I laugh, I love, I hope, I try, I hurt, I need, I fear, I cry, I blog...Welcome to my blog, welcome to my life !!

Wednesday, August 10, 2011

Nice To See You Again, Singapore....

Jumat, 05 Agustus 2011

Gue bangun jam 5 pagi, karena gue pengen mandi di saat semua penghuni kamar masih tidur. Bukan cuma karena takut antri, tapi gue juga harus ekstra hati - hati berhubung gue berbagi kamar mandi dengan penghuni lain yang semuanya laki - laki.

Jadi, di saat langit masih gelap, lampu kamar masih dimatikan, gue mengendap - endap menuju loker untuk ambil peralatan mandi. Mr. Anthony terbangun dan minjemin gue senter kecilnya. Dia emang selalu pengen ngebantu orang lain, walaupun di sela - sela tidur dan dengkurannya yang maha dahsyat.

Abis mandi gue naik ke kasur lagi, dan melanjutkan tidur. Di pagi yang dingin itu, dengkuran Mr. Anthony pun masih berlanjut. Ngga beberapa lama, gue bangun lagi, kali ini langsung menyiapkan ransel untuk berangkat ke terminal bus.

Remy juga udah siap untuk berangkat kerja, jadi gue berdua jalan bareng menuju Jalan Petaling. Sebenarnya Remy menyarankan gue untuk naik bus tujuan Singapura dari Terminal Bersepadu Selatan. Tapi begitu gue di dekat Puduraya dan lihat ada bus tujuan Singapura, gue langsung berubah rencana dan memutuskan naik bus itu. Ongkosnya RM 35.

Ternyata itu keputusan yang salah. Jadwal keberangkatan busnya ngga jelas banget. Sampe sejam berikutnya bus ngga bergerak. Rasanya pengen ganti bus, tapi sayangnya gue udah telanjur bayar tiket untuk bus menyebalkan ini. Salah satu penumpang malah sampe beradu mulut ama sopir bus, karena udah ngga sabar nunggu bus berangkat. Gue cuma pasrah menunggu.

Akhirnya bus berangkat. Di sepanjang perjalanan, bus berhenti sekali di tempat peristirahatan. Cuaca hari ini panas banget...bikin gue ngga betah di dalam bus. Akhirnya sekitar jam 3 sore bus tiba di terminal Larkin, Johor Baru. Abis itu gue melanjutkan perjalanan menuju ke Singapura naik bus SBS 170 tujuan Queen Street. Ongkosnya RM 2.2.

Akhirnya setelah perjalanan panjang lebih dari 5 jam, gue tiba di Queen Street. Terharu. Setelah 2 tahun, Yesus kasih gue kesempatan lagi untuk ke Singapura. Ini negara tujuan pertama gue waktu mencoba nekat pengen bekpekeran. Negara yang bikin gue percaya diri dan nyaman untuk traveling...biarpun sendirian...biarpun ngegembel...

Dari Queen Street gue berjalan kaki menuju kawasan Bugis. Di sini gue nyasar beberapa kali waktu nyari ABC Hostel yang letaknya di Jalan Kubor, Victoria Street. Akhirnya gue tiba dan check in di ABC Hostel, dan membayar SGD 26 untuk female dorm room.

Kamarnya kecil, isi 4 kasur. Walaupun ngga ada jendelanya, tapi udara di dalam kamar ngga pengap, mungkin karena fasilitasnya lumayan lengkap mulai dari AC, exhaust fan, sampai pengharum ruangan otomatis.

Abis mandi, gue langsung menuju Bugis Street. Setelah puas berkeliling di Bugis Street yang ramai itu, gue naek MRT dari Bugis Station menuju Little India Station, pengen menikmati Mustaffa Market di malam hari.

Pulang dari Little India gue mampir di Seven Eleven di Bugis Street buat beli susu. Gue emang harus rajin minum susu setiap hari kalo lagi bekpekeran, alasan utamanya supaya pencernaan gue ngga bermasalah. Tapi ternyata hal ini berakhir jadi masalah buat gue. Sebenarnya susu coklat yang gue minum cuma 1 botol ukuran 600 ml. Tapi entah karena kurang cocok atau porsinya terlalu banyak, perut gue justru bermasalah.

Tiba di ABC hostel gue langsung mandi dan ke ruang internet. Dimulailah aktivitas gue bolak - balik ke toilet untuk BAB. Kalo ditotal mungkin ada 5 kali lebih gue bolak - balik ke toilet. Sekitar jam 12 malam gue masuk kamar untuk tidur. Masalah baru, perut gue bergejolak sampai berbunyi dengan gaduhnya. Berhubung ini dorm room dimana ngga ada privasi sama sekali, gue pun keluar kamar lagi untuk nongkrong di toilet.

Gue sengaja menunggu di ruang internet, supaya dekat dengan toilet. Setelah beberapa kali bolak - balik ke toilet, gue baru sadar, kunci kamar gue yang berupa kartu elektronik hilang entah kemana. Sial. Kalo beneran hilang, berarti deposit gue SGD 10 ngga akan dikembalikan oleh resepsionisnya ABC Hostel.

Dengan perut nyaris kosong karena udah terkuras sempurna, tapi masih terus berbunyi - bunyi, gue kembali ke kamar, naik ke kasur dan tidur. Lelah. Lelah perjalanan jauh Kuala Lumpur - Singapura, lelah jalan - jalan di Bugis Street dan Little India, dan lelah bolak - balik ke toilet.

Di tengah rasa kantuk, plus kesal karena kehilangan kartu kunci yang berarti kehilangan SGD 10, lagu - lagu dari Mp4 mengiringi tidur gue...suara Lenka dengan The Show - nya sayup - sayup mengejek nasib sial gue malam itu... I want my money back...I want my money back...I want my money back....

Monday, August 08, 2011

Kuala Lumpur....Lagi..dan Lagi...

Kamis, 04 Agustus 2011

Ngga kerasa udah 3 bulan sejak trip terakhir gue ke Siem Reap. "Tabungan tiket" gue kali ini sebenarnya tujuan Jakarta - Kuala Lumpur - Brunei Darussalam. Tapi dari awal gue udah memutuskan ngga akan lanjut sampai Brunei, melainkan ke Singapura.

Pesawat Airasia yang tumpangi berangkat dari Soeta Airport jam 2 siang, dan tiba di Kuala Lumpur jam 5 sore waktu setempat. Perjalanan gue kali ini benar - benar berbeda, nyaris ngga ada persiapan apapun, bahkan urusan hostel. Gue belum booking online hostel manapun, baik untuk di Kuala Lumpur maupun Singapura. Entah kenapa, dari awal gue niat pengen ngejalanin liburan gue kali ini sespontan mungkin Smiley.

Begitu pesawat mendarat, gue naik Skybus ke KL Sentral, dilanjut dengan naek LRT tujuan Pasar Seni, dan gue pun kembali ke kawasan Petaling Street tercinta. Kalo Kuala Lumpur, kawasan ini yang paling nyaman dan dekat di hati gue. Hostel pertama yang gue datangi adalah My Travel Hub. Awalnya gue senang begitu resepsionisnya bilang masih ada kasur kosong di dorm room. Tapi begitu gue masuk ke kamarnya, ternyata ACnya mati, jadi sementara pake kipas angin. Gue batal check in.

Gue meninggalkan My Travel Hub dan melanjutkan pencarian hostel ke daerah China Town. Di sini gue keluar - masuk banyak hostel untuk cari kasur kosong di dorm room, tapi saat itu lagi pada penuh, atau beberapa hostel/penginapan ngga menyediakan dorm room. Akhirnya pencarian berakhir di Monkey Inn Hostel.

Monkey Inn menyediakan sebuah dorm room isi 13 ranjang. Nyaman dan bersih, sebenarnya...harganya pun terjangkau, RM 25 per malamnya. Tapi ada beberapa hal yang bikin gue kurang nyaman juga. Pertama, untuk masuk ke Monkey Inn sendiri harus menggunakan lift. Lift digunakan termasuk untuk naik ke lantai 4 hostel, yaitu ruang nonton, internet dan setrika. Gue emang kurang nyaman kalo harus menggunakan lift apalagi di bangunan sesempit Monkey Inn. Kedua, penerangan di dorm roomnya remang - remang gitu.

Kebetulan gue adalah perempuan satu - satunya yang menghuni kamar itu. Dalam beberapa saat gue berkenalan sama penghuni lainnya yang menurut gue unik - unik. Yang pertama menyambut gue adalah seorang cowo asal Sri Lanka yang bergaya ala rapper. Dia bukan turis, melainkan penghuni tetap di Monkey Inn. Dia pernah bekerja di Malaysia, tapi 4 bulan terakhir sudah tidak bekerja, gitu katanya. Penampilannya emang rada seram, tapi menurut gue dia baik, karena dia bersahabat dan ramah. Penghuni lainnya, namanya Remy, yang juga penghuni tetap di Monkey Inn. Dia warga Malaysia dan kuliah di Singapura. Cita - citanya jadi penyanyi terkenal. Dan dia sangat memuja artis - artis Indonesia...Ungu, Sheila on Seven, Krsidayanti, Agnes Monika, dll. Sepanjang malam gue ngobrol sama dia topiknya soal artis - artis pujaannya itu. Saking bersemangatnya, dia ngga henti - hentinya minta gue dengerin lagu - lagu Indonesia dari Mp4nya. Ya ampun...padahal, sorry to say...gue bukan fans mereka banget! Pertanyaan Remy yang paling ngga penting malam itu : "Cherry pernah ketemu Irwansyah tidak, selama di Jakarta ?". Dan gue malah balik bertanya : "Irwansyah itu siapa ?" Smiley Dan dia menjawab pertanyaan gue dengan menjelaskan panjang lebar mengenai Irwansyah yang dia kenal di film Heart. Sambil menjelaskan dia juga menunjukkan koleksi CD original yang isinya kumpulan soundtrack film Heart, dan meminta gue mendengarkan salah satu lagunya, yang dinyanyiin Irwansyah whatever itu, melalui Mp4nya. Obrolan seperti ini mungkin kayak kalo Ony lagi ngobrol soal pertandingan bola...atau di saat Ibu-Ibu di kantor gue berkumpul dan ngebahas mengenai proses persalinan dari A-Z...dimana gue ngga nyambung sama sekali. Jadi gue cuma bisa ngedengerin doang sambil manggut - manggut Smiley.

Penghuni kamar tetap lainnya adalah Mr. Anthony, asal Singapura yang sementara ini bekerja di Malaysia. Sama seperti kedua penghuni tetap lainnya, Mr. Anthony ramah dan selalu pengen ngebantu. Apalagi begitu dia tahu gue mau melanjutkan perjalanan ke Singapura, dia berusaha ngasih petunjuk sedetil mungkin mengenai Singapura.

Mr. Anthony mengundang gue nonton DVD Secretariat di lantai 4. Ini salah satu film favorit gue. Film yang membuat gue berpikir "Gue pengen mengenal mahluk istimewa bernama kuda lebih dekat" dan menginspirasi gue untuk berlatih kuda. Tapi gue terpaksa menolak, karena gue pengen jalan - jalan dan menikmati udara segar Petaling Street. Di daerah China Town, gue sempat beli durian segala. Kayaknya durian adalah titik lemah gue banget...kayak kriptonitenya Superman mungkin. Susah banget buat gue nahan godaan untuk tidak membeli dan melahap durian Smiley.

Kembali ke hostel gue sempat ke ruang internet, dan begitu gue turun ke kamar yang ada di lantai 1, gue ngobrol ngalor ngidul sama Remy si Ungu Lover. Capek ngobrol, gue ama Remy pun jalan - jalan di Petaling Street lagi buat cari makan. Kita berdua pun mampir di kedai tahu bakar yang letaknya dekat terminal Puduraya. Sebenarnya malam itu Remy ngajakin ke Bukit Bintang untuk nonton live music di kafe outdoor di sana. Live music lagu - lagu Indonesia, tentunya...dan gue menolak, karena pengen istirahat. Walaupun belum tahu pasti rencana gue besok, tapi yang jelas gue harus menyiapkan fisik dulu malam ini.

Kembali ke kamar, gue disambut dengan suara dengkuran Mr. Anthony yang luar biasa kencangnya. Gue yang awalnya udah siap pengen tidur langsung ragu sesaat, apakah gue bisa tidur malam ini dengan suara dengkuran sedahsyat itu tepat di sebelah tempat tidur gue ! Gue sempat mau pindah kasur, tapi batal, karena selain takut menyinggung Mr. Anthony, gue rasa itu juga ngga ada gunanya. Suara dengkuran sekencang itu gue rasa bisa terdengar sampe ke seluruh penjuru China Town.

Gue pasrah dan merebahkan badan lelah gue di kasur. Ngga lama kemudian Sri Lanka boy masuk kamar dan mendekat ke kasur gue, dan langsung menyodorkan sebuah permen karet. "Thanks!", gue bilang, dan langsung menyimpan permen karetnya di bawah bantal. Gue akan buang ke tempat sampah di saat ngga ada orang yang lihat, janji gue dalam hati. Bukannya bermaksud ngga ramah, tapi selain karena gue bukan penyuka permen karet, itu salah satu nasihat Nyonya Sitanggang, supaya gue selalu berhati - hati terhadap orang yang baru gue kenal Smiley.

Ngga beberapa lama, dengan badan letih diiringi dengan alunan suara dengkuran Mr. Anthony di sebelah, gue pun tertidur dengan pulasnya Smiley.

Tuesday, July 19, 2011

Latihan Kuda ? Why Not....


Hari Sabtu - Minggu (16 - 17 Juli 2011), salah satu weekend paling spesial buat gue. Mendadak gue menemukan tempat yang sangat gue nikmatin, dimana gue bisa "bertemu" kuda - kuda dan anjing - anjing terlatih. Bahkan sejak hari Minggu itu, secara diam - diam gue ikut latihan berkuda dengan instruktur berpengalaman. Senangnya bukan main. Gue pikir selama ini cuma gajah dan anjing yang bikin gue terpesona, ternyata kuda pun, dengan sosoknya yang tangguh, lincah dan kuat, bikin gue 'jatuh hati'.

Untuk kelanjutannya, gue masih menunggu konfirmasi mengenai perijinan Latihan Berkuda gue untuk waktu mendatang, tapi pengalaman gue hari Minggu yang lalu pun, di mana gue berkesempatan menunggangi kuda gagah bernama Samudra yang sangat jinak, terlatih dan yang paling berkesan buat gue...kooperatif..benar - benar pengalaman istimewa buat gue.

Kenalan sama Samudra dulu...ngobrol...gosip...

Samudra disikat dulu...biar makin ganteng pas latihan

Untuk naek ke punggung Samudra butuh perjuangan keras...lega begitu bisa duduk di pelana

Walaupun deg - degan...pantat dan paha pegal bukan main..tapi happy bisa nunggang kuda

Latihan selesai, waktunya Samudra kembali ke kandang

Harus dimandiin dulu, supaya bersih dan ngga bisulan / luka



Tuesday, May 31, 2011

Walk to Work

Sejak beberapa minggu yang lalu gue mulai ngejalanin hobi dan rutinitas baru: berjalan kaki dari rumah ke kantor, yang jaraknya 4.8 km terhitung dari pintu gerbang rumah di Tanjung Barat sampai jalan masuk utama Cilandak Commercial Estate, kantor gue.

Sayangnya, dari awal Mama ngga pernah setuju sama rutinitas gue ini. Kata Mama, ngga masuk akal harus ke kantor dengan cara begitu (berjalan kaki), padahal nanti di kantor harus kerja berat, stress dan lembur melulu. Mama takut gue kecapean. Tapi rasa penasaran gue mengalahkan segalanya. Gue ngga akan tahu gimana rasanya kalo ngga mencoba dulu kan ?

Di hari pertama, gue full jalan kaki 4.8 km, tanpa dikombinasi dengan naek kendaraan umum segala. Rasanya ? menyenangkan dan gue ngerasa lebih bugar. Ngga terlalu melelahkan kok...mungkin karena hobi gue lainnya, berbekpeker ria, gue jadi orang yang sangat menikmati berjalan kaki. Begitu sampai di kantor, gue langsung mandi. Kebetulan di kantor disediakan fasilitas kamar mandi, lengkap dengan shower air panas dan air dingin. Hari pertama gue berjalan kaki ke kantor, gue bisa tiba dalam waktu sekitar 55 menit. Gue tiba sekitar jam 8 pagi, trus mandi 15 menit, abis itu ke meja kerja ngerapihin beberapa hal dan check dan balas email Smiley, trus jam 9 pagi gue berangkat ke Senayan Sentral untuk meeting sama klien.

Rasanya bikin gue makin segar dan bugar, entah karena jalan kakinya atau karena mandi di kantornya.

Setelah 2 kali Walk to Work, kaki sebelah kanan gue sakit dan nyeri. Ada apa ini ? Rasanya bukan masalah pada tulangnya, tapi tepat di telapak kakinya...Nyeri rasanya setiap kali gue menginjakkan kaki. Alhasil, jalan gue jadi terseok - seok Smiley. Teman sekantor semakin protes. Selama ini mereka protes karena cara berjalan gue berisik, dan kali ini lebih parah lagi, karena gue cuma bisa menyeret - nyeret sepatu atau sendal gue untuk meminimalkan rasa nyeri.

Gue harus ke Pak Julius, tukang pijit langganan, sesering mungkin. Menurut Pak Julius, kaki gue mungkin kaget dan kelelahan. Dia menyarankan supaya gue pemanasan terlebih dahulu sebelum Walk to Work, atau jangan langsung menempuh 4.8 km sekaligus. Harus perlahan - lahan...mulai dari 0.5 km, lalu 1 km keesokan harinya, lalu 2 km di hari berikutnya...dan seterusnya. Nasihat yang baek, tapi susah gue jalanin. Jadi, begitu kaki gue sudah mulai pulih, gue pun kembali ke jalan, ber - Walk to Work lagi. Sekali udah di jalan, gue males untuk naik angkutan umum. Gue menikmati banget acara Walk to Work gue...ini rutinitas baru yang bikin gue bersemangat menyambut hari setiap pagi Smiley.

Kenapa gue milih untuk Walk to Work, alasannya :
  1. Ini cara alternatif gue berolah raga. Abis gue ngga pernah bisa pegang komitmen untuk olah raga di hari Sabtu atau Minggu, atau hari libur kantor lainnya. Entah kenapa setiap kali mau olah raga, rasa malas datang dan gue langsung mencari - cari alasan buat menghindar Smiley
  2. Walk to Work memicu gue untuk bangun lebih pagi setiap hari. Biasanya gue baru bangun jam 07.30 pagi, itu pun karena dengar suara Mama teriak - teriak nyuruh gue bangun
  3. Gue senang jalan kaki. Dengan cara ajaibnya yang susah dijelaskan, jalan kaki bikin gue happy dan bersemangat
  4. Ngobatin penyakit insomnia. Ini masalah yang sering gue hadapi, apalagi kalo lagi stress sama urusan pekerjaan. Tapi sejak gue rajin jalan kaki, gue jadi gampang tidur Smiley, dan tidur gue juga sangat amat berkualitas
  5. Ngobatin kerinduan gue berbekpeker. Hal paling banyak yang gue lakukan pas bekpekeran adalah menikmati lokasi liburan gue dengan berjalan kaki. Tapi liburan cuma bisa gue lakukan setiap 3 bulan sekali. Jadi, di sela - sela itu, gue pake ransel gue yang isinya penuh, mulai dari handuk, baju kerja, peralatan mandi, pakaian dalam, dan lain sebagainya, trus pake konstum santai ala jogging lengkap dengan sepatu olah raga, trus berjalan...dan berjalan...dan berjalan...menikmati pemandangan alakadar sepanjang Tanjung Barat - Cilandak
  6. Mungkin ini bisa dibilang wujud program Go Green gue...Dari pada cuma bisa ngomong doang..."Lakukan Penghijauan"...atau "Mari bersama kurangi emisi karbon"....bla bla bla...mungkin hal kecil yang gue lakukan ini, selain juga baik untuk diri sendiri, juga hal positif untuk lingkungan gue Smiley
  7. Hemat biaya. Sebenarnya setiap hari gue bisa numpang sama Ony naek motor. Tapi misalnya kalo dihitung - hitung biaya yang mungkin keluar kalo gue naek angkutan umum, begini ilustrasinya : Ongkos berangkat : Rp. 2,000 (S15) ditambah Rp. 2,500 (Kopaja 63). Ongkos pulang : Rp. 2,000 (Kopaja 63). Jadi total sehari : Rp. 6,500. Kalo gue lakukan Walk to Work selama 25 hari, gue udah bisa menghemat Rp. 162,500. Dengan uang segitu gue udah bisa beli tiket Jakarta - Kuala Lumpur return kalo pas Airasia bikin program promosi Rp. 10,000. Kayaknya apapun akan gue hubungkan dengan urusan bekpekeran gue...gue bakal rela berjalan kaki berapa hari pun asal gue bisa dapat tiket bekpekeran Smiley
Tapi ada juga tantangan yang harus gue hadapi selama ber Walk to Work :
  1. Mama protes melulu....takut gue kecapean dan prihatin karena anak perempuannya ini makin hitam dan dekil penampilannya. Setiap pagi mau jalan, Mama melepas kepergian gue dengan resah dari sedikit ngomel...Mama bilang, gue emang punya banyak hobi aneh, tapi yang ini udah keterlaluan dan "ngga masuk akal buat Mama"
  2. Gue belum bisa membiasakan diri untuk jalan pelan atau santai. Kalo begini, masalah yang akan gue hadapi kaki gue nyeri melulu setiap selesai jalan
  3. Polusi udara. Sebenarnya jalan Tanjung Barat - Cilandak enak dilalui, karena banyak pohon rindang, dan tukang jualan tanaman berjejer di sebelah kiri jalan, tapi tetap aja...jalan rayanya sempit dan padat oleh kendaraan bermotor. Jarak antara trotoar dan jalan raya pun dekat amat..otomatis sepanjang berjalan kaki, tanpa bisa dihindari, gue menghirup udara yang terpolusi bersumber dari knalpot - knalpot kendaraanSmiley. Jadi tantangan gue, suka ngga suka, gue harus mulai membiasakan diri menggunakan penutup hidung dan mulut, untuk melindungi diri gue dari udara beracun
Belakangan gue lagi suka browsing - browsing internet nyari informasi mengenai komunitas Walk to Work. Tujuan gue bukan nyari teman jalan kaki menuju kantor, tapi bertemu dengan orang - orang yang punya minat dan concern yang sama...dan sekaligus sedikit melegakan hati Mama, bahwa hobi aneh anak perempuannya juga ternyata dilakukan orang lain Smiley.
Kakiku panjang, kakiku sayang...ayo semangat ber-Walk to Work Smiley !!

Monday, May 30, 2011

25 April 2011 - Lea Heuy, Cambodia !

Hari ini gue bangun ekstra pagi...Berakhir sudah liburan gue di Siem Reap yang luar biasa ini, sekarang waktunya kembali ke Kuala Lumpur.

Karena jadwal penerbangan Siem Reap - Kuala Lumpur gue jam 08.35 pagi, kemarin gue janjian sama Mr. Sambo untuk jemput gue dari Golden Temple jam 06.00 pagi. Berat banget untuk ucapin 'selamat tinggal' ke Golden Temple Villa. Semua yang ada di hotel ini benar - benar menyenangkan, mulai dari seluruh stafnya yang ramah, bersahabat dan siap membantu, fasilitasnya yang lengkap, kebersihannya yang terjaga...semua deh Smiley !

Perjalanan dari Golden Temple ke airport cuma ditempuh kurang dari 30 menit, karena jalan raya masih sepi. Ternyata untuk berpamitan sama Mr. Sambo lebih berat lagi...Mr. Sambo partner sejati, sahabat gue paling dekat selama di Siem Reap. Gue ngga akan lupa sama keramahannya yang tulus...yang selalu nawarin gue air mineral dingin dan tissue basah tiap kali ngeliat gue kecapean...yang selalu teriak "Halloooo...!!" sambil melambaikan tangan dengan wajah berseri - seri...yang selalu bersedia nganterin gue kemana pun...yang selalu nanyain apakah gue mau dibantuin motret atau ngga. Perjalanan gue yang indah dan berkesan ngga lepas dari kehadiran orang - orang baik dan menyenangkan kayak Mr. Sambo, staf - staf Golden Temple Villa dan yang lainnya...Selama beberapa hari di Siem Reap, gue merasa penduduk lokalnya tuh bersahabat dan ramah banget...makanya gue betah, walaupun sendirian...walaupun ngga kenal bahasa lokal sama sekali.

Abis check in di counter AirAsia, gue dibikin kaget karena diharuskan membayar aiport tax USD 25. Ampunn....Smiley !! Padahal di kantong gue cuma tersisa USD 26. Begitu gue tanya apakah gue bisa membayar dalam Rupiah, petugasnya menolak. Dan, berhubung peraturan airport tax ini baru diberlakukan sejak tanggal 01 April 2011, bukan hanya gue yang terkejut (dan ngga ikhlas) pas disuruh bayar biaya yang ngga sedikit itu. Tapi apa daya, dengan bersungut - sungut, semua calon penumpang yang akan meninggalkan Siem Reap pagi itu harus membayar USD 25.

Hujan lebat mengantar keberangkatan gue menuju Kuala Lumpur. Lea Heuy, Cambodia Smiley ! Gue tiba di Kuala Lumpur jam 11.35 siang. Masih banyak waktu sampai penerbangan gue berikutnya menuju Jakarta, yang akan berangkat jam 22.25 waktu Kuala Lumpur.

Semalem waktu di Golden Temple Villa gue sempat mencari - cari informasi, hal apa yang bisa gue lakukan untuk menghabiskan waktu sambil nunggu penerbangan ke Jakarta. Sempat terbersit ide nekad untuk ke Pahang. Di sana ada Kuala Gandah Elephant Sanctuary. Sepanjang perjalanan Siem Reap - Kuala Lumpur, gue gelisah...menimbang - nimbang...berangkat ke Pahang atau ngga. Sebenarnya kalo dihitung - hitung waktunya, ngga mungkin sempat. Tapi gue penasaran...segala hal yang berhubungan ama gajah pasti akan bikin gue bersemangat, Smiley penasaran, dan gelisah kalo ngga bisa mewujudkan.

Tapi akhirnya gue harus menerima keputusan sendiri yang bikin kecewa : Pahang harus ditunda, waktunya ngga memungkinkan. Kadang gue harus susah payah mengingatkan diri gue sendiri bahwa nekad doang ngga cukup, gue harus realistis, biar usaha gue untuk memuaskan rasa penasaran ngga malah menimbulkan masalah ke depannya. Pake ada perang batin segala antara Cherry yang nekad dan Cherry yang (sok) bijak Smiley. Cherry nekad ngga sabar pengen ketemu dan maen - maen sama gajah - gajah yatim piatu di Sanctuary...tapi Cherry (sok) bijak mengingatkan bahwa gue ngga punya cukup uang dan waktu. Lebih baik gue cari tiket lagi ke Kuala Lumpur supaya bisa lebih leluasa menikmati waktu gue di Sanctuary. Cherry nekad tetap ngotot untuk ke Pahang, karena ini pasti jawaban doa dari Yesus yang tahu kalo gue pengen banget ke Way Kambas...Cherry (sok) bijak bilang, walaupun gue udah punya modal informasi transportasi umum ke Pahang, tapi kan gue harus siapkan waktu dan mental untuk nyasar waktu nyari lokasinya...Dan Cherry (sok) bijak benar...Pahang adalah tempat asing dan jauh buat gue.

Tapi, apapun keputusannya, gue tetap akan meninggalkan LCCT. Maka gue naik Sky Bus menuju KL Sentral untuk titip ransel di Coin Locker. Abis itu gue ke WC untuk ganti celana pendek jadi rok. Ngga ada yang bisa prediksi kapan mood pengen tampil feminin gue muncul dan lenyap.

Dari KL Sentral gue naek LRT menuju Pasar Seni. Tujuan gue ke Central Market..buat liat - liat. Setelah lelah berkeliling, gue mampir di Dr. Fish, tempat gue bisa menikmati pijitan kaki oleh combfish. Harganya RM 5 untuk 15 menit. Rasanya aneh dan geli. Tapi lumayan menyegarkan buat kaki - kaki lelah gue. Yang bikin tambah relaks lagi begitu ngeliat ekspresi para pengunjung lainnya. Apalagi pas ada seorang lelaki bule bertatto yang begitu memasukkan kedua kakinya ke dalam kolam langsung teriak - teriak histeris...kaget dan ketakutan Smiley. Dia jadi bahan tertawaan gue dan pengunjung lainnya. Mungkin buat dia itu jadi 15 menit paling menyiksa dalam hidupnya.

Kelar fish massage, gue melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Taman Tasik Perdana alias Lake Garden. Sejak hati gue memutuskan ngga ke Pahang, gue langsung memikirkan Lake Garden untuk tempat peristirahatan gue selama waktu transit. Berjalan kaki dari Central Market menuju Lake Garden bikin kaki gue yang sempat relaks jadi cape lagi Smiley. Tapi semua terbayar, gue tiba di Lake Garden, duduk di tanah berumput di pinggir danau. Gue langsung keluarkan novel, snack dan air mineral dari ransel. Nikmatnya....

Ketenangan gue terpecah begitu mendengar gemuruh petir. Hhmmm...kayaknya setiap kali gue sampe di Lake Garden keasyikan gue selalu terganggu sama hujan nih! Gak lama kemudian, awan gelap pun datang, mengganggu istirahat gue di Lake Garden. Mau ngga mau, gue mulai mengambil langkah pulang. Sebal. Gue belum puas istirahat di sini, kaki gue masih menyisakan rasa cape karena jalan kaki dari Central Market tadi. Tapi bayangan bakal terjebak di Lake Garden ditemani hujan lebat dan suara petir bersahut - sahutan juga bikin gue ngga tenang Smiley. Gue pun meninggalkan lokasi.

Dengan langkah ngebut, gue berusaha mencari jalan keluar dari kawasan Lake Garden. Hujan mulai turun, gue pun berhenti sejenak untuk pake jas hujan. Hal yang ngga gue harapkan, terlebih di saat cuaca kurang bersahabat kayak gini, pun terjadi. Gue kesasar. Ternyata gue udah berputar - putar dari tadi, dalam tujuan gue menuju Masjid Negara. Gue pun berhenti sejenak di halte bus Hop On Hop Off (HOHO), untuk mempelajari jalan pulang. Di situ lagi ada sepasang turis asal Timur Tengah. Dengan ramah mereka menyapa gue dan menanyakan apakah gue juga lagi nungguin bus HOHO. Gue jelasin kalo gue sebenarnya lagi kesasar menuju jalan utama. Mereka iba banget ngeliat gue, dan minta gue nunggu bus HOHO aja. Dengan halus gue menolak. Dalam hati gue meratap kesal...ini kali kedua gue ke Lake Garden dan untuk kedua kalinya pula gue kesasar. Gue harus bisa mencari jalan keluar sendiri ! Bukan dengan bus HOHO, tapi tetap dengan jalan kaki.

Akhirnya setelah beberapa kali berputar - putar di daerah yang sama, gue menemukan Masjid Negara. Lega...walaupun hujan belum berhenti. Sebenarnya gerah untuk pake jas hujan dalam waktu agak lama...Dan gue sempat bernegosiasi dalam hati, apakah gue boleh naik Rapid KL menuju Pasar Seni. Tapi lagi - lagi hati gue menolak. Gue tiba di situ dengan berjalan kaki, gue harus bisa kembali ke Pasar Seni dengan cara yang sama. Tapi kan hujan...dan gue paling takut sama petir !! Hujan ngga boleh jadi alasan, karena gue punya jas hujan. Dilarang manja ! Ahh..kejamnya Cherry...Smiley

Tiba di Pasar Seni Station, gue pun naik LRT kembali ke KL Sentral. Di KL Sentral gue sempat membersihkan diri sebentar, ambil ransel dari Coin Locker, trus naik Sky Bus kembali ke LCCT. Tiba di LCCT gue pun langsung check in, menuju pemeriksaan imigrasi, dan boarding.

Di dekat ruang boarding ada toko snack favorit gue, Country's Tid-Bids and Candies Cottage. "Favorit" bukan karena gue sering belanja oleh - oleh di sini, tapi karena disinilah gue bisa menikmati snack - snack gratis. Gratis ? Iya...gue akan berkeliling ke seluruh toko, dan menikmati hamparan sampel yang boleh dinikmati secara gratis. Biasanya yang disediakan sampel adalah snack manisan, asinan atau permen. Ada dried mango, dried pinapple, gummy candy, dan lainnya...Yummy Smiley!!! Setelah puas menikmati produk sampel, gue naik eskalator menuju ruang boarding.

Di sini gue ambil posisi tiduran dengan ransel gue sebagai bantal. Tiba - tiba gue dengar pengumuman bahwa penerbangan gue ditunda keberangkatannya selama 1 jam, karena pesawatnya belum tiba dari Jakarta. Aduh...! Padahal gue udah mengantuk berat...Gue pun menunggu lagi.

Sejam kemudian, pesawat pun datang dan penumpang dipersilahkan masuk. Begitu duduk, gue langsung tertidur pulas, dan terbangun beberapa menit menjelang pesawat lepas landas di airport Jakarta.

Perjalanan yang luar biasa menyenangkan. Perjalanan yang kembali mengingatkan gue bahwa bermimpi itu indah, indah kalo gue berusaha dan selalu berdoa pada Yesus untuk mewujudkannya. Dan itu akan jadi perjalanan yang indah juga karena Yesus selalu menyertai gue...dalam keadaan apapun. Terima kasih Yesus !!

Smiley