley !!!!

Sepanjang perjalanan menuju KL Sentral, pikiran gue berkecamuk. Begitu tiba di sana, gue mau kemana dan ngapain ? Gue akan tiba di KL Sentral sekitar jam 5 kurang...pagi ?? Belum pantas disebut pagi...subuh !! Apakah LRT sudah beroperasi ? Lagian, apa gue yakin ada hostel atau guest house yang mau nerima tamu jam 5 subuh ??

Ketakutan gue menjadi kenyataan. KL Sentral masih sangat sepi. LRT belum beroperasi. Gue udah ngga bisa memikirkan solusi lain. Begitu melewati pusat informasi, gue liat ada beberapa brosur iklan, salah satunya guest house bernama Central Lodge yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari KL Sentral ! Gue pun menelepon Central Lodge. Jawaban dari seberang : Our check in time is after 12 !! Mungkin si pemilik guest house kesal karena telepon dari gue membangunkan dia dari tidurnya...cuma demi menjawab pertanyaan ngga penting.

Yang terpikir oleh gue saat ini adalah My Travel Hub di Petaling Street. Kayaknya, cuma kebaikan hati Kuku dan keluarganya yang akan menyelamatkan gue pagi ini. Gue cuma butuh merebahkan badan dan tidur, itu aja....gue udah mulai ngerasain badan meriang. Sambil menunggu LRT beroperasi, gue duduk di lantai dekat McDonald dan coba memejamkan mata.

Tepat jam 6 pagi, LRT mulai beroperasi. Gue senang luar biasa...walaupun masih menyimpan keraguan apakah My Travel Hub akan menerima tamu sepagi ini. Sambil berjalan kaki dari Pasar Seni station hati gue sibuk memanjatkan doa ke Yesus..."Yesus, gue cuma pengen tidur....help me!" Begitu tiba di pintu My Travel Hub, gue langsung lihat Kuku ! Trus gue jelasin, dengan tampang memelas asli tanpa dibuat - buat, kalo gue butuh ranjang di dorm room buat tidur sampai jam 10 pagi. Kuku yang baik hati pun mempersilahkan gue masuk. Kebaikan Kuku belum berhenti sampai di situ. Dia kasih gue rate RM 18, mungkin karena dia tahu gue cuma ampe jam 10 aja di sana.

Urusan check in kelar, gue langsung masuk dorm room. Kamar yang gue tempati April 2010 yang lalu. Gue letakkan ransel berat dan tas, lalu merebahkan badan malang gue di ranjang. Ya Yesus....nikmat luar biasa rasanya. Dan gue pun tertidur dengan pulasnya Smiley.

Hari ini akan gue ingat selamanya....Gue yakin, bahkan dari kesalahan yang gue buat pun, tetap ada pelajaran yang bisa dipetik. Gue harus lebih hati - hati dan teliti, apalagi mengenai informasi sepenting jadwal penerbangan. Terlebih kalau gue memutuskan untuk berpeker ria sendirian seperti sekarang. Siapa yang gue harapkan untuk mengingatkan hal sedetil - detilnya yang jadi bagian dari perjalanan gue ? Makasih Yesus untuk pengalaman ini...semoga kebaikan Kuku dan keluarganya mendapat balasan berlipat - lipat. Amin Smiley

Thursday, November 10, 2011

See The PaintBall World Cup Asia 2011

Ini minggu yang seru buat gue. Hari senin (07 Nov), pagi liat pengumuman di facebooknya AirAsiaIndonesia. Dengan terkaget - kaget gue liat nama gue tercantum sebagai pemenang kuis See The PaintBall World Cup Asia 2011 di Langkawi. Seminggu sebelumnya gue emang ikutan kuisnya. Peserta disuruh mengkhayal segila - gilanya mengenai hal yang mau dilakukan di Langkawi.

Dulu, tahun 2009, gue emang sempat pengen bekpekeran ke Langkawi. Tapi belum kesampaian karena harga tiketnya yang ngga "backpacker friendly". Jadi walaupun belum sempat menginjakkan kaki di sana, gue udah sempat review artikel - artikel mengenai tempat - tempat menarik di sana. Ini jadi modal gue untuk berkhayal dan kirim khayalan tingkat tinggi gue ke AirAsiaIndonesia. Dan...menang. Makasih, Yesus !

Selama ini gue pernah menang beberapa kuiz atau undian...hadiahnya berupa voucher makan...voucher belanja...sampai pernah dapat 5 kg beras segala ! Tapi kali ini, gue bakal dapat tiket pesawat ke Langkawi, akomodasi untuk 1 hari, serta tiket masuk nonton The PaintBall World Cup Asia 2011 !!

Padahal gue udah janji, pada diri sendiri dan Mama, ngga akan traveling ke luar negeri lagi sampai akhir tahun 2011 ini . Pertimbangannya, karena di bulan November banyak anggota keluarga yang berulang tahun, termasuk Mama. Dan bulan Desember, biasanya semangat gue fokus untuk urusan Natal. Begitu lihat pengumuman, gue langsung telepon Mama, untuk mengungkapkan rasa senang gue yang menyala - nyala. Mama cuma ketawa - ketiwi. Walaupun berat buat dia ngelepas anak perempuannya yang panjang kaki ini, tapi gue tahu kalo Mama juga ikut senang.

Persiapan untuk keberangkatan gue baru bisa dimulai hari Selasa (8 Nov), karena Senin itu di Kuala Lumpur sedang libur nasional. Di hari itu, gue mendapat instruksi dari pihak AirAsiaIndonesia kalo gue harus milih sendiri jadwal penerbangan dari Jakarta ke Kuala Lumpur dan dilanjut ke Langkawi, pulang - pergi. Syarat berikutnya, gue harus berangkat Kamis (10 Nov) atau Jumat (11 Nov). Astaga !! Berarti gue cuma punya waktu 2 hari untuk mempersiapkan perjalanan gue, termasuk untuk akomodasi dan hal - hal yang pengen gue lakukan di sana.

Ini benar - benar tantangan. Apalagi gue harus melakukan semuanya bersamaan dengan mengerjakan tanggung jawab di pekerjaan kantor. Gue harus bagi - bagi waktu dan perhatian untuk menyelesaikan 2 hal ini. Tetap tenang, itu yang harus gue lakukan...tapi susah! Gue memang sering menyiapkan perjalanan secara mendadak, tapi ngga kayak sekarang. Kebiasaan gue adalah membeli tiket pesawat jauh - jauh hari dari tanggal keberangkatan...tapi kali ini, gue baru dapat konfirmasi penerbangan nyaris 24 jam sebelum keberangkatan ! Begitu juga konfirmasi mengenai hotel di Langkawi. Padahal, berhubung hotel hanya akan ditanggung untuk 1 malam, gue udah booking guest house lain melaluihostelbookers.com, untuk sisa harinya. Tapi jadwalnya ternyata ngga cocok. Ini akibat gue sibuk berasumsi sendiri, tanpa bertanya terlebih dahulu ke pihak AirAsia.

Jadi gue harus modifikasi reservasi penginapan. Gue sebut 'penginapan' karena ini kayaknya bukan masuk kategori hotel. Gue akan tinggal selama 2 malam di Zackry Guest House. Ini adalah tempat yang direkomendasikan oleh beberapa milis backpacker. Tapi yang paling bikin guest house ini menarik buat gue, karena harganya murah dan pemiliknya memelihara banyak anjing. Yippiieee....sangat menghibur, mengingat minggu ini gue tidak akan bisa ketemu sama temen - teman rottweiler yang gagah dan lucu : Kongo, Luna, Roxi, Sugar, Kaleng Regal, dan lainnya.

Akhirnya semua persiapan gue matang semalem. Gue udah dapat konfirmasi tiket pesawat, hotel, acara nonton Paintballnya, airport transfer, dll. Lega dan bisa bernafas lega. Mengatur perjalanan ke luar negeri, sendirian, 5 hari, hanya dalam 2 hari. Lagi...dan lagi...dan lagi....makasih Yesus !