I laugh, I love, I hope, I try, I hurt, I need, I fear, I cry, I blog...Welcome to my blog, welcome to my life !!

Tuesday, December 15, 2009

12 Desember 2009 : 3 jam 3 negara

Pagi ini bangun dengan semangat. Selain karena udah ngga tahan berlama - lama tiduran di bangku yang super keras dan bikin badan pegal, juga karena gue bersemangat check in untuk penerbangan yang akan ngantar gue ke Ho Chi Minh hari ini.

Walopun ngga bisa mandi, karena ngga ada fasilitas di bandara Soeta, tapi udah ganti baju dan bersih - bersih. Pas waktunya isi perut alias sarapan, gue binun deh...segala sesuatu di area bandara mahalnya bukan maen, apalagi makanan dan minuman. Akhirnya beli roti manis Dunkin Donut yang paket beli 3 gratis 1.

Abis itu, gue langsung check in, antri loket bebas fiskal, check point di imigrasi dan boarding. Pas boarding nelpon mama dulu buat pamit, dan terbang deh gue dengan Lion Air.

Setelah 1 jam penerbangan, pesawat transit di Changi Airport, Singapore. Di bandara Soeta sebenernya beberapa staf Lion Air ngasih informasi bahwa penumpang yang mau melanjutkan perjalanan ke Ho Chi Minh, gak perlu keluar dari pesawat karena pesawat cuma berhenti sebentar untuk nurunin penumpang tujuan Singapura. Ternyata, salah informasinya. Semua penumpang beserta barang - barangnya harus keluar dari pesawat, ikutin prosedur pemeriksaan di Changi Airport, trus kembali boarding untuk terbang dengan pesawat yang sama. Bikin ribet dan cape aja...Abis itu, perjalanan dilanjutkan selama 2 jam menuju Ho Chi Minh.

Transit di Changi Airport, Singapore

Sekitar jam 12.30 waktu Ho Chi Minh (sama dengan waktu Jakarta), pesawat tiba di Tan Son Nhat International Airport, Ho Chi Minh. Jadi nangis lagi tapi diam - diam, nginget berlikunya jalan gue menuju kota ini. Inget sempet sedihnya kemarin, inget perjuangan nyari - nyari tiket, pokoknya dalam hitungan jam perasaan gue kayak roller coaster kemarin itu. Demi Ho Chi Minh. Perjalanannya pun lumayan lama, 3 jam. Menginjak 3 negara dalam 3 jam terakhir..demi Ho Chi Minh. Gue janji sama diri sendiri, apapun yang udah gue lalui kemarin, mulai dari mendarat di bandara sampai liburan gue berakhir di kota ini, gue harus bersenang - senang dan memaksimalkan setiap detik gue disini.

11 Desember 2009 : Petir di Siang Bolong

Lagi nangkring di WC bandara, siap - siap mo bobo...cuci muka, cuci kaki, sikat gigi....

Kayaknya gue harus belajar hal baru, gimana melatih diri supaya bisa mempersiapkan sesuatu dengan serius dan matang, ngga bergantung pada spontanitas melulu. Sebenarnya persiapan gue untuk ke Ho Chi Minh ini udah 95% matang. Guesthouse udah gue cari jauh - jauh hari, berbagai macam agent penyedia tour seputar Vietnam pun gue survey...selain itu gue rajin baca - baca email di milis Indonesian Backpacker khususnya mengenai wisata Ho Chi Minh, supaya gue bisa dapat gambaran dan tips gimana bisa berwisata asyik di sana walaupun ala backpacker.

Tapi apa boleh buat, acara jalan - jalan gue nyaris gagal gara - gara gue ketinggalan pesawat. Ini pengalaman pertama gue, dan rasanya kayak petir di siang bolong.....Di luar dugaan gue, jalan sepanjang Pasar Minggu macet total. Dan harapan gue supaya jalan tol lancar pun, pupus. Ternyata jalan tol sekalipun macet. Semakin memperparah situasi, jalan masuk kawasan Bandara Soeta pun ikut - ikutan padat merayap. Lengkap sudah derita gue.

Setiba di terminal 2D, tepatnya 20 menit sebelum waktu keberangkatan pesawat, gue berusaha sekuat tenaga untuk membujuk petugas AirAsia dan apesnya gue cuma dapat jawaban "Saigon udah ngga bisa lagi, mbak"... Abis itu, gue cuma bisa nangis di bandara. Sempat nelpon mama dan nangis sejadi - jadinya ngasih tau kalo gue ngga bisa terbang. Mama ngebujuk dan berusaha menenangkan gue, dan nyuruh gue pulang. Tapi kayaknya gue ngga mungkin pulang saat itu. Karena rencana Ho Chi Minh ini adalah mimpi gue udah cukup lama. Apapun yang terjadi gue harus berangkat. Jadilah gue menyusuri sepanjang terminal 2, mampir di setiap kantor penerbangan, nanyain tiket ke Ho Chi Minh. Lusinan kali gue bolak - balik sepanjang terminal. Maklum, selain shock ngerasain tragisnya pengalaman ditinggal pesawat, gue juga udah mulai stres, karena hari udah semakin gelap. Kondisi ngga tenang kayak gitu bikin gue agak - agak susah berpikir dengan waras, kayaknya.

There is a will, there is a way. Akhirnya gue dapat tiket ke Ho Chi Minh dengan Lion Air, dengan harga sedikit fantastis...Maklum deh, belinya on the spot di bandara. Udah gitu, saat - saat begini kan peak season. Gue dapat jadwal penerbangan hari Sabtu, 12 Desember 2009, jam 8.30, transit di Singapura. Dan gue pun happy lagi, beda dengan gue beberapa saat sebelumnya, yang kayak orang stres di bandara Soeta, jalan tanpa tujuan dan nangis sendirian.

Malam itu gue dan Rika pun tidur di bandara. Walaupun cuma di bangku bandara yang keras dengan bantal handuk seadanya, tapi berhubung mood gue udah girang kembali, gue pun tetep semangat. Ho Chi Minh, here I come...

Monday, December 07, 2009

Menikmati Pesona Atraksi Oriental Circus Indonesia

Selasa, 08-12-2009 08:24:13 oleh: Cherry Sitanggang
Kanal: Wisata

Bagi yang bingung mencari alternatif hiburan keluarga, mungkin pertunjukan Oriental Circus Indonesia persembahan Taman Safari Indonesia yang sedang berlangsung di Jalan Raya Margonda Depok, Jawa Barat, bisa menjadi salah satu pilihan. Pertunjukan ini akan berlangsung sampai dengan tanggal 15 Desember 2009.

Dengan membeli tiket yang terdiri dari kelas VVIP (Rp. 75,000,-), VIP (Rp. 60,000,-), Utama (Rp. 50,000,-), I (Rp. 35,000,-), II (Rp. 25,000,-) dan kelas III (Rp. 15,000,-), pengunjung dapat menikmati suguhan acara – acara yang cukup menarik dan menghibur selama kurang lebih 1.5 jam.

Acara dibuka dengan pertunjukan atraksi akrobat yang lumayan mendebarkan (khususnya bagi yang belum pernah menonton sirkus secara langsung seperti saya). Namun seperti acara sirkus pada umumnya, selalu ada sosok badut – badut dengan tingkah lucu dan konyol yang siap membuat penonton tertawa di antara ketegangan aksi akrobat.

Selanjutnya, Merry, Jenny dan kawan – kawan, anjing – anjing pudel yang super menggemaskan, hadir ke tengah arena mempertunjukkan kebolehan mereka. Setelah itu, empat pemain akrobat kembali hadir dengan pertujukan tarian balet yang memukau, berjudul tari selendang. Arena sirkus berikutnya dipersembahkan bagi teman raksasa, yaitu dua ekor gajah yang dengan lucunya bermain peran bersama dua pemain sirkus lainnya, keempatnya tampil untuk mengkampanyekan “Stop Eksploitasi Gajah”.

Selanjutnya, beberapa pemain akrobat kembali hadir dengan mengenakan kostum ala rimba belantara. Mereka menari – nari sambil membawa tombak, dan para pemain pria mempertunjukan kebolehan masing – masing melompati dengan tepat cincin – cincin besar yang disusun sedemikian rupa. Sebagai tantangan tambahan, cincin – cincin ini pun dikobari api, dan dengan sukses dapat dilalui oleh para pemain akrobat tersebut.

Acara yang paling ditunggu pun tiba, yaitu kehadiran lima ekor harimau ke tengah arena. Ada beberapa atraksi yang dilakukan oleh para raja hutan ini, tapi bagi saya yang paling mencengangkan adalah ketika salah seekor harimau dengan lincahnya memanjat batang pohon yang berdiri tinggi dan tegak di tengah arena, untuk mengambil umpan daging yang disediakan. Rasanya seperti menyaksikan permainan panjat pinang, namun kali ini dilakukan oleh harimau, dengan sangat mudah dan cepatnya.

Setelah pertunjukan yang menegangkan, penonton kembali dibuat geli dengan kehadiran Cindy dan sahabatnya, sang pawang. Cindy adalah seekor simpanse yang hari itu mengenakan kaos baseball, dan dengan lihai-nya mempertunjukkan aksinya mengendarai sepeda dan motor. Di sela aksinya, Cindy kerap menghadap ke arah penonton dan bertepuk tangan dengan bersemangat, seakan - akan meminta para penonton melakukan hal yang sama. Sampai akhir pertunjukannya, Cindy sukses mengundang tawa penonton, karena primata cerdas ini hanya mau meninggalkan arena dengan cara digendong oleh sang pawang.

Sebagai penutup adalah atraksi bersepeda yang dilakukan para pemain akrobat perempuan. Puncaknya, semua pemain yang berjumlah sepuluh orang tersebut, satu persatu naik ke atas sepeda yang terus melaju mengelilingi arena.

Seperti yang saya tuliskan di atas, secara keseluruhan pertunjukan sirkus tersebut sangat menghibur, dan penonton yang telah bersusah payah membeli tiket dalam antrian yang sangat panjang, dijamin tidak akan menyesal.

Sebagai informasi, berikut adalah jadwal pertunjukan sirkus :

Senin – Jumat : Jam 18.30 dan 20.15
Sabtu : Jam 14.00, 18.30 dan 20.15
Minggu (dan hari besar) : 10.30, 14.00, 18.30, dan 20.15

Baca di Wikimu

Tuesday, November 24, 2009

Indonesian Consumunity Expo 2009

Sekitar 2 minggu yang lalu gue nerima undangan dari Wikimu, katanya buat jadi narasumber Wikimu di sebuah acara yang namanya Indonesian Consumunity Expo 2009 di Parkir Timur Senayan. Saat itu masih bingung sama konsep acaranya kayak apaan, karena selama ini ikutan Wikimu paling jadi kontibutor amatiran doang. Dan sekarang, narasumber ?? What's that ? Why me ? Tapi di email, gue langsung konfirmasi bisa, karena waktu penyelenggaraan ngga bentrok dengan jadwal gue.

Hari Minggu, 22 November 2009, penyelenggaraan ICE 2009 hari kedua. Gue datang ke Parkir Timur Senayan, yang penuh sesak dengan booth komunitas, dan setumpuk pengunjung. Ada sekitar 150 komunitas kumpul di situ. Begitu tiba, gue langsung nyari booth Wikimu.com yang ada di deretan zona lifestyle. Di booth Wikimu disambut sama Mbak Melani dan Mbak Tutuk, dan...eng...ing...eng...poster gede Wikimu yang salah satu isinya tulisan gue yang judulnya "Melancong ke Kota Warisan Dunia"...Adduuhhh....jadi terharu ngeliatnya, lengkap dengan foto gue di Khoo Kongsi plus foto profile gue (yang bareng Chester Cheetah) . Di sana gue juga ketemu sama Mba Nawita, narasumber yang lain. Bagus deh...I'm not alone.

Ternyata acara yang dimaksud adalah semacam acara bincang - bincang santai dengan topik “tips wisata sambil mengumpulkan bahan untuk menulis”. Sejujurnya, gue ngga ada persiapan khusus untuk acara ini. Karena sebenernya gue masih bingung kenapa gue yang diundang sebagai narasumber. Tapi berhubung gue adalah backpacker wannabe yang emang doyan cerita dan nulis, bebannya agak sedikit ringan, karena gue tinggal menceritakan apa adanya sesuai pengalaman gue.

Selesai acara tersebut, gue bisa berkeliling ngeliat - liat semua komunitas yang ada. Komunitas yang kumpul di sana bisa dibilang unik - unik dan komplit, karena ICE 2009 ini dibagi dalam beberapa zone : ada lifestyle, sport, automotif, dll. Menurut pengamatan gue, yang paling mendominasi area ICE adalah goweser alias para pencinta/pengguna sepeda, yang di area itu bisa bergerak bebas dengan sepeda masing - masing. Dan booth favorit gue adalah boothnya komunitas sepeda onthel yang super kreatif dan lucu. Selain itu ada juga komunitas bismania.com, dimana gue bisa ngerasain masuk limobis Sumber Alam, yang ekslusif dan nyaman abisss ! Ada juga komunitas pecinta musik Indonesia yang memamerkan koleksi piringan hitam dan kaset lagu - lagu Indonesia bahkan yang terjadul sekalipun.

Sok ikutan workshop daur ulang gitu dehh...padahal itu acara buat anak - anak..

Bareng Ian and friend di boothnya Masyarakat Komik Indonesia

Di dalam limobus Sumber Alam yang...muantaaabbbzz nyamannya...

Di antara replika bus koleksi Bismanis.com yang imut - imut...kayak gue (narsis.com)

Bareng anggota komunitas Indonesia Re - Enactors (IDR). Kalo ngga salah...mereka adalah penggemar kostum dan atribut NAZI ..somebody correct me if I'm wrong, please..

Komunitas Tokusatsu (Komutoku), para fans super hero Jepang versi live

CLBK...Cinta Lama Bersepeda Kembali...OMG...ngga bisa ngga ketawa ngebacanya

Ada prajurit bersenjata, cewe ndut bertopi noni Belanda, Pak Jenderal dan Pak Jenggot...ini jamannya Siti Nurbaya, jaman Si Pitung, ato jaman edan ?

Asiknya lagi, di ajang ini gue bisa ketemu temen - temen lama di MKI (Masyarakat Komik Indonesia), yaitu Ian dan Mas Wahyu. Mereka ini dua dari beberapa orang yang gue kenal jaman kuliah dulu, yang sangat konsisten membangun dan menjaga eksistensi komik Indonesia yang mungkin ngga banyak diketahui banyak orang. Jadi reunian deh ...Untuk zone hobi, banyak yg unik - unik juga, sampai gue baru nyadar ternyata banyak hobi - hobi unik orang Indonesia yang hebatnya lagi udah punya wadah komunitasnya sendiri. Ada komunitas pecinta plastic toy, robot - robotan, perang - perangan...bahkan ada pecinta kereta segalaa ! Salut...salut..

Sempet nonton pertandingan futsal putri antara Komunitas pendukung Juve dan AC Milan. Ternyata..eh ternyata....yang awalnya gue pikir mereka pemain profesional, agak - agak meleset dugaan gue. Abis, salah satu tim cara bermainnya nyaris sama aja sama cara gue and SIS team maen. Cuma kali ini minus teriakan - teriakan histeris ngga penting, dan juga sesi foto - foto yang mendominasi permainan. Tapi soal teknik, sama miskinnya sama team SIS lhhaaaaa....!

Pokoknya enjoy banget deh bisa datang ke acara ICE 2009, yang kayaknya jadi ajang buat sapa pun untuk berani tampil beda dengan gaya masing - masing. Mantap !!

Saturday, August 22, 2009

Hari Keempat - Goodbye Penang

Semalem gue pasang alarm di HP, supaya bisa bangun extra pagi. Begitu bangun, mandi, dan menikmati sarapan terakhir buatan Mr. Jeremy. Masih dengan menu yang sama.

Kelar sarapan, langsung check out dan tukar kunci ke Mr. Jeremy, say thanks..say goodbye untuk seluruh staff Hutton Lodge, gue pun berangkat meninggalkan hostel.

Kali ini sengaja jalan kaki ke terminal Komtar, menikmati setiap detik dan langkah kaki gue di Penang ini. Ngga terlalu lama menunggu, Rapid Penang yang akan mengantar gue ke airport pun tiba. Selamat tinggal George Town !

Tiba di airport langsung check in, dan nunggu keberangkatan AirAsia gue deh....Goodbye Penang the beautiful island, nice people, nice view everywhere !

Happy Cherry !
Lebuh Chulia
Komplek Tun Abdul Razak (Komtar)
Sunset di Fort Cornwallis
City Hall
Beautiful sky